Zoya Antagonist Girl.

Zoya Antagonist Girl.
Chapter 101


__ADS_3

...☠️☠️☠️...


Di sisi lain Alvaz baru saja sampai di parkiran rumah sakit , dia bergegas menuju ruang rawat Zoya namun di tengah jalan dia melihat banyak orang yang berlalu lalang keluar dari rumah sakit.


Langkah Alvaz terhenti tepat di depan pintu kamar Zoya ,dimana di luar ruangan banyak bodyguard yang berjaga tapi anehnya mereka bukan bodyguard pemberian dari Malven dan juga bukan milik Dark Wolf, terlebih di dalam ruangan terdengar suara perkelahian yang membuatnya semakin cemas.


Firasatnya mengatakan hal buruk sedang menimpa kekasihnya , tak ingin membuang waktu Alvaz berlari menerjang para bodyguard yang berusaha menghalanginya untuk masuk, untungnya saat Dafi datang mereka semua sedang membereskan bodyguard milik Malven yang mereka letakan di pintu samping rumah sakit.


Perkelahian tak dapat di hindari , Alvaz melawan mereka tanpa memberikan celah untuk mereka membalasnya.


BUAK. KREKK. BRAAK.


Drap. Drap. BUUAAAKK.


BUGH. DUAGH. KREEK.


"Arrrghh." rintihan mereka menggema di sana .


Setelah menumbangkan tujuh orang yang menjaga pintu , Alvaz akhirnya bisa membuka pintu tersebut namun baru saja dia masuk kedua netranya di sambut oleh ruangan yang berantakan dan tiga orang yang sedang berkelahi serta Bima yang tergeletak di lantai .


Di sana Dafi sedang menghalangi Dafa yang berusaha menyeret Zoya secara paksa , Alvaz juga melihat perban yang melilit kepala Zoya telah lepas dan darah kembali keluar dari luka jahitnya.


"Bajingan." Alvaz menggeram marah .


Dia berlari dan menendang punggung Dafa sangat keras hingga dia menabrak lantai .


BUUUUAAKK.


BRAAK.


"Lo nggak ada puas-puasnya ganggu hidup Zoya hm, apa lo mau nyusul bokap lo masuk penjara." ujar Alvaz sarkas.


Dafa menoleh, dia tertawa remeh pada Alvaz. "Haha jangan mimpi deh , lo nggak mungkin bisa bikin gue masuk penjara bajingan."


Dafi yang sedang membantu Zoya berdiri ikut berucap. "Sadar brengsek semuanya sudah selesai ,buat apa lo masih mengusik kehidupan Zoya hah."


"Cih penghianat kaya lo nggak bakal tau gimana rasanya jadi gue Daf ."ujar Dafa sembari berdiri dari jatuhnya di lantai.


"Pftt lo minta di ngertiin hm ?! Apa lo tau gimana posisi gue sama Zoya yang jadi korban keegoisan lo dan daddy hah ?! Apa lo tau gimana tersiksanya Zoya yang jadi korban kekejaman kalian dan dengan bodohnya gue juga ikut terlibat dalam rencana kalian , JAWAB ANJ*** APA LO PERNAH MIKIR GIMANA KONDISI MENTAL DIA ?."


"BAHKAN DI SAAT SEMUA SUDAH SELESAI LO MASIH NYALAHIN DIA ATAS KEBENARAN YANG SUDAH TERUNGKAP, LO NGGAK PUNYA OTAK DAF LO GILA BAHKAN LO LEBIH GILA DARI DADDY." bentak Dafi panjang lebar.


"Haha yah gue gila Daf ,gue bahkan nggak segan membunuh lo yang jadi penghalang jalan gue ."Setelah mengucapkan hal itu Dafa menodongkan pistol pada Dafi.


Zoya yang mulai bisa mengontrol rasa sakit di kepalanya ,tanpa di duga melempar pisau buah yang tadi dia pegang tepat di mata kiri Dafa.


WUUSHH.


JLEEBB.


"AARRGHHH MATA GUE AAKHH."teriak Dafa memegangi matanya.


Saat itu juga Alvaz meringkus Dafa , dia meninju wajah Dafa dengan brutal.


BUUGH. BUUGH. BUGHH.

__ADS_1


"Orang kaya lo nggak pantas ada di dunia ini Daf."gumam Alvaz dia memukul wajah Dafa hingga beberapa giginya patah.


Setelah memastikan Dafa pingsan , Alvaz baru menghentikan pukulannya dia berjalan menghampiri Zoya ,kondisi Zoya lebih buruk dari sebelumnya dan dia perlu penanganan yang cepat .


