
...☠️☠️☠️...
DRAP. DRAP. DRAP.
"ALVAZ AWAS.!
JLEBB.
"Huh untung masih sempat.!" gumam Bima merasa lega setelah melihat Alvaz masih selamat.
Yah orang yang berteriak tadi adalah Bima dan Naufan yang baru saja tiba bersama Leon serta Lion ,untung nya Alvaz menghubungi mereka saat dia masih bersama Dirga jadi mereka bisa sampai tepat waktu.
Alvaz menoleh dia melihat katana telah menancap di balok kayu yang di pegang oleh Bima.
"Kalian-"
"Nanti aja sesi tanya jawabnya ,mending kita fokus sama mereka dulu.!" ujar Bima.
Alvaz mengangguk ,mereka memasang kuda-kuda dan kembali menyerang dengan ganas , suara nyaring dari benda tajam saling bersahutan seperti irama yang mendebarkan untuk mereka.
Mereka dapat mengira orang yang menyerang markas sekitar 70 orang dan mereka semua kebal terhadap pukulan serta rasa sakit , jika ingin mengalahkan mereka maka dia harus membunuhnya .
'Dari mana mereka berasal ?! Kenapa gue belum pernah melihat mereka selama di sini ?!.' batin Zoya di sela-sela pertarungan.
BUUAAK.
PRANG.
BLAASS.
"Anjir mereka manusia apa bukan sih ?! Susah banget matinya !" dumel Bima ketika pukulan nya yang sekuat tenaga tidak membuahkan hasil yang memuaskan.
"Ck lo aja kali yang nggak becus bang.!" sahut Lion di sela pertarungan.
Bima memutar bola matanya malas."Cih kaya lo becus aja.!"
"Udah woi berantemnya ! liat sekeliling lo mereka masih banyak bego.!" ujar Naufan jengkel.
Mereka kembali fokus perkelahian yang sangat menguras tenaga dan pikiran akhirnya selesai setelah mereka memukul titik vital musuhnya dan memenggal semua kepala mereka dengan brutal.
BLAASS. JLEBB. BUAAKK.
BRAAK . BUGH. JLEBBB.
"Hosh ....hosh...hosh." Nafas mereka tersengal-sengal , tenaga mereka benar-benar terkuras habis dalam pertarungan kali ini.
__ADS_1
Darah sudah memenuhi ruangan tersebut bahkan baju mereka semua sudah bau amis akibat darah yang mengenai pakaian mereka semua.
"Sialan ! Gue nggak habis pikir mereka benar-benar nggak bisa merasakan sakit.!" ujar Naufan geleng-geleng kepala.
"Tapi kenapa mereka nyerang markas lo Zoy ?! Apa lo pernah terlibat sama mereka sebelumnya ?!" ucap Bima penasaran.
Zoya menggeleng pelan. "Gue juga nggak tau alasan nya ,dan gue juga nggak merasa pernah ketemu mereka sebelum ini.!"
Zoya menyeka keringatnya yang menetes di dahi ,dia berjalan menuju salah satu mayat yang sudah tidak memiliki kepala.
Dia berjongkok dan merobek pakaian mayat tersebut ,dia penasaran kenapa mereka bisa kebal terhadap pukulan namun yang dia dapat adalah hal lain dia melihat tatto yang tertera di dada sebelah kanan tatto yang berhasil membuat Zoya merasa dejavu ,dia baru sadar jika dia masih berada di dunia novel dan bukan di dunia aslinya , hingga tiba-tiba Zoya teringat sesuatu yang hampir saja dia lupakan .
DEGH.!
' Tatto ini..' Batin Zoya.
Dia meneliti tatto bergambar mawar hitam dengan rantai yang melilitnya , Zoya mengepalkan kedua tangan nya dengan erat sedetik kemudian dia tertawa sinis .
"Pffftt ternyata ada campur tangan DIA selama ini ?! haha pantas aja gue nggak bisa menyentuh mereka seperti yang gue mau ternyata ada pemain lain yang mengendalikan mereka !" Ucapnya lirih.
Para anggota Alaska mengernyitkan alis mereka saat melihat Zoya bergumam di selingi tawa sinis.
"Zoya kenapa yah ?! Tiba-tiba raut wajahnya berubah.!" bisik Bima pada Naufan
Naufan menggeleng pelan ,dia juga penasaran dengan apa yang ada di pikiran Zoya.
"Kamu tau ini tatto dari kelompok mana ?!" tanya Alvaz.
"Mereka tidak masuk dalam kelompok atau pun organisasi Al , mereka salah satu korban dari Lab rahasia.!" sahut Zoya.
Alvaz mengernyit bingung dengan jawaban Zoya . "Kamu tau dari mana ?! Bukan nya kamu nggak mendalami tentang laboratorium ?!"
"Yah kamu benar , semua cuma tebakan aku aja hehe.!" sahut Zoya di selingi senyum canggung , dia lupa jika Alvaz tidak tau kalau dunia ini adalah novel.
Alvaz ikut menampilkan senyum tipis di bibirnya ,dia mengusap pucuk kepala Zoya pelan . "Jadi target kita selanjutnya siapa ?!"
