Zoya Antagonist Girl.

Zoya Antagonist Girl.
Chapter 83


__ADS_3

...✨✨✨...


Di sisi lain Zoya sedang bersama Natasha menuju rumah sakit milik Malven , yah mereka berdua berencana melakukan pemusnahan laboratorium milik Pramudya malam ini , Zoya memanfaatkan informasi dari Dafi yang mengatakan jika saat ini Gara serta Dafa sedang membantu F.D melawan pemberontak.


Bagaimana Dafi tau ?! Dia diam-diam memantau Dafa di kediaman Lingga hingga dia mengikutinya menuju kediaman Pramudya , saat Dafa pergi tak berselang lama Pramudya juga pergi dari kediaman nya , saat itu lah Dafi mendengar jika Fairy Devil sedang di serang ,hal itu membuat Dafi teringat jika Zoya akan melenyapkan Laboratorium milik Pramudya , akhirnya dia menghubungi Zoya dan mengatakan jika laboratorium milik Pramudya sedang kosong .


Setelah mengabari Zoya , Dafi bergegas mengikuti Pramudya untuk memantaunya apakah dia akan ke laboratorium atau ke tempat lain agar Zoya bisa lebih leluasa mengeksplor laboratorium milik Pramudya.


Kembali pada Zoya , kini mereka berdua telah tiba di rumah sakit milik Malven .


Nata dan Zoya keluar dari mobil ,mereka berdua bergegas masuk menuju ruangan Malven .


Drap . Drap. Drap.


Langkah kaki mereka berdua terlihat buru-buru, hal itu di sebabkan waktu yang mereka miliki tidak banyak .


Ceklek .


Zoya membuka pintu kamar Malven , dia melihat Malven sedang duduk dengan laptop di pangkuan nya .


''Om .'' panggil Zoya sambil berjalan menghampiri Malven .


''Zoya ?! Tumben kamu kesini hm. '' tanya Malven , dia menutup laptop di pangkuan nya.


Zoya mendudukan bokong nya di kursi samping Malven . ''Aku kesini ada perlu sama om .''


Alis Malven mengernyit . ''Perlu apa ?.''


''Aku mau ke laboratorium milik Pramudya ,om bisa pinjami aku beberapa bodyguard milik om ?.''


Malven mengangguk singkat . ''Tentu saja , kamu mau membawa berapa ?.''


''Lima orang aja om , kirim mereka ke markas Dark Wolf untuk menjaga markas ku selama aku pergi bersama para anggota lain nya .'' Zoya menjelaskan dengan seksama rencana nya untuk mencari penawar racun buat Malven.


Setelah diskusinya selesai ,Zoya bergegas mengajak Nata menuju tempat pertemuan nya dengan semua anggota Dark Wolf , Nata sudah tau jika Zoya merupakan leader mafia Dark Wolf .


Perjalanan mereka berlangsung hening , hingga suara Nata memecah keheningan tersebut .


''Zoy lo yakin sama keputusan lo ?.'' tanya Nata pelan , dia hanya ingin memastikan jika Zoya tidak akan mundur lagi .


''Yah gue sangat yakin , lo tau gue kan Nat gue udah terlalu lama mengulur waktu untuk mereka .'' sahut Zoya di sela dia menyetir mobilnya .


Nata mengangguk pelan .''Setelah semuanya selesai apa yang bakal lo lakuin Zoy ?.''


Zoya mengangkat kedua bahunya acuh .''Gue belum tau , lagian perjalanan gue masih panjang Nat gue juga belum tau apa gue bakal selamat atau mati di tengah pertarungan .''


Pletak .


" Ck Sakit tau Nat , ini dahi bukan batu elah ." gerutu Zoya sambil mengusap dahinya yang memerah.


Setelah menjitak dahi Zoya dengan keras ,dia menampilkan raut tidak suka nya pada jawaban Zoya . '' Lagian lo kalo ngomong nggak di saring dulu Zoy, lo tau kan nggak baik ngomong kaya gitu , lo harus percaya kalau lo bakalan baik-baik aja sampai akhir dan setelah semua selesai gue mau jalan-jalan sama lo kaya dulu ,gue mau kita have fun bareng Zoy .''


''Gue juga maunya gitu Nat , makanya gue lagi berusaha untuk mengubah kematian gue .''

__ADS_1


Kedua alis Nata seketika naik ,dia menatap Zoya dengan tatapan bingung . ''Lo ngomong apa sih Zoy ?! Emang lo tau akhir hidup lo kaya gimana ?.''


Zoya mengangguk santai .''Tau makanya gue lagi berjuang buat merubah hal itu .''


Mendengar jawaban Zoya ,tawa Nata pecah . '' Pffftt haha lo kebanyakan nonton drama kayanya deh , sampai lo bisa menghayal sejauh itu lagian lo bukan berada di novel Zoy mana mungkin lo tau takdir hidup lo seperti apa.''


Zoya tak menjawab dia haya menampilkan senyum simpul di bibirnya , dia tidak perlu memberi tahu Nata jika dia merupakan jiwa asing yang hidup di raga Zoya , hingga tanpa terasa mereka telah tiba di tempat janjian mereka .


Zoya dan Nata turun dari mobil dan berjalan menghampiri semua anggota Dark Wolf.


''Queen .'' panggil semua anggota Dark Wolf termasuk Javas , mereka semua membungkuk kan badan nya untuk memberi hormat pada Zoya .


''Hm bagaimana persiapan nya ?.'' tanya Zoya tanpa basa basi.


''Semua sudah siap sesuai perintah Queen .'' sahut Javas.


