Zoya Antagonist Girl.

Zoya Antagonist Girl.
Chapter 61


__ADS_3

...☠️☠️☠️...


Gue kembali dengan segala luka yang sudah berubah menjadi dendam .


...Zoya ....


.......


.......


Markas Dark Wolf tampak sibuk mereka semua sudah bersiap di depan pintu untuk menyambut Queen mereka.


BRUM.! BRUM.! BRUM.!


Deru suara motor sport menggema di halaman markas Dark Wolf ,mereka semua terkejut ketika melihat Queen mereka yang biasanya membawa mobil kini membawa motor sport berwarna hitam .


'Glek'


Mereka semua menelan ludah nya dengan kasar ketika melihat penampilan Queen mereka yang membuatnya semakin terlihat cantik dan seksi secara bersamaan.


Pakaian yang Zoya kenakan.



Tap.! Tap.! Tap .!


Zoya turun dari motornya dan berjalan menghampiri mereka yang sudah menunggu di depan pintu.


"SELAMAT DATANG QUEEN .!" ucap mereka secara bersamaan dan membungkuk memberi hormat pada pimpinan mereka .


Zoya mengangguk dia berjalan memasuki markas Dark Wolf di susul seluruh anak buahnya yang berjumlah tiga puluh orang karena sisanya sedang Zoya tugas kan di lain tempat .


"Dimana dia ?!" tanya Zoya di sela perjalanan nya.


"Ruang bawah tanah Queen.!"


Zoya bergegas menuju ruangan bawah tanah , saat dia sampai di sana dia meneliti ruangan remang-remang yang akan menjadi tempat eksekusinya untuk orang-orang yang sudah meremehkan dirinya selama ini , Di sana sudah lengkap dengan segala senjata dari yang kecil hingga besar yang siap di pakai oleh Zoya nantinya.


Setelah puas melihat-lihat , tatapan nya tertuju pada sosok pria paru baya yang terikat di kursi kayu , Pria tua yang pernah membuatnya keluar dari sekolah .


Tap.! Tap.! Tap .!


Langkah kaki Zoya menggema di ruangan tersebut ! pria paruh baya itu menoleh seketika raut wajah keterkejutan nya terlihat jelas ketika melihat Zoya yang sudah berada di hadapan nya.


'' Halo pak kepsek , apa anda masih ingat denganku ?'' ujar Zoya dengan wajah datar.


"K-kamu !! Jadi kamu yang melakukan semua ini ?!"


Zoya mengangguk singkat , dia menatap dingin pada wajah pria tersebut , dia masih ingat dengan jelas ucapan yang terlontar dari mulut pria tua di hadapan nya.


"Lepaskan saya jala** !! Kamu berani sama saya HAH ?! Saya bisa melaporkan kamu atas dasar penculikan !" Hardik kepsek tersebut pada Zoya.


"Laporin aja , toh anda tidak akan bisa keluar dari sini hidup-hidup !" sahut Zoya dengan santai.


Mendengar jawaban Zoya , pria tersebut menggeram marah. "KAMU !! DASAR JAL*** SIALA-''


BUUAAK.!


Zoya menendang wajah kepsek tersebut hingga satu giginya terlepas dari mulutnya . " Denger pak tua ! Gue nggak butuh bacotan dari anda ! Gue kesini cuma mau memberi pelajaran secara gratis agar attitude lo bisa di perbaiki di akhirat nantinya !''


''S-sialan !'' umat kepsek tersebut.


Zoya tak menggubris umpatan yang keluar dari mulut pria tua itu , dia berjalan menuju meja yang sudah berisi berbagai benda tajam .


Dia terdiam sesaat sebelum mengambil kapak tumpul dan berkarat lalu kembali menghampiri pria tua tersebut dengan senyum smirk yang dia berikan pada pria tua itu.


''M-mau apa kamu hah ?! Jauhkan b-benda itu dari saya !'' ucap Kepsek tersebut gemetaran.


''Ck gimana yah ?! Sebenarnya gue juga mau nya gitu tapi~ benda ini mau bermain-main dengan anda terlebih dulu .!"

__ADS_1


Zoya berjongkok ,dia melihat kaki pak kepsek yang sudah keriput.


