
...☠️☠️☠️...
Waktu berlalu begitu cepat dan sore ini merupakan hari perayaan ulang tahun perusahaan milik Alexander Company.
Dan tiga hari sudah Zoya menghilang Namun Malven ,Alvaz serta Dafi mereka belum mendapat petunjuk tentang Zoya , mereka sudah mengerahkan semua koneksi yang mereka punya tapi hasilnya masih nihil.
Meski pun begitu Malven tidak mungkin membiarkan Cakra begitu saja ,apa lagi kesempatan kali ini adalah momen yang mereka tunggu , sayangnya posisi yang harusnya di isi oleh Zoya kini terpaksa di gantikan oleh Malven.
Seperti saat ini mereka semua sedang berkumpul di kediaman Jazzairo untuk membahas rencana yang sebelumnya di tangani oleh Zoya .
"Saya harus hadir di acara tersebut untuk menggantikan Zoya menyusun rencana , sebelum itu kalian terus cari keberadaan Zoya sampai ketemu ."titah Malven tak terbantahkan.
"Baik om." sahut mereka semua.
Malven mengangguk dia kembali menatap Dafi. "Dafi selama kita ada di sana pastikan semuanya berjalan sesuai rencana awal ,jangan sampai kita kecolongan jika itu terjadi maka sia-sia sudah usaha yang adik kamu lakukan selama ini."
"Aku mengerti om ." sahut Dafi.
"Baiklah sekarang kita harus bergegas ,kabari saya jika kalian mendapat petunjuk tentang Zoya." ujarnya pada Alvaz.
Mereka semua beranjak dari duduknya dan pergi dengan tujuan masing-masing.
Berbeda dengan Malven dan yang lain nya ,kini Cakra sedang bersiap menuju tempat acara akan berlangsung , dia mematut dirinya di depan cermin besar yang menampilkan seluruh tubuhnya.
"Setelah acara ini selesai maka saya akan menyingkirkan gadis sialan itu untuk selamanya, agar dia tidak bisa mengganggu kehidupan saya lagi." gumamnya dengan tatapan tajam .
Dia bergegas keluar dari dalam kamarnya untuk menghampiri Dafa ,setelahnya mereka berdua pergi menuju lokasi acara.
..._________________________...
Di sisi lain tepatnya sebuah gedung terbengkalai yang terletak cukup jauh dari jalan raya , di sana terlihat sosok gadis yang tak adalah Zoya yang sedang melakukan persiapan untuk kabur.
Tiga hari dia hanya berdiam diri di gedung tersebut hanya untuk memulihkan tenaganya , dia tidak mungkin bisa lolos jika dia memaksakan diri untuk kabur di awal terlebih penjaga di sini berjumlah cukup banyak hal itu akan membuat Zoya repot nantinya.
"Gue nggak bisa biarin mereka lolos gitu aja , gue udah sabar menunggu momen ini masa iya gue kalah sama mereka, kalo kaya gitu bisa-bisa readers pada demo sama gue." gerutunya sambil mengikat tali sepatu dengan kencang. (Canda readers😁)
Dia kemudian berdiri dan melakukan pemanasan sebelum keluar dari ruangan tersebut , selama tiga hari itu Nabila selalu memberinya makan meski dengan berbagai umpatan yang dia berikan padanya.
Sebelum keluar dia menghela nafas berat untuk menetralisir perasaan nya yang sudah tidak sabar ingin mengacaukan tempat itu.
Waktu yang dia miliki tidak banyak ,karena kemungkinan besar acara tersebut akan berakhir tengah malam nanti.
Zoya mulai berjalan keluar dengan membawa balok kayu di tangan nya , dia tidak punya senjata apa pun karena belati miliknya terjatuh saat dia mendapat pukulan di tengkuknya.
Tap. Tap. Tap.
Ceklek.
Pintu telah terbuka ,ternyata Nabila tidak menguncinya karena dia mengira jika Zoya masih terikat dengan benar ,karena tali yang dia gunakan masih berada di posisi yang sama selama tiga hari tanpa Nabila sadari jika tali tersebut telah longgar.
Zoya menyembulkan kepalanya terlebih dulu ,dia menoleh kanan kiri untuk memastikan di sana aman.
Dia kemudian keluar secara perlahan-lahan dan berjalan menyusuri lorong .
"Kayanya ini lantai empat deh ?!."gumamnya ketika melihat ketinggian lantai tersebut.
__ADS_1
Baru saja dia tiba di sisi tangga , tiba-tiba sebuah suara membuatnya terlonjak kaget.
"MAU KEMANA LO BRENGSEK." teriakan tersebut berasal dari Nabila yang sedang menatapnya dengan tajam.
"Gue mau balik lah ,udah kelamaan gue di sini ." sahut Zoya dengan entengnya.
''Sialan , tangkap gadis itu jangan biarkan dia keluar dari gedung ini .'' perintah Nabila pada para bawahannya .
'' Baik nona .''
Mereka mulai mengejar Zoya sambil menyerangnya menggunakan pistol.
DOR. DOR .DOR.
DRAP . DRAP . DRAP.
Zoya berlari menuruni tangga , dia berusaha menghindari peluru yang terus melayang padanya .
