
...✨✨✨...
Di tempat lain ,Malven sedang membawa Lingga masuk ke dalam mobilnya tak hanya Lingga tapi ada juga Renold yang saat ini dalam kondisi tak sadarkan diri, tadi saat dia menembakan peluru itu bukan ke arah kepala Lingga melainkan pundaknya karena Malven harus membawa Lingga secara hidup-hidup .
Namun baru saja Malven akan masuk ke dalam mobil ,tiba-tiba dia mendapat telfon dari Alvaz .
Klik.
"Halo." ujar Malven ketika sambungan telefon sudah terhubung .
"Om gawat , Zoya hilang om ." terdengar nada cemas dan panik dari Alvaz di balik sambungan telefon.
"Hilang ?! Kamu jangan bercanda Al tadi saja dia masih di rumah." sahut Malven tidak percaya.
"Aku serius om ,Zoya hilang waktu dia pergi ke pasar malam ,ada orang yang nyerang dia dan sekarang aku sama anak-anak lagi nyari dia om."
"Baiklah om akan menemui mu nanti ,sekarang om akan mengurus hal lain dulu." ujar Malven sambil memijit pelipisnya pelan.
Setelah sambungan telefon terputus ,Malven bergegas membawa Lingga ke suatu tempat di mana seseorang sudah menunggunya .
..._________________________...
Sedangkan di sisi lain lebih tepatnya kediaman Alexander , kini terlihat tiga orang pemuda sedang duduk di sofa dengan camilan yang berserakan di atas meja .
Mereka tak lain adalah Dafa ,Gara serta Dafi yang sedang menikmati keheningan malam.
Keheningan mereka usai ketika pintu mansion kediaman Alexander terbuka secara kasar , mereka bertiga menoleh dan melihat wajah daddy Cakra yang merah padam seperti menahan amarah.
Tap. Tap. Tap.
Cakra berjalan menghampiri ketiga pemuda tersebut , tanpa basa basi Cakra langsung mengutarakan tujuan nya menghampiri mereka.
"Dafa besok lusa kamu harus bersiap menghadiri perayaan perusahaan kita ,daddy akan mengurus semuanya kamu hanya perlu bersiap."ujar Cakra pada putra sulungnya.
"Lusa ?! Bukan nya masih ada waktu dua minggu lagi dad ?!." raut kebingungan terlihat jelas di wajah Dafa .
Bukan hanya Dafa yang meras bingung namun Dafi pun sama ,dia tidak menyangka jika acara tersebut akan di lakukan lebih cepat dari rencana sebelumnya.
"Tidak ada waktu lagi ,semua harus di bereskan secara cepat agar tidak ada kendala saat perayaan berlangsung."sahut daddy Cakra.
"Baik dad ,aku akan ikuti kemauan daddy."
Setelah urusan nya dengan putra sulungnya selesai ,Cakra kembali menatap putra keduanya .
"Kamu juga harus hadir di sana Dafi , apa pun yang terjadi kamu harus nurut sama daddy paham." ujarnya dengan lantang.
__ADS_1
Dafi mengangguk singkat ,dia merasa aneh dengan keputusan daddy nya yang terkesan terburu-buru .
'Apa daddy curiga kalau Zoya bakal hadir di sana ?!.' batin Dafi bertanya-tanya.
Setelah kepergian daddy Cakra , mereka bertiga saling tatap . "Daddy kenapa merubah keputusan nya yah ?!." ujar Dafa pada kedua orang di hadapan nya.
"Mungkin menurut daddy lo ,lebih cepat lebih baik lagian perayaan kaya gitu kalo di tunda-tunda terus yang ada malah gagal." sahut Gara yang mendapat anggukan dari kedua sahabatnya.
Mereka bertiga kembali sibuk dengan ponsel masing-masing ,hingga tiba-tiba mereka di kejutkan dengan Dafi yang berdiri dari duduk nya dengan raut wajah yang sulit di jelaskan.
"Daf lo kenapa ?!." ujar Dafa merasa heran.
Tanpa menjawab pertanyaan dari Dafa ,dia langsung berlari menuju kamarnya di lantai dua , Gara dan Dafa saling tatap hingga beberapa saat kemudian mereka melihat Dafi sudah berganti pakaian dan membawa kunci motornya.
DRAP. DRAP. DRAP.
Dafi berlari menuruni tangga dengan tergesa-gesa , Dafa yang melihat hal itu menjadi heran.
"Daf lo mau kemana ?!." tanya Dafa dari ruang tamu.
"Gue ada urusan di luar ,kalo daddy nanya bilang aja gue nginep di apartemen." sahutnya tanpa menghentikan langkahnya.
Saat Dafa akan kembali bertanya ,dia sudah melihat Dafi keluar mansion .
