Zoya Antagonist Girl.

Zoya Antagonist Girl.
Chapter 77


__ADS_3

...☠️☠️☠️...


Di sisi lain Dirga sedang berada di kediaman nya , dia tidak sendiri melainkan ada Gara dan Dafa di sana . Kedatangan mereka bukan untuk berbaikan tapi untuk mengajak Dirga bergabung dalam misi penyelamatan Keyla lusa mendatang .


Dirga menatap malas kedua mantan sahabatnya , mereka hanya datang ketika membutuhkan bantuan nya namun ketika dia kesusahan mereka menghilang bagai kan di telan bumi.


"Kita butuh bantuan lo Dir , kali ini kita janji setelah Keyla berhasil bebas kita juga akan membiarkan lo dan nggak akan ganggu lo lagi !."


Bujukan Dafa sama sekali tidak mempan untuk Dirga ,rasa kecewa setelah dia di buang begitu saja oleh sahabatnya berhasil mematikan perasaan iba yang dia punya untuk mereka.


Dirga menggeleng tegas. "Gue nggak ada hubungan lagi sama kalian ! Dan gue harap kalian keluar dari rumah gue sekarang juga !."


Dafa mengusak rambutnya frustasi , dia bingung harus dengan cara apa lagi agar dia bisa membujuk Dirga.


"Dir ayo lah , kita kan sahabat lo masa lo tega biarin kita masuk ke kandang singa bertiga doang !." ujar Dafa memelas.


"Gue nggak bisa ! persahabatan kita sudah selesai setelah Gara membunuh adik gue !." tegas Dirga .


"Semua itu kan nggak sengaja , kenapa lo masih dendam sama gue !." sahut Gara dengan santainya.


Kedua tangan Dirga mengepal ,ingin sekali rasanya dia membunuh Gara dan melempar kepalanya ke laut ,namun dia sadar posisinya kali ini tidak menguntungkan jika dia memaksa melawan mereka berdua .


Sedang kan Dafa yang berada di tengah-tengah suasana yang tidak bersahabat hanya bisa menghela nafas berat .


"Oke gue tau lo masih marah sama Gara tapi kali ini urusan nya bukan sama Gara ! nggak ada salahnya kalau lo bantuin kita .!" ujar Dafa dengan egoisnya masih berusaha membujuk Dirga.


Kini Dirga sadar jika dari awal mereka hanya memerlukan tenaganya bukan tulus mau bersahabat dengan nya , dia kira Dafa akan sedikit berpihak padanya tapi ternyata dia salah .


"KELUAR KALIAN DARI RUMAH GUE !." bentak Dirga menyuruh mereka berdua pergi.


Gara tak bergeming sama sekali ,dia hanya menatap datar pada wajah merah padam milik Dirga.


Karena tak kunjung melihat kedua orang tersebut keluar , Dirga berdiri dari duduknya dan menarik paksa Gara dari tempat duduknya.


SREET .!


Gara berdiri namun dia tidak pergi dari tempatnya , Gara mendekat lalu berbisik pada Dirga.


"Kematian adik lo adalah alasan terbaik untuk membuat lo tunduk sama gue ."


Mendengar ucapan tersebut , seketika amarah Dirga melonjak naik dia memberikan pukulan terhadap Gara.


BUUGH.!


SREETT.!


Dirga menarik kerah baju Gara dengan kasar setelah melayangkan pukulan di rahang Gara . "Bajingan !! jadi ini alasan lo sebenarnya ."


Gara tertawa remeh. "Kenapa ?! Lo nggak terima ? Atau lo berencana mau bunuh gue hm ?!"


BUUAAGHH.!


Dirga kembali meninju rahang Gara hingga membuatnya tersungkur ke lantai , Dafa yang melihat perkelahian tersebut segera menarik tangan Dirga untuk menjauh dari Gara.


