
...✨✨✨...
Anggota beeatles kini sedang berkumpul di apartemen milik Dirga , disana tak hanya ada anggota beeatles saja namun ada Aruna serta Nabila .
Apa ada yang masih ingat siapa Nabila ? Dia adalah orang yang mengkambing hitamkan Zoya sebelum Aruna masuk sekolah dandelion.
'' Harusnya dari dulu gue percaya kalo Zoya itu jahat .'' ujar Dirga tiba-tiba.
'' Lo sih susah di bilangin ! Coba dulu lo lebih keras sama dia pasti lo tau sifat aslinya .'' jawab Bian .
Dirga mengangguk . ''Dulu gue masih mikir lagi , terlebih dia tunangan sahabat gue .''
'' Lo benar juga sih , apa lagi Gara yang paling deket sama lo .'' sahut Dafa.
Dirga hanya mengangguk , pikiran dan lisan nya sangat berbeda , jika di lisan dia mendukung teman-teman nya membenci Zoya , tapi di dalam pikiran nya dia khawatir dengan kondisi Zoya , dia ingin tau perkembangan tentang nya namun dia gengsi mengakuinya .
'' Btw kenapa Yoga berubah yah ? Ada yang tau sebab nya ?. '' ujar Dafi tiba-tiba .
Mereka mengedikan bahunya acuh . ''Gue juga penasaran , sebelumnya dia nggak begitu .'' ujar Bian .
''Apa dia suka sama Zoya ?.'' celetuk Dafi.
''Husst di sini ada ceweknya goblok .'' ujar Dafa menyenggol lengan Dafi.
Dafi menggaruk tengkuknya yang tak gatal . '' Sory Run gue lupa kalo lo pacar Yoga .''
Aruna tersenyum . '' Nggak papa kok .''
" Run lo kenapa nggak marah waktu Yoga belain Zoya dari pada lo ?.'' ucap Dirga penasaran.
Aruna gelagapan mendengar pertanyaan dari Dirga . '' E-eh yah karena aku percaya sama Yoga , dan Zoya juga lukanya lebih parah dari aku .''
'' Ck tetep aja Yoga salah , karena dia lebih perduli sama orang lain dari pada pacarnya sendiri .'' sahut Dafi.
'' Apa bedanya sama kamu Daf ?! Kamu juga lebih perduli sama orang lain dari pada adik kamu sendiri .'' ujar Aruna.
" Najis !! Gue nggak punya adik spek dajjal kaya dia !" ucap Dafi dengan tegas.
" Bukan nya kalian lahir dari rahim yang sama ?! Mau bagaimana pun dia masih keluarga kamu Daf !" Aruna berusaha menyadarkan Dafi.
" Udah lah ,buat apa lo ngurusin iblis kaya dia Run ,Nggak berguna ! Mending lo fokus menyembuhkan luka lo itu.!" ujar Bian menyela ucapan Aruna.
Aruna terdiam ,Dia tak mau menambah masalah dengan beeatles ,bisa-bisa mereka semua curiga padanya.
Melihat raut wajah Aruna yang berubah ,Nabila diam-diam mengepalkan kedua tangan nya .
'Awas lo Runa .' Batin Nabila.
Waktu berlalu begitu cepat ,Mereka bergegas kembali kerumah masing-masing.
...__________________...
Saat ini mansion Bramantyo sedang merayakan kemenangan mereka atas rencana Keyla ,Di sana tidak hanya ada Keyla namun ada juga kakak dan juga sepupu Keyla .
" Haha bagus !! Tidak sia-sia saya membesarkan kalian berdua haha.!" tawa tersebut berasal dari papah Keyla lebih tepatnya papah angkat karena dia merupakan paman dari Keyla.
" Jelas dong ,Siapa dulu yang ngajarin !" ujar Keyla dengan bangga.
Papah nya menepuk pundak Keyla pelan. " Papah bangga sama kamu Key.!"
" Makasih pah .!" senyum senang terlihat di bibir tipisnya.
