Zoya Antagonist Girl.

Zoya Antagonist Girl.
Chapter 88


__ADS_3

...☠️☠️☠️...


Malam ini Malven akan menjalankan tugasnya , Setelah mempersiapkan semua rencananya kini dia akan bergegas menuju markas Fairy Devil.


Dan tentang penyerangan ke markas Dark Wolf telah batal akibat sang pemimpin rencana telah meninggal yaitu Pramudya , serta kondisi Fairy Devil yang belum pulih terlebih Lingga yang gagal menyelundupkan narkoba menuju negara lain hingga dia harus kehilangan uang ratusan milyar dalam satu hari.


Dalam hal ini Malven akan memanfaatkan kondisi Lingga yang masih terguncang untuk menangkapnya .


Tap. Tap . Tap.


Malven berjalan menuruni tangga , dia melihat keponakan nya sedang duduk di depan televisi dengan memangku satu toples camilan .


''Zoy .'' panggilan Malven membuat Zoya menoleh .


''Eh om mau kemana malam-malam begini ?.'' ujar Zoya dengan tatapan heran .


Malven mengambil tempat duduk di samping Zoya . '' Om ada urusan di luar , mungkin beberapa hari kedepan om tidak bisa pulang ke mansion jadi kamu harus hati-hati di rumah .''


Zoya mengangguk patuh , dia tidak bertanya tentang urusan apa yang akan Malven lakukan , Zoya tau batas privasi yang harus mereka jaga masing-masing .


''Ngomong-ngomong bagaimana rencana kamu selanjutnya ?.'' lanjut Malven sambil mengelus pucuk kepala Zoya .


''Aku akan bergerak saat ulang tahun perusahaan Alexander om , apa om bisa ikut serta hadir di sana ?.'' tanya Zoya .


Malven mengangguk cepat . '' Tentu saja om pasti hadir di sana , waktunya tinggal tiga minggu lagi kan ? Om akan pulang sebelum acaranya di mulai .''


''Oke om .''


Malven terus mengusap pucuk kepala Zoya dengan sayang , keponakan nya telah tumbuh menjadi gadis kuat dan membanggakan .


'Kak apa kakak lihat putrimu telah menjadi gadis yang sangat tangguh , dia bisa menyembuhkan lukanya sendiri dan mencari keadilan untukmu , aku harap kakak di sana sudah tenang karena aku pasti akan menjaga putrimu dengan baik di sini .' batin Malven yang teringat dengan kakak kandungnya .


Zoya yang melihat Malven termenung ,tiba-tiba memanggil namanya . '' Om Malven .''


Malven tersadar dia melepas tangan nya yang tadi masih bertengger di pucuk kepala Zoya .


''Kenapa hm ?.''


Zoya menggeleng pelan . '' Nggak ada , tadi om melamun makanya aku panggil.''


''Maaf tadi om teringat mommy mu , kalau gitu om pergi dulu .'' pamit Malven tak lupa dia mencium dahi Zoya .


'' Om hati-hati dan jangan pergi terlalu lama .'' pinta Zoya .


''Siap komandan .'' jawab Malven tak lupa memberi hormat pada Zoya.


Zoya terkekeh kecil melihat kelakuan om nya, Malven kemudian berdiri dari duduknya di susul Zoya mereka berdua berjalan menuju pintu mansion .


Zoya berhenti tepat di depan pintu ,dia melihat Malven perlahan berjalan menjauh menuju mobilnya yang sudah terparkir di depan mansion , sebelum masuk dia sempat melambaikan tangan nya pada Zoya .


Brum . Brum . Brum.


Mobil milik Malven perlahan menjauh dari mansion , dan Zoya kembali masuk ke dalam mansion nya untuk bergegas menuju kamar miliknya dan mengganti pakaian karena malam ini dia akan pergi bersama Natasha.


Zoya mengenakan celana sobek-sobek serta kaos oblong berwarna hitam yang di balut jaket berwarna hitam .


Tin. Tin . Tin .


Terdengar suara klakson dari gerbang mansion nya , Zoya bergegas mengambil ponsel dan tas selempangnya lalu keluar dari kamar untuk menemui Natasha .

