Zoya Antagonist Girl.

Zoya Antagonist Girl.
Chapter 52


__ADS_3

...☠️☠️☠️...


Zoya tidak langsung kembali ke mansion Jazzairo , setelah dia berhasil menggegerkan sekolah dandelion , dia langsung meluncur menuju kediaman Alexander .


Kenapa Zoya kesana ? Dia ingin mencari sesuatu yang mungkin bisa menjadi petunjuk atas kematian mommy nya .


Zoya memarkirkan motornya cukup jauh dari kediaman Alexander agar tidak di curigai .


Dia berjalan dengan cara mengendap-endap untuk menghindari penjaga .


Sesampainya di pintu samping Zoya perlahan membuka pintu tersebut , dia mengintip untuk memastikan keadaan di sana .


'Ada dua penjaga ternyata .' batin Zoya .


Dia mengambil belati yang dia selipkan di kakinya , Zoya menarik kembali topi yang bertengger di atas kepalanya agar menutupi wajahnya.


Perlahan Zoya mulai masuk , dia mengendap-endap mendekati dua bodyguard yang berjaga di sebelah kiri pintu masuk .


BUAK.! KREEK.!


Zoya menarik leher bodyguard itu dan mematahkan nya tanpa suara , dia kembali mendekati satu bodyguard yang sedang memunggungi nya.


Dalam waktu lima detik ,Zoya menarik kepala bodyguard itu dengan kasar ,dia lalu menyayat leher bodyguard tersebut menggunakan belati miliknya.


"Aaarrghh.!"


BRUK.!


Darah mengenai tangan serta pakaian yang dia kenakan ,namun Zoya tidak perduli dia masuk ke dalam rumah Alexander .


Tujuan nya adalah kamar mommy nya yang selalu di kunci oleh daddy Cakra ,Namun sebelum di kesana dia akan ke kamar daddy nya terlebih dulu.


Setelah berhasil menyelinap masuk ke dalam kediaman Alexander ,Zoya bergegas menuju kamar Daddy nya .


Tap ! Tap ! Tap !


Langkah kaki Zoya memelan ketika mendengar ada suara maid yang berjalan tidak jauh dari nya , Zoya menghentikan langkahnya dan bersembunyi di samping lemari.


Setelah merasa aman ,Zoya bergegas masuk kamar daddy nya dan menutup kembali pintu kamar tersebut.


Di dalam kamar daddy nya ,Zoya mencari kunci kamar mommy nya .


" Dimana sih ?!" gerutu Zoya .


Dia membuka semua laci di sana ,Namun tidak ada apa pun hingga pandangan tertuju pada rak buku.


Zoya berjalan menuju rak buku ,dia memilah satu persatu barisan buku tebal tersebut, hingga dia menemukan sebuah kotak berukuran sedang di tengah-tengah barisan buku.


Zoya mengambil kotak tersebut ,dia membukanya ternyata di sana ada kunci yang Zoya yakini kunci kamar mommy nya.


Namun tak hanya kunci yang ada di sana ,Ada beberapa lembar foto yang sudah usang , Zoya melihat satu foto yang berisi tiga orang dengan dua wanita.


"Ini daddy sama mommy ,yang satu lagi siapa yah?!" gumam Zoya.


Karena penasaran ,Zoya memilih membawa semua isi kotak tersebut dan meletakan kotak kosong nya kembali ke tempat semula.


Saat dia akan pergi ,tiba-tiba dia melihat amplop yang di selipkan di sebuah buku ensiklopedia ,Zoya mengambil buku tersebut dan mengeluarkan amplop nya .


Zoya membuka amplop tersebut ,Seketika kedua matanya membulat sempurna dia membekap mulutnya sendiri ketika melihat isi amplop itu.


" Brengsek ! " umpat Zoya lirih.

__ADS_1


Dia mengambil amplop tersebut ,Dia mengembalikan buku ensiklopedia pada tempatnya.


Dia bergegas keluar dari kamar daddy nya , Zoya berjalan cepat menuju kamar sang mommy .


Cklek.!


Pintu terbuka ,Zoya berjalan masuk tak lupa dia menutup kembali pintunya.


"Jadi ini kamar mommy ?! "ucapnya lirih.


Zoya berjalan menuju ranjang yang sudah berdebu . "Harusnya di sini ada jejak yang bisa bantu gue mengungkapkan siapa yang membunuh mommy."


Zoya mengitari ranjang namun tak ada hasil yang memuaskan ,dia menghela nafas berat.


"Haah dimana gue bisa nemuin bukti yang udah bertahun-tahun terkubur.!"


Zoya merasa putus asa ,Dia mendudukan dirinya di kasur tanpa perduli dengan debu yang mengenai pakaian nya , Namun tiba-tiba dia merasa ada yang mengganjal di tempat duduknya .


Zoya berdiri dan membuka seprai kasur mommy nya ,dia melihat bekas robekan di kasur tersebut.


Dengan cekatan ,Zoya merobek kasur itu menggunakan belati miliknya dan Boom bagaikan tertimpa durian runtuh.


Dia mendapatkan apa yang dia cari sejak tadi ,senyum cerah menghiasi bibirnya .


Zoya mengambil kain untuk memungut benda tersebut agar tidak meninggalkan sidik jarinya di sana.


Zoya membungkus benda tersebut dan memasukan ke dalam saku jaket.


" Gue nggak tau ini beneran bukti atau bukan , yang penting gue bawa dulu." ujarnya.


