
...☠️☠️☠️...
Satu hari sebelum penyerangan di markas Dark Wolf.
Di jalanan yang sepi terlihat seorang gadis yang sedang mendorong kursi roda , mereka tidak lain adalah Aruna serta ibunya.
Setelah bebas dari penjara milik Keyla ,dia belum juga menemukan tempat tinggal untuk mereka tempati.
"Tuhan kemana lagi aku harus mencari rumah buat mamah !" ujar Aruna putus asa , dia sudah berhari-hari berjalan kesana kemari untuk mencari kontrakan namun tidak ada satu pun yang mau menerimanya .
Alasan Aruna mencari rumah baru yaitu untuk menghindari Keyla ,dia takut jika kembali terjebak dengan nya.
Lelah karena terus menerus berjalan ,Aruna memilih melipir di tepi trotoar ! Hawa panas sangat menyengat di kulitnya dia mengipasi wajahnya menggunakan satu tangan nya.
Saat dia sedang sibuk mengipasi wajahnya ,tiba-tiba sebuah mobil mewah berwarna hitam berhenti di depan nya.
Ceklek.!
Pemilik mobil tersebut keluar dan berjalan menghampiri Aruna serta ibunya , Aruna mengernyit bingung saat melihat pria paru baya berdiri di hadapan nya .
Pakaian formal yang di kenakan pria tersebut membuat Aruna yakin jika dia bukan orang sembarangan.
"Apa kamu yang bernama Aruna Zetana ?!" ujar pria tersebut tanpa basa basi.
Aruna menganggukan kepalanya pelan. "Benar om , kalau boleh tau ada perlu apa sama saya om?!"
Pria tersebut melihat dari atas kepala Aruna hingga ke ujung kaki dengan teliti.
"Kamu kenal Keyla ?!" ujar pria tersebut secara tiba-tiba.
Degh.
Aruna terdiam membisu ,hal itu malah menjadi jawaban bagi pria tersebut.
"Keterdiaman kamu saya anggap sebagai jawaban bahwa kamu mengenal Keyla lebih baik dari yang saya bayangkan.!"
Aruna tersadar dari keterkejutan nya ,dia segera menggeleng kan kepalanya cepat. "Nggak om ,saya nggak terlalu kenal sama Keyla ! Saya cuma tau dia kakak kelas saya dulu.!"
Kedua mata pria tersebut memicing tajam , kebohongan Aruna sangat terlihat jela di mata pria itu.
"Kamu sedang berbohong pada saya ?! Apa kamu tidak tau siapa saya ?!" ujar pria tersebut dengan tajam.
'Glek ' Aruna menelan ludahnya dengan kasar ,dia memang tidak mengetahui siapa orang tersebut.
Pria tersebut mengeluarkan kartu namanya dan menyodorkan nya pada Aruna , Seketika tubuh Aruna bergetar hebat setelah melihat nama yang tertera di sana.
...PRAMUDYA GANENDRA....
DEGH.
Aruna tidak percaya jika pria di hadapan nya adalah ayah dari Sagara Ganendra ,ilmuan yang terkenal kejam dan gila .
Melihat raut ketakutan di wajah Aruna ,Pramudya menyeringai kini dia hanya perlu menekan Aruna agar bisa mengorek informasi dimana keberadaan Keyla.
"Saya tidak akan basa basi sama kamu ,saya tau kamu terlibat dalam hilangnya Keyla dan kamu juga tau kan jika kamu berbohong bisa saja saya menjadikan kamu target selanjutnya.!" ancam Pramudya.
Aruna melotot dia tak bisa berkutik di hadapan Pramudya. "S-saya benar-benar tidak tau dimana Keyla om.!"
"Tentu saja kamu tidak tau ,karena kamu meninggalkan dia begitu saja.!" sahut Pramudya dengan asal .
__ADS_1
Akan tetapi hal itu membuahkan hasil baik untuk Pramudya ,dia kembali bicara dan menyudutkan Aruna.