Zoya terdiam sejenak ,dia sedang menimang-nimang siapa orang yang akan menjadi target selanjutnya.
"Pramudya ! dia target selanjutnya karena dia orang yang paling berguna untuk membantu Fairy Devil." ujar Zoya dia menoleh untuk melihat respon Alvaz.
Zoya dapat melihat sudut bibir Alvaz tertarik ke atas ,dia tau jika ada dendam pribadi antara ayah dan anak tersebut.
"Oke aku setuju , kita bergerak seminggu lagi setelah itu baru kita lanjut dengan rencana Dirga !" usul Alvaz yang di angguki Zoya.
Di tengah pembicaraan mereka ,ponsel Zoya berbunyi dia segera mengambil ponselnya dan melihat pesan Natasha di sana.
__ADS_1
Natasha.
Aruna ada di pesisir pantai jl.xx Zoy.
kayanya dia pindah kesana.
^^^Anda.^^^
^^^Thanks , nanti gue kabarin lagi Nat .^^^
Setelah membalas pesan Natasha ,diam-diam kedua sudut bibirnya terangkat ! Kali ini tidak ada lagi kata ampun untuk orang tidak tau diri seperti Aruna.
Dia teringat kemarin malam sebelum dia meminta Nata untuk mencari keberadaan Aruna ,dia mendapat pesan dari Alvaz jika mereka telah menghabisi Yoga dan ternyata rekaman yang di kirim Aruna telah di potong untuk melindungi Yoga dari target mereka semua , dan ketika dia mendapat kabar jika markasnya di serang dia yakin jika itu ulah Aruna karena satu-satunya orang yang melewati tempat pembantaian para Dark Wolf cuma Aruna karena cuma itu satu-satunya jalan menuju jalan raya.
Namun ternyata kejutan lain yang dia dapat , mungkin dugaan nya tidak salah akan tetapi orang yang mengirim dan memporak porandakan markasnya bukan orang suruhan Lingga atau pun Pramudya .
'Tunggu gue Aruna ! Gue salah karena memberikan kesempatan sama lo .'batin Zoya ! Dia cukup lelah menghadapi mereka namun tujuan nya belum usai dia tidak perduli akhir dari hidupnya akan bahagia atau sebaliknya , yang pasti dia akan bertarung sampai akhir meski harus mengorbankan nyawanya sendiri .
Mengapa Zoya melakukan itu ?! Karena dia sudah berjanji pada pemilik tubuh jika dia akan mendapatkan keadilan untuk dirinya sendiri dan membersihkan nama Zoya Raveena Alexander yang selalu mereka sebut pembunuh ibunya dan dia akan merubah namanya menjadi Zoya Raveena Jazzairo secara sah.
Mereka kembali berkumpul , Zoya meminta Javas dan seluruh anggotanya untuk mengobati luka-luka mereka karena minggu depan mereka harus kembali terjun untuk melawan Pramudya .
...____________________...
Sedangkan di sisi lain terlihat seseorang sedang berkutat di depan laptopnya , senyum senang terlihat di bibirnya entah hal apa yang membuatnya tersenyum senang seperti itu.
Dia mengetuk-ngetuk kan jarinya di atas meja , raut bahagia terlihat jelas di wajahnya.
"Haha meski lo berusaha merubah semuanya lo nggak akan bisa Zoy ! Karena takdir lo sudah di tetapkan untuk mati ! Dan selama gue masih ada gue akan menghalangi semua rencana lo untuk merubah alur yang sudah di tetapkan.!"
Tawa nyaring penuh dendam menggema di ruangan bernuansa mewah dengan warna Gold di setiap dindingnya , tempat tersembunyi yang menjadi markas utama untuk mengacaukan semua usaha Zoya.
Dia adalah pokok masalah utama yang sesungguhnya ,musuh tersulit untuk di jangkau karena dia juga mengetahui dunia yang Zoya ketahui .
Orang tersebut memutar kursinya hingga menghadap ke arah pintu keluar, di sana terpajang foto Zoya sebesar ukuran pintu tersebut.
"Usaha lo akan berakhir sia-sia Zoya ! karena gue akan membuat peran utama dari dunia ini hidup dengan bahagia sesuai dengan alur aslinya haha .!"
Orang tersebut mengambil belati di samping nya dan melemparnya tepat ke arah foto Zoya . "Gue yang akan memenangkan pertarungan ini haha ,dan kalian akan tunduk di bawah kaki gue haha kecuali LO yang harus mati agar tidak ada lagi pengganggu untuk ku.!"
Tatapan tajam mengarah pada foto Zoya ,Siapakah DIA sebenarnya ?! Mampukah Zoya melawan orang tersebut dan mengubah takdir hidupnya ?! Atau justru sebaliknya ?!
apakah kali ini semesta akan berpihak padanya yang sudah berusaha mati-matian mengubah kematian nya atau malah semesta akan meninggalkan dirinya untuk selamanya ?!
Konflik makin berat harap siapkan mental yah kawan , di persilahkan untuk merujak semua antagonis di sini😁
__ADS_1
jangan lupa like ,komen dan vote yah kawan terimakasih banyak atas dukungan kalian 🥰
...SEE YOU NEXT TIME........