
...✨✨✨...
Di sisi lain Alvaz dkk masih berada di kediaman Dirga , setelah dia mengabari kekasihnya bahwa Dirga telah tiada ,kini mereka sedang duduk sambil menunggu hasil dari para tim forensik dan kepolisian yang sedang melakukan penyelidikan di TKP.
"Al katanya Zoya gimana ?! dia udah lo kasih tau kan ?!." tanya Bima.
Alvaz mengangguk. "Dia bilang bakal ikut ngurus nanti ,sekarang dia lagi bermain dengan Keyla."
"Wih kayanya malam ini bakalan seru nih ." sahut Naufan yang membayangkan serangkaian proses permainan yang di lakukan pada Keyla.
Plak.
Bima menabok lengan Naufan keras. "Mesum lo yah ?! Pasti lo lagi ngebayangin yang enggak-enggak kan ."tuduh Bima.
"Mana ada , gue nih anak baik nggak kaya lo yang pikiran nya duit mulu."
"Cih di dunia ini duit udah masuk kategori makanan tiap detik tau , nggak punya duit lo di buang Naf." sindir Bima.
"Iya sih untung gue banyak duit Bim jadi aman ." tawa Naufan pecah ketika melihat wajah julid sahabatnya.
Sedangkan Alvaz hanya diam membisu mendengar ocehan absurd dari kedua sahabatnya , beberapa saat kemudian proses pemeriksaan di tempat Dirga telah usai tim forensik juga sudah berhasil mendapatkan petunjuk kematian dari Dirga .
"Kami akan membawa jenazah ke rumah sakit untuk melakukan otopsi apa kalian setuju ?!." ujar salah satu tim forensik itu.
"Kami setuju pak ." sahut Alvaz.
Setelah mendapat jawaban mereka semua bergegas menuju rumah sakit kecuali anggota Alaska.
"Kita juga balik Al ?!." ujar Naufan yang mendapat anggukan dari Alvaz.
Mereka berlima keluar dari kediaman Dirga ,saat mereka semua telah sampai di motor masing-masing tiba-tiba Alvaz mendapat sebuah pesan dari nomor tidak di kenal.
TING.
08xxxxxxx.
Jika kau ingin mereka selamat maka datang lah ke alamat ini satu jam dari sekarang .
Kedua alis Alvaz mengernyit , dia tak merasa memiliki kenalan dengan nomor tersebut , akhirnya dia lebih memilih mengabaikan pesan tersebut .
''Siapa Al ?!.'' tanya Naufan.
Alvaz mengangkat kedua bahunya dengan acuh . ''Pesan nyasar kayanya , kita cabut sekarang .''
Mereka semua mengangguk dan bergegas menaiki motor masing-masing , sayangnya mereka tidak menyadari ada satu orang di balik semak-semak yang sedang mengintai mereka .
...---------------------------------...
Di sisi lain Zoya telah mengirim potongan anggota tubuh milik Keyla ke tiga tempat yang menjadi jembatan Keyla selama hidupnya .
Seperti saat ini kediaman Alexander sedang di gemparkan dengan penemuan tubuh manusia di dalam kardus dengan kondisi yang sangat mengenaskan .
__ADS_1
Satpam yang tadi menerima paket tersebut kini sedang di mintai keterangan oleh kepala keluarga Alexander yaitu Cakra .
''Siapa yang mengirim paket ini hah ?! Kenapa kau bisa menerima nya tanpa curiga ?!.'' hardik Cakra .
Dia baru saja kembali dari perjalanan bisnisnya namun begitu dia sampai dia mendapat sambutan mengerikan yang datang entah dari mana .
''M-maaf t-tuan saya juga tidak tau itu dari mana , pengirimnya hanya bilang jika itu paket untuk anda tuan .'' jawab satpam tersebut ketakutan .
Cakra berdecak sebal , dia mengusap wajahnya dengan kasar . ''Lantas dimana anak-anak ?! Kenapa tidak ada satu pun yang ada di rumah ?.''
''Tuan muda Dafi belum pulang semenjak keluar dari rumah tuan , sedangkan tuan muda Dafa sedang pergi bersama teman nya .'' sahut satpam tersebut .
Cakra menghela nafas lelah , dia akhirnya menyuruh satpam tersebut untuk melihat lebih dekat potongan tubuh tersebut , saat satpam itu hendak mengambil potongan lengan dari dalam kardus ,dia melihat sebuah kertas yang terselip di sisi tangan tersebut .
Dengan tangan yang bergetar hebat , satpam itu mengambil kertas tersebut dan menyerahkan nya pada Cakra .
Kertas itu sudah berlumuran darah , Cakra mengambilnya dan membuka kertas tersebut , seketika kedua matanya melotot ketika melihat foto putri angkatnya ada di sana.
''K-Keyla ?! '' gumam Cakra .
Dia menggeleng brutal .''Tidak mungkin ! Dia bukan Keyla ! Jasad ini bukan Keyla .''
Cakra bergegas mengambil potongan lengan tersebut ,dia melihat gelang yang tersemat di pergelangan tangan itu ,gelang yang dia berikan pada Keyla beberapa bulan yang lalu sebelum Keyla menghilang .
''Tidak ! TIDAK MUNGKIN !.''tubuh Cakra terhuyung ke belakang , untung nya satpam kediaman Alexander mampu menahan tubuh Cakra .
''T-tuan tidak apa-apa ?.'' tanya satpam tersebut namun tidak ada jawaban dari Cakra .
''Dark Wolf .'' gumamnya pelan .
Setelah mengetahui siapa yang melakukan hal itu ,Cakra menepis tangan satpam yang tadi memapahnya .
''Bajingan , berani nya mereka mengusik keluarga Alexander .'' geram Cakra .
Dia mengambil ponselnya dan menghubungi kedua putranya untuk segera pulang dan membahas kematian Keyla .
...-------------------------------------...
Tak berbeda jauh dengan kediaman Alexander , kini kediaman Lingga serta Pramudya juga sedang terjadi ketegangan , dimana mereka berdua menerima paket yang sama seperti yang di terima oleh Cakra.
Hingga Lingga memilih membawa paket tersebut ke mansion Pramudya ,tak hanya mereka berdua yang ada di sana tapi ada Gara dan juga Dafa serta Nabila , mereka semua sama terkejutnya setelah mengetahui jika isi paket itu merupakan potongan-potongan tubuh Keyla yang sudah terkoyak sana sini , seperti di tarik secara paksa.
''J-jadi ini ulah Dark Wolf pah ?.'' ujar Dafa yang masih tak percaya dengan penglihatan nya ,dia baru saja mendapat kabar dari daddy nya jika ada potongan tubuh Keyla di rumah dan kini dia juga melihat hal yang sama.
''Yah ini ukiran nama Dark Wolf , sepertinya mereka tau kalau kita akan bergerak membebaskan Keyla , makanya mereka menghabisinya lebih cepat .'' sahut Lingga
Pramudya mengangguk setuju .''Sepertinya ada yang membocorkan rencana kita pada mereka , apa ada orang yang kalian curigai ?.''
Mereka semua menggeleng , namun Dafa tiba-tiba berpikir jika Dafi lah yang telah membocorkan rencana mereka .
''Jika Dafi yang membocorkan informasi itu pada mereka, jika itu benar untuk apa dia melakukan nya ?! Apa mungkin karena Keyla selama ini berurusan dengan Zoya makanya Dafi membalas dendam dengan hal ini ?.'' gumam Dafa .
__ADS_1
Gara yang melihat keterdiaman Dafa menjadi penasaran. " Lo kenapa Daf ?!."
"Gue nggak apa-apa cuma.."
"Cuma apa ?! atau lo tau siapa yang bocorin rencana kita ?!." ujar Nabila tak sabar.
Dafa tak menjawab ,dia sendiri belum yakin dengan pemikiran nya.
Sedangkan Pramudya kini menghela nafas berat , rencana nya bisa gagal jika dia terus mengulur waktu .
"Kita harus bergerak cepat , ini pasti peringatan dari mereka agar kita tidak mencari masalah dengan mereka ."
Mereka semua mengangguk serempak , saat mereka berdiskusi tiba-tiba Lingga mendapat telefon dari asisten nya.
Drrrrtt. Drrrttt. Drrrrrt.
Klik.
Lingga mengangkat telefon tersebut , saat telefon telah terhubung Lingga dapat mendengar suara riuh dari balik telefon tersebut.
"Ada apa ?!." tanya Lingga.
'' Tuan gawat !! Markas di serang kita butuh bala bantuan tuan."
Kedua netra Lingga membulat sempurna . " Bajingan ! Siapa yanga berani menyerang markas saya?!."
"Dia pemilik rumah sakit Wagindra tuan , mereka membawa ratusan orang ke sini ."
"Sial ! Saya kesana sekarang." Lingga menutup telefon nya dengan kasar.
Pramudya mengernyit bingung melihat wajah sahabatnya yang berubah keruh. "Ada apa lagi dengan markas mu ?!."
"Ck diam lah tua bangka ! saya sedang pusing ." sentak Lingga.
Pramudya langsung diam , Dafa yang penasaran kini mengajukan pertanyaan yang sama seperti Pramudya .
"Apa markas di serang pah ?!." ujarnya lirih.
Lingga mengangguk . "Kita harus bergegas kesana Daf , mereka membawa ratusan orang ,jika kita kalah maka hal itu akan mencoreng nama F.D di seluruh dunia."
"APA ! Siapa yang berani menyerang F.D ?!." tanya Dafa.
"Wagindra ! Bukan kah kalian kenal dengan keluarga itu ?!." tanya Lingga pada Dafa.
"Yah itu keluarga Yoga pah , tapi sampai sekarang aku nggak tau kabarnya dimana !." sahut Dafa .
Lingga mengangguk. "Sebaiknya kita pergi sekarang Daf , mereka butuh bantuan kita ."
"Aku juga ikut om." usul Gara yang di angguki Lingga.
Mereka bertiga keluar dari kediaman Pramudya meninggalkan Nabila serta Pramudya di sana.
__ADS_1
...See you next time.......