"Kaki anda perlu di perbaiki , gimana kalo gue bantu hm ?!" ujar Zoya menawarkan diri.


Pria itu menggeleng brutal . "Tidak !! Saya tidak mau ! menjauh dari saya sialan !"


"Gue nggak butuh penolakan dari anda bangsat.!" jawab Zoya dingin.


Zoya mengangkat kapak tersebut ,dan menjatuhkan nya di jari kaki pria tua itu .


TAK.! TAK.! TAK .!


Zoya memotong satu persatu jari kaki pria tua tersebut tanpa belas kasih , geraman serta umpatan keluar dari mulut pria paruh baya tersebut.


"Aaarrghh !! lepaskan saya bajingan !"


Zoya menghentikan gerakan memotongnya , dia mendongak tak lama dia meminta salah satu anggotanya untuk membawakan besi yang sudah di bakar.


"Ini Queen !"


Zoya berdiri dari jongkoknya. "Kalian berdua buka mulut dia .!"


"Siap Queen.!"


Melihat dua anak buah Zoya mendekat , pria tua itu memberontak .


"Lepaskan saya sialan !! Saya bisa membayar kalian tiga kali lipat dari yang dia berikan !" ujar pria tua tersebut.


"Kami tidak membutuhkan uang anda pak tua , karena kesetiaan kami tidak bisa di bayar dengan uang bahkan nyawa anda tidak sebanding dengan satu kalimat dari Queen .!" ujar Anak buah Zoya dengan tegas.


Diam-diam Zoya tersenyum smirk ,didikan nya selama ini berhasil membuat mereka tidak tergiur dengan uang dan Zoya berharap mereka tetap teguh dengan pendirian nya.


"Lakukan sekarang ! Saya tidak ingin mendengar ocehan darinya lagi. !" perintah Zoya.


Mereka mengangguk ,dua orang memegangi kepala pria tersebut mereka menarik rambut pria itu hingga kepalanya menatap langi-langit yang gelap .


Zoya mengkode anak buahnya untuk memasukan besi panas tersebut ke dalam mulut si pria tua .


"AAARGH P-PANAS ...AAKKHH T-TOLONG.!"


Teriakan demi teriakan keluar dari mulut pria tua tersebut , Zoya tersenyum simpul melihat penyiksaan di depan matanya .


Setelah beberapa menit besi tersebut berada dalam mulut pria itu , Akhirnya Zoya meminta mereka untuk mengeluarkan nya .


Saat besi itu terlepas mulut pria tua tersebut sudah terbakar bahkan lidahnya sudah gosong .


''Kalian jangan biarkan dia mati , biarkan dia hidup dan menikmati penderitaan nya ! '' perintah Zoya yang mendapat anggukan dari mereka.


Zoya keluar dari ruangan tersebut , dia mengajak anak buahnya untuk melakukan meeting , karena besok dia akan menggemparkan kampus dimana dia akan memulai semuanya dari sana.


...-----------------------------------...


Di sisi lain Lingga sedang menghadapi organisasi milik Malven di LA , Lingga mendapat kabar jika pengiriman nya terancam gagal karena organisasi MJ ikut campur dalam pesanan kali ini .


Seperti saat ini Lingga sedang menuju pelabuhan yang ada di Los Angeles sebelum MJ datang dan mengacaukan semuanya .


Drapp . Drapp. Draap .


Lingga berlari menuju kapal yang sudah standby di sana , dia tidak memperdulikan pakaian nya yang berantakan karena terburu-buru .


Akhirnya dia sampai di samping kapal tersebut , dia bergegas masuk untuk mengecek keadaan di dalam kapal tersebut.


'' Bagaimana barang nya ?.'' tanya Lingga pada crew kapal tersebut .


''S-semua a-aman pak .'' jawab crew tersebut dengan gagap .


Lingga yang merasa heran , memilih mengecek barang kiriman nya dan ternyata semuanya sudah tidak ada .


Barang yang Lingga kirim adalah manusia , Dia menjadi pemasok dan melakukan transaksi jual beli manusia dengan beberapa orang yang cukup berpengaruh ! dia bahkan melakukan bisnis ini sudah lima tahun lamanya .