"Dafi ada urusan apa yah , kenapa dia terlihat panik ?!."heran Gara.
Gara mengangguk membenarkan ,bisa saja Dafi memang ada urusan mendesak jadi dia tidak memberitau mereka berdua.
...________________________...
Di sisi lain Dafi sedang mengendarai motornya secara ugal-ugalan , dia berencana menuju markas Alaska setelah mendapat kabar dari Alvaz jika adiknya menghilang.
Tanpa perduli dengan keselamatan nya sendiri ,Dafi menambah kecepatan motornya agar cepat sampai ke tempat Alaska.
BRUM. BRUM. BRUM.
Akhirnya setelah menempuh perjalanan selama 45 menit ,Dafi pun tiba di markas Alaska dia memarkirkan motornya dengan asal dan berlari menuju pintu masuk markas Alaska.
Tok. Tok . Tok.
"Al ini gue Dafi ." teriak Dafi dari balik pintu.
Tak berselang lama pintu terbuka memperlihatkan sosok Bima berdiri di hadapan nya. "Ngapain lo kesini ?!."
"Gue nggak ada urusan sama lo ,dimana Alvaz ?!." ujar Dafi sebab dia tidak melihat wajah Alvaz di sana.
__ADS_1
"Masuk." ajak Bima pada akhirnya .
Mereka berdua masuk ke dalam markas , Dafi melihat Alvaz yang sedang duduk melamun di sofa .
"Al ada si bangsat kesini ." ucap Bima memberitau Alvaz.
Tanpa menunggu jawaban Alvaz , Dafi langsung bertanya tentang kronologi hilangnya Zoya.
"Gimana Zoya bisa hilang Al ?! Bukan nya keamanan dia selalu terjaga ?!."cetus Dafi setelah mendudukan bokongnya di samping Alvaz.
"Gue juga nggak tau pasti gimana kejadiannya ,saat itu gue ada di rumah gue nggak tau kalo Zoya pergi ke tempat itu." sahut Alvaz lesu.
Dafi berdecak sebal ,dia juga lalai karena beberapa hari ini dia sibuk mengurus kuliahnya .
Naufan yang duduk di hadapan kedua orang tersebut merasa iba ,mau bagaimana pun mereka berdua pasti merasa bersalah karena melonggarkan penjagaan pada Zoya.
"Menurut kalian siapa orang yang paling pantas kita curigai ?! "ujar Naufan tiba-tiba.
Mereka semua terdiam sesaat hingga mereka mendengar ucapan Bima. "Kayanya orang terdekat Zoya deh mungkin aja daddy lo."
"Masuk akal sih ,tapi buat apa om Cakra ngelakuin itu ?!." sahut Naufan.
Alvaz yang sejak tadi hanya mendengarkan kini bertanya pada Dafi."Lo merasa daddy lo mencurigakan nggak ?! Siapa tau ucapan Bima ada benarnya ."
Dafi teringat dengan kejanggalan yang terjadi tadi saat daddy nya baru saja pulang dia merasa ada sesuatu yang daddy nya sembunyikan .
'Apa mungkin alasan daddy mempercepat acaranya karena Zoya sudah di tahan ?!.' batin Dafi bertanya-tanya.
"Daf lo kenapa ?!." ujar Bima keheranan.
"Eh nggak gue baik-baik aja , btw gue juga merasa daddy menyembunyikan sesuatu ,dia bahkan bilang bakal mempercepat acara perusahaannya , apa mungkin ini ada kaitannya sama Zoya ?!." cetus Dafi.
"Gue rasa iyah , pertama rencana daddy lo di percepat kemungkinan besar dia tau kalau putrinya bakal mengacaukan acara tersebut , kedua daddy lo mau menyingkirkan Zoya di saat orang-orang sibuk dengan acara tersebut , dan ketiga daddy lo udah merencanakan hal ini secara matang-matang ." kesimpulan Naufan membuat pikiran mereka kembali terbuka.
"Mending lo awasi gerak gerik daddy lo ,kalo bisa lo buntuti kemana dia pergi bisa jadi ada petunjuk mengenai keberadaan Zoya." usul Bima .
Dafi mengangguk. "Sekarang apa rencana lo Al ?!."
"Gue udah nyebar anggota gue buat nyari petunjuk keberadaan Zoya ,kita tinggal nunggu kedatangan om Malven katanya dia lagi di perjalanan menuju kesini ." ujar Alvaz.
"Oke gue juga bakal nunggu di sini." sahut Dafi.
Mereka bertiga menunggu sambil menyusun rencana untuk pencarian Zoya.
'Aku harap kamu baik-baik aja sayang.'batin Alvaz penuh harap.
__ADS_1
...See you next time........