Zoya Antagonist Girl.

Zoya Antagonist Girl.
Chapter 41


__ADS_3

...☠️☠️☠️...


Alvaz dan kedua sahabatnya terus menyusuri lorong hingga mereka tiba di persimpangan lorong di dalam gedung tersebut .


'' Lorong nya ada tiga , kita mau jalan kemana dulu Al ?!" ujar Naufan .


Alvaz terdiam sejenak , dia melihat ketiga jalan tersebut dengan seksama .


''Kita berpencar aja biar cepet .''


'' Ide bagus , gue ke arah kiri Al.'' usul Bima .


Alvaz mengangguk . '' Oke gue ke kanan , lo ke utara Naf .''


'' Oke .'' sahut Naufan.


Mereka bertiga bergegas mencari lokasi Natasha , Bima yang tadi berjalan lebih dulu telah sampai di jalan buntu ,Bima merasa heran saat melihat ada tangan yang menempel di dinding .


''Lah kenapa ada tangan di pajang di sini ?.'' ucap Bima dengan heran.


Dia menyentuh tangan tersebut dan tiba-tiba alarm darurat berbunyi ,Ternyata itu merupakan jebakan dimana di balik tangan itu ada tombol alarm darurat , hal itu membuat Bima mengumpat.


'' Anj*** !! Ck gue harus buru-buru pergi dari sini !.'' ujarnya .


Bima berbalik , di berniat pergi akan tetapi belum juga dia melangkah tiba-tiba datang beberapa orang dengan senjata di tangan nya .


'' MAU KEMANA HAH ?.'' teriak bodyguard tersebut.


'Sial ! Baru kali ini gue nyesel punya rasa kepo yang terlalu tinggi .' batin Bima .


Melihat keterdiaman Bima , bodyguard tersebut langsung menyuruh anak buahnya menyerang Bima .


'' HABISI DIA .''


BUGH. BUGH. DUAK.


Pertarungan satu lawan lima belas orang berlangsung sengit , terlebih mereka menggunakan senjata sedangkan Bima hanya menggunakan tangan kosong .


SRING.! BUAAK.! TRANGGG.


Bima menangkis belati yang mengarah pada wajah nya .


'' Jangan incar wajah gue dong ! Biaya skincare gue mahal nyawa kalian aja nggak bisa buat bayar satu botol skincare gue bangsat .''


'' Ternyata kamu nggak takut sama kita ? Apa kamu sudah siap untuk mati ?.'' ujar bodyguard itu dengan songong nya.


'' Mati dan hidup gue bukan di tangan lo , Buat apa gue takut lagian lo kalo mau koit ya koit aja nggak usah nawarin gue anj*** !.'' ujar Bima dengan kesal .


Bodyguard tersebut mengepalkan kedua tangan nya ,Dia geram dan marah atas jawaban Bima.


"Sialan !" ujar bodyguard tersebut.


Seketika mereka maju bersamaan untuk menyerang Bima .


BUGH.! BUAKK.! BRAK.!


DUGH.! BUAAKK.! BRAK !


Bima berhasil melepar beberapa orang hingga tak sadarkan diri ,Untungnya skill Bima tidak main-main hingga dia bisa mengimbangi mereka yang menggunakan senjata tajam.


" Hosh ...Hosh...Hosh."


" Kalau kaya gini ,bisa-bisa tenaga gue habis duluan !" gumam Bima di sela rasa lelah nya.


Tak ingin membuang waktu lebih lama Bima kembali menyerang mereka ,Butuh waktu lima belas menit untuk mengalahkan mereka semua.


Bima kembali berjalan menuju bodyguard yang tadi meremehkan nya ,Bima menginjak kepala bodyguard itu hingga berbunyi 'Krek.' Puas dengan karyanya ,Bima bergegas menyusul kedua sahabatnya.


Naufan yang berjalan menuju arah utara akhirnya tiba di tangga menuju lantai dua , Tanpa pikir panjang Naufan berlari menuju lantai atas .


