
...✨✨✨...
Sinar matahari telah menyingsing tinggi namun ruangan yang di tempati seorang gadis tersebut masih terlihat gelap , tangan dan kakinya yang di ikat dengan sangat kencang sudah membuat kulitnya lecet , entah sudah berapa hari dia berada di ruangan tersebut dia bahkan lupa sekarang hari apa .
Gadis itu perlahan membuka kedua kelopak matanya , dia Keyla yang beberapa hari lalu baru saja menjadi tawanan di dalam ruangan bawah tanah milik Dark Wolf.
"Eeugh." perlahan kedua netra Keyla terbuka ,dia melihat sekelilingnya yang masih gelap.
Tak lama dia terkekeh kecil , menertawakan nasibnya yang kini berbalik 180 derajat .
"Ha sialan takdir sialan ! Kenapa gue harus percaya sama orang itu sih , tau gini gue nggak bakal mau ngikutin ucapan dia !." gumam Keyla.
Saat dia sedang meratapi nasib ,tiba-tiba pintu ruangan terbuka memperlihatkan sosok pemuda yang memakai pakaian formal berjalan mendekatinya .
"Ternyata anda sudah sadar !." ujar pemuda tersebut sambil menyodorkan makanan untuk Keyla ,dia juga melepas satu rantai yang mengikat tangan kanan Keyla .
"Silakan di makan supaya anda tidak mati lebih dulu !."
Pemuda yang tak lain adalah Javas kini sedang menatap Keyla dengan raut tidak suka dan jijik yang terlihat jelas di wajahnya.
Keyla melihat makanan di hadapan nya tak lama kemudian dia melempar piring makanan tersebut hingga membuat isinya berserakan di lantai.
PYAAR.!
Javas hanya diam memperhatikan semua tindakan Keyla , Javas bahkan menyayangkan sikap nona nya yang masih berbaik hati memberinya makan agar tidak mati sebelum eksekusi.
"Dimana tuan lo ! Suruh dia kesini jangan jadi pengecut." hardik Keyla.
"Tanpa anda minta nona saya akan datang beberapa jam lagi ,sebelum itu persiapkan diri dan mental anda karena akan ada kejutan menarik dari nona saya untuk anda !."
Setelah mengatakan hal itu ,Javas kembali mengikat tangan Keyla dan bergegas pergi meninggalkan nya setelah mengunci pintu dengan sandi yang hanya bisa di akses oleh nya dan Zoya .
..._____________________...
Di sisi lain Zoya sedang bersiap untuk menuju perusahaan nya , hari ini akan di adakan rapat yang menyangkut penawaran dari ceo Wagindra beberapa hari yang lalu .
Yah Abraham sudah mendatangi kantor Zoya dan menawarkan 50% sahamnya pada perusahaan Z.A namun keputusan belum di ambil karena Zoya sebagai pemilik perusahaan selalu sibuk beberapa hari terakhir.
Setelah selesai dengan pakaian formalnya ,dia mengambil ponsel serta tas nya sebelum keluar dari kamarnya.
Saat dalam perjalanan menuju perusahaan tanpa sengaja dia melihat siluet seseorang sedang berjalan di trotoar ,dia penasaran namun waktunya sangat mepet dengan jadwal meeting hari ini jadi Zoya memutuskan mengabaikan penglihatan nya .
__ADS_1
Mobil sport milik Zoya melaju dengan kecepatan tinggi , hanya butuh waktu tiga puluh menit dia telah sampai di perusahaan nya .
Zoya mengambil topeng dan juga tas kecil miliknya dan turun dari mobil yang langsung di sambut semua karyawan Z.A .
Javas juga hadir di sana ,dia mengikuti Zoya dari belakang sambil menjelaskan semua agenda hari ini , saat mereka berdua menaiki lift yang akan membawanya menuju ruangan presdir , Zoya termenung dia mengingat kejadian tadi .
'Apa gue salah lihat ?! Tapi penglihatan gue masih bagus kok ?.' batin nya.
Zoya melamun sampai dia mendapat tepukan di pundaknya. "Apa nona baik-baik saja ?!" ujar Javas.
Zoya mengangguk. "Berapa menit lagi rapatnya di mulai Jav ?!"
"Lima belas menit lagi nona ."
"Siapkan semua bahan yang akan kita bahas di sana , saya akan menyusul nanti." ujar Zoya yang mendapat anggukan dari Javas.
