Zoya Antagonist Girl.

Zoya Antagonist Girl.
Chapter 53


__ADS_3

...☠️☠️☠️...


Malam ini Zoya dalam perjalanan menuju LA , semua rencana nya berubah ketika dia pulang dari kediaman Alexander ! Zoya bahkan tak sempat berpamitan dengan para sahabatnya.


" Om sebenarnya ada apa sampai om buru-buru kaya gini ?!"


" Kamu akan tau nanti , sebentar lagi kita sampai !" jawab Malven singkat.


Dua jam kemudian mereka tiba di bandara internasional Los Angeles.


Malvin bergegas turun tak lupa menggandeng tangan Zoya .


" Kita harus buru-buru Zoy ,ini genting.!" ucap Malvin panik.


Zoya yang tak tau apa pun ,hanya mengangguk dan mengikuti langkah Malvin yang sangat cepat.


Mereka bergegas memasuki mobil yang sudah menunggu mereka.


" Markas.!" ucap Malven singkat.


" Baik tuan.!"


Mobil yang membawa Malven dan Zoya berjalan sangat cepat ,Tak berselang lama mereka telah sampai di markas yang Malven maksud.


Dari luar terlihat sangat berantakan ,Malven bergegas masuk di susul Zoya .


Ternyata di dalam ruangan tak berbeda jauh ,di sana tergeletak dua orang yang sudah terikat.


" Dari mana mereka ?!" tanya Malven pada bodyguard nya.


" F.D."


Malven menggeram marah. " Sial ! mereka sudah berani menginjak wilayahku !"


Malven menatap Zoya. "Kamu pulang dulu ke mansion ,om ada urusan sebentar.!"


Zoya mengangguk ,dia di antar oleh supir Malven menuju mansion Jazzairo.


Setelah Zoya pergi ,Malven bergegas menuju ruangan nya dia juga memanggil beberapa anak buahnya yang dia percaya.


Tiga orang baru saja sampai di ruangan Malven.


"Tuan kami sudah mendapatkan apa yang anda cari.!" ujar salah satu dari mereka.


Malven mengambil laptop dari tangan anak buahnya ,dia meneliti satu persatu informasi yang di dapatkan nya dari anak buahnya.


" Jadi markasnya di jakarta ?!" ujar Malven.


" Benar tuan .!"


Malven menghela nafas berat ,dia menyuruh asisten nya untuk mencari siapa pemilik organisasi tersebut dan melaporkan nya secepat mungkin padanya , selesai dengan perintah yang dia ajukan kini dia kembali berkutat dengan dokumen untuk mengecek semua barang yang sudah sampai di markasnya.


Malven merupakan Ceo dari organisasi M.J organisasi yang bergerak di bidang persenjataan yang sudah berada di bawah persetujuan Badan Intelejen Negara atau biasa di sebut BIN.


...___________________...


Sesampainya Zoya di mansion Jazzairo ,dia di antar ke kamar oleh maid yang sudah Malven tugaskan.


Tap.! Tap. ! Tap .!


Langkah kaki Zoya menggema di mansion itu ,Setibanya di dalam kamar Zoya langsung merebahkan tubuhnya di kasur.


Tiba-tiba Zoya ingat dengan barang-barang yang dia bawa dari kediaman Alexander.


Zoya mengambil ransel hitamnya ,dia menuangkan isi dari tas tersebut ke ranjang.


Dia memilah satu persatu benda di sana , Zoya mengambil diary mommy nya terlebih dulu dia membuka nya dan mulai membaca dalam diam.


Dua puluh menit kemudian ,wajah Zoya mengeras dia mencengkram diary di tangan nya dengan keras.


" Bajingan !! Berani-berani Cakra sialan selingkuh dari mommy ?! " geram Zoya.


Dia kembali membuka amplop yang dia ambil dari kamar daddy nya.


Di sana tertera surat perjanjian dimana isi surat itu merupakan perpindahan nama pemilik perusahaan yang dulu di pegang mommy nya menjadi milik daddy nya.


Tak hanya itu bahkan seluruh aset atas nama mommy nya di ganti menjadi milik Cakra termasuk mansion yang dulu Zoya tinggali.


BRUK .!


Zoya melempar asal berkas-berkas tersebut , dia marah karena dia sama sekali tidak tau dengan kejadian ini.


"Sialan !! Sebenarnya apa yang terjadi dengan keluarga Alexander sih ?! Kenapa ribet banget urusan nya , gue kan pusing harus nyari penyelesaian nya gimana ?!"


Zoya mengusak rambutnya dengan kasar . "Apa gue tanya om Malven aja ?!"


