
...☠️☠️☠️...
"Gue..."
"Ppft haha yah lo benar gue hanya jiwa asing yang hidup di tubuh tokoh ciptaan gue." sahut Nabila .
Raut terkejut tidak bisa Zoya sembunyikan ,dia tidak pernah mengira jika Nabila adalah author dari novel yang dia baca.
Nabila berjalan mengitari tubuh Zoya dengan tangan yang menyilang di depan dadanya. "Lo tau Zoy ,gue paling benci jika novel yang gue buat dengan susah payah lo ubah sesuka hati lo , semua harus sesuai alur termasuk kematian untuk tubuh yang lo tempati."
"Karena akhir yang sesungguhnya adalah kematian untuk lo bukan Aruna , karena Aruna harus berakhir dengan bahagia ." lanjut Nabila.
Zoya berdecih sinis. "Sayangnya gue nggak perduli dengan alur yang lo buat , mau Aruna bahagia atau enggak itu bukan urusan gue , di sini gue cuma mencoba bertahan hidup dan menjauh dari akhir yang tragis , gue nggak masalah kalau gue harus mati tapi itu bukan karena lo melainkan takdir ."
Mendengar jawaban Zoya yang menantangnya , Nabila menjadi geram dia menarik rambut Zoya dengan kasar hingga kepalanya mendongak ke atas .
''Gue benci sama lo Zoy , lo menghancurkan semua usaha gue ,lo bahkan menantang takdir yang sudah gue tetapkan .'' hardik Nabila .
''Lo bukan tuhan Bil yang bisa mengatur nyawa seseorang , jangan mentang-mentang lo yang nulis alurnya lo bisa mengatur nyawa mereka .'' ujar Zoya .
PLAAKK.
Tiba-tiba Nabila menampar pipi Zoya di tempat yang Cakra tampar tadi hingga membuat lebam kebiruan terlihat di pipi Zoya .
Namun Nabila merasa aneh sebab Zoya sama sekali tidak merintih kesakitan setelah dia tampar dengan sangat keras , dia hanya melihat tatapan meremehkan dari Zoya .
''Tamparan lo nggak bakal bikin gue menjerit Bil , gue udah sering dapat tamