Zoya Antagonist Girl.

Zoya Antagonist Girl.
Chapter 82


__ADS_3

...☠️☠️☠️...


Ruangan tempat ayah dan anak yang saling adu argumen semakin tegang , Pramudya masih menunggu jawaban dari putranya .


Alvaz baru menyadari jika orang yang mengintainya saat di kediaman Dirga adalah orang suruhan dari Pramudya , dan yang mengirimi nya pesan adalah Pramudya , ternyata selama beberapa hari terakhir Pramudya secara diam-diam membuntuti Alvaz lewat orang suruhan nya.


"Cepat Al tentukan pilihan kamu !."gertak Pramudya.


Perlahan Alvaz berjalan mendekati Pramudya . "Apa anda yakin bisa menepati ucapan anda barusan ?!."


"Tentu saja , saya akan membebaskan kedua temanmu asalkan kamu mau bekerja sama dengan saya ."


Alvaz mengangguk-anggukan kepalanya pelan , dia telah sampai di hadapan Pramudya . '' Kapan anda akan menyerang markas Dark Wolf ?.''


''Tiga hari lagi dan kamu harus menjadi pemimpin penyerang itu .''


Alvaz mengangguk singkat , namun Kedua netranya mengamati gerak gerik dari Pramudya hingga dia melihat Pramudya memegang pistol di tangan kirinya .


'Kau mau bermain curang ternyata .' batin Alvaz menyeringai.


"Baik lah saya akan menyetujui persyaratan dari anda , namun sebelum itu bisakah anda memutar ulang rekaman dimana kedua teman saya di tahan."


Senyum senang terpatri di wajah Pramudya . "Baik lah ."


Pramudya berbalik menghadap layar monitor di belakang nya , dia mulai memutar kembali rekaman yang tadi .


Bersamaan dengan hal itu , Alvaz mulai mengeluarkan belati dari saku jaketnya tanpa sepengetahuan Pramudya yang sedang fokus melihat rekaman tersebut.


Tanpa aba-aba Alvaz melompati meja kerja Pramudya , dan langsung menikam leher Pramudya menggunakan belati .


JLEEEB.


"AARRRGHHH."


Mendengar teriakan Pramudya ,Alvaz kembali menarik belatinya dengan kasar ,dia tak membiarkan Pramudya memanggil pengawalnya .


Alvaz menarik kepala Pramudya hingga menghadap langit-langit ruangan tersebut .


Pramudya memegangi lehernya yang teras perih , darah mengucur dari lehernya tanpa henti .''Bajingan ! Berani nya kamu mempermainkan saya hah .''


Alvaz menarik sudut bibirnya ke atas . ''Apa anda lupa jika saya adalah fotokopi dari anda tuan Pramudya yang terhormat .''


''S-sialan ! Saya pasti akan membunuhmu bajingan .'' hardik Pramudya yang hanya di tanggapi dengan senyum tipis oleh Alvaz .


Tanpa merasa bersalah Alvaz menancapkan belatinya kembali tepat di mata sebelah kanan milik Pramudya .


JLEEBB .


''AAARGGHH BRENGSEK .'' Teriakan Pramudya menggema di ruangan tersebut , untung nya ruangan tersebut kedap suara jadi tidak akan ada yang mendengar teriakan Pramudya .


Alvaz membiarkan belatinya menancap di mata Pramudya , dia memegang dagu dan rambut Pramudya lalu dia memutar kepala Pramudya hingga tulang lehernya patah .


KREEK !.


Akhirnya nyawa Pramudya melayang di tangan putranya sendiri , kini dendam Alvaz pada ayah kandung nya telah usai , dia menatap tubuh Pramudya yang sudah tak bernyawa .


''Kau kira saya akan tunduk padamu heh ?! Jangan mimpi sialan terlebih jika anda ingin mengacaukan rencana gadisku maka saya tidak akan membiarkan rencanamu terlaksanakan .'' ujarnya pada mayat Pramudya .


Alvaz menyibak kan rambutnya ke belakang tanpa perduli darah yang ada di tangan nya , dia megambil ponselnya untuk menghubungi Naufan dan Bima agar mereka bergegas kesana dengan semua anggota Alaska untuk membantunya melawan para penjaga di sana .

