
Warning !!
Ada sedikit adegan berbahaya harap bijak dalam membaca !
...☠️☠️☠️...
Di sebuah mansion yang terletak cukup jauh dari jalan raya ,terdapat dua orang pria paru baya yang tak lain adalah Pramudya dan juga Lingga .
Pramudya baru saja sampai di kediaman nya setelah berhasil membawa Lingga dari LA ! Dia berhasil selamat karena bodyguardnya yang cekatan menemukan Lingga sebelum tenggelam.
Saat ini Lingga sedang berbaring di ranjang king Size kediaman Pramudya , seluruh luka-luka yang dia terima dari Malven sudah di obati dan di jahit .
TAK.!
Pramudya meletakan gelas wine miliknya dengan kasar di atas meja , dia mengusap wajahnya dengan kasar !
"Sialan ! Kenapa kau bisa ceroboh seperti ini ?! Bahkan kau di kalahkan oleh anak kecil?!" sentak Pramudya pada Lingga.
"Apa kau pikir saya tau jika dia akan datang hah?! Mereka sudah menyiapkan siasat untuk menjebak saya ! Dan kau bukan nya membantu malah sibuk dengan laboratorium sialan itu .!"
Mendengar nada mencemooh dari Lingga , emosi Pramudya kembali terpancing.
BRAK.!
Pramudya menggebrak meja yang berada di hadapan nya dengan sangat keras hingga membuat Lingga terkejut.
" Kau pikir berkat siapa kau bisa mendapatkan saham di Alexander Company hah !! Jangan mentang-mentang kau pemimpin Fairy Devil kau bisa seenak nya merendahkan ku !"
"Saya bicara fakta ! Semua pekerjaan saya yang mengurusnya dan kau hanya berdiam diri di laboratorium mu sepanjang hari.!" ucap Lingga dengan nada marah.
Pramudya mengusap wajahnya dengan kasar , kali ini mereka masih beruntung namun tidak tau nanti nya akan seperti apa.
"Ck sudah lah ! Kita tidak boleh berdebat seperti ini ! posisi kita sudah goyah semenjak munculnya Dark Wolf yang mengacaukan semuanya ! Kita harus memikirkan cara untuk melawan mereka.!" ujar Pramudya .
Lingga menghela nafas panjang ."Kau benar kita harus waspada pada mereka .!"
Pramudya mengambil satu rokok dari sakunya dan menyalakan nya , kepulan asap keluar dari bibir Pramudya. "Bagaimana dengan rencana putrimu ?!"
"Dia akan membereskan saksi mata lebih dulu agar tidak ada lagi orang yang tau dan membuat kacau semuanya .!" sahut Lingga .
Mereka berdua berbincang tanpa tau jika sebentar lagi akan ada musibah besar yang mengubah semua rencana mereka.
...____________________...
Basecamp Alaska terlihat sangat mencekam saat Alvaz dan teman-teman nya datang dengan membawa Yoga yang terikat , raut wajah marah dan kecewa terlihat jelas di wajah mereka semua .
Alvaz memimpin jalan menuju ruangan eksekusi yang biasa dia gunakan untuk menyiksa musuhnya ! Leon dan Lion berperan untuk menyiapkan alat-alat yang akan di gunakan oleh Alvaz , mereka sudah lama sekali tidak melihat ketuanya marah hingga seperti ini.
"Kira-kira apa yang bakal di lakuin sama bang Al yah ?!" bisik Leon pada kembaran nya .
Lion mengangkat kedua bahunya dengan acuh. "Mana gue tau , tapi kayanya kali ini bakal jadi malam yang cukup panjang.!"
Mereka berdua melihat Bima dan Naufan membawa Yoga dan mendudukan nya di kursi kayu ,mereka mengikat kaki dan tangan Yoga di kursi tersebut.
"Udah Al ! Mau mulai kapan ?!" ujar Bima.
"Sekarang ! Naf ambil air dingin !" perintah Alvaz.
Naufan mengangguk dia bergegas mengambil air yang di minta oleh Alvaz , sambil menunggu Alvaz berjalan menuju tempat Leon dan Lion untuk mengambil senjata.
