Zoya Antagonist Girl.

Zoya Antagonist Girl.
Chapter 68


__ADS_3

...✨✨✨...


Di dalam ruangan yang serba putih serta bau obat yang sangat menyengat ,terlihat ada satu pria yang sedang berbaring di ranjang rumah sakit dia adalah Malven .


Efek tusukan dari Lingga mampu membuat seluruh tubuhnya lemas ,kini dia hanya bisa berdiam diri di ranjang rumah sakit tanpa bisa membantu keponakan nya sampai dia menemukan penawar racun untuk tubuhnya.


Tap. Tap. Tap .


Terdengar suara langkah kaki mendekati ranjang Malven ,dia menoleh dan melihat asisten nya berjalan ke arahnya dengan membawa tablet di tangan nya.


"Tuan saya ingin melaporkan sesuatu pada anda .!" ujar Asisten Malven saat sampai di hadapan Malven.


"Hm.!"


"Nona telah menghabisi salah satu senior nya yang bernama Bian Danuarta , dia adalah anak semata wayang keluarga Danuarta dan kini pencarian secara besar-besaran sedang di lakukan oleh mereka .!"


Malven mengangguk-anggukan kepalanya pelan , dia menarik sudut bibir kirinya ke atas .


Apakah Malven marah ?! Tidak justru sebaliknya dia merasa bangga dengan tindakan Zoya yang tidak main-main ,dia kira keponakan nya tidak akan berani melakukan hal itu makanya dia buru-buru menyusulnya tapi ternyata dugaan nya salah.


"Sudah berapa hari semenjak kejadian itu berlalu ?!" tanya Malven.


"Dua hari tuan ,dan kini awak media serta kepolisian sudah bekerja sama untuk mencari putra Danuarta .!"


"Baiklah , sudah lama juga saya mengincar mereka ! Kau urus mereka pastikan tidak ada jejak Zoya dalam insiden tersebut dan tarik semua dana yang sudah kita alokasikan kepada perusahaan Danuarta untuk mengalihkan pikiran mereka.!"perintah Malven.


"Baik tuan !"


Setelah mendapat perintah tersebut ,asisten Malven bergegas keluar dari ruangannya untuk menjalankan perintah tersebut.


"Danuarta ! Waktunya telah tiba ." senyum smirk terpatri di bibir Malven.


Danuarta adalah perusahaan yang menduduki peringkat ke delapan, awalnya Danuarta bekerjasama dengan perusahaan milik Malven dan berhasil meraih keuntungan berlipat ganda , sayang nya Ceo Danuarta mulai melakukan hal curang dimana sebagian dana di salah gunakan olehnya untuk bersenang-senang , saat Malven akan membereskan Danuarta dia mendapat tugas dari BIN untuk menghentikan jual beli manusia yang melibatkan beberapa orang berpengaruh di dunia bisnis ,sampai akhirnya dia mendapat celah setelah Zoya membunuh anak keluarga Danuarta.


...____________________...


Di sisi lain, tepatnya kediaman Wagindra sedang terjadi ketegangan ! Dimana pagi-pagi buta kediaman mereka di hebohkan dengan sebuah kotak yang berada di depan pintu mansion .


Kepala keluarga Wagindra yang bernama Abraham Wagindra baru saja keluar dari dalam kamarnya setelah mendengar keributan yang terjadi di rumahnya.


Tap. Tap. Tap .


"Ada apa pagi-pagi begini kalian ribut di depan pintu ?!" ujarnya sembari menatap para pekerjanya .


"T-tuan i-itu !" ujar maid menunjuk sebuah kotak dengan tubuh yang bergetar hebat.


Abraham menoleh dia mengernyit heran melihat kotak yang tergeletak di sana .


"Kenapa ada kotak di sini ?!"


"I-itu di d-dalam k-kotak ada kepala t-tuan muda ,tuan .!" gagap maid yang berdiri di hadapan Abraham.