Dia kembali merapikan tempat tersebut ,Zoya menuju meja rias mommy nya ,di sana terpajang foto pernikahan kedua orang tuanya.


" Cakra sialan !! gue bakal tuntut lo sepuluh kali lipat ." ujar Zoya geram.


Zoya mengambil amplop itu ,tak hanya amplop Zoya juga mengambil ponsel mommy nya .


Setelah di rasa cukup ,Zoya berjalan menuju pintu akan tetapi tatapan nya teralihkan ketika melihat benda hitam kecil di sudut ruangan .


Tanpa pikir panjang Zoya mengambil benda itu yang ternyata sebuah kamera mini yang terselip di antara pot bunga.


Selesai dengan urusan nya Zoya bergegas pergi dari sana sebelum Cakra pulang.


Ketika dia berhasil menuruni tangga dengan aman ,sayup-sayup Zoya mendengar suara Cakra yang semakin mendekat .


Zoya bergegas bersembunyi di bawah tangga , dia tak bisa berlari karena jarak menuju pintu belakang lumayan jauh sedangkan Cakra sudah dekat.


"Dad mau sampai kapan daddy membiarkan dia hidup ?! Gimana kalau dia tau dad !" ujar suara yang sangat Zoya kenal.


" Makanya kamu harus menjaga hal itu supaya dia tetap percaya .!"


" Ck kalau sampai dia tau aku bukan saudara kandung nya dan aku yang merupakan anak selingkuhan daddy gimana ?!" ujar pemuda tersebut frustasi.


"Bodoh !! Apa sejauh ini dia curiga ?! Tidak kan ! semua baik-baik aja .!" sahut daddy Cakra.


" Tapi dad ,kalau sampai semua terbongkar dia pasti akan membalas perbuatan kita ,bisa saja dia merampas semuanya dan kita akan menjadi gelandangan.!"


" Itu tidak akan terjadi ,seandainya terjadi kita tinggal menyingkirkan anak itu saja ,kamu tidak perlu khawatir semua milik kita tidak akan pernah di ambil oleh siapa pun.!" sahut daddy Cakra .


Terdengar helaan nafas berat dari lawan bicara daddy Cakra, beberapa menit kemudian mereka berdua menaiki tangga , Zoya yang penasaran perlahan keluar dan melihat siapa lawan bicara daddy nya.


Seketika tubuh Zoya membeku , dia tidak menyangka jika orang yang berbicara tadi adalah orang yang sempat dia ragukan beberapa waktu lalu.

__ADS_1


" Apa maksud ucapan nya barusan ?!" gumam Zoya lirih.


'Gue harus cari tau siapa dia sebenarnya !' batin Zoya sebelum pergi meninggalkan kediaman Alexander.


...________________________...


Di sisi lain Lingga dan Pramudya sudah bersiap menuju perusahaan milik Alexander company ,mereka akan menawarkan kerja sama .


" Kita berangkat sekarang ?!" ujar Pramudya.


Lingga mengangguk , mereka bergegas meninggalkan mansion lingga .


Tiga puluh menit kemudian mereka telah sampai di Alexander company.


Drap . Drap . Drap .


Lingga dan Pramudya memasuki perusahaan Alexander , mereka langsung di sambut oleh asisten Cakra .


''Selamat datang pak Pramudya dan pak Lingga .'' ucap asisten Cakra .


Mereka berdua mengangguk serempak , asisten Cakra mengajak mereka keruang meeting .


Cklek .!


'' Silakan duduk dulu , kemungkinan pak Cakra akan telat karena beliau masih ada urusan lain .''


'' Tidak masalah .'' jawab Lingga .


Waktu berlalu begitu cepat , satu jam kemudian Cakra datang di dampingi asisten nya .


'' Selamat siang semua .'' sapa Cakra .


Lingga dan Pramudya berdiri dari duduknya , mereka berjabat tangan dengan Cakra.


Rapat pun di mulai , Lingga menawarkan kerjasama di bidang persenjataan , dia akan menjadi pemasok senjata untuk perusahaan Cakra.


'' Bukan kah ini bisnis gelap ?.'' tanya Cakra.


Lingga mengangguk . '' Yah namun keuntungan yang akan kita dapat sangat tinggi , anda bisa mendapat keuntungan sebesar 50% .''


Cakra kembali meneliti proposal yang di berikan oleh Lingga . '' Anda yakin ini tidak membahayakan perusahaan saya ?.''


'' Anda tenang saja , saya sudah bekerja sama dengan pak Lingga lima tahun lamanya dan semua aman .'' sahut Pramudya meyakinkan mantan besan nya.


Cakra berfikir sejenak , dia menimbang keuntungan dan kerugian yang akan dia dapat .


'' Baik lah , tapi saya mau keuntungan saya 60% .'' ujar Cakra dengan senyum smirk di bibirnya.


''Tidak bisa pak Cakra , jika seperti itu maka perusahaan saya yang rugi .'' tolak Lingga .


Cakra mengangkat kedua bahunya acuh . '' Terserah anda , jika anda menolak maka saya juga menolak kerja sama kita .''


Lingga mengepalkan kedua tangan nya , dia tidak menyangka jika Cakra akan selicik itu .


Pramudya menatap Lingga dan mengkodenya agar menyetujui persyaratan dari Cakra.


'' Ck baiklah saya terima penawaran anda .'' ucap Lingga pada akhirnya .


"Deal.!" sahut Cakra.


Mereka berdua berjabat tangan dan menandatangani berkas .

__ADS_1


...See you next time........


__ADS_2