
...✨✨✨...
Di sebuah ruangan dengan cahaya yang redup , terdapat seorang gadis dengan kondisi yang sudah babak belur serta kedua tangan dan kakinya terikat di kursi kayu.
Perlahan kelopak mata gadis tersebut mulai terbuka , dia mengedip beberapa kali agar penglihatan nya terlihat jelas .
"Gue dimana ?!." gumam gadis yang tak lain adalah Zoya .
Dia melihat sekelilingnya , ruangan dengan kondisi cukup buruk karena sebagian dindingnya sudah keropos terlebih cat yang menempel sudah banyak yang terkelupas.
Zoya baru sadar jika kedua tangan dan kakinya terikat . "Ck jadi mereka bawa gue jauh ternyata."
Hingga beberapa saat kemudian terdengar suara kunci di putar , Zoya penasaran dengan orang yang telah membawanya , dia kembali berpura-pura pingsan agar mereka tidak curiga bahwa dia telah sadar.
CEKLEK.
Pintu terbuka lebar , sayup-sayup Zoya mendengar suara seorang pria dan wanita sedang berbicara , suara tersebut seperti tidak asing di telinganya Zoya merasa mengenal suara tersebut.
Tap. Tap. Tap.
"Ck kenapa dia belum bangun juga ."Decakan sebal terdengar dari mulut pria paruh baya yang berdiri di hadapan Zoya.
"Sabar om ,mungkin aja dia sedang sekarat ."Jawab seorang gadis yang sedang mengamati Zoya.
Helaan nafas berat kembali terdengar dari mulut pria paruh baya tersebut. "Kita tidak perlu membunuhnya ,namun Jika dia mengacaukan acaraku maka langsung habisi dia."
"Om tenang aja ,selama ada aku di sini maka rencana om akan aman dia nggak mungkin bisa keluar dari sini om." sahut gadis tersebut.
Pria paruh baya tersebut mengangguk ."Saya akan membangunkan anak sialan ini."
Setelah mengucapkan hal itu ,pria tersebut melayangkan tamparan pada Zoya dengan sangat keras.
PLAK. PLAAK. PLAAAK.
Wajah Zoya menoleh kesamping , tiga tamparan bukanlah hal ringan apa lagi pria tersebut menampar Zoya dengan kekuatan penuh hingga membuat bibir Zoya berdarah.
"Ssssttt ."Zoya mendesis ,mau tak mau dia kembali membuka kedua netranya.
"Bangun juga kamu anak sialan."Hardik pria paruh baya tersebut.
__ADS_1
Zoya menoleh seketika dia melotot ketika melihat orang yang dia kenal ada di hadapan nya."A-anda ."
"Yah , ini saya daddy kamu Zoya."Sahut pria paruh baya tersebut tersenyum sinis.
Zoya terkejut melihat Cakra ada di hadapan nya ,bukan hanya Cakra melainkan ada Aruna dan juga seseorang yang Zoya yakini sebagai orang yang menggerakkan mereka.
"Apa lo terkejut Zoy ?! Gimana perasaan lo melihat daddy tercinta lo yang melakukan penculikan Zoy ?!." ujar Aruna dengan wajah songong nya.
Zoya berdecih sinis ."Biasa aja ,gue cuma terkejut melihat kelompok serangga menjijikan ada di sini ."
"Jaga mulutmu sialan , yang menjijikan itu kamu pembunuh .'' sentak Cakra.
Zoya menarik sudut bibirnya ke atas ."Wow ternyata anda bermuka dua , apa anda melakukan ini agar saya tidak mengganggu saat perayaan ulang tahun perusahaan anda tuan Cakra yang terhormat."
DEGH.
Meski Cakra membenci Zoya ,namun tidak di pungkiri perasaan nya terasa sakit mendengar ucapan putri kandungnya .
Zoya tersenyum remeh ,dia menatap ketiga orang di hadapan nya dengan sinis. "Yah jujur gue nggak nyangka kalian bakal bekerja sama cuma buat nyingkirin gue , tapi harus gue akui kalian cukup cerdas sampai bisa nyulik gue ke sini ,sayangnya kalian nggak akan menang melawan gue meski gue sendirian."
Di wajah Zoya tidak ada sedikit pun rasa takut atau pun kecewa , yang mereka lihat hanya wajah yang sedang merendahkan mereka .
