
...✨✨✨...
Malam ini di kediaman Jazzairo ,Zoya sedang berada di tempat Gym nya ! Dia tidak bisa tidur semenjak mengetahui jika ada orang lain yang mencoba menghalangi niatnya untuk merubah takdir kematian nya.
BUGH.! BUGH.! BUGH.!
Zoya menghajar samsak yang menggantung di hadapan nya dengan brutal , dia melampiaskan kekesalan nya pada samsak tersebut.
BUGH. BUGH. BUGH.
"Hosh...hosh.!"
BUUAAGHH.!
"AARRRGHH !" teriakan Zoya menggema di ruangan tertutup itu.
Setelah merasa cukup puas dia pun menghentikan pukulan nya dan memilih mengambil air minum di dalam botol yang sudah tersedia di nakas sampingnya.
Zoya menenggak minumannya dengan kasar lalu membuang botolnya ke tempat sampah , Dia juga menyeka keringat yang menetes di dahinya .
Berulang kali dia menghela nafas hingga perasaan nya kembali stabil , Zoya berjalan menuju cermin yang berada di ruangan tersebut dia dapat melihat pantulan dirinya yang terlihat jelas di sana , lingkaran hitam terlihat di bawah kantung matanya yang entah sejak kapan dia pun baru menyadarinya.
'Gue tau nggak segampang itu merubah takdir yang sudah di tentukan ! Tapi siapa dia sebenarnya ?! apa dia dari dunia lain sama seperti gue ?.' batin Zoya resah.
'Jangan-jangan dugaan gue selama ini benar ?, Mending gue cari tau lagi deh nanti .' Lanjutnya .
Beberapa menit dia hanya menatap pantulan dirinya dan membatin hingga dia melihat seorang pemuda berdiri di depan pintu masuk Gym nya .
Tap . Tap. Tap.
Zoya melihat pemuda tersebut berjalan menghampirinya ,saat dia sudah berada di belakang tubuh Zoya pemuda tersebut menepuk pundaknya pelan .
''Zoy , gue bisa minta waktu lo sebentar ?.'' ujar pemuda yang tak lain adalah Dafi.
Tanpa berbalik Zoya menjawab ucapan Dafi . ''Nggak ada yang mau gue bicarain sama lo ! Mending lo keluar dari rumah ini .''
Dafi menghela nafas pelan ,dia sadar butuh waktu lama untuk membuat Zoya mau melihatnya lagi .
karena tak punya pilihan lain akhirnya Dafi memberi tau langsung tentang tujuan nya menemui Zoya .
''Oke gue bakal pergi gue kesini cuma mau ngasih tau lo kalau Pramudya dan komplotan nya sedang bersiap untuk membebaskan Keyla dari markas lo .''
DEGH.
Zoya membulatkan kedua netranya setelah mendengar ucapan Dafi barusan , dia berbalik dan langsung mencekik leher Dafi .
__ADS_1
''Tau dari mana lo tentang markas gue hm ?! Atau lo mata-matain keseharian gue ?.''
Dafi menahan rasa sakit di lehernya ,cekikan Zoya tidak main-main bahkan kukunya sudah menancap di kulit leher Dafi .
''G-gue tau d-dari om Ma-Malven Zoy .'' Dafi menjawab dengan susah payah .
Mendengar jawaban Dafi , Zoya segera melepaskan tangan nya dari leher Dafi .
''Uhuk..uhuk.'' Dafi terbatuk pelan dia mengusap bekas cekikan di lehernya .
'Sakit banget , sejak kapan Zoya punya tenaga sebesar itu ?.' batin Dafi heran .
Zoya berjalan menuju pintu keluar di susul oleh Dafi yang mengikutinya di belakang , Zoya menghentikan langkahnya saat tiba di ruang santai lantai dua! Dia mengambil tempat duduk di sofa dan mendudukan bokongnya di sana , Dafi pun ikut duduk di sofa yang berada di hadapan Zoya .
Zoya menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa . ''Lo tau dari mana kalau Pramudya bakalan nyari cara buat bebasin Keyla ?.''
''Gue dengar dari Gara , dia minta bantuan gue buat nyerang markas lo .'' sahut Dafi tanpa melepas tatapan nya dari sang adik .
''Kenapa lo malah kasih tau gue tentang hal ini ? Bukan nya dia sahabat lo ?.'' Zoya merasa heran serta penasaran dengan alasan di balik pernyataan Dafi .
Untuk sesaat Dafi terdiam ,dia bingung harus menjelaskan dari mana karena kedatangan nya bukan hanya untuk memberi tau masalah Pramudya tapi juga tentang rekaman yang dia dapat.
''Kenapa lo diem ?.'' ujar Zoya yang sejak tadi menunggu jawaban dari Dafi .
''Yah dia sahabat gue , tapi lo adik gue Zoy udah seharusnya gue ada di pihak lo .''
Zoya tertawa sinis setelah mendengar ucapan Dafi . ''Pfffftt adik yah ?!'' Zoya menegakan tubuhnya kini dia menatap tepat pada kedua netra Dafi .
''Lo yang menuduh gue pembunuh , lo yang bilang gue beban ,gue menyusahkan , gue pembawa sial dan banyak lagi makian dari lo !.''
Mendengar ucapan yang keluar dari bibir Zoya , perasaan nya terasa tercubit dia melihat raut wajah Zoya yang terlihat tenang tanpa emosi sedikit pun ,kini Dafi sadar jika Zoya telah berbaur dengan lukanya , luka karena perbuatan nya sebagai kakak yang tidak becus .
