
...✨✨✨...
Waktu telah berlalu begitu cepat , tanpa terasa tiga hari sudah terlewati semenjak Zoya menghancurkan laboratorium milik Pramudya .
Dia juga sudah tau jika Alvaz telah menghabisi nyawa ayah kandung nya sendiri ,dan kini mereka berdua sedang melakukan sarapan di kediaman Jazzairo .
Tadi pagi-pagi buta Alvaz sudah datang ke kediaman Jazzairo dengan alasan ingin berangkat bersama ke kampus , padahal jam baru menunjukan pukul lima pagi .
''Jadi apa yang sebenarnya terjadi pada malam itu Al ?.'' tanya Zoya setelah menelan makanan nya .
Alvaz yang duduk di samping Zoya kini menoleh menghadap kekasihnya . ''Malam itu dia nawarin aku buat mimpin penyerangan ke markas kamu ,dan dia nyulik Leon sama Lion sebagai ancaman untukku .''
Alis Zoya mengernyit bingung , bukan kah malam itu mereka pergi bersama menuju kediaman Dirga lantas bagaimana bisa si kembar di culik oleh Pramudya .
Alvaz yang mengerti dengan raut wajah Zoya pun mulai menjelaskan dari awal kenapa mereka bisa mendapatkan si kembar .
Setelah mendengar penjelasan dari Alvaz ,Zoya pun mengangguk paham ternyata Pramudya selama ini mengirim mata-mata untuk memantau pergerakan Alvaz .
'' Oh iya kemarin juga Dafi bantuin aku saat menyerang mereka , apa itu karena perintah kamu ?.'' ujar Alvaz ,dia menatap wajah Zoya dengan lembut .
''Bukan kok , aku malah sama sekali nggak tau kalau Datol ikut bantuin kamu .'' sahut Zoya .
Alvaz menaikan satu alisnya ke atas . ''Datol itu apa sayang ?.''
''Dafi tolol .'' sahut Zoya acuh .
Tawa Alvaz pecah mendengar panggilan yang kekasihnya berikan pada Dafi , sedangkan Zoya yang melihat Alvaz tertawa begitu ringan pun ikut tersenyum simpul .
Dia ingin menikmati kebahagian kali ini di masa depan dengan Alvaz serta Malven dan semua sahabatnya , bolehkan dia berharap mendapat akhir yang baik dan hidup yang tenang tanpa memikirkan berbagai rencana untuk bertahan hidup dan memusnahkan satu persatu orang yang berkeliaran di sampingnya .
'' Kamu kenapa Zoy ?.'' tanya Alvaz ketika melihat tatapan sendu di wajah kekasihnya .
''Nggak apa-apa kok , aku cuma berharap kalau kita bisa bahagia bersama Al .'' senyum tipis Zoya berikan pada Alvaz .
Alvaz menggenggam tangan Zoya dengan lembut . ''Kita pasti akan bahagia sayang , aku nggak akan biarin kamu terluka lagi jadi kamu harus yakin dan percaya bahwa kita pasti akan memenangkan pertarungan kali ini .''
Mereka saling bertatapan ,Zoya dapat melihat di mata Alvaz tidak ada keraguan sedikit pun dalam ucapan nya .
''Yah kita pasti menang dan setelah semuanya selesai aku ingin pergi berdua sama kamu ke danau yang dulu apa kamu mau Al ?.''
Tanpa ragu Alvaz mengangguk . '' Tentu aku mau , apa pun itu asal buat kamu pasti aku mau sayang kecuali untuk ninggalin kamu .''
''Makasih Al .''
Senyum lembut terpatri di bibir Alvaz , tanpa aba-aba dia mengangkat tubuh Zoya dan mendudukan nya di pangkuan nya sendiri .
''Akhh.'' reflek Zoya terkejut, dia menatap Alvaz jengkel .
__ADS_1
''Ck kamu ngagetin tau nggak .'' protes Zoya .
Bukan nya menenangkan Zoya , Alvaz malah tertawa . '' Pppfftt aku kira seorang Queen Dark Wolf nggak bisa blushing , ternyata aku salah .''
''Mana ada , aku nggak blushing kok .'' elaknya sambil memegangi pipinya yang terasa panas .
''Ciee pipinya merah .'' ledek Alvaz sambil menoel pipi Zoya.
BUUK .
Zoya memukul pundak Alvaz dengan kesal . ''Ck senang banget ngeledekin aku hm .''
''Abisnya kamu lucu sih .'' sahut Alvaz , dia melingkarkan tangan nya di panggang Zoya .
Mereka berbincang cukup panjang sampai akhirnya Zoya Mengajak Alvaz untuk berangkat ke kampus ,karena waktu kelasnya akan segera di mulai .
...--------------------------------------------------...
Sedangkan di sisi lain tepatnya sebuah rumah minimalis yang berada cukup jauh dari jalan raya serta berada di tepi pantai , di sana terlihat dua orang sedang duduk di sofa dengan buku yang berserakan di atas meja .
Kedua orang tersebut sedang meneliti sebuah buku dengan judul Pengorbanan Zetana , yah jika kalian masih ingat judul itu merupakan novel yang Alesha baca sebelum masuk ke tubuh Zoya .
Buku dengan cover berwarna pink yang menghiasi buku tersebut membuatnya tampak sangat mencolok dari buku yang lain.
BRUK .
'' Sial ! Kenapa semua tidak sesuai alur ?! Padahal gue sudah bersusah payah mempertahankan alur yang sebenarnya .'' ujar orang tersebut dengan kesal .
'' Apa mungkin karena dia masuk ke sini makanya semuanya berubah ?.'' gumam orang tersebut .