"Yah gue harus tau kejadian dulu dan alasan kejanggalan semua ini.!" lanjut Zoya.

__ADS_1


Setelah puas melampiaskan kekesalan nya ,Zoya kembali membuka amplop putih dari kamar mommy nya .


DEGH .!


Seketika tubuh Zoya menegang ,di surat tersebut tertulis mommy nya telah mengambil alih hak asuh Dafa sepenuhnya dari tangan Namila ibu kandung nya.


Tangan Zoya bergetar hebat ,dia meremas kertas tersebut dengan amarah yang membuncah.


Tatapan matanya menajam ,urat-urat di lehernya menegang ,Kali ini amarah Zoya tidak main-main dia kecewa dengan semua tindakan Cakra padanya serta pada mommy nya.


" Tunggu gue kembali Cakra !! Saat itu tiba gue sendiri yang akan mencabut nyawa lo !" ucap Zoya dengan tegas .


Dia membereskan semuanya dan menyimpan nya dalam satu kotak cukup besar .


Dia akan masuk sekolah di sana lusa ,Malven sudah menyiapkan segalanya di sana tak hanya sekolah melainkan tempat latihan khusus yang Zoya minta juga sudah Malven siapkan.


Zoya berjalan menuju nakas ,dia menulis list apa saja yang akan dia lakukan di sana .


..._____________________...


Di indonesia .


Alvaz serta para sahabatnya sedang melaksanakan perintah Malven untuk mecari kelemahan orang-orang yang terlibat.


Kali ini mereka mengincar Dirga , mereka mengikuti kemana Dirga pergi dengan jarak yang cukup jauh.


Saat Dirga menghentikan motornya ,mereka juga ikut menghentikan motor masing-masing yang tidak terlalu jauh dari tempat Dirga berada.


Alvaz melepas helm nya ,dia menatap heran ketika Dirga berjalan memasuki hutan.


"Lah si Dirga ngapain ke hutan ?!" ujar Bima.


" Nyari kayu bakar kali !" sahut Leon asal.


Bima berdecak sebal. "Lo kira Dirga mau camping ?!"


Leon mengangkat kedua bahunya acuh ,Mereka semua turun dari motor dan mengikuti Dirga memasuki hutan .


Dirga berjalan tergesa-gesa memasuki hutan ,dia cemas dengan keadaan adiknya .


DRAP.! DRAP .! DRAP .!


GREP.!


" Anda di larang masuk ! Tuan muda berpesan tidak ada yang boleh masuk karena dia sedang sibuk di dalam !" ujar bodyguard yang menahan lengan Dirga.


"Maaf tapi kali ini kami akan menahan anda !" ucap bodyguard tersebut.


BRUUKK .!


Dirga langsung menyerang dan membanting bodyguard yang mencekal tangan nya ,dia juga meninju wajah bodyguard tersebut .


BUGH.! BUGH.! DUAKK.!


Setelah memastikan bodyguard itu pingsan , Dirga bergegas masuk ke dalam gedung tersebut , dari kejauhan Alvaz dkk merasa heran melihat Dirga yang sedang emosi.


" Apa ada sesuatu di dalam gedung itu ?! Kayanya Dirga udah biasa keluar masuk kesana deh !" bisik Naufan.


"Tapi gelagat dia aneh nggak sih ?! Menurut kalian gimana ?!" tanya Bima yang mendapat anggukan dari mereka semua.


" Apa kita masuk aja Al ?!" tanya Naufan.


Alvaz menggeleng . "Kita nggak mungkin bisa masuk ,pengawasan mereka terlalu ketat ! dan kita belum tau jebakan apa saja yang ada di sana ,kita perlu menyelidiki lebih lanjut."


Naufan mengangguk membenarkan ucapan Alvaz , dia kembali melihat gedung tersebut yang terlihat seperti markas besar.


"Kita tunggu Dirga keluar apa gimana nih ?!" ujar Bima.


Alvaz mengangguk. " Gue penasaran siapa aja yang ada di sana.!"


Mereka kembali mengintai dan menunggu Dirga keluar .


..._______________________...


Di dalam gedung , Dirga berlari menuju tempat adiknya di kurung ,Keringat mengucur di dahinya .


DRAP.! DRAP.! DRAP.!


BRAAK.!


Dirga mendobrak pintu masuk ruangan adiknya dengan kasar , saat Dirga masuk tubuhnya langsung lemas melihat hal mengejutkan di hadapan nya.


"GARA ! !" teriak Dirga marah.


Nayra yang mendengar teriakan kakaknya segera menoleh dengan air mata yang mengalir di pipinya.


"Kakak.!" panggil Nayra serak.