''Gue mi--''
''Cukup ! Gue nggak butuh kata maaf dari lo , gue cuma mau tau maksud ucapan lo tentang Pramudya .'' sanggah Zoya .
Dia muak mendengar kata maaf dari Dafi ,dia masih membenci Dafi entah sampai kapan hal itu akan terjadi karena perasaan nya telah mati rasa pada keluarga Alexander.
Dafi menghela nafas berat .''Haaah oke gue bakal jelasin secara rinci , jadi mereka akan melakukan penyerang bersama Fairy Devil dua hari lagi dan Gara juga bilang jika mereka telah menyelipkan mata-mata dalam organisasi lo .''
Tiba-tiba senyum smirk terbit di bibir Zoya , hal itu tak luput dari penglihatan Dafi .
Pikiran Zoya berkelana jauh , dia berfikir akan memanfaatkan penyerangan Pramudya untuk menerobos masuk ke dalam laboratorium dan mecari penawar untuk Malven .
''Lo kenapa ?.''
Zoya menggeleng pelan , kali ini mungkin dia perlu bantuan Dafi . ''Gue butuh bantuan lo saat mereka melakukan penyerangan nanti apa lo bisa ?.''
__ADS_1
''Bisa , lo butuh bantuan gue seperti apa ?.''
''Lakukan sesuai perintah mereka agar lo tidak di curigai , nanti anak buah gue yang urus sisanya ! Sebisa mungkin lo ulur waktu mereka di markas gue karena ada hal lain yang perlu gue kerjain .'' ucap Zoya yang di angguki Dafi .
Setelah membahas hal itu Dafi teringat dengan flashdisk yang dia bawa , Dafi mengeluarkan flashdisk dari saku jaketnya .
''Zoy bisa gue pinjem laptop lo ?! Ada hal yang perlu lo liat .'' ujar Dafi dengan serius .
Karena Zoya penasaran akhirnya dia mengangguk dan berjalan menuju kamarnya untuk mengambil laptopnya , tak berselang lama Zoya kembali dengan Laptop di tangan nya yang langsung di berikan pada Dafi .
Zoya kembali duduk di tempatnya yang tadi sambil melihat Dafi yang sedang mengotak atik laptopnya .
Dua menit berlalu Dafi akhirnya selesai dengan laptop Zoya , dia memutar rekaman di laptop Zoya dan menunjukan nya pada Zoya .
Tubuh Zoya menegang , tatapan tak percaya terlihat jelas di wajah nya .
di dalam rekaman tersebut terlihat Cakra sedang berbincang dengan Dafa serta satu pria yang dulu pernah menyerangnya saat dia berada di kediaman Alexander.
''Jadi pembunuh bayaran yang waktu itu ulah mereka berdua ?!'' gumam Zoya.
Setelah rekaman selesai Zoya kembali menatap wajah Dafi . '' Dapat dari mana rekaman ini ? Bukan nya cctv rumah waktu itu rusak ?.''
''Nggak rusak Zoy, semua di rekayasa sama daddy supaya kita percaya bahwa mereka tidak terlibat pada malam itu!."
Zoya terdiam kini semua terlihat jelas jika dari awal tidak ada satu pun orang yang berpihak padanya di keluarga Alexander.
"Zoya lo nggak apa-apa ?!"
"Hm , jadi apa yang bakal lo lakuin setelah melihat ini ?!"
"Tentu membalas mereka , gue nggak munafik Zoy gue juga salah dalam hal ini dan gue benar-benar menyesal tapi gue juga sadar kalau gue jadi lo nggak mungkin gue bisa maafin orang segampang membalikan telapak tangan.!"
"Intinya lo mau membalas mereka bukan ?!" lanjut Zoya yang mendapat anggukan dari Dafi .
Zoya kembali membuka laptopnya ,dia memperlihatkan beberapa data yang sudah dia dapatnya waktu itu pada Dafi.
"Ini data yang gue dapat dari kediaman lo , mungkin sebagian lo udah tau tapi ada yang lebih penting dari itu .!"
Dafi mengernyit bingung ,dia melihat Zoya kembali membuka file lain yang dia privat .
"Ini data tentang kematian mommy , gue nunjukin ini sama lo biar lo nggak nuduh gue yang ngebunuh mommy terus menerus dan mungkin juga kedepan nya lo bakal terlibat sama pembalasan untuk mereka !" lanjut Zoya.
Dafi membaca satu demi satu kalimat yang ada di sana ,bahkan ada catatan sidik jari siapa saja yang terlibat dalam kasus kematian mommy nya yang selama ini tidak pernah dia ketahui .
Raut wajah Dafi berubah keruh ,amarahnya naik dia benar-benar tidak menyangka akan melihat hal ini seumur hidupnya .
"Kali ini lo harus libatkan gue Zoya , gue nggak terima dengan perbuatan mereka ! Kita harus merebut kembali apa yang seharunya menjadi milik kita !" ucap Dafi dengan tegas.
__ADS_1
Senyum tipis terbit di bibir Zoya ,mungkin dengan bantuan Dafi bisa mengurangi beban beratnya selama ini dan bisa mempercepat proses pembalasan mereka , toh tidak ada ruginya menggunakan Dafi dalam pembalasan keluarganya nanti.
...See you next time.......