"Kamu melihat dia di tangkap tapi kamu memilih kabur benar kan ?!"
Aruna terkejut dia tidak mengira jika Pramudya tau sebanyak itu padahal ucapan Pramudya hanya pancingan untuk Aruna , sayangnya Aruna terlalu bodoh hingga tidak menyadari hal itu ,dia menjadi teringat kejadian dimana dia melihat orang-orang berbaju hitam sedang bercengkrama di depan kobaran api .
Awalnya Aruna tidak perduli dia berniat langsung pergi dari sana setelah di bebaskan oleh Zoya , namun langkahnya terhenti saat dia mendengar nama Keyla keluar dari bibir mereka saat itu juga Aruna menguping hingga dia mengetahui jika Keyla ada di markas Dark Wolf dan yang lebih mengejutkan nya lagi nama Zoya keluar dari bibir mereka yang mengatakan jika Zoya adalah pemimpin terbaik yang pernah mereka ikuti .
"S-saya-"
"Cukup ! Saya tidak perlu alasan dari kamu ,saya hanya ingin kamu memberi tau siapa mereka dan jika kamu berkata jujur maka saya akan memberikan kamu rumah serta kamu akan bebas dari tali yang mengikatmu dengan kami.!" ujar Pramudya memberi tawaran.
Aruna menjadi bimbang ,jika dia jujur maka dia akan mendapatkan apa yang dia cari namun di sisi lain Zoya telah menolongnya jika dia melakukan hal itu apa yang akan Zoya lakukan padanya ?!.
Namun semua kecemasan Aruna segera sirna ketika membayangkan kehidupan nya yang bahagia , hingga kali ini Aruna memilih egois dan mementingkan dirinya sendiri , Akhirnya Aruna menyetujui tawaran dari Pramudya dia menceritakan bagaimana dia bisa tau dan apa saja yang dia dengar dari anggota Dark Wolf.
"Saya juga mendengar jika mereka akan membawanya ke markas Dark Wolf om ,saya cuma mendengar sampai situ !" lanjut Aruna.
Pramudya mengepalkan kedua tangan nya dengan erat ,feeling nya ternyata benar jika Dark Wolf merupakan musuh terberat untuk nya.
"Bajingan .!" gumam Pramudya .
Dia kembali menatap Aruna. "Baik lah karena kamu sudah berkata jujur maka saya akan memberikan kamu hadiah ,tapi sebelum itu apa kamu tau siapa ketua organisasi tersebut ?! Apa kamu mendengar mereka menyebut nama ketuanya ?!"
Aruna terdiam sesaat ,dia masih ragu namun sekali lagi ego mengalahkan akal sehatnya dia akhirnya memberi tau Pramudya jika pemimpin organisasi itu adalah Zoya mantan tunangan Gara.
"M-mereka sempat menyebut nama Zoya sebagai leadernya ,s-saya juga nggak tau pastinya om .!" sahut Aruna .
"Zoya ?! Maksud kamu mantan tunangan Gara ?!" tanya Pramudya.
Aruna mengangguk , setelah mendapat apa yang dia inginkan Pramudya menyodorkan kunci rumah pada Aruna. "Ini barang yang saya janjikan dan ini alamatnya ! Sekarang jangan pernah kamu muncul lagi di sekitar sini ,hiduplah seperti orang mati kamu paham maksud saya ?!"
Aruna kembali mengangguk , Pramudya kembali memasuki mobilnya dan pergi untuk menemui Lingga , di dalam mobilnya pikiran Pramudya berkelana mengingat sosok gadis yang dulu pernah menjadi calon menantunya.
'Apa mungkin gadis seperti dia menjadi leader organisasi terbesar di sini ?!' batin Pramudya bertanya-tanya.
Dia membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju kediaman Lingga Bramantyo.
...____________________...
Kembali pada saat ini , Zoya dan Alvaz baru saja tiba di markas Dark Wolf ! Mereka berdua memarkirkan motornya dengan asal dan bergegas masuk ke dalam markas .