__ADS_1


Dirga melihat wajah Nayra banyak terdapat memar ,entah apa saja yang sudah Gara lakukan padanya.


Gara menoleh ,dia tersenyum smirk melihat Dirga berada di sana.


" Wow gue kira lo nggak akan datang haha." tawa remeh keluar dari mulut Gara.


Dirga berjalan mendekati Gara yang terhalang jeruji besi yang di aliri listrik yang membuat Dirga tak bisa masuk.


Bagaimana Gara bisa masuk ? Dia memiliki akses khusus agar bisa masuk tanpa terkena sengatan listrik .


Dirga menatap nyalang pada Gara ,di sana di dalam ruangan itu Gara sedang melakukan hal buruk pada adiknya yang tidak bisa berbuat apa-apa.


"Gar lepasin Nayra Gar !! Gue mohon !"ucap Dirga .


"Haha gimana yah ,gue lagi asik sama adik lo Dir.!"


"BAJINGAN !" teriak Dirga.


Gara menoleh ,dia menatap Wajah Dirga yang marah.


"Lo tau kan rahasia gue bocor karena apa ?! semua karena lo !" hardik Gara.


Dirga menggeleng brutal . " Gue nggak tau kalau mereka bakal berkhianat Gar ,gue salah tolong lo lampiasin sama gue jangan sama Nayra !"


Gara terkekeh kecil . "Gimana yah~"


Tangan Gara bergerak merobek paksa baju Naira ,hingga menyisakan pakaian d*l*m nya saja.


Kedua mata Dirga membulat sempurna , dia menggeleng brutal.


" Gar gue mohon ,jangan lakuin itu sama adik gue Gar !! Gue mohon !" ucap Dirga memohon.


Air matanya jatuh bercucuran ,Melihat Dirga menangis membuat Gara semakin bersemangat menyiksa mental Dirga.


"Ini balasan atas perbuatan lo .!" sahut Gara.


Dia mengambil belati di nakas ,Nayra menangis histeris ketika benda dingin itu menyentuh kulitnya.


"Jangan ..KAKAK !! TOLONG KAK ...Kakak.!" teriak Nayra pada Dirga , Bulir kristal sudah mengalir di kedua pipi Nayra.


Gara tak menggubris ,kedua tangan Nayra sudah terikat kencang bahkan pergelangan tangan nya sudah lecet akibat gesekan tali yang mengikatnya.


"GARA GUE MOHON JANGAN LAKUIN HAL ITU !! GUE BAKAL NURUTIN SEMUA KEMAUAN LO GAR !! "


" Jangan lakuin itu please Gar...Gue mohon.!"


Air mata Dirga tak berhenti keluar , hatinya tercabik-cabik melihat adiknya menderita.


BRAAAK.!


Tanpa pikir panjang Dirga menerjang jeruji besi tersebut ,namun gagal karena tubuhnya terpental hingga menabrak dinding.


BRUK.!


"Uhuk...uhuk..!"


Darah keluar dari mulut Dirga ,sengatan listrik yang dia dapat sangat kuat hingga membuat tubuhnya lemas.


Nayra yang melihat kakaknya menjadi terluka ,kembali histeris dia meraung memanggil nama Dirga berulang kali.


"KAKAK ! BANGUN KAK ...KAKAK !"


Gara yang sedang dalam mood buruk ,saat itu juga menyumpal mulut Nayra dengan robekan kain yang ada di sana.


"MMMHHH .....MMMMHHH." Nayra berusaha memberontak.


" Menyebalkan .!" sinis Gara.


Saat itu juga belati milik nya mulai menari di atas kulit Nayra yang pucat ,Gara menyayat pergelangan tangan Naira hingga bahunya.


Tak hanya itu ,dia juga menyayat paha Nayra dan mengukir nya dengan abstrak membuat kulit Nayra terkoyak hingga dagingnya keluar.


Nayra menangis ,dia benar-benar tersiksa .


"Hiks..hiks..jangan kak hiks ...sakit.!"lirih Nayra di sela kesadaran nya yang menipis.


Dirga yang melihat perbuatan Gara ,menjadi histeris dia berusaha bangun namun kakinya lemas.


" GARA !! Cukup Gar !" pinta Dirga.


Namun Gara tak perduli ,Gara kembali mengoyak paha Nayra yang satunya tak hanya itu jari kaki Nayra juga di potong satu persatu oleh Gara.


Kesadaran Nayra telah habis ,dia pingsan karena tak kuat menahan rasa sakit yang harus dia terima.


Dirga memaksakan dirinya untuk berdiri ,Namun ketika dia berjalan punggungnya di pukul entah oleh siapa yang membuatnya tak sadarkan diri.


...See you next time........

__ADS_1


__ADS_2