__ADS_1


Setelah mengirim Sherlock dia juga menyempatkan mengirim pesan pada Zoya agar dia tidak khawatir dengan kondisinya , setelah urusan nya selesai dia kembali memasukan ponselnya ke dalam saku celana .


Alvaz mengambil pistol milik Pramudya dan beberapa peluru dari dalam laci meja kerja Pramudya , dia tak hanya membawa satu pistol melainkan dia membawa dua pistol di tangan nya yang dia dapat dari laci , dia menghela nafas sebelum bergerak menuju pintu keluar untuk melawan semua penjaga di sana , sesaat Alvaz teringat dengan mendiang bundanya .


''Bun kali ini aku nggak akan membiarkan mereka menyentuh kesayangan ku , aku janji bun aku akan hidup bahagia seperti kemauan bunda .'' gumam nya lirih .


Setelah memantapkan hati dan pikiran nya ,dia mulai melangkah menuju pintu keluar untuk bertarung dan membebaskan kedua sahabatnya .


...------------------------------------...


Di sisi lain tepatnya markas Fairy Devil kini suasana di markas Fairy Devil semakin panas , malam yang semakin larut tidak membuat suasana di sana mereda , justru sebaliknya di sana banyak sekali mayat tergeletak bersimbah darah , tak hanya itu di sana juga ada Renold dan Abraham yang sedang memimpin kelompoknya menerjang pertahan milik fairy Devil .


BUGH. BUAAK. BRAAK.


Renold meninju satu persatu wajah orang-orang Fairy Devil dengan brutal , emosinya tidak terkendali begitu juga dengan Abraham yang membabat habis separuh anggota Fairy Devil.


Pertarungan semakin sengit ,hingga sebuah mobil hitam datang membelah kelompok mereka berdua.


Lingga turun dari mobilnya di susul oleh Gara dan juga Dafa , mereka bertiga berjalan menghampiri Abraham dan juga Renold yang masih terengah-engah .


Tap. Tap. Tap.


Begitu sampai di hadapan Abraham serta Renold , dia memberikan tatapan tajam pada mereka berdua yang sudah berani mengusiknya . "Alasan apa yang membuat kalian menyerang markas saya ?!."


"Apa perlu alasan untuk menuntut keadilan atas kematian seseorang bajingan ?!." sahut Abraham.


"Apa maksudmu ?! Kematian siapa yang kalian tuntut ?!." Lingga merasa bingung dengan jawaban Abraham.


Renold tersenyum remeh. "Anda masih pura-pura tidak tau hm ?! Atau anda sudah pikun ?!."


"Jaga mulut lo sialan." hardik Dafa tak terima papah nya di hina.


"Cukup ! Biar saya yang menjawab pertanyaan anda ." ujar Abraham menyela ucapan Renold .


"Kalian telah membunuh putraku beberapa minggu yang lalu ,tapi sekarang kalian masih bertanya maksud kedatangan kami kesini ?!." lanjut Abraham pada Lingga.


Lingga ,Dafa serta Gara tertegun mereka tidak merasa menghabisi anak Abraham terlebih Yoga sudah lama tidak muncul di hadapan mereka semua.


"Apa kau salah bicara Abraham ?! Kami tidak pernah mengusik putramu , saya bahkan tidak kenal dengan putramu ." sahut Lingga.


"Cih banyak bacot lo tua bangka ! Di dunia ini mana ada maling ngaku sialan ." sindir Renold.


"Jaga mulut l-"


BUUUGH.


Ucapan Gara terhenti saat Renold melayangkan tinjunya tepat di wajah Gara hingga wajah nya menoleh kesamping dan bibirnya robek.


"Jangan banyak omong kalian semua ! Meski kami tidak menang melawan kalian tapi kami akan memporak porandakan markas kalian ."


"HAJAR MEREKA SEMUA ."perintah Renold pada kelompoknya .


Akhirnya pertarungan kembali terjadi ,mereka saling memukul satu sama lain tak hanya memukul bahkan mereka mulai menggunakan senjata tajam seperti katana dan belati untuk melawan Renold dan juga Abraham.


SRING. BUAAK. BRAAK.