PRANG.
BUUAAK.
SRINGG .
JLEBB.
Terdengar suara benda tajam saling beradu dari dalam markas , Zoya telah sampai di depan pintu dari sana dia dapat melihat pertarungan yang sangat sengit serta darah yang berceceran di mana-mana .
'' Brengsek !.''umpatnya dan berlari masuk ke dalam pertarungan .
Alvaz yang melihat Zoya telah bergabung tanpa pikir panjang ikut menyusulnya .
BUUGGH.
BRAAKK .
__ADS_1
DUUAAGH.
Zoya menendang kepala musuhnya , dia juga meninju bahkan membanting musuhnya ! Kesabaran Zoya sudah mencapai batasnya.
Dia menyerang membabi buta , amarahnya tidak lagi terkendali dia mengambil pedang entah milik siapa yang sudah tergeletak di lantai dan menusuk leher orang yang menjadi musuhnya
Tubuh Zoya telah berlumuran ,dia juga mendapat beberapa goresan kecil di lengan nya ! tatapan nya semakin tajam api kemarahan berkobar dalam tatapan Zoya seakan melahap habis mereka semua .
Tak berbeda jauh dengan Zoya kini Alvaz pun sedang bertarung bersebelahan dengan Javas.
''Sial , ternyata mereka bukan orang sembarangan . '' gumam Alvaz .
BUGH. BUUAAK.
Alvaz memukul wajah pria berbadan besar di hadapan nya , namun anehnya pukulan Alvaz tidak membuat pria tersebut kesakitan atau pun tumbang.
Javas yang melihat raut kebingungan di wajah Alvaz seketika berteriak. "MEREKA NGGAK AKAN MEMPAN DENGAN PUKULAN ! TUBUH MEREKA BUKAN TUBUH BIASA !"
Alvaz mengernyit bingung hingga dia merasakan tubuhnya melayang ,ternyata tubuhnya di angkat oleh pria tersebut dan di lempar hingga menabrak dinding.
BRAAAKK.!
"Akh..brengsek.!" Alvaz memegang dadanya yang terasa nyeri.
Zoya menoleh dia melihat Alvaz yang terlempar cukup jauh . "AL KAMU NGGAK APA-APA ?!" teriak Zoya dari kejauhan.
Alvaz mengangkat jempolnya agar Zoya tidak khawatir , melihat Alvaz terduduk di lantai Zoya segera melempar samurai yang dia rampas dari musuhnya pada Alvaz.
TRANGG.!
"PAKAI AL !! MEREKA SEMUA SUDAH KEBAL TERHADAP PUKULAN ! KITA HARUS HATI-HATI .!" teriak Zoya .
Alvaz mengangguk paham , dia menghela nafas panjang dan mengambil samurai yang di berikan oleh Zoya !
Raut wajah Alvaz berubah keruh saat melihat satu orang di belakang Zoya hendak menusuknya , Alvaz berlari dengan samurai di tangan nya dalam sekejap kepala pria yang berada di belakang Zoya terlepas dari tempatnya.
BLASSS.!
Bruk.
"Waspada sayang ,mereka ada dimana-mana.!" ujar Alvaz yang kini berdiri di belakang Zoya.
Zoya mengangguk , dia menoleh ke belakang ternyata anggotanya masih bertahan meski sudah mendapat banyak luka di tubuh mereka .
"Kita harus mengakhirnya secepat mungkin Al .!" usul Zoya yang di angguki Alvaz.
Pertarungan kembali terjadi ,mereka membantai satu persatu orang-orang yang menjadi musuhnya .
Saat Alvaz dan Zoya fokus pada pertarungan di hadapan mereka ,tiba-tiba dari arah belakang terlihat satu orang yang sedang berlari dengan membawa katana di tangan nya yang mengarah pada Alvaz.
DRAPP.! DRAAP.! DRAAP.!
"ALVAZ AWAS !."
JLEEBBBB.
...See you next time........
__ADS_1