"Kita perlu pindah kamar Zoy ,biar nanti aku yang ngurus Dafa. "ujar Alvaz.


Zoya mengangguk ,dia juga merasa sangat lelah dengan kondisi tubuhnya , Dafi yang berada di samping Zoya pun berucap. "Lo bawa Zoya Al ,biar gue yang bawa Bima."


Dafi berjalan ke arah Bima bersamaan dengan itu pintu terbuka menampilkan sosok Naufan yang baru datang .


"Hosh....hosh..a-apa yang terjadi di sini ?!."ujar Naufan terengah-engah.


"Lo dari mana sih ?! ke toilet sampai satu abad ."sindir Dafi.


Naufan menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Sory Daf tadi gue sakit perut makanya lama , terus waktu mati lampu gue malah nyasar ke kamar mayat."


"Kok bisa ?!." heran Dafi.


"Gue takut ada hantu makanya gue lari ,eh malah salah jalan ." sahut Naufan yang berjalan menghampiri Dafi.


Alvaz dan Zoya menggeleng pelan. "Udah mending lo bantuin Dafi bawa Bima keluar dari sini." perintah Alvaz yang langsung di laksanakan oleh Naufan.


Alvaz dan Zoya melangkah lebih dulu ,baru saja beberapa langkah tiba-tiba Dafa kembali tersadar dan langsung mengarahkan pistol ke arah Zoya menggunakan sisa tenaganya.


"Lo kira bisa lolos dari g-gue Zoy ,jika gue harus mati maka lo juga sama."gumamnya sebelum menarik pelatuknya.


Dafi yang tadinya sedang memapah Bima langsung melepaskan pegangannya pada tubuh Bima dan berlari ke arah Zoya dan memeluk tubuhnya dengan erat ,bersamaan dengan itu peluru berhasil menembus jantung Dafi dua kali.


Drap. Drap. Drap.


GREEPPP.


"Uhuk..ugh."


BRUUKK.


"DAFI."teriak mereka bertiga serempak ketika melihat tubuh Dafi terjatuh ke lantai.


Naufan kembali meletakan tubuh Bima , dia mengambil belati milik Dafa yang terjatuh dan berjalan menghampirinya.


"Gue beneran jijik lihat tingkah lo Daf , berhubung Dafi jadi korban dan nggak bisa balas lo ,biar gue yang gantiin dia ."setelah mengucapkan hal itu Naufan menikam jantung Dafa bertubi-tubi hingga dia kehilangan nyawanya ,tak hanya itu Naufan juga merobek wajah Dafa hingga kulitnya lepas dan memotong lidah serta mencongkel mata Dafa .


Darah mengenai wajah dan pakaian Naufan ,namun dia tidak perduli dia meninggalkan Dafa dalam kondisi mengenaskan , untungnya rumah sakit itu milik Malven jadi perbuatan mereka akan tetap aman , setelahnya Naufan berjalan menghampiri Zoya serta Alvaz .


Zoya menopang kepala Dafi di pangkuannya ."Lo kenapa lakuin itu Daf , lo tolol hah."


Meski Zoya membenci Dafi namun dia tidak ingin melihat Dafi berkorban nyawa untuknya ,dia hanya tidak ingin berhutang budi padanya namun berbeda dengan Zoya yang sedang marah Dafi justru tersenyum tipis.


"Cuma ini yang b-bisa gue l-lakuin buat lo Zoy, bahkan nyawa gue nggak s-sebanding dengan luka yang gue berikan sama lo."


"Arrgh lo mau bikin gue berhutang budi hah ?! Gue nggak mau Daf gue nggak bisa ." ujar Zoya dengan lantang.


Dafi mengangkat tangannya ,dia mengelus pipi Zoya pelan. "Jangan nangis dong ,adik gue kan kuat Zoya gue kan tangguh ."


"Zoya Raveena adik gue satu-satunya , g-gue m-minta maaf sedalam-dalamnya a-atas perbuatan gue selama ini dan A-anggap kejadian ini sebagai bayaran dari perbuatan gue sama lo ,l-lo adik terbaik yang pernah g-gue miliki Zoy dan u-untuk terakhir kalinya b-bisakah lo p-panggil gue K-kakak ."

__ADS_1


Senyum lembut Dafi berikan pada Zoya yang tanpa sadar sudah menangis sejak tadi. "Kalau lo mau gue panggil kaya gitu ,lo harus hidup Daf lo nggak boleh pergi gue belum maafin lo brengsek ."


