Zoya Antagonist Girl.

Zoya Antagonist Girl.
Chapter 78


__ADS_3

...✨✨✨...


Hari telah berganti malam ,dan jam sudah menunjukan pukul 20.00 .


Namun Zoya masih berada di kantornya ,ternyata dia tidak sadar dengan waktu yang dia lalui dia kira hanya butuh waktu satu jam untuk menyelesaikan berkasnya tapi ternyata dia memakan banyak waktu sampai semua berkasnya selesai di tanda tangani.


Tok. Tok. Tok.


"Masuk." ucap Zoya dari dalam ruangan nya setelah mendengar pintunya di ketuk.


Ceklek.


Tap. Tap. Tap.


Zoya masih tak bergeming di tempatnya,dia sibuk membolak balikan satu persatu berkas di hadapan nya .


"Ada apa Jav ?." tanya Zoya tanpa mengalihkan pandangan nya , dia mengira yang datang adalah Javas.


Pertanyaan Zoya tidak mendapat jawaban dari orang tersebut , saat dia mendongak dia melihat senyum manis dari orang yang menjadi kekasihnya yah dia tak lain adalah Alvaz.


Kedua alis Zoya mengernyit bingung ."Kamu ngapain di sini Al ?!."


Alvaz berjalan mendekati Zoya ,dia membalik kursi Zoya agar menghadapnya kemudian dia berjongkok di depan Zoya , secara tiba-tiba Alvaz menyenderkan kepalanya dia di paha Zoya.


"Kamu masih lama kerjanya ?!."ujar Alvaz lirih.


"Nggak kok ini udah selesai, kamu ada masalah Al ?! Wajah kamu kelihatan nggak baik-baik aja ."


Alvaz menggeleng pelan. "Aku cuma kangen sama kamu ."


Zoya hanya mengangguk kecil sebagai respon jawaban Alvaz, Dia mengusap rambut Alvaz pelan rasa nyaman dapat Alvaz rasakan dari belaian yang Zoya berikan ,Perasaan gundah yang sejak tadi mengganggunya perlahan mulai hilang.


"Sayang ."


"Hm." sahut Zoya tanpa menghentikan usapan di rambut Alvaz.


"Perasaan aku nggak enak ,apa semua bakalan baik-baik aja ?." tatapan risau terlihat jelas di wajah Alvaz .


Zoya menghentikan usapan nya, dia menangkup wajah Alvaz hingga mereka saling bertatapan . "Mungkin , takdir nggak ada yang tau Al ,kalau kamu yakin semua akan baik-baik aja maka itu yang akan terjadi ."


Alvaz terpana melihat senyum lembut yang Zoya berikan ,kedua netra Zoya membentuk bulan sabit ketika dia tersenyum, lama Alvaz hanya diam memandangi ciptaan tuhan yang ada di hadapan nya hingga dia melepas tangan Zoya yang berada di wajahnya, dia lalu berdiri dari jongkoknya dan menarik tangan Zoya agar ikut berdiri .


Kini mereka berdua saling berhadapan ,Alvaz mengusap lembut pipi Zoya yang semakin gembul .


"Apa kamu percaya sama aku Zoy ?." ujar Alvaz tiba-tiba.


"Entah lah , tergantung sikap kamu bisa di percaya atau tidak ."


Jawaban Zoya membuat Alvaz tersenyum simpul ,dia tau jika kekasihnya belum sepenuhnya mempercayai dirinya tapi baginya itu bukan masalah , mempercayai seseorang membutuhkan keberanian dan Alvaz yakin jika Zoya belum sepenuhnya sembuh dari trauma di khianati orang terdekatnya .


"Nggak apa-apa kalau kamu belum bisa percaya sama aku , tapi kamu harus tau kalau aku benar-benar sayang sama kamu !. "


Zoya mengangguk paham namun dia juga merasa ada yang janggal ,seolah-olah ada yang Alvaz tutupi darinya.


Zoya terlalu sibuk dengan pemikiran nya sendiri ,hingga dia merasakan benda kenyal menyentuh bibirnya, seketika kedua netra nya membulat sempurna saat menyadari jika Alvaz sedang mencium nya .