"Dirga sadar !! Kita bicarain baik-baik masalah ini .!" ucap Dafa mencoba menenangkan Dirga.

__ADS_1


"Baik- baik lo bilang ?! ADIK GUE DI BUNUH SAMA DIA SIALAN DAN LO !"


Dirga menunjuk Dafa. "Bisa-bisa bilang kaya gitu Daf ?! Lo nggak tau perasaan gue seperti apa kan ?! mending sekarang lo diem dan nggak usah ikut campur urusan gue sama dia !."


Dirga menepis tangan Dafa yang mencekalnya ,namun saat Dirga akan kembali menghampiri Gara tiba-tiba tengkuknya di pukul oleh Dafa.


BUUK.


BRUK.


Dirga memegangi tengkuknya yang terasa sakit ,baru saja dia akan berdiri tiba-tiba punggung nya di injak oleh Dafa.


"Ugh..D-Daf m-minggir.!"


Permintaan dari Dirga tak Dafa hiraukan ,dia semakin menambah tekanan dalam pijakan nya di punggung Dirga hingga dia merintih kesakitan.


"Arrghh." Dirga menggeram saat pijakan di punggung nya semakin berat.


"Ck harusnya dari awal kita nggak usah ngemis-ngemis sama dia Gar ,mending langsung kita binasakan aja !." ujar Dafa yang sedang menatap Dirga di bawah kakinya .


Gara mengangguk. "Sekarang juga belum terlambat buat nyingkirin dia Daf."


Gara menarik sudut bibir kirinya ke atas ,dia berjalan menuju lemari kaca di sana tersimpan bingkai foto Dirga dan keluarganya serta foto mantan tunangan Gara yaitu Zoya.


Dia mengambil foto Zoya dan memasukan nya ke dalam saku jaketnya , dia kembali mengambil bingkai foto keluarga Dirga dan membawanya ke tempat Dirga berada.


TAK!.


Gara meletakan bingkai foto tersebut di hadapan Dirga . "Keluarga lo harus menyaksikan putra kesayangan mereka menjemput ajalnya ,karena sebentar lagi lo akan menemui mereka benar kan Dirga Mahesa ?!."


KREEEK.!


"AARRGHHH.!" teriakan Dirga menggema di ruangan tersebut setelah tulang lengan nya di injak hingga patah oleh Gara.


"Ck banyak bacot lo jadi orang Dir !." sinis Gara.


Lengan Dirga berdenyut nyeri , Gara tersenyum tipis melihat Dirga yang kesakitan.


"Kita mulai Daf !." Ajak Gara yang di setujui Dafa .


Mereka berdua berjalan meninggalkan Dirga untuk menuju dapur milik Dirga , sedangkan sang pemilik rumah masih tergeletak kesakitan di lantai .


Tak berselang lama mereka berdua kembali dengan membawa alat-alat dapur ,lebih tepatnya mereka membawa pisau buah dan juga pisau sayuran .


Dirga yang melihat hal itu menggeleng pelan . "Kalian mau ngapain ?!"


"Mau...masak lo dong kita penasaran apa daging lo sekeras tekad lo selama ini !." sahut Dafa dengan senyum mengerikan di bibirnya.


"Nggak !! Pergi kalian ." Dirga menyeret tubuhnya menjauh dari mereka berdua .


"Ck ck mau kemana hm ?! Katanya lo mau balas kita berdua ? atau lo takut ?!."ucap Dafa dengan nada mencemooh .


Gara yang tidak sabar memilih menghampiri Dirga dan menjambak rambutnya lalu dia menyeret Dirga menuju kamar mandi ruang tamu ,di susul Dafa yang membawa bingkai foto milik keluarga Dirga.


"LEPASIN GUE GAR !! LEPAS ."Dirga berusaha melepaskan jambakan di rambutnya , sayang nya itu mustahil karena tenaga Dirga sudah terkuras habis tadi di tambah luka yang dia dapat mempengaruhi pergerakan nya.