Setelah kepergian Javas ,Zoya berjalan memasuki ruangan nya dan duduk di kursi kebesaran nya !
Pikiran Zoya berkelana jauh ,perasaan nya mendadak kacau balau dan mood nya hancur .
Dia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang .
Klik.
"Gue ada pekerjaan buat lo ! nanti gue kirim foto orang nya , lo harus selidiki dan pantau dia dari jauh jangan sampai ketahuan ! laporkan semuanya sama gue secepatnya.!"
"Oke." terdengar sahutan dari orang tersebut di balik telefon.
Zoya mematikan telefon nya , dia mulai membuka satu persatu berkas yang tergeletak di meja yang menanti tanda tangan nya , hingga dia menemukan pengajuan kerja sama dari Alexander Company .
"Ck memuakan." gumam nya sebelum merobek berkas tersebut dan membuangnya ke tempat sampah .
Waktu sudah menunjukan pukul 09.00 pagi ,Zoya berdiri dari duduknya untuk pergi menuju ruang rapat .
Tap. Tap. Tap.
Ceklek.
Pintu ruang rapat terbuka lebar , Zoya berjalan memasuki ruangan tersebut di ikuti oleh Javas , di sana sudah ada Abraham yang duduk menunggunya .
Javas menarik kursi untuk Zoya duduk, meski dia menggunakan topeng namun Aura wibawanya terasa sangat kental hingga membuat Abraham merasa mentalnya menciut.
__ADS_1
"Kita mulai rapatnya ! Silakan pak Abraham anda menjelaskan lebih dulu alasan rapat kali ini ." ujar Javas memulai pembicaraan di ruangan tersebut.
Abraham mengangguk , dia membuka berkas yang sudah dia siapkan di hadapan nya.
"Jadi saya berniat menjual sebagian saham perusahaan dengan harga miring , jika anda berkenan saya ingin mendapatkan bayaran nya lusa ." ujar Abraham.
"Kenapa anda menjual saham yang sudah susah payah anda dapatkan selama ini ?!" tanya Zoya.
"Saya memerlukan banyak biaya untuk renovasi gedung rumah sakit dan juga untuk alasan pribadi .!" sahut Abraham.
Zoya mengangguk ,dia meminta berkas yang di pegang oleh Javas ! Dia mulai meneliti satu persatu tulisan di berkas tersebut.
"Baiklah saya akan membelinya ,uangnya akan saya transfer lusa sesuai kemauan anda !" ujar Zoya .
Abraham merasa lega mendengar jawaban tersebut , setelah beberapa menit berbincang Abraham memilih pamit dari sana untuk kembali ke kantornya .
Kini tinggal Javas serta Zoya yang berada di ruangan tersebut .
"Nona apa anda jadi menemui sandera hari ini ?!" tanya Javas .
Zoya baru ingat jika dia akan memulai memberi pelajaran pada Keyla hari ini , dia tidak akan langsung membunuhnya tapi dia akan membuat Keyla mati secara perlahan.
"Yah saya akan pergi nanti setelah menandatangani beberapa berkas ! Tolong kamu urus agenda saya selanjutnya dan laporkan pada saya .!" pesan Zoya .
"Baik nona."
Setelahnya mereka berdua sama-sama keluar dari ruang meeting , Zoya kembali menuju ruangan nya untuk membereskan dokumen yang sudah menumpuk .
Di saat dia berkutat dengan berkas-berkasnya ,dia pun mendapat notifikasi di ponselnya dari seseorang yang tadi dia suruh .
Ting.
Zoya mengambil ponsel miliknya untuk mengecek isi dari pesan tersebut, seketika raut wajah Zoya berubah mengeras .
'Jadi gue nggak salah lihat ?!.' batin nya.
Dia kembali mengirim pesan pada orang yang menjadi anggota Dark Wolf itu untuk menghentikan pengintaian nya cukup sampai di sana , karena selanjutnya dia sendiri yang akan memastikan dugaan nya benar atau salah.
Tak hanya itu Zoya juga sudah mendapatkan siapa orang yang menjadi mata-mata Pramudya , dia sudah menyuruh anak buahnya untuk mengurungnya di ruangan penyiksaan yang nantinya akan dia gunakan untuk Keyla juga , dan agenda hari ini adalah membuat Keyla tidak bisa berjalan kemana pun .
Budayakan like ,komen ,dan vote yah kawan² ku tercinta supaya othor cepet up terimakasih banyaakkkkk😁😁
__ADS_1
...See you next time........