Setiba nya dia di lantai atas , dia di kejut kan dengan kemunculan para bodyguard yang menodongkan senjata padanya .


'' Siapa kamu .!'' tanya bodyguard tersebut.


Naufan tak menjawab dia sedang mengamati pergerakan mereka .

__ADS_1


'' Jawab !!.'' ujar bodyguard tersebut .


''S-saya...'' gagap Naufan sebelum melayangkan pukulan pada pria tersebut.


BUGH.!


Naufan langsung memukul wajah bodyguard itu dan merebut senjata miliknya .


DOR . DOR. DOR.


Naufan melayangkan peluru bertubi-tubi sembari berjalan mendekati mereka ,dia tak memberikan celah sedikit pun pada mereka .


Di saat yang bersamaan Bima datang dan membantu Naufan , Suara tembakan mereka terdengar sampai ke tempat Keyla dan Gara berada.


'' Brengsek ! Ada penyusup .'' ucap Keyla .


'' Kita harus pindahin Nata secepatnya .''usul Gara.


Draapp . Drappp. Draaap .


Keyla dan Gara berlari dengan tergesa-gesa menuju tempat Natasha di kurung, mereka akan memindahkan Natasha ke tempat lain.


'' Gar cepat dong jalan nya ! Keburu mereka sampai di ruangan Natasha .'' ucap Keyla marah .


Gara berdecak sebal , dia paling benci di perintah tapi dia tak bisa melawan.


Saat jarak mereka berdua tidak terlalu jauh dari ruangan Natasha , ternyata di sana sudah ada Alvaz yang sedang bertarung melawan para bodyguard.


'' Sial !! Kita keduluan .''geram Keyla.


''Kita nggak bisa nunjukin diri kita di sana Key , bisa-bisa mereka curiga .'' ujar Gara .


Mereka belum tau jika Alvaz sudah mengetahui bahwa mereka yang menculik Nata.


Keyla mengangguk . '' Lebih baik kita pergi dari sini sebelum ketahuan .''


Gara mengangguk .'' Sekalian kita jalanin rencana B agar semua bukti di sini hilang .''


Keyla tersenyum smirk , dia mengambil remote kecil di saku jaketnya dan memencet tombol hijau yang terhubung dengan BOM yang sudah terpasang di gedung tersebut , setelahnya mereka berdua bergegas keluar dari gedung itu sebelum bom meledak.


Alvaz kembali memukul dan meninju satu persatu wajah bodyguard yang ada di hadapan nya .


BUGH. BUGH . BUAK.


Hanya butuh waktu lima menit Alvaz berhasil mengalahkan mereka , Alvaz bergegas membuka pintu yang ternyata pintu itu terkunci .


'' Ck sialan ! '' umpatnya .


Alvaz tak punya pilihan lain kecuali mendobrak pintu tersebut.


BRAK. BRAK . BRAK.


Setelah tiga kali percobaan akhirnya pintu itu terbuka , Alvaz bergegas masuk dia terkejut ketika melihat Natasha yang pingsan.


'' Nat , Natasha bangun .'' panggil Alvaz , dia membuka lakban di mulut Nata.


Perlahan Natasha membuka kedua matanya . '' Alvaz ?.''


Alvaz mengangguk , dia melepaskan ikatan di tangan dan kaki Natasha.


Alvaz mengajak Nata keluar dari tempat itu , saat mereka akan keluar munculah Naufan dan Bima .


'' AL.'' panggil mereka berdua serempak .


Bima dan Naufan menghampiri Alvaz , mereka berdua tercengang ketika melihat wajah Nata yang lebam-lebam.


'' Nat wajah l-lo ?.'' tunjuk Bima pada lebam di bagian pipi .


Nata tersenyum . '' Gue nggak papa kok ,mending kita cepet keluar dari sini .''


Mereka mengangguk serempak , Naufan memimpin jalan di susul Nata dan Bima di belakang nya .


Sedangkan Alvaz tertinggal di belakang , saat mereka sampai di ambang pintu keluar mereka mendengar suara seperti suara jam ,mereka bertiga menoleh ke samping .