"Pfftt kalian bercanda hm , mana mungkin Yoga masuk ke dalam kotak yang kecil begitu !" sahut Abraham di selingi kekehan kecil.

__ADS_1


"T-tuan kami tidak bercanda .!" ujar maid dengan wajah seriusnya.


Merasa dirinya di prank , Abraham bergerak mengambil kotak tersebut . "Kalian pikir saya percaya dengan lelucon dari kalian hm !" ucap Abraham .


Abraham mulai membuka kotak yang ada di tangan nya ,satu detik kemudian kotak tersebut terjatuh bersamaan dengan kepala Yoga yang menggelinding.


DEGH.


Abraham terhuyung ,satu tangan nya berpegangan pada tembok . "Tidak mungkin ,itu bukan kepala anak saya !"


Abraham berjalan mengambil kepala Yoga yang tergeletak di teras rumahnya ,untuk kedua kali nya Abraham kembali terhuyung dia merasa seluruh tulangnya hilang secara mendadak .


"Tidak mungkin !! INI TIDAK MUNGKIN YOGA !"bentak Abraham .


Dia kembali meneliti kepala tersebut yang sangat mirip dengan ciri-ciri putranya namun kedua bola matanya telah lepas dari tempatnya, bahkan darah masih menetes dari kepala tersebut .


Abraham mengambil kembali kotak yang terjatuh ,di sana ada dua bola mata dan potongan tangan serta kertas yang sudah berlumuran darah.


Dia mengambil kertas tersebut , seketika wajahnya mengeras setelah membaca tulisan di kertas tersebut .


"Bajingan sialan ! Beraninya mereka bermain-main denganku !" gumam Abraham.


Kini dia yakin jika kepala itu memang kepala dari putranya ,anak kesayangan nya kini telah pergi menyusul sang istri .


Yah Ibu Yoga telah meninggal saat dia masih kecil hingga dia di besarkan oleh ayah dan om nya yaitu Renold.


Abraham meletakan kembali kepala Yoga ke dalam kardus , dia meremas kertas yang berada di tangan nya hingga lecek.


"Kalian siapkan pemakaman untuk Yoga ,saya akan mengutus asisten saya untuk membantu kalian .!" ucap Abraham.


Setelah mengatakan hal itu ,Abraham bergegas masuk ke dalam mansion nya untuk mengganti pakaian nya .


Beberapa menit kemudian dia kembali keluar dan bergegas pergi menuju suatu tempat.


Mobil mewah dengan merek Aston Martin Vantage berwarna silver sedang melaju dengan kecepatan tinggi menyusuri jalan raya yang lumayan sepi ,tak butuh waktu lama mobil tersebut berhenti di sebuah rumah mewah yang minimalis .


Abraham keluar dari mobil tersebut , dia berjalan memasuki rumah itu untuk menemui adiknya yaitu Renold.


BRAAK !


Abraham membuka pintu rumah tersebut dengan kasar , Renold yang sedang melihat laptopnya terkejut dengan suara pintu yang di banting.


Tap. Tap. Tap.


BRUK.


Renold merasa heran dengan kedatangan kakaknya yang tidak memberi kabar sama sekali , dan kini dia duduk di sofa single ruang keluarga.


"Tumben kakak kesini nggak ngabarin dulu ?!" ucap Renold menatap Abraham yang duduk di depan nya.


Abraham memijit pelipisnya yang terasa berdenyut nyeri. "Keponakan mu sudah meninggal Ren. !" ujar Abraham tanpa bas basi.


"Pffftt kakak bercanda hm ?! Nggak mungkin Yoga meninggal kak ,baru kemarin dia ngabarin aku katanya lusa mau kesini .!" sahut Renold ,dia menggelengkan kepalanya berkali-kali .

__ADS_1


"Kamu kira kakak bercanda ?! Apa kamu lihat wajah kakak sedang bercanda Ren ?!"


