Zoya Antagonist Girl.

Zoya Antagonist Girl.
Chapter 81


__ADS_3

...☠️☠️☠️...


Bersamaan dengan penyerangan di markas Fairy Devil , kini kedua anggota Alaska yaitu Leon dan Lion sedang kebut-kebutan di jalan raya , mereka berdua sedang di kejar-kejar oleh seseorang.


Sesaat setelah mereka berpisah dengan Alvaz dan kedua sahabatnya , Lion dan Leon hendak pulang ke rumah mereka namun di pertengahan jalan mereka di cegat oleh beberapa orang yang membawa berbagai senjata di tangan mereka , tak ingin mati konyol mereka berdua memilih berbalik menuju basecamp Alaska .


Saat tiba di pertigaan mereka berbelok mencari jalan pintas untuk menuju ke basecamp nya , namun sayang sekali harapan mereka pupus ketika di tengah perjalanan mereka di hadang oleh sepuluh orang yang memegang senjata api di tangan masing-masing .


Seketika Leon dan Lion langsung mengehentikan laju kendaraannya , mereka berdua tidak mengenal orang-orang tersebut .


"Siapa kalian ?!." ujar Leon menatap mereka dari balik helm nya.


Sayang nya tidak ada jawaban sama sekali dari mereka semua , hingga satu peluru melayang dan hampir mengenai mata kiri Lion .


DOR.


"Njir hampir aja gue berubah nama jadi si buta ." gerutu Lion setelah berhasil menghindari peluru itu.


"TANGKAP MEREKA BERDUA." perintah salah satu bodyguard tersebut.


Seketika mereka semua maju ke arah Leon dan Lion , tak punya pilihan lain mereka berdua pun turun untuk melawan mereka semua.


BUUAAK. BUGH. BRAAK.


"Leon lo udah kabarin bang Al kan ?." tanya Lion di sela-sela pertarungan.


Leon menggeleng pelan ,mereka tidak sempat untuk mengabari Alvaz ,mereka hanya bisa berharap kalau Alvaz bisa datang dan membantu mereka meski itu mustahil .


DUUAAK. BRAAK.


"LION."


Leon membulatkan kedua netra nya ketika melihat saudaranya terkapar di aspal , bersamaan dengan itu munculah orang yang menjadi dalang di balik penyerangan mereka berdua.


Orang tersebut menodongkan pistol pada kepala Lion yang masih kesakitan setelah mendapat pukulan dari salah satu bodyguard tepat di ulu hatinya.


"Jika kau maju maka saya akan menembak saudara kamu sekarang juga !." ancam pria tersebut.


Leon terdiam jika dia memaksa yang ada Lion akan meninggal di tempat.


"Apa yang anda ingin kan dari kami ?." nada sarkas keluar dari bibir Leon.


"Haha ternyata kamu sadar juga , baiklah karena saya juga sibuk maka mari kita selesaikan secara singkat." ujar pria tersebut, dia memberi kode pada bodyguard nya untuk melumpuhkan Leon.


BUUAK !.


Leon pingsan setelah tengkuknya di pukul oleh bodyguard tersebut, pria tersenyum senang . "Bawa mereka berdua ."


"Baik tuan."


Pria itu memimpin jalan untuk membawa mereka berdua ke suatu tempat yang tidak akan di ketahui oleh orang lain.


...______________________...


Berbanding terbalik dengan kondisi Leon dan Lion , kini Alvaz dkk baru saja mendudukan bokong mereka di sofa , rasa lelah mereka rasakan sejak berada di perjalanan pulang.


"Gila banget yang ngebunuh Dirga , kayanya dia udah terbiasa ngebunuh orang ya nggak Naf ?!." ujar Bima meminta pendapat Naufan.

__ADS_1


"Iya sih kayanya dia psikopat berkelas deh ,jejaknya aja sulit di identifikasi pasti dia udah terlatih."


Bima mengangguk. "Tapi ada yang aneh nggak sih ?!."


Kedua sahabat Bima mengernyit bingung. "Aneh gimana maksud lo Bim ?!." tanya Naufan.


"Kematian Dirga kaya udah di rencanakan nggak sih ?btw kertas yang lo pungut tadi isi nya apa Al ?!."


Alvaz mengeluarkan potongan kertas yang sudah kusut dari saku jaketnya ,dia menyerahkan pada Bima dan Naufan.


''Nih kalian baca aja sendiri .'' ujar Alvaz .


Mereka berdua mulai membaca isi surat tersebut , seketika wajah mereka berdua menegang .


''Al jangan bilang lo sama Zoya ada perjanjian sebelum dia meninggal ?.'' ucap Naufan .


Alvaz mengangguk pelan .''Yah gue berencana untuk melenyapkan Gara .''


''Njir lo serius ?.'' tanya Bima tak percaya .


Alvaz kembali mengangguk , saat mereka sedang asik bercerita tentang kematian Dirga tiba-tiba ponsel Alvaz berbunyi .


TING .


08xxxxxxx.


Jika dalam dua puluh menit kau tidak datang maka mereka berdua akan mati ! Datang ke alamat yang saya kirim tadi ! Waktumu tinggal 18 menit lagi .


Satu lagi , jangan bawa orang lain kesini atau nyawa mereka akan melayang sebelum kau melihatnya .


(Posisi si kembar saat ini.)



Bima dan Naufan merasa heran ketika melihat raut wajah Alvaz yang berubah gelap seperti menahan marah .