__ADS_1


'' Sial ! Jangan-jangan mereka sudah sampai ke sini .'' gumam Lingga .


Tanpa dia sadari Malven sudah berada di belakangnya dan kapal mulai berjalan menjauh dari pelabuhan.


 ''Apa anda mencari orang-orang yang anda tawan hm ?.''


Lingga menoleh , dia terkejut melihat wajah pemuda yang sudah mengacaukan bisnisnya .


'' Brengsek !! jadi kamu yang membawa mereka .'' hardik Lingga .


Malven menarik sudut bibirnya ke atas . ''Tentu saja , saya tidak mungkin membiarkan mereka menjadi bahan uang untuk anda .''


Mendengar jawaban dari Malven yang berhasil membuatnya tersinggung , tanpa pikir panjang Lingga melayangkan tinjunya pada wajah Malven .


BUUUGH.


Malven terhuyung , dia mengusap pipinya yang terasa kebas .


''Wow saya baru tau kalau anda pandai beladiri .'' ujar Malven tersenyum remeh .


setelah mengucapkan kata tersebut , mereka berdua terlibat perkelahian yang cukup sengit .


Pertarungan mereka yang berada di dalam kapal membuat mereka sulit bergerak , namun hal itu tak membuat mereka gentar .


BUUAAKK.


BRAAKKK .


Lingga terlempar hingga tubuhnya terjatuh , tendangan Malven tidak main-main bahkan Lingga merasa jika tulangnya ada yang patah .


Malven mendekati Lingga , dia menarik leher Lingga hingga membuatnya sulit bernafas .


''Anda tau , saya sudah cukup bersabar hingga tiga tahun lamanya untuk menanti saat seperti sekarang .''bisik Malven tepat di telinga Lingga .


'' Cih anda kira saya sudah kalah ? saya tidak akan kalah karena tujuan saya belum tercapai .'' sahut nya , diam-diam Lingga mengeluarkan belati dari saku celana nya .


Lingga tersenyum smirk . '' Anda terlalu meremehkan saya tuan Malven Jazzairo.''


Tatapan Malven membulat ketika melihat belati melayang dan menancap di perutnya , dia tidak sempat untuk menghindar.


JLEEEBB .


''Sssstt.'' desis Malven dia melihat belati yang menancap pada perutnya , tanpa ragu Malven menarik belati tersebut dan membuangnya .


Lingga yang melihat hal tersebut kembali terkejut, dia kira Malven akan tumbang karena belati yang dia pakai sudah dia lumuri dengan racun buatan Pramudya yang mampu membuat seseorang merasakan kesakitan luar biasa .


'' A-apa yang terjadi ? Kenapa kau baik-baik saja .'' heran Lingga .


Tanpa menjawab Malven langsung menerjang tubuh Lingga , mereka kembali bertarung Malven yang sudah emosi membanting tubuh Lingga berkali-kali.


BUAAAK.


BRUUUK.


BRAAK .


''Uhuk..uhuk .'' Lingga muntah darah tubuhnya terasa remuk setelah Malven menghajarnya berkali-kali .


Lingga melotot ketika melihat Malven membawa kapak di tangan nya , Lingga perlahan mulai mundur tanpa dia tau jika dia sudah di ujung kapal .


'' Malven kita bisa bicarakan ini baik-baik .'' usul Lingga namun Malven tak menjawab , dia terus berjalan mendekati Lingga dan saat jarak mereka tidak terlalu jauh Malven melempar kapak di tangan nya , Lingga yang melihat hal itu reflek menghindar namun naas dia malah terjatuh ke dalam laut .


Malven menyusul dan melihat ke bawah tempat Lingga terjatuh namun dia tidak melihat tanda-tanda Lingga muncul di permukaan.


Setelah memastikan hal tersebut , Malven menjalankan kapal tersebut untuk kembali ke pelabuhan untuk bergegas menuju bandara dan menyusul Zoya ke indonesia.


Hy gaes, mungkin beberapa hri ke depan aku bakal jarang up soalnya lg revisi crtanya jg hehe.


Mksh udh setia sma cerita ZAG 😁love you sekebon buat kalian semua 🥰🥰

__ADS_1


...See you next time.......


__ADS_2