Zoya mengangguk . ''Baiklah kita berangkat sekarang , pastikan kalian melakukan tugas masing-masing dengan baik .''


''Baik Queen .''


Mereka semua kembali masuk ke dalam mobil dan bergegas menuju laboratorium milik Pramudya .



Perjalanan yang mereka tempuh memakan waktu kurang lebih satu jam, tak berselang lama Zoya dapat melihat bangunan yang cukup tua dari luar ,namun bangunan itu tampak lebih besar saat mereka semakin dekat.


Dia menambah kecepatan mobilnya agar cepat sampai , sedangkan Nata dia sedang mengisi peluru di pistol mereka berdua .


''Zoya ini di isi semua atau mau dua aja ?.'' tanya Nata di sela kesibukan nya memasukan peluru.


Setelah mereka tiba di depan tempat yang menjadi laboratorium milik Pramudya , Zoya menatap takjub dengan suasana di luar tempat tersebut , sekilas jika tidak di perhatikan dengan baik maka tempat tersebut seperti rumah tak berpenghuni .


Zoya mengambil pistol miliknya di ikuti Natasha yang juga mengambil pistol miliknya.


Meski Zoya mendapat info dari Dafi jika laboratorium milik Pramudya sedang kosong ,namun untuk berjaga-jaga mereka harus tetap waspada terhadap sekitar.


Mereka berdua keluar dari dalam mobil ,di belakang mereka para anggota Dark Wolf juga sudah turun dari mobil masing-masing.


"Kalian harus ingat tujuan kita kesini untuk apa ! Sebelum kita menghancurkan laboratorium ini kita harus mendapatkan penawar racun untuk om Malven , kalian semua paham." ucap Zoya dengan tegas.


"Paham Queen." jawab mereka serempak.


Mereka semua memegang senjata di tangan masing-masing , Zoya memimpin jalan menuju pintu utama .


Tap. Tap. Tap.


BRAAAK.


Tanpa pikir panjang Zoya menendang pintu tersebut dengan kasar ,setelah pintu terbuka lebar dia bergegas masuk di susul yang lain nya.


Setelah memasuki gedung tersebut Zoya membagi anggotanya menjadi dua kelompok , kelompok satu yang di pimpin oleh Javas bertugas untuk memasang dinamit di setiap sisi gedung tersebut , sedangkan kelompok dua yang di pimpin oleh Zoya bertugas mengambil penawar racun untuk Malven.


Drap. Drap. Drap.

__ADS_1


Mereka berlari berlawanan arah ,Zoya dan Nata berjalan menyusuri lorong yang minim cahaya .


"Zoy lo yakin di sini nggak ada penjaganya ?!." tanya Nata yang ada di belakang Zoya sambil celingak celinguk melihat ke sekeliling nya.


"Lo tenang aja ,gue yakin informasi yang gue dapat akurat kok." sahut Zoya.


Setelah sepuluh menit menyusuri lorong ,mereka akhirnya tiba di depan pintu yang terkunci .


''Ck gimana nih pintunya di gembok ?.''ujar Nata kesal .


''Mundur Nat .''


Nata memundurkan tubuhnya ,dia melihat Zoya mengarahkan pistolnya pada gembok yang masih tergantung di pintu .


DOR.


Klik.


 Akhirnya gembok tersebut lepas ,Zoya mendorong pintu ke dalam hingga terbuka lebar .


''Wih ini baru sahabat gue , senggol dong .''ujar Nata dengan nada kegirangan .


Zoya memutar bola matanya malas .''Nggak malu Nat di lihatin mereka .''


Zoya menunjuk para anggota nya dengan dagunya , mereka sedang menahan tawa setelah mendengar ucapan Natasha.


''Nggak lah , buat apa malu gue kan nggak telanjang .'' sahut Nata acuh .


''Terserah lo deh .'' Ucap Zoya mengalah .


Mereka mulai memasuki ruangan yang di penuhi alat-alat canggih , awalnya mereka terperangah melihat berbagai alat yang belum pernah mereka lihat , namun rasa kagum mereka segera berakhir ketika melihat beberapa manusia yang tergantung dengan berbagai kabel yang menempel di kepalanya.



Natasha melotot melihat hal tersebut ,bahkan tubuhnya bergetar hebat . ''Z-Zoya i-ini manusia ? Serius ?!.''


''Yah , mereka menjadi objek percobaan bagi Pramudya .'' sahut Zoya sambil mengamati orang-orang yang berada di hadapan nya .


Natasha menggelengkan kepalanya pelan .'' Gila , gue benar-benar nggak nyangka kalau bokap nya Gara manusia biadab .''


''Makanya jangan cuma lihat cover luarnya aja Nat , zaman sekarang udah banyak orang yang makai topeng untuk terlihat baik di mata orang lain .''


''Lo benar Zoy , untung gue kenal sama lo kalau nggak mana mungkin gue bakalan tau hal kaya gini .'' sahut Nata .


Setelah puas mengamati orang-orag tersebut ,mereka kembali melanjutkan langkahnya sampai mereka tiba di meja tempat Pramudya bekerja .


''Kita berpencar untuk cari penawarnya .''usul Zoya .


''Maaf Queen ,sebelum itu apa nama penawarnya ?.'' tanya salah satu anggotanya .


''Saya juga tidak tau , bawa saja semua yang terlihat mencurigakan biar nanti dokter yang memilih mana yang jadi penawarnya .'' sahut Zoya .


''Baik Queen .''

__ADS_1


Mereka semua mulai bergerak kesana kemari , termasuk Zoya dan Natasha yang ikut mencari .


...See you next time.......


__ADS_2