Betapa terkejutnya mereka ketika melihat ada bom yang terpasang di dinding dengan durasi waktu dua menit lagi .

__ADS_1


'' Sial ! .'' umpat Naufan .


'' Alvaz mana ?.'' ujar Bima tiba-tiba .


Naufan dan Nata menoleh mereka baru sadar jika Alvaz tidak ada di sana .


'' Jangan-jangan dia ketinggalan di belakang ?.'' ucap Bima .


'' Ck ngapain sih tuh anak pake ketinggalan segala .'' kesal Naufan.


Tak berselang lama mereka dapat melihat Alvaz yang sedang berjalan menghampiri mereka .


'' AL BURUAN DISINI ADA BOM NYA !'' teriak Bima .


Mendengar teriakan Bima , Alvaz segera berlari menuju arah mereka .


Naufan melihat waktu yang tertera di bom tersebut yang tinggal dua puluh detik lagi.


'' Kita keluar dulu ! Waktunya nggak banyak .'' ujar Naufan .


'' T-tapi Alvaz gimana ?.'' ucap Nata .


''Dia pasti bisa keluar dari sini .''


'' Benar kata Naufan , kita harus keluar dulu Nat .'' sahut Bima.


Mereka kembali melihat Alvaz yang sudah dekat , dengan cekatan mereka bertiga berlari keluar sejauh mungkin untuk menghindari ledakan .


Draapp . Draap . Draaap.


Alvaz melihat sekilas bom waktu tersebut dan kembali berlari , waktunya tinggal delapan detik .


Alvaz berlari sekuat tenaga untuk menjauh dari sana , bersamaan dengan keluarnya Alvaz bom itu pun meledak .


DUAAAAAARRRRR .!


Alvaz yang belum cukup jauh akhirnya terpental hingga menabrak pohon. Naufan dan yang lain nya menoleh mereka terkejut ketika melihat Alvaz terlempar.


''ALVAZ .'' teriak mereka bertiga bersamaan .


Mereka kembali berlari menghampiri Alvaz .


''Al lo nggak papa ?.'' ucap Naufan saat membantu Alvaz berdiri.


Alvaz mengangguk , dia menatap gedung yang kini luluh lantak rata dengan tanah .


'' Mereka pasti berniat menghilangkan semua bukti yang ada di sana .'' ujar Alvaz .


Naufan mengangguk . '' Untung nya kita masih bisa keluar dengan selamat .''


" Tapi semua rekaman yang di sana hangus !" ucap Nata lirih.


" Nggak papa ,kita bisa cari jalan lain buat dapatin rekaman cctv di sana.!" ujar Alvaz .


Mereka semua mengangguk , Alvaz memimpin jalan menuju motornya , meski dia merasa tubuhnya sakit namun dia tidak sabar untuk bertemu dengan gadisnya.


Di sela perjalanan menuju motor Nata bertanya pada Naufan . '' Zoya dimana kalo gue boleh tau ?.''


'' Zoya di rumah sakit , dia belum siuman setelah operasi .'' jawab Naufan .


Nata membulatkan kedua bola matanya tak percaya ,Kemudian dia terkekeh pelan . '' Bercanda lo nggak lucu tau .''


Naufan menghentikan langkahnya , dia menatap wajah Nata . '' Apa lo liat gue bercanda ?. ''


Mendengar nada datar dari Naufan , kini dia percaya . '' K-kenapa Zoya bisa operasi ?.''


''Nanti kita jelasin di rumah sakit aja .'' usul Bima.


'' Lo juga mau ketemu Zoya secepatnya kan ?.'' lanjut Bima.


Nata mengangguk , tak berselang lama mereka telah tiba di tempat mereka memarkirkan motornya .


'' Nata sama gue aja .'' ujar Bima yang di angguki oleh kedua sahabatnya.


Mereka menaiki motor masing - masing dan bergegas meninggalkan tempat tersebut.

__ADS_1


...See you next time...........


__ADS_2