Tubuh Zoya menegang dan perasaan nya menjadi gugup , dia tiba-tiba merasa mual namun Alvaz tidak membiarkan Zoya lepas dari pandangan nya.

__ADS_1


Alvaz memperdalam ciuman mereka ,bagi Zoya itu merupakan pengalaman pertamanya sebab dari dulu sampai sekarang dia baru pertama kali menjalin hubungan dan itu dengan Alvaz , beberapa menit berlalu dan Alvaz sangat menikmati momen itu hingga dia tersadar saat Zoya memukul tubuhnya karena kesulitan bernafas.


Mereka berdua melepas tautan di bibir mereka , wajah Zoya memerah seperti tomat hal itu membuat Alvaz tertawa lirih , dia menarik tubuh Zoya masuk ke dalam dekapan nya.


"Maaf kalo kamu nggak suka aku nggak akan ngulangin lagi. "ujarnya sambil memeluk tubuh Zoya dengan erat.


"Siapa yang bilang nggak suka ." cetus Zoya tanpa sadar.


Kedua sudut bibir Alvaz tertarik ke atas membuat senyum tipis terbit di bibirnya.


"Jadi kamu suka hm ?! Atau sekarang kamu mau lagi ?! Aku nggak masalah kalau kamu mau setiap jam Zoy."


"Al malu tau jangan ngeledek mulu ih." rengek Zoya yang langsung membenamkan wajahnya di dada bidang milik kekasihnya .


Tawa renyah keluar dari bibir Alvaz ,yah dia harus yakin bisa mempertahankan hubungan nya dengan Zoya apa pun yang terjadi ,karena dia tidak ingin kehilangan kekasihnya .


...____________________...


Beberapa menit telah berlalu kini mereka berdua sedang duduk di sofa dengan posisi Alvaz tiduran di paha Zoya .


"Kamu tau kabar Dirga nggak Al ?! dua hari yang lalu dia chat aku katanya minta ketemuan buat bahas rencana kita tapi pas aku telefon lagi ponselnya nggak aktif."


Zoya teringat pesan singkat yang di kirim Dirga padanya , anehnya hingga hari ini dia belum mengaktifkan ponselnya .


"Nggak tau , coba nanti aku kesana sama anak-anak yang lain mumpung senggang." ujar Alvaz sambil memainkan ujung rambut Zoya.


Zoya mengangguk patuh ,mereka berbincang selama dua jam sebelum Zoya memutuskan untuk menuju markasnya sedang kan Alvaz menuju basecamp untuk mengajak Bima dan yang lain nya menuju kediaman Dirga .


Perjalanan menuju markas di lalui Zoya dengan keheningan , pikiran nya berkecamuk memikirkan banyak hal yang terjadi.


"SELAMAT DATANG QUEEN."


Zoya mengangguk dan melanjutkan jalan nya menuju ruangan miliknya sebelum menemui Keyla di ruang bawah tanah .


Ceklek.


Pintu terbuka memperlihatkan ruangan bernuansa gelap , Zoya menyalakan lampu di ruangan tersebut ! dia melepas jas nya dan meletakan di kursi lalu dia berjalan menuju foto yang tergantung di dinding ,di sana sudah ada beberapa yang mendapat coretan silang yaitu Bian ,Yoga dan kepala sekolahnya yang dulu.


Zoya melihat foto Keyla , dia mengambil spidol merah dan menyilang nya. "Giliran lo telah tiba Key." gumamnya .


Setelah mencoret foto Keyla , dia bergegas meninggalkan ruangan nya menuju ruang penyiksaan ,yah dia akan memulai dengan mata-mata kiriman dari Pramudya.


Tap. Tap. Tap.


Langkah kaki Zoya terlihat sangat tegas , aura kejam menguar membuat anggota Dark Wolf yang berada di belakangnya merasa sesak padahal Queen mereka belum melakukan apa pun.


"Buka pintunya." perintah Zoya ketika sampai di depan pintu.