Renold terpental setelah mendapat tendangan dari Gara dan Dafa secara bersamaan .


Tak berbeda jauh dengan Renold , kondisi Abraham juga cukup parah setelah mendapat tusukan di pinggang nya .

__ADS_1


BUGH. DUAAK . JLEB.


Abraham terkapar di lantai dia memegangi pinggang nya yang terasa sakit, darah mengalir membasahi bajunya ! Lingga sebagai pelaku penusukan hanya menampilkan wajah datar pada Abraham.


"Itu lah akibatnya jika kau berani mengusik ketenangan ku Abraham , maka jangan salahkan saya jika kau harus meregang nyawa di sini."


Abraham berdecak sinis. "Kau kira saya takut jika harus mati di sini hm ?! Jika saya mati di sini maka kau juga harus mati Lingga !."


"Dasar tidak tau diri ! Kau kira posisi kita sama hah ?! Jika memang itu yang kau ingin kan maka dengan senang hati saya akan mengabulkan nya ." sahut Lingga.


"Jangan mimpi bedebah. " hardik Abraham .


Dia berdiri meski sempoyongan akibat pendarahan di pinggang nya , Abraham kembali memasang kuda-kuda untuk menyerang Lingga.


Pertarungan antara Lingga serta Abraham kembali terjadi , kali ini posisi Abraham tidak memungkin kan untuk menang terlebih kelompoknya berhasil di lumpuhkan oleh anggota Lingga.


Hingga pada akhirnya Abraham berhasil di. Tumbangkan oleh Lingga dengan cara menusuk jantungnya.


JLLEEEB.


"Uhuk...uhuk." Darah keluar dari mulut Abraham , rasa sakit mulai merambat ke seluruh tubuhnya.


Lingga tersenyum smirk ."Sudah ku katakan kalian tidak akan mampu mengalahkan kami sialan."


"Setidaknya saya sudah merasa lega setelah membuat sebagian anggotamu masuk neraka bajingan." Abraham terkekeh pelan.


"Kali ini kau masih bisa menang tapi nanti akan ada orang yang menghapus nama Fairy Devil dari dunia ini ! Ingat Lingga Bramantyo saya bersumpah akan menunggu mu di alam kematian dan mencabik-cabik seluruh tubuhmu hingga tidak berbentuk."


Setelah mengatakan hal tersebut tubuh Abraham langsung terjatuh ke lantai , sebelum dia menutup mata samar-samar dia mengucapkan kata yang berhasil membuat Lingga tertegun.


'Kau akan mati di tangan seseorang yang sangat mirip dengan orang yang pernah kau ..s-s-sukai.'


Abraham merasa nafasnya semakin sesak lamat-lamat dia mendengar Renold yang.berteriak lantang memanggil nama kakaknya , namun Abraham sudah tak kuasa menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya , malam itu menjadi malam terakhir untuk Abraham sebelum dia menutup mata untuk selamanya .


''KAK ! KAKAK BANGUN.''


BUUAAKK .


Teriakan Renold terhenti ketika Gara menendang punggung Renold hingga dia terhuyung , saat itu juga para anggota F.D mengeroyok Renold hingga dia tak bisa berkutik lagi .


Lingga yang tersadar dari keterkejutan nya menoleh ke arah Gara dan Dafa . ''Bawa dia ke ruangan bawah tanah ! Jangan biarkan dia lolos .''


''Baik pah .'' jawab Gara dan Dafa bersamaan .


Mereka membawa Renold sebagai tawanan di markas F.D , setelah kepergian mereka Lingga kembali mengingat ucapan Abraham dia tidak akan percaya dengan omong kosong yang Abraham katakan , jika orang yang di maksud adalah gadis kecil itu maka Lingga yakin hal itu tidak akan pernah terjadi .


.......


.......


.......


.......


yeah akhirnya alvaz tidak berkhianat dia lebih memilih membinasakan ayah nya sendiri🤭,siapa yg tdinya ngira alvaz bkln terima tawaran ayh bajigurnya ??.


Kedepan nya bkl bnyk kejutan lagi , btw makasih yg msh setia sama cerita ini🥰🥰


...See you next time........

__ADS_1


__ADS_2