Akan tetapi itu tidak bertahan lama ,ketika dia teringat dengan kelahiran Zoya saat itu juga amarahnya kembali muncul , dia menuntut kematian istrinya pada gadis yang bahkan tidak tau seperti apa rupa ibunya ,semua Cakra lakukan untuk melampiaskan rasa bersalahnya pada sang istri.
"Cih bangun Zoy , lo terlalu lama berada di dunia mimpi makanya lo belagu."ujar seseorang yang kini sedang berdiri di hadapan nya.
Zoya mengangkat kedua bahunya acuh."Terserah gue dong ,mau gue belagu kek sombong kek semua itu nggak ada urusan nya sama lo."
"Lo-"
"Cukup ! Kalian tidak perlu membuang tenaga untuk meladeni gadis sialan itu ." ujar Cakra pada kedua gadis di sampingnya.
Cakra kembali menatap wajah Zoya yang datar dan dingin ,dia tidak melihat pancaran kerinduan di mata putrinya.
"Kamu harus ingat satu hal Zoya , saya tidak akan membiarkan kamu menghancurkan apa yang sudah saya miliki selama ini , karena saya akan menghalangi kamu bagaimana pun caranya bahkan jika harus membunuhmu maka saya akan melakukan nya ." sentak Cakra dengan tatapan tajam.
Zoya tak menjawab dia malas berkoar-koar ,sebab tenaganya harus dia kumpulkan untuk membebaskan diri dari sana.
Melihat putrinya bergeming Cakra tersenyum kemenangan . "Haha apa sekarang kamu takut hm?!."
__ADS_1
"Tidak ada alasan untuk saya takut pada anda , lagi pula semua akan tetap berjalan sesuai takdir masing-masing jadi buat apa saya takut pada manusia biadab seperti kalian." jawab Zoya sarkas.
Kedua tangan Cakra mengepal erat ."Jala** sialan , kamu akan menyesal telah mengatakan hal ini Zoya."
Zoya hanya memutar bola matanya dengan malas sebagai respon ,dia benar-benar ingin merobek mulut Cakra dan membuangnya ke sungai agar tidak mengganggu pendengaran nya.
Amarah Cakra semakin meninggi ,dia menatap kedua gadis di hadapan nya."Kalian berdua jaga dia jangan sampai lolos , pastikan dia tidak datang pada acara saya lusa mendatang."
"Om tenang aja kita pasti bakal jagain dia sesuai kemauan om Cakra."jawab Aruna.
Setelah mendapat jawaban yang di inginkan ,Cakra memutuskan pergi dari sana meninggalkan mereka bertiga .
Dan kini di saat mereka hanya bertiga baru lah Zoya mulai memprovokasi mereka berdua.
"Ck ck gue nggak nyangka lo berdua jadi besti , kalau aja Keyla masih hidup pasti kalian bakalan jadi Trio busuk." ejekan Zoya membuat kedua gadis di hadapan nya menggeram marah.
Tap. Tap. Tap.
SREEEKK.
Tiba-tiba seseorang yang sejak tadi berdiri di hadapan Zoya ,kini sudah menarik kerah bajunya.
"Apa maksud lo ?! Jangan bilang lo terlibat dalam kematian Keyla." tatapan tajam mengarah pada Zoya.
Diam-diam Zoya menarik sudut bibirnya ke atas. "Gimana kalau gue bilang gue yang membunuh Keyla hm ?! Apa lo bakal balik membunuh gue Nabila Bramantyo atau gue sebut jiwa asing yang masuk ke dalam tubuh Nabila hm."
DEGH.
Yah orang yang Zoya incar adalah Nabila , dia mulai mencurigainya saat dia melihat Nabila bersama Cakra beberapa minggu yang lalu saat dia akan menuju kantornya .
Dari sana Zoya mulai mengamati semua pergerakan Nabila secara diam-diam ,hingga dia menemukan fakta jika Nabila bekerjasama dengan Aruna hal itu membuat Zoya merasa janggal hingga kemarin saat dia mengikuti Nabila ke gudang baru lah dia sadar jika selama ini Nabila selalu menjadi penggerak orang-orang yang membencinya termasuk menggerakkan Keyla.
"Ternyata dugaan gue benar lo bukan jiwa asli dari Nabila , Siapa lo sebenarnya ?!." ucap Zoya menatap tajam pada Nabila
"Gue~~"
...See you next time ......
Hoho akhirnya ketahuan juga dalangnya ,next bakal lebih menguji adrenalin gaes jadi tetep pantengin yh😁😁
__ADS_1