Dengan terburu-buru salah satu anggota nya membuka pintu tersebut ,setelah Zoya masuk ruangan tersebut kembali tertutup dan mereka menunggu di luar pintu.


Di dalam ruangan tersebut Zoya melihat seorang pemuda yang sudah babak belur di sekujur wajahnya.


BYUR.


Zoya menyiram wajah pemuda tersebut hingga membuat dia terbangun dari tidurnya , dia melihat sosok perempuan sedang berdiri di hadapan nya.


"Siapa lo?." tanya pemuda tersebut.

__ADS_1


Tanpa menjawab Zoya mengambil pistolnya yang langsung di todongkan kepada pemuda tersebut.


"M-mau apa lo jal***."


DOR. DOR.


Dua peluru menancap di dahi pemuda tersebut yang membuatnya langsung terjun ke alam lain , Zoya menatap datar pemuda yang sudah tidak bernyawa itu.


Dia kemudian berjalan keluar setelah membunuh pemuda tersebut.


"Beres kan dia." ujar Zoya pada anggotanya.


"Baik Queen."


Zoya berjalan meninggalkan ruangan tersebut dan melanjutkan langkahnya menuju tempat Keyla , awalnya dia ingin menjadikan ruangan tadi sebagai tempat eksekusi Keyla namun setelah di pikir-pikir lagi ruangan tersebut terlalu bagus untuknya.


Sepuluh menit kemudian dia telah sampai di rungan tempat Keyla berada, dari kejauhan dia dapat melihat Keyla yang terikat rantai di lantai , Zoya memperhatikan kondisi Keyla yang cukup berantakan dengan rambutnya yang terlihat kusut serta tubuhnya yang semakin kurus .


"Bangun kan dia ." perintah Zoya yang langsung di angguki kedua anak buahnya , dia hanya mengajak dua orang untuk membantunya di ruangan itu.


Dua orang tersebut berjalan mengambil air es lalu mereka menyiram tubuh Keyla dengan dua ember air es.


BYURRR.


"Aaakkkhh sialan." hardik Keyla terkejut ,nafasnya memburu ketika air es mengenai tubuhnya secara tiba-tiba .


Dia mendongak dan melihat perempuan di hadapan nya , seketika kedua bola mata Keyla membulat sempurna.


"Z-Zoya."


Zoya tersenyum smirk. "Gimana rasanya berada di ruangan ini Key ?! Lo suka kan ?!."


"Bangsat ! Jadi lo yang ngurung gue di sini hah ?!."


"Tentu saja , apa lo liat ada orang lain yang berani mengusik mainan kesayangan Lingga Bramantyo hm ." sahut Zoya di selingi tatapan remeh yang tertuju pada Keyla.


Kedua tangan Keyla mengepal erat ,dia menatap benci gadis yang dulu menjadi sahabatnya.


"Bajingan ! Gue bakal balas lo sialan."teriak Keyla.


"Silakan tapi~ gue nggak jamin lo bakal keluar dari sini sih."


"LO BAKAL MAMPUS SIALAN !! DIA NGGAK BAKAL BIARIN HIDUP LO BAHAGIA HAHA ." bentak Keyla tiba-tiba hingga membuat Zoya tertegun.


'Jadi dia tau siapa orang itu?.' batin Zoya.


Keyla tertawa sinis. "Lo pasti penasaran kan siapa dia ?! Sayang nya lo nggak akan tau siapa dia .!"


Zoya tak menjawab namun dia berjalan mendekati Keyla. "Pilihan ada di tangan lo Key , kalau lo mau hidup lo kasih tau gue siapa dia tapi kalau lo mau mati dengan senang hati gue bakal mengabulkan nya."


Kedua netra Keyla berbinar . "Lo serius kan bakal lepasin gue ?!."


"Tentu, sekarang kasih tau gue siapa DIA sebenarnya ?!."


Keyla mengangguk antusias ,dia akan mengorbankan orang tersebut kali ini. "Dia sebenarnya~~."


...See you next time .........

__ADS_1


__ADS_2