Keyla berjalan menghampiri kakaknya. "Kondisi di sana gimana kak ?! Apa dia belum pulang ?!"
Pemuda tersebut menggeleng . "Kamu tenang aja kakak udah siapin hadiah buat dia.!"
Keyla menunjukan kedua jempolnya ."Kakak yang terbaik.!"
" Kamu juga !" jawab pemuda tersebut.
Papah Lingga berjalan mendekati pemuda tersebut. " Mereka nggak curiga sama kamu kan ?!"
Pemuda itu kembali menggeleng. "Papah tenang aja , Aku aman di sana kalau mereka udah curiga pasti daddy udah ngusir aku dari sana .!"
" Bagus ! Jalankan seperti itu terus kedepan nya ,Buat semua kesalahan merujuk pada gadis itu agar kita bisa lebih cepat mencapai tujuan kita.!"
" Siap pah ,Mereka nggak bakal curiga kalo aku ikut terlibat di dalamnya ,Mereka akan terus membenci dan menyakiti gadis itu.!"
Papah Lingga mengangguk ,Dia mengambil wine dan meminumnya dalam sekali tenggak.
" Tapi kak ,Gimana kalau kakak ketahuan ?! Apa kakak yakin daddy kakak bakal belain kakak terus ?!" ujar Keyla .
" Kamu tenang aja ,Selama bertahun-tahun daddy nggak pernah curiga sama kakak , bahkan kematian mommy aja dia hanya percaya jika itu karena gadis itu lahir , tanpa tau kalau itu rencana kita haha .!" jawab pemuda itu.
" Benar apa kata kakakmu Key ,Kita tidak perlu cemas ,biar urusan di dalam rumah itu kakak mu yang mengurus ,Kita cukup mengurus di luar saja.!" sahut papah lingga.
Keyla mengangguk ,di saat mereka berunding tiba-tiba sepupunya berucap.
"Kak tapi kenapa gue curiga sama Aruna yah ?! Dia kaya berpihak sama gadis itu deh. " ujarnya .
Keyla mengernyit kan dahinya bingung. "Maksud lo gimana ?!"
__ADS_1
" Gue rasa dia diam-diam bantuin gadis itu ,Gue juga belum yakin tapi dari tindakan nya beberapa waktu lalu dia kaya berusaha melindungi gadis itu dari balik layar.!"
"Kakak juga sadar kan ?!" lanjutnya.
Keyla terdiam ,dia mengingat beberapa kejadian dimana Aruna berusaha menolak permintaan nya ketika dia menyuruhnya.
" Apa mungkin mereka berteman ?!" celetuk kakak Keyla.
Keyla menggeleng. " Nggak mungkin ,Sejak awal dia udah jadi boneka gue kak ,kecil kemungkinan mereka berteman.!"
" Apa lagi Aruna punya masalah sama Alaska ,nggak mungkin mereka bakal biarin dia deket sama Queen mereka.!"
Pemuda tersebut mengangguk . "Apa mungkin Alaska bakal balas dendam dengan kejadian beberapa tahun lalu ?!"
"Bisa jadi ,Apa lagi Aruna sudah membunuh salah satu kekasih anggota Alaska.!" sahut sepupu Keyla.
Papah lingga yang tak mengerti pembicaraan anak-anaknya lebih memilih keluar dari ruangan tersebut .
Selepas kepergian papahnya ,Mereka bertiga kembali diskusi .
" Tapi kenapa selama bertahun-tahun mereka nggak pernah bergerak sama sekali ?! Kalau mereka berniat balas dendam pasti udah mereka lakuin !" ujar pemuda tersebut.
"Jangan-jangan mereka menaruh mata-mata di sekolah kita ?!" ujar sepupu Keyla .
" Bisa jadi ,Mereka mantau pergerakan kita dan ketika kita lengah mereka bakal balas dendam !" ucap Keyla.
Mereka mengangguk serempak. "Kali ini kita harus lebih hati-hati supaya tidak ketahuan .!"
Mereka kembali mengangguk, Pemuda tersebut melihat jam tangan nya yang sudah menunjukan pukul 22.00 malam.