Saat dia sedang berperang dengan pikiran nya , tiba-tiba seseorang yang berada di sampingnya berkata . '' Lo nggak mungkin bisa mempertahankan alurnya , dari awal ini bukan buku lo lagi .''
Orang tersebut terdiam setelah mendengar ucapan dari teman di sebelahnya . '' Lalu apa yang harus gue lakuin Run ?! Gue ada di sini juga demi lo biar lo bisa mendapat ending yang bahagia seperti aslinya .''
"Entah gue juga nggak tau , lo kan author nya kenapa nanya sama gue ?!." sahut Aruna dengan acuh.
Yah salah satu dari mereka adalah Aruna dan satu orang lagi adalah author dari novel Pengorbanan Zetana , mereka berdua juga sudah mengetahui jika Zoya bukan lah jiwa asli dia hanya jiwa asing yang kebetulan masuk kedalam tubuh Zoya .
Aruna Zetana , merupakam perempuan munafik yang berkedok membantu Zoya padahal niat aslinya adalah menyingkirkan Zoya agar dia bisa mendapatkan Alvaz .
Aruna menyukai Alvaz semenjak dia berada di sekolah All Star , sayangnya cintanya tidak pernah berbalas karena Alvaz sangat membenci wanita , namun sialnya dia harus kalah dari gadis urakan seperti Zoya yang berhasil menarik perhatian Alvaz tanpa perlu bersusah payah melakukan banyak hal .
Semua yang Aruna lakukan semata-mata agar dia terlihat baik di mata Alvaz dan saat dia berhasil menyingkirkan Zoya maka Alvaz pasti akan datang padanya dan bersandar padanya itu yang Aruna yakini, bahkan dia sampai meyakinkan Yoga bahwa dia ada di pihak Zoya agar dia bisa tau rencana Zoya sesungguhnya , sayangnya semua itu sia-sia karena Zoya tidak pernah mempercayai siapa pun hingga pada akhirnya Yoga harus tewas entah oleh siapa karena Aruna pun belum tau jika Alvaz yang telah menghabisi Yoga.
PLUK .
Pundak Aruna di tepuk oleh orang di sebelahnya , dia menoleh dengan tatapan heran . '' Kenapa ?.''
__ADS_1
''Kita perlu ganti rencana Run , kalau lo masih mau mendapat akhir bahagia kita harus secepatnya nyingkirin Zoya .''
''Caranya ?.'' ujar Aruna .
Senyum smirk terlihat di bibir orang tersebut , hingga membuat Aruna keheranan .
'' Lo tenang aja , gue udah dapat kartu yang bagus untuk menghancurkan Zoya secepatnya .'' ujar orang tersebut .
'' Apa lo yakin kali ini akan berhasil ?! Bukan nya udah banyak cara yang kita lakukan tapi nggak ada satu pun yang berhasil ?.''
Orang tersebut mengangguk cepat .''Kali ini pasti berhasil , meski cuma mentalnya yang kena tapi nggak masalah karena dari sini akan lebih mudah .''
Aruna mengangguk singkat ,dia mempercayakan semuanya pada orang tersebut yang menjadi pion utama dalam akhir ceritanya nanti .
Saat Aruna sibuk dengan pemikiran nya sendiri tiba-tiba ponsel milik orang di samping nya berdering .
Drrrtt. Drttttt. Drrrtt.
"Siapa ?." tanya Aruna dengan tatapan penasaran.
"Seseorang yang akan membantu kita menyingkirkan Zoya tentunya." sahut orang tersebut.
Dia mengangkat telfon tersebut ,mereka berbicara dengan serius hingga membuat Aruna sangat penasaran.
Ketika telefon telah terputus ,Aruna langsung mencecar berbagai pertanyaan untuk orang di sampingnya.
"Jadi gimana kata dia ?! apa yang harus kita lakuin ?!."
"Orang itu bilang kalau satu bulan dari sekarang kita bisa menyingkirkan Zoya , bukan cuma Zoya tapi Malven Jazzairo juga akan kita binasakan secara bersamaan ." sahut orang tersebut.
Senyum smirk terlihat di bibir Aruna. "Bagus jika mereka berdua lenyap ,maka gue bisa masuk menggantikan posisi Zoya untuk Alvaz benar kan ?!."
"Yah itu pun kalo Alvaz mau sama lo ,kalo nggak kita bunuh aja sekalian."
"Sembarangan , gue udah berkorban banyak selama ini bahkan gue sampai harus pura-pura bantuin Zoya dan menjadi kaki tangan Keyla hanya untuk mendapat simpati dari dia , masa giliran kaya gini lo minta gue mundur ?! Lo gila."
Orang tersebut mengangkat kedua bahunya acuh. "Salah lo sendiri kenapa lo dulu memprovokasi Keyla untuk membunuh Sera ?! Coba dulu lo nggak gegabah pasti semuanya nggak akan sesulit sekarang .!"
"Ck diem deh ,itu udah berlalu lagian mereka taunya Keyla sama Yoga yang merencanakan pembunuhan itu dan gue cuma korban jadi mereka nggak akan curiga , toh sekarang mereka pasti belum nemuin keberadaan gue ."
"Terserah lo deh , tapi lo harus inget Zoya nggak sebodoh itu sampai dia bisa membiarkan lo hidup seperti ini." ujar orang tersebut yang di tanggapi acuh tak acuh oleh Aruna.
Dia merasa yakin jika Zoya tidak akan memburunya ,terlebih dia sudah berbaik hati memberikan rekaman tentang semua kebusukan Keyla.
Sayangnya keyakinan Aruna akan pupus sebentar lagi , dia akan mendapat karma lima kali lipat dari perbuatan nya dan mungkin akan menjadi akhir perjalanan nya atau justru sebaliknya ?! Entah lah hal itu hanya waktu yang bisa menjawab.
...See you next time........
__ADS_1