__ADS_1


Saat dia sampai di depan gerbang , Nata langsung melambaikan tangan nya menyambut kedatangan Zoya.


"Lama amat lo ?! Gue sampai karatan nunggunya tau ." gerutu Nata begitu mereka berhadapan.


Malam ini Nata mengenakan dress selutut berwarna pink yang membuatnya terlihat imut di mata Zoya.


"Alasan , lo di sini baru lima menit Nat mana mungkin karatan ." sahut Zoya.


Natasha hanya bisa cengengesan mendengar jawaban Zoya ,mereka berdua akhirnya masuk ke dalam mobil dan bergegas menuju tempat tujuan.


Dua puluh menit kemudian mereka telah tiba di sebuah pasar malam ,yah Nata mengajak Zoya ke sana semata-mata untuk menghilangkan rasa lelah yang selama ini Zoya rasakan.


Saat mereka berdua turun , Zoya menatap takjub dengan suasana di sekitarnya yang sangat ramai bukan hanya orang tua namun banyak juga anak-anak yang sedang bermain di sana.


"Ayo Zoy kita senang-senang sepuasnya." ajak Nata yang langsung menarik tangan Zoya menuju tempat bermain.


"Masa kecil lo kurang bahagia Nat ?!." ujar Zoya yang melihat Nata sangat antusias .


"Nggak juga sih masa kecil gue malah terlalu bahagia , tapi sejujurnya baru kali ini gue ke tempat kaya gini Zoy , lo tau kan bokap gue nggak pernah ngizinin gue pergi dari rumah kecuali sama lo ." sahut Nata yang terus menggandeng tangan Zoya.


Mereka berdua menikmati berbagai permainan yang ada di sana , sesaat Zoya merasa beban berat yang selalu dia pikul kini mulai lepas.


Waktu terus berjalan tanpa terasa mereka berdua sudah bermain selama satu jam lebih , kini mereka berdua sedang duduk di bangku yang terletak di sisi penjual permen kapas.


"Lo mau permen nggak Zoy ?!." tanya Nata setelah beberapa detik mereka duduk di sana.


Zoya menggeleng pelan. "Nggak usah deh ,gue nggak suka permen kapas."


Nata mengangguk singkat. "Kalo gitu gue beli dulu yah ,lo tunggu sini."


Zoya mengangguk patuh ,dia melihat Nata berjalan menuju penjual permen tersebut , sambil menunggu Nata kembali Zoya melihat-lihat ke sekeliling nya .


'Apa dia nggak muncul di sini ?!.' batin Zoya.


BRUK.


Nata mendudukan tubuhnya di samping Zoya . "Lo mau beli sesuatu nggak ?!."


Zoya menggeleng cepat , dia tidak terlalu suka jajan di tambah dia kesini untuk memancing seseorang agar dia tidak perlu susah-susah mencari.


Sepuluh menit kemudian Nata mengajak Zoya untuk menaiki bianglala sebagai penutupan jalan-jalan mereka berdua.


Tanpa mau menunggu lama ,mereka berdua berjalan menuju tempat tiket untuk mengikuti antrian.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya giliran mereka berdua pun tiba ,Nata dengan antusiasnya yang tidak pernah habis langsung menarik tangan Zoya memasuki tempat duduk di bianglala tersebut .


Bianglala mulai berputar secara perlahan ,Nata menatap takjub pemandangan malam yang terlihat sangat indah .


"Wah indah banget Zoy , kalo kita nggak naik ini pasti nyesel." ujar Nata dengan wajah yang berbinar .


Zoya hanya mengangguk sebagai jawaban ,dia merasa seperti menjadi seorang kakak ketika bersama dengan Nata , tingkah lakunya terkadang membuat Zoya kewelahan menghadapinya.


"Zoya malam ini gue seneng banget bisa jalan sama lo , kita terakhir jalan bareng waktu SMA loh." ucap Nata yang kini sedang menatap ke arah Zoya.


"Yah mau gimana lagi Nat ,semenjak gue balik gue nggak ada waktu buat santai-santai." sahut Zoya .


Nata mengangguk-anggukan kepalanya pelan. "Tapi ngomong-ngomong kenapa Yoga, Bian ,terus juga Keyla pada meninggal yah ?! Apa lo ikut terlibat dalam kematian mereka Zoy ?!."