Sesak , perasaan Zoya sangat sesak dia berfikir jika itu perasaan Zoya asli yang masih tertinggal pada dirinya ,namun sayangnya itu adalah perasaannya sendiri dia sudah terbiasa akan keberadaan Dafi akhir-akhir ini meski dia belum bisa menerima Dafi namun Dafi tidak gentar untuk mendekatinya.


"G-gue nggak k-kuat Zoy uhuk...uhuk."Dafi terbatuk darah ,dadanya seperti akan meledak dan itu sangat amat sakit.


"Panggil dokter Al ."perintah Zoya dengan suara serak ,dia bahkan tidak memperdulikan kondisi tubuhnya sendiri.


Alvaz hendak berdiri namun di cegah oleh Dafi. "Nggak u-usah Al p-percuma gue n-nggak papa , g-gue titip adik gue sama lo jaga d-dia jangan biarin dia nangis seperti i-ini, l-lindungi dia sebaik mungkin g-gue percayakan d-dia sama lo."


Alvaz mengangguk tegas. "Gue pasti jagain dia sebaik mungkin ,lo nggak perlu khawatir Daf."


"M-makasih Al , dan untuk lo Naf makasih u-udah jadi teman buat adik gue ."ujar Dafi pada Naufan .


"Lo nggak perlu berterima kasih Daf , udah tugas kita jagain bu bos."sahut Naufan.


Dafi mengangguk singkat ,kini dia menatap Zoya dengan tatapan sayu serta bibir yang mulai membiru."S-sekali lagi maaf dan g-gue ingin melihat l-lo hidup bahagia meski g-gue nggak ada d-di sini ."


Dafi mengusap air mata yang ada di pipi Zoya , dia menampilkan senyum tulus untuk terakhir kalinya ."Sampai ketemu lagi di kehidupan selanjutnya Zoya Raveena Jazzairo adik kecilku ."


DEGH.


Saat itu juga kedua netra Dafi tertutup rapat bersama dengan hembusan nafas terakhirnya , Zoya menggeleng brutal ketika menyadari Dafi tidak bernafas lagi. "NGGAK, LO NGGAK BOLEH PERGI DAF , DAFI BANGUN SIALAN."


"GUE UDAH MAAFIN LO , SEKARANG LO BANGUN DAFI , KATANYA LO MAU DI PANGGIL KAKAK HM KENAPA LO PERGI SEBELUM GUE IZININ HAH." isak tangis Zoya mulai terdengar ,dia memeluk tubuh Dafi yang berlumuran Darah .


Alvaz yang tak tega melihat Zoya histeris langsung memeluknya . "Dafi udah tenang di sana sayang ,dia sudah berkumpul dengan mommy nya ."


"Semua salah aku Al , dia meninggal gara-gara aku ."tangisan Zoya terdengar pilu.


"Ssstt semua bukan salah kamu sayang , Dafi melakukan itu karena dia sayang sama kamu dia ingin melihat kamu bahagia di sini ,jadi jangan salahin diri kamu sendiri pasti Dafi juga nggak mau kalo kamu melakukan hal itu."ujar Alvaz dengan sabar.


Setelah kejadian tersebut pemakaman Dafi langsung di laksanakan esok hari setelah Zoya di obati dan Malven membereskan kejadian di rumah sakit ,Zoya juga memaksakan diri untuk ikut melihat rumah terakhir Dafi.


Hari itu menjadi akhir dari perjalanan kisah Zoya yang berliku-liku dan penuh luka , semua orang yang terlibat dengannya telah mendapat karmanya masing-masing .


Dari Bian Yoga Gara Dafa Pramudya ,Lingga serta Nabila ,Aruna Keyla semua telah mendapat karma yang pantas atas tindakan mereka .


Pembalasan Zoya telah selesai ,Cakra telah di vonis hukuman mati atas tindakan pembunuhan berencana ,dan Dafi yang rela mengorbankan nyawanya demi menebus rasa bersalahnya pada sang adik kini telah tenang di alam lain .


Dan kini tinggal Zoya ,Alvaz ,Natasha Bima ,Leon ,Lion dan Naufan serta Malven yang melanjutkan kehidupan mereka sedangkan Renold yang di selamatkan oleh Malven kini mengabdikan diri menjadi dokter pribadi untuk keluarga Jazzairo.


.......


.......


.......


...SELESAI....


.......


.......


Akhirnya selesai juga cerita Zoya antagonist girl , makasih buat semua readers yang mendukung cerita ini 🥰

__ADS_1


Mf klo crtanya kurang menarik dan membosankan hehe .


Nanti ada extra chapter tungguin yah bye...bye....😍😍


__ADS_2