''Al lo kenapa ?.'' tanya Bima .


Tanpa menjawab pertanyaan Bima , Alvaz berdiri dari duduknya dia mengambil kunci motornya yang ada di atas meja dan bergegas keluar dari markas .


Naufan bertanya-tanya melihat Alvaz yang terburu-buru pergi . ''Dia mau kemana yah ?.''


Bima mengangkat kedua bahunya acuh . ''Entah , mungkin ketemu Zoya .''


Naufan mengangguk setuju , mereka kembali pada aktivitasnya yang biasa yaitu bermain game.


...-----------------------------------------...


Di sisi lain Alvaz sedang membawa kendaraan nya dengan kecepatan tinggi ,waktu yang di berikan semakin mepet dia kembali menambah kecepatan motornya tanpa memperdulikan keselamatan nya sendiri .


Jalanan yang Alvaz lalui begitu sepi ,hingga akhirnya dia menemukan rumah di ujung jalan rumah yang terlihat sudah tua .


Alvaz membawa motornya menuju halaman rumah tersebut, dia memarkirkan motornya dengan asal dia kembali melihat jam di pergelangan tangan nya , waktu yang dia tempuh selama perjalanan ternyata lima belas menit , tersisa tiga menit lagi waktu yang di janjikan Alvaz bergegas memasuki rumah tersebut .


Dia berlari menuju pintu utama , begitu dia sampai dia langsung menendang pintu tersebut dengan kasar hingga pintu itu terlepas dari engselnya .


BRAAAKK .

__ADS_1


Saat pintu terbuka dia langsung di sambut oleh puluhan orang berbadan besar dengan pistol di masing-masing tangan mereka .


''DIMANA MEREKA ?!.''bentak Alvaz .


''Silakan ikuti kami ,tapi jika anda memberontak maka anda tidak akan bertemu dengan mereka .'' ujar salah satu pria tersebut .


Mau tak mau Alvaz harus mengikuti perintah mereka , terlebih orang yang mereka sandera adalah anggotanya sendiri yaitu Leon dan Lion .


Tap. Tap . Tap.


Alvaz di ajak menuju ruangan yang entah milik siapa , begitu dia sampai di depan pintu dia langsung di persilakan masuk ke dalam ruangan itu .


Ceklek.


Alvaz mulai memasuki ruangan itu ,saat sudah berada di dalam tatapan nya tertuju pada seorang pria paruh baya yang sedang duduk di kuris kebesaran nya dengan satu gelas alkohol di tangan nya .


''Ternyata kau tepat waktu Alvaz Xander Pramudya putraku haha.''


Tawa meremehkan dia berikan pada Alvaz yang sedang menatap nya penuh kebencian.


''Apa mau anda ?! Kenapa anda melibatkan anggota saya sialan .'' hardik Alvaz .


''Entah lah, mungkin hanya cara ini agar kau mau menemui ayahmu .''


Alvaz berdecak sinis . ''Anda bukan ayah saya Pramudya Ganendra ! Ayah saya sudah mati .''


Yah orang yang menculik Leon dan Lion adalah Pramudya , semua sudah dia rencanakan sejak lama agar Alvaz mau menuruti perintahnya .


Pramudya tertawa mendengar pernyataan Alvaz . ''Pffftt haha mati...yah tidak masalah jika kau menganggap ku telah mati , yang terpenting sekarang kau telah berada di genggaman ku haha .''


Pramudya menyalakan monitornya yang berada di belakang kursinya , Alvaz mengikuti arah pandang Pramudya ke belakang kursinya hingga dia melihat kedua anggotanya sedang di tahan di ruangan yang cukup gelap .


''Dimana mereka brengsek.'' geram Alvaz .


''Mereka akan aman selama kau mau menuruti perintahku , tapi~ jika kau menolak maka mereka berdua yang akan menjadi korban atas tindakan mu sendiri .'' ujar Pramudya .


Kedua tangan Alvaz mengepal erat, melihat amarah putranya mulai naik Pramudya berbalik dan menatap wajah Alvaz yang sedang menatapnya dengan wajah merah padam .


''Kau tidak perlu cemas karena saya akan menepati janji jik kau mau menjalan perintahku bagaimana ?.''


''Apa yang anda ingin kan ?.'' ujar Alvaz dengan tajam .


Pramudya tersenyum smirk .''Kau harus menjadi pemimpin saat kita menyerang Dark wolf .''


DEGH .


Alvaz terkejut ,dia tidak menyangka jika pramudya mempunyai rencana seperti itu . ''Saya tidak mau ! Saya tidak akan mengikuti keinginan anda .''


Pramudya mengangkat kedua bahunya acuh . ''Terserah ,jika itu pilihan mu maka saya tidak akan segan-segan membunuh kedua teman mu .''


Alvaz terdiam keputusan nya kali ini benar-benar sulit ,dia tidak ingin mengorbankan kedua sahabatnya dan dia juga tidak mungkin menyerang markas yang menjadi milik kekasihnya .


''Cepat putuskan apa yang akan kamu pilih Al .'' ujar Pramudya tak sabar .


Alvaz masih bungkam ,dia mengusap wajahnya dengan kasar .'' Saya~~.''


...See you next time...........

__ADS_1


Hayo lohh apa jawaban Alvaz yah ???


Btw selamat menerka-nerka kawann😁


__ADS_2