Ucapan Abraham membuat Renold tertegun ."K-kak jangan bikin aku panik deh ,Yoga pasti baik-baik aja kan .!"


Abraham berdecak sebal, dia juga ingin nya seperti itu namun takdir berkata lain ! Renold yang tidak mendapat jawaban dari kakaknya menjadi cemas ,dia mendekati kakaknya dan mengguncang bahu sang kakak.


"Jawab aku kak , Yoga baik-baik aja kan ?! dia sekarang lagi kuliah iya kan ?! Jawab kak ?!" Renold mengguncang bahu Abraham berkali-kali.


"Kakak juga mau nya seperti itu Ren ,tapi tuhan berkata lain kini keponakan mu sudah kembali ke sisi sang pencipta.!"


DEGH .


Perasaan Renold langsung mencelos ,tubuhnya terhuyung dengan raut wajah yang sulit di artikan dia berpegangan pada sisi sofa lalu duduk kembali di sofa tersebut.


Abraham yang melihat adiknya seperti orang linglung sama seperti dirinya saat mengetahui fakta bahwa putranya telah pergi jauh.


"Ren tubuh Yoga hanya pulang bagian kepalanya serta lengan , bagian tubuh yang lain entah berada dimana kakak juga tidak tau .!" ucap Abraham.


"A-apa ?! Jadi dia tidak kembali dengan utuh ?!"


Abraham mengangguk tatapan matanya terlihat sendu . " Semua ulah bajingan itu ,dia yang sudah membuat Yoga pergi meninggalkan kita.!"


Kedua alis Renold menyatu ,tatapan kebingungan Renold berikan pada Abraham. "Maksud kakak siapa ?!"


"Fairy Devil.!"


DEGH .!


"Apa ?! Jadi mereka yang melakukan itu semua ?!"


"Benar , dalam kotak yang kakak terima ada tulisan FD yang mereka kirim bersama kotak tersebut.!" ujar Abraham.


BRAK.!


Renold menggebrak meja di hadapan nya. "Kalau begitu kakak kesini untuk meminta bantuanku ?!"


"Yah , tolong kamu hubungi Malven agar dia mau membantu menangani kasus Yoga !"


"Baik kak ,nanti aku akan mengabarinya tapi bukankah kakak juga sedang melakukan kontrak kerja dengan mereka ? Bagaimana jika itu menjadi bumerang untuk perusahaan kakak ?! Apa lagi kakak harus membayar pinalti cukup besar jika ingin membatalkan kontrak itu ."


"Kamu tidak perlu khawatir ,kakak akan menjual sebagian saham kakak pada perusahaan Z.A untuk menutupi pembengkakan dana yang akan kita keluarkan nantinya .!"


Kedua bola mata Renold membulat sempurna ,jika kakaknya menjual sebagian saham perusahaan maka krisis keuangan akan semakin menjadi.


"Kak apa tidak ada cara lain selain itu ?!"


Abraham menggeleng pelan. "Hanya itu satu-satunya cara Ren , perusahaan Z.A telah menduduki peringkat pertama di dunia ,mereka bahkan mengalahkan Alexander Company ! Jika kita tidak menjual saham Wagindra maka kita bisa saja bangkrut.!"


Mendengar penjelasan dari kakaknya ,Renold pun menyetujui usulan tersebut apa lagi rumah sakit milik mereka sedang dalam tahap renovasi yang masih membutuhkan banyak dana.


"Aku akan ikuti kemauan kakak ,nanti aku kabarin lagi kalau aku sudah bertemu dengan Malven dan membahas kejadian ini.!" ujar Renold.


"Baiklah ,kalau begitu sekarang kita ke tempat pemakaman Yoga.!" ajak Abraham.

__ADS_1


Renold mengangguk ,dia bergegas mengganti pakaian nya dan pergi meninggalkan rumahnya bersama Abraham.


...See you next time........


__ADS_2