__ADS_1
Alvaz mulai memilih hingga tatapan nya jatuh pada sebuah mesin bor , Alvaz mengambilnya dan meminta Leon untuk menyambungkan nya pada stopkontak .
Tak berselang lama Naufan datang dengan membawa satu ember air yang tadi Alvaz minta.
"Guyur dia !" perintah Alvaz dengan nada dingin.
Naufan mengangguk ,di mendekati Yoga yang masih pingsan dia mengangkat embernya dan mengguyur tubuh Yoga .
BYUURR.!
"Akhh hosh...hosh..!" Yoga membuka matanya dengan nafas yang tidak beraturan akibat terkejut.
Dia mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa orang yang sudah menyiramnya.
"Al ?! kenapa lo lakuin ini sama gue ?!"ujar Yoga dengan tatapan tak percaya .
"Kinipi li likiin ini ! Heh Yoga sialan bin brengsek ! Lo belum sadar atau lo emang buta ?! Yang harusnya nanya kaya gitu itu kita bukan LO !" ujar Bima sarkas.
Kedua alis Yoga menukik ,dia kesal dan marah mendapat perlakuan seperti ini.
"Kalian nggak tau gimana rasanya jadi gue ! Kalau kalian di posisi gue kalian pasti bakal lakuin hal yang sama seperti gue !" hardik Yoga.
"Cih jangan samain kita sama lo bego ! circle kita sama tapi otak kita beda level ! Lo yang gampang tergiur cuma karena rayuan nggak pantas jadi anggota Alaska.!" sahut Naufan .
Yoga menari sudut bibir kirinya ke atas. "Wah gue lupa , ternyata kematian Sera bikin lo berubah Naf haha !"
"Jangan bawa-bawa Sera sialan ! Masalah ini nggak ada sangkut pautnya sama Sera !" hardik Naufan dengan marah , kedua tangan nya mengepal erat.
"Pffftt HAHAHA bodoh ! "
Semua orang yang ada di sana merasa bingung dengan ucapan Yoga ,bahkan Naufan sendiri heran dengan tingkah Yoga.
Yoga tersenyum smirk . "Kalau gue bilang kematian Sera merupakan campur tangan gue ,apa yang bakal kalian lakuin hm.!"
BUUUGH.!
Tiba-tiba Naufan menghajar wajah Yoga , nafas Naufan naik turun tak beraturan urat-urat di lehernya tampak menonjol ! Amarah yang sejak tadi dia pendam kini berkobar ingin menghabisi Yoga.
"BRENGSEK !! APA SALAH SERA SAMA LO SIALAN !" bentak Naufan.
"Salah dia karena dia kenal dengan pacar gue ! Sera menyimpan semua rahasia milik pacar gue dan itu bikin gue cemas satu-satunya cara cuma nyingkirin dia dari dunia ini ,dan yah semuanya terjadi sesuai kehendak pacar gue !" ucap Yoga tanpa rasa bersalah sedikit pun.
"BAJINGAN LO YOGA !!"
BUGH.! BUGH.!
Naufan menggila dia menghajar Yoga habis-habisan ,hingga dia di tarik oleh Alvaz .
"Kendalikan diri lo Naf , kalau lo menghajar dia seperti itu percuma ! Rasa sakitnya cuma sebentar .!" ujar Alvaz.
Naufan mengusak rambutnya dengan kasar ,dia membiarkan Alvaz mengambil tempatnya untuk membuat Yoga membayar perbuatan nya.
"Jadi lo ikut terlibat dalam kematian Sera hm ?! Dan lo menyembunyikan fakta ini demi Keyla ?! " Rentetan pertanyaan Alvaz tidak satu pun yang di respon oleh Yoga .
Melihat Yoga bungkam ,Alvaz menyalakan mesin bor nya hingga membuat Yoga melotot.
"Al...Lo mau ngapain ?!" Yoga menatap mesin tersebut dengan wajah ketakutan.
"Lo harus membayar semuanya kan~termasuk kematian Sera.!"
__ADS_1
JLEB.!
Mesin bor menancap di pinggang Yoga hingga membuat Yoga merintih kesakitan , Alvaz kembali menarik mesin tersebut dan menusukan kembali di pinggang yang satunya lagi ,hal itu berulang hingga lima kali !