" Kakak pulang dulu yah ,Kalian jangan begadang .!" ujar pemuda itu.
Keyla dan sepupunya mengangguk. "Kakak hati-hati.!"
" Oke.!"
Pemuda tersebut keluar dari kediaman Bramantyo ,Dia bergegas kembali kerumah agar tidak di curigai .
...________________________...
Rumah sakit Wagindra.
Nata berlari dengan tergesa-gesa menuju ruangan Zoya ,Dia tidak perduli dengan pakaian nya yang kotor .
Tadi setibanya dia di rumah sakit ,Nata langsung menanyakan kamar rawat Zoya pada Alvaz .
Cklek.!
Dapat dia lihat sosok sahabatnya yang terbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit .
"Z-zoy." ujarnya dengan gagap.
Yoga yang berada di sana menghampiri Nata ,Dia menepuk pundak Nata pelan.
"Nat.!" panggil Yoga.
Nata menoleh dengan mata yang berkaca-kaca. "Zoya kenapa bisa kaya gini Yog ?! "
"Zoya mengalami keretakan di bagian kepalanya ,Dan dia belum sadar setelah operasi.!"
DEGH.!
Perasaan Nata bagaikan tersambar petir ,Dia membekap mulutnya sendiri ,bulir kristal mengalir dari kedua matanya.
Yoga yang tak tega melihat kondisi Natasha yang masih berantakan ,akhirnya mengajak Nata untuk duduk di samping ranjang Zoya.
" Gue tinggal dulu yah ,Sekalian cari makan buat lo.!" pamit Yoga yang di angguki Nata ,Dia ingin memberi ruang pada mereka berdua .
Setelah kepergian Yoga ,Nata menatap kepala Zoya yang masih di perban ,wajah cantik yang biasa nya cerah dan tersenyum jika bertemu dengan nya , mata biru laut yang membuat siapa pun terhanyut di dalam nya.
Semua nya berubah ,Wajah Zoya pucat dan beberapa memar yang terlihat mulai samar .
Nata memegang tangan Zoya pelan. ''Zoy ! Bangun dong gue kangen sama lo tau .''
Nata tak bisa menahan air matanya , dia menangis dengan kepala menunduk menyentuh lengan Zoya .
''Zoya lo nggak c-cape tidur terus ?!L-lo nggak kangen sama g-gue ?.''
" Padahal baru kemarin punggung lo kena pot ,sekarang lo harus operasi ?! Kenapa tuhan ngasih lo cobaan terus Zoy ,kenapa semua nggak adil buat lo.!"
Air mata Nata mengalir membasahi lengan Zoya . '' Lo tau Zoy , gue jauh-jauh kesini cuma mau ketemu lo , kenapa lo nggak bangun dan nyapa gue hiks.. Lo nggak penasaran gimana kondisi gue ?.''
Nata mendongak menatap kembali wajah Zoya . '' Maaf... Maaf karena gue nggak bisa bantuin lo saat itu , maaf karena gue biarin lo sendirian.. Maaf karena gue belum bisa jadi sahabat yang baik buat lo .''
Nata mengusap air matanya dengan kasar , dia mencoba tersenyum sebisa mungkin meski Zoya tak melihatnya.
'' Zoy banyak hal yang mau gue ceritain sama lo ,gue harap lo cepat bangun gue kangen suara lo , ejekan lo bahkan gue kangen kerandoman sikap lo hehe .''
Di luar ruangan Alvaz dan yang lain nya menatap haru pada persahabatan Nata dan Zoya .
''Pasti sakit banget jadi Nata , kepercayaan nya hancur , sahabatnya belum sadar , dia bahkan nggak perduli sama kondisi nya sendiri .'' ujar Bima.
__ADS_1
'' Yah lo benar , gue salut sama mereka berdua .'' sahut Yoga , mereka berempat kembali duduk di kursi dekat pintu kamar Zoya .
Kembali pada Natasha yang masih menangis sesenggukan , dia belum sadar kalau Zoya sudah membuka matanya .