__ADS_1


BRUK.!


Gara mendorong Dirga hingga terjatuh di dekat bathtub , Gara berjalan mendekat ke arah Dirga.


"Eh gue dulu Gar ,nanti sisa nya lo deh , gue nggak bakal bunuh dia kok." cegah Dafa ketika melihat Gara akan memulai aksinya.


Akhirnya posisi Gara di ambil oleh Dafa , sorot mata Dafa terlihat sangat haus akan darah .


"D-Daf.."


JLEB !. SREEETT !.


"Arrghhhh ."


Ucapan Dirga terhenti ketika perutnya di tusuk dan di sayat ke samping , Dafa kembali menancapkan pisaunya di lengan Dirga dan menyayatnya hingga ke pergelangan tangan nya.


JLEB. SREETT.


Dirga yang masih memiliki sedikit tenaga akhirnya menendang aset milik Dafa dengan menahan rasa sakit yang luar biasa , Dafa tersungkur ke lantai hingga dia mengaduh kesakitan.


BUUUKK !.


"Akkhh sialan .!" Dafa berguling-guling di lantai ,rasa sakit pada asetnya sungguh luar biasa !.


Gara yang melihat Dafa mendapat tendangan pamungkas dari Dirga sempat tertawa lirih .


"Bodoh.!" sindir Gara.


"Sialan ! Coba aja aset lo yang di tendang pasti lo bakal kaya gue juga !." sinis Dafa , dia tidak terima di bilang bodoh.


Gara tak menjawab dia berjalan mendekati Dirga , sebelum memulai Gara berbisik di telinga Dirga.


"Sampaikan salam gue buat orang tua lo di neraka ! mereka pasti senang karena putranya akan segera menyusul."


Belum sempat Dirga menjawab ,pisau milik Gara sudah menusuk telinganya .


JLEEB !.


"AAARRGHHH !."


Gara yang mendengar teriakan Dirga langsung menarik pisaunya dan dia kembali menarik paksa lidah Dirga agar keluar dari mulutnya.


Tanpa belas kasih Gara memotong lidah Dirga dan membuangnya dengan asal , dia kembali membuka mulut Dirga lalu dia merobek mulut Dirga hingga sampai ke telinganya .


Teriak demi teriakan menggema di kamar tersebut , Dirga yang masih setengah sadar menatap benci pada Gara.


'Maaf Alvaz ,Zoya gue harus gagalin rencana kita semoga kalian bisa cepat menghabisi mereka , gue bakal tunggu kematian mereka di alam baka ! Dan Gue harap di kehidupan selanjutnya gue bisa berteman baik dengan kalian .' Batin Dirga sebelum kegelapan merenggut nyawanya .


Yah hari ini Dirga tewas di tangan kedua sahabatnya ,orang yang dulu paling dia percayai tapi ternyata takdirnya lebih kejam .


Dafa yang melihat Dirga sudah tak bernyawa akhirnya memanggil Gara . "Gar dia udah mati sialan !."


Gara terdiam , dia tidak sadar jika Dirga telah tewas ! Dia melihat ke sekeliling nya ternyata darah sudah mengalir di lantai kamar mandi tersebut , Gara berdiri dengan santainya dia berjalan menuju wastafel untuk mencuci tangan nya .


Setelah selesai dia mengajak Dafa untuk pergi dari sana sebelum ada orang yang tau , satu kesalahan Dirga yaitu kediaman nya tidak ada Art atau pun satpam jadi dia di rumah hanya sendiri ,sebelum pergi Gara mengunci kamar tersebut dan membawa kuncinya serta dia juga mengunci pintu utama dari luar agar tidak ada orang yang masuk ke rumah tersebut , sayang nya ada satu yang dia lupakan sebelum pergi yaitu lampu kediaman Dirga masih menyala dengan terangnya .

__ADS_1


...See you next time.......


__ADS_2