Darah mulai keluar dari tubuh Yoga ,para anggota Alaska yang melihat hal itu bergidik ngeri ,jiwa psikopat Alvaz kembali lagi setelah bertahun-bertahun terkubur akibat perintah sang bunda yang melarang nya membunuh siapa pun.
"Alvaz gila !" bisik Bima pada Lion.
"Kayanya nggak tuh ,liat wajah bang Al deh dia kelihatan suka mainan kaya Yoga !" sahut Lion dengan polosnya.
Bima menyetujui ucapan Lion ,mereka kembali memperhatikan Alvaz yang kini sudah mengganti mesin bor nya menjadi sebuah gunting rumput , dia mendekati Yoga yang sedang merintih kesakitan.
"A-al c-cukup g-gue salah AARRGHH.!"
Teriakan kembali terdengar saat Alvaz memotong satu persatu jari tangan Yoga .
TAK.! TAK.! TAK.!
Sepuluh jari yoga telah hilang , darah sudah menggenang di bawah kursi yang Yoga duduki namun wajah Alvaz belum juga terlihat puas ,bahkan baju yang Alvaz kenakan sudah berubah bau amis akibat cipratan darah Yoga.
"Bim ikat Yoga di rantai ,tarik kedua tangannya hingga terbentang !" perintah Alvaz yang langsung di jalankan oleh Bima.
Dia melepas ikatan Yoga dari kursinya di bantu oleh Naufan , mereka menyeretnya menuju rantai besi yang sudah terpasang di setiap ujung dinding .
"Lepas bajunya !" ucap Alvaz lagi setelah mereka berdua selesai mengikat Yoga.
Mereka berdua melepas baju Yoga yang sudah berlumuran darah , tatapan mata Yoga semakin sayu ! rasa sakit yang Alvaz berikan benar-benar luar biasa.
"A-al bunuh gue !! G-gue nggak sanggup.!" lirih Yoga dengan putus asa ketika melihat Alvaz mendekatinya.
"Ini baru permulaan Yog ,dan lo akan bertahan sampai gue merasa pua bermain dengan lo !" bisik Alvaz di telinga Yoga .
"Lo iblis Al !" Hardik Yoga yang hanya di tanggapi senyuman smirk oleh Alvaz.
Dia kembali mengeluarkan belati miliknya , Alvaz mulai menyayat pinggang Yoga yang tadi sudah terkena mesin bor .
Suara erangan keluar dari mulut Yoga namun Alvaz tidak perduli ,dia merobek paksa kulit Yoga setelah itu Alvaz memasukan tangan nya dan mengobrak abrik isi perut Yoga !
Alvaz menarik paksa isi perut Yoga agar keluar ,Naufan dan Bima sudah mulai merasa mual berbeda dengan Leon dan Lion yang sudah muntah dua kali.
"Huek...Huekk.. B-bang k-kita berdua keluar dulu deh ! Nggak kuat di sini bau amis !" ucap Leon dengan gagap.
Naufan mengangguk ,Leon dan Lion berjalan keluar dari ruangan tersebut dengan tubuh yang sudah lemas akibat muntah.
"Naf perut gue nggak enak njir !" ujar Bima sambil memegangi perutnya.
"Sama ! Gue kira Alvaz udah lupa cara menyiksa orang taunya malah makin ahli !" sahut Naufan.
"AAARRGHHH CUKUP AL ! AARRGHH BUNUH GUE SEKARANG ALVAZ AAKHH.!"teriakan Yoga menggema di ruangan tersebut .
Naufan dan Bima membulatkan kedua bola mata mereka ketika melihat Alvaz sedang menguliti tubuh Yoga dari bagian dada hingga pinggang nya .
"Wah pasti sakit banget jadi Yoga ! Gue nggak bisa ngebayangin kalau gue di kuliti kaya gitu !" Bima bergidik ngeri dia melihat isi perut Yoga separuhnya sudah berada di luar saat itu juga teriakan kembali terdengar dari Yoga .
Bima dan Naufan menatap tak percaya ketika Alvaz sedang mencongkel mata Yoga menggunakan garpu .!
" Gila !" ucap Naufan dan Bima secara bersamaan.
...See you next time.......
__ADS_1