"Nggak lah mereka meninggal karena takdir ,lagian kalo gue terlibat pasti gue udah jadi buronan polisi." Sahut Zoya .

__ADS_1


Dia hanya tidak ingin membuat Natasha cemas jika dia membeberkan fakta yang sebenarnya.


Hingga di saat mereka sedang bercengkrama ,tiba-tiba terdengar suara riuh dari bawah bianglala mereka , Zoya dan Nata seketika melihat kebawah betapa terkejutnya mereka ketika melihat sedang terjadi penyerangan secara brutal ,bahkan sudah ada beberapa orang yang tewas di sana.


"Sial ! Ternyata mereka membawa pasukan." gumam Zoya.


Berbeda dengan Nata yang sudah panik ,terlebih bianglala mereka hampir sampai di bawah.


"Zoy gimana nih ?! Gue nggak mau mati di sini." Nata cemas dia bahkan tanpa sadar sudah menggigiti kukunya.


DOR. DOR.DOR.


Suara tembakan saling beradu hingga membuat Nata ketakutan ,.Zoya yang melihat kepanikan Nata segera menenangkan nya . "Lo tenang aja Nat gue pasti bakal melindungi lo , semua bakal baik-baik aja oke."


"T-tapi gue takut Zoy."


Puk. Puk. Puk.


Zoya menepuk pundak Nata pelan. "Percaya sama gue Nat ,gue pasti bakal jagain lo dan memastikan bahwa lo baik-baik aja ."


Nata mengangguk dia langsung memeluk Zoya , beberapa saat kemudian Naya yang akan melepaskan pelukan Zoya tiba-tiba tubuhnya di tarik hingga menunduk oleh Zoya.


DOR.


BRUK.


Sebuah peluru hampir saja membuat kepala Nata bolong jika Zoya telat sedikit saja.


"Sssstt ."Nata mendesis ketika kakinya membentur bagian bawah tempat duduknya.


"Lo nggak papa Nat ?! Maaf gue reflek ."ujar Zoya menyesal .


"Gue baik-baik aja Zoy."


Bianglala telah berhenti ,Zoya mengamati sekitarnya ternyata jumlah mereka ada banyak , dan untuk mengeluarkan Nata dia harus memancing mereka menjauh dari tempat tersebut.


Suara peluru terus bersahutan ,Zoya yakin ini ulah DIA namun kemungkinan besar ada campur tangan seseorang yang menginginkan Zoya menyerahkan diri pada mereka.


Zoya menepuk kedua pundak Nata. "Lo percaya sama gue kan ?!."


Nata mengangguk meski tubuhnya sudah bergetar hebat , Zoya tersenyum simpul.


"Lo mau ngikutin arahan gue Nat ?!."


Kedua alis Nata mengernyit. "Arahan apa maksud lo ?!."


"Gue bakal keluar lebih dulu dan memancing mereka agar menjauh dari tempat ini , gue nggak bisa biarin mereka membunuh orang yang tidak bersalah , karena target mereka pasti gue ." Penjelasan Zoya membuat Nata menolak keras.


"Nggak boleh , lo nggak bisa melawan mereka sendirian Zoy itu terlalu berbahaya ,lo harus pergi sama gue Zoy." protes Nata.


Zoya tersenyum tipis. "Cuma itu satu-satunya cara agar tidak banyak korban yang berjatuhan Nat, dan lo tolong hubungi Alvaz suruh mereka datang kesini biar mereka bisa bantuin gue oke ."


"T-tapi Zoy gue-"


Klik.


Zoya sudah berdiri dan membuka pintu bianglala tersebut ,sebelum pergi dia menoleh pada Nata. "Gue yakin lo bisa Nat ."


Setelah mengucapkan hal itu ,Zoya berlari menerjang orang-orang yang sedang memporak-porandakan tempat tersebut.

__ADS_1


Nata yang melihat sahabatnya sudah menjauh mau tak mau dia harus menuruti perintah Zoya , dia bergegas keluar dan berlari sekuat tenaga menuju mobilnya untuk mengambil ponsel yang dia tinggal di dalam mobil serta tas Zoya yang juga tertinggal di sana .


...See you next time........


__ADS_2