Saat dia sampai di lantai tiga , barulah Zoya menghentikan langkahnya dia menampilkan senyum smirk pada mereka semua .
''Maju kalian semua , waktu gue nggak banyak buat meladeni cecunguk kaya kalian .'' ujar Zoya yang sudah memasang kuda-kuda .
Saat itu juga mereka menyerang Zoya secara bersamaan , ada yang menyerangnya menggunakan belati , katana dan juga kapak .
Perkelahian satu melawan puluhan orang tersebut berhasil membuat kesenangan Zoya meningkat pesat , harapan untuk keluar dari tempat itu semakin besar .
BUGH . BUAK . TRANG.
Zoya menghajar wajah mereka , dia hampir saja terkena sabetan katana jika refleknya tidak cepat .
Satu persatu lawan nya berhasil dia kalahkan , namun jumlah mereka terasa tidak ada habisnya mereka terus berdatangan dari berbagai arah untuk menyerangnya .
''Brengsek , Cakra sialan awas aja kalo gue ketemu gue gibeng kepalanya biar modar .'' sungut Zoya di sela pertarungan nya .
JLEB . SREET . BRAAAK .
Zoya terkena tusukan di pinggangnya dan mendapat tendangan hingga membuatnya terpental menabrak tembok .
''Uhuk...uhuk ck menyusahkan .'' gumamnya , sesaat kemudian dia kembali berdiri dia harus secepatnya mengakhiri pertarungan tersebut .
Drap . Drap. Drap.
BUUAAAKK .
Zoya memberikan tendangan memutar yang membuat lawannya berhasil tumbang .
Dia kemudian mengambil pistol milik pria tersebut dan mulai menembaki mereka secara acak .
DOR. DOR .
Drap. Drap. Drap.
BUAGH.
Serangan demi serangan yang Zoya berikan yang mampu menumbangkan mereka semua ,pertarungan yang melelahkan tersebut berhasil di menangkan oleh Zoya.
__ADS_1
"Hosh...hosh..Njir badan gue remuk semua bangsat." gerutunya jengkel.
Di tengah rasa lelah dan sakit di seluruh badannya , dia melihat Nabila menodongkan pistol ke arahnya dari jarak yang cukup jauh .
"Kalo lo masih sayang nyawa ,mending lo nyerah dan ikuti perintah gue ." sentak Nabila.
"Cih lo kira gue takut sama ancaman lo hm ?! Bangun Bil mimpi lo ketinggian ."jawab Zoya tak lupa dengan senyum smirk di bibirnya.
Nabila menggeram marah. "Beraninya lo menghina gue , kali ini lo bakal mati Zoy gue nggak perduli jika om Cakra nantinya marah sama gue ."
"Dah lah gue bosen denger bacotan lo , kalau emang lo mau bunuh gue sini maju gue layani kemauan lo , kita lihat lo atau gue yang bakal memenangkan permainan ini." tantang Zoya.
'Sialan dia nggak bisa di gertak sama sekali.' batin Nabila jengkel.
Dia tidak bisa beladiri seperti Zoya , dia hanya memiliki kemampuan memanipulasi keadaan agar menguntungkan dirinya .
Zoya yang tak punya waktu lagi ,akhirnya menyerang Nabila lebih dulu .
Drap. Drap. Drap.
BUAAKK. BRAAKK.
Zoya menendang perut Nabila hingga dia terdorong cukup jauh dan tubuhnya menghantam pegangan tangga.
Tap. Tap. Tap.
Zoya berjalan mendekati Nabila ."Baru segini aja lo udah tumbang ?! Mana katanya mau bunuh gue kok cuma gede bacot doang hm."
Nabila tidak menjawab ,dia melihat Aruna berada tidak jauh dari Zoya dan dia memegang sebuah katana di tangannya.
"Lo kira gue udah kalah hah ?! buang jauh-jauh mimpi lo itu Zoy , karena gue nggak akan pernah kalah dari lo." sahut Nabila yakin.
"Ck iya deh si paling benar ."acuh Zoya .
Diam-diam Zoya melihat Nabila tersenyum smirk ,dia mengerti sekarang maksud dari ucapan Nabila barusan.
Karena waktunya sudah tidak banyak Zoya akhirnya memilih cara ekstrim untuk melawan Nabila yaitu memprovokasinya .
"Bangun lo sialan ! Jangan cosplay jadi suster ngesot deh." ujar Zoya yang membuat Nabila langsung berdiri dari duduknya.
Dia menatap nyalang ke arah Zoya."Gue benci sangat benci sama lo bajingan."
"Gue tau ,nggak usah lo ucapin gue juga bisa lihat di mata lo banyak api yang berkobar buat gue." jawab Zoya santai.
Bersamaan dengan itu Aruna berlari menuju Zoya yang sedang membelakanginya .
Drap. Drap. Drap.
Nabila tersenyum smirk , seketika katana tersebut berhasil mengenai tubuh orang di hadapan nya hingga membuat orang tersebut muntah darah.
JLEBBBB.
"Uhuk...uhuk..b-brengsek."
BRRUUKK.
__ADS_1
...See you next time.......