Bahkan sejak tadi dia juga mendengar semua ucapan Nata ,Dia hanya ingin tau apa Nata tidak akan mengkhianatinya seperti Keyla .
Zoya terharu dengan ketulusan Nata , dulu dia mengira di sini dia tidak akan menemukan orang seperti Anna tapi ternyata tuhan berbaik hati mengirimkan Nata sebagai pengganti Anna .
''Nat.!'' panggil Zoya lirih.
Nata mendongak , dia terkejut melihat Zoya sedang tersenyum padanya .
'' Gue mimpi yah ?! '' gumam Nata .
Dia mengucek kedua matanya dengan kasar , zoya yang melihat hal itu terkekeh pelan .
'' Lo nggak mimpi Nat .'' ujar Zoya membuat Nata menghentikan kucekan nya di mata.
'' Zoya !! Lo udah sadar ?.'' ucap Nata senang .
Zoya mengangguk pelan , Kedua mata Nata berbinar dengan cekatan dia beranjak dari duduknya .
'' Gue panggil dokter dulu .''ujar Nata dan berlari menuju pintu keluar.
beberapa detik kemudian pintu ruangan kembali terbuka menampakan tiga pemuda yang dia kenal.
Alvaz berlari menuju ranjang Zoya . ''Sayang kamu udah sadar ?.''
Zoya mengangguk , Bima yang mendengar pertanyaan Alvaz memutar bola matanya malas.
''Ternyata benar kata pepatah kalau cinta itu buta , Alvaz aja sampai nggak liat Zoya udah sadar.'' sindir Bima.
Pletak .
Naufan menjitak kepala Bima . '' Mulut nya Bim .''
'' Yei gue ngomong apa adanya Naf , lo nggak denger tadi Alvaz ngomong apa ?.''
Naufan mengangguk kaku . '' Iya juga sih .''
Alvaz yang menjadi bahan pembicaraan mereka tak perduli , kini dia duduk di samping Zoya .
Tak berselang lama dokter Renold datang bersama Yoga dan juga Nata .
'' Permisi biar saya periksa dulu kondisinya .'' ujarnya pada Alvaz .
Ketika Alvaz menyingkir ,Dokter Renold segera melakukan pemeriksaan pada Zoya.
'' Apa ada bagian yang sakit ?.'' ujar dokter Renold pada Zoya .
''Nggak ada dok .''
'' Baiklah , kondisi kamu sudah stabil hanya saja kamu perlu istirahat lebih banyak dan jangan terlalu banyak beban pikiran .''
Zoya mengangguk . '' Kapan saya bisa pulang dok ?.'' tanya Zoya.
'' Besok kamu sudah bisa pulang .''
Zoya kembali mengangguk , setelah semua pemeriksaan selesai dokter Renold keluar dari ruangan Zoya .
''Gue seneng banget lo udah sadar Zoy .'' ucap Nata.
Zoya tersenyum simpul , dia menatap wajah dan pakaian Nata yang sudah lusuh .
'' Mending lo obati luka lo terus pulang dulu Nat , lo pasti cape .'' usul Zoya .
'' Tapi gue mau di sini sama lo .'' jawab Nata sendu.
'' Besok lo kesini lagi , besok gue juga balik .''
Mau tak mau akhirnya Nata mengangguk , dia juga perlu bertemu dengan orang tuanya , mereka pasti cemas.
Nata mendekati Zoya dan memeluknya .'' Gue balik dulu besok gue kesini lagi .''
''Oke .''
Nata melepas pelukan nya . '' Bye Zoy .''
'' Lo di anter sama Bima yah biar aman .'' usul Zoya .
'' Nggak usah Zoy , gue sendiri aja .''
Zoya tak menjawab penolakan Nata , dia menatap Bima . '' Lo mau kan anterin Nata sampai rumah ?.''
Bima mengangguk . '' Siap bu bos .''
'' Makasih Bim .''
Bima mengangguk , dia menggandeng tangan Nata keluar dari ruangan setelah melambai pada Zoya terlebih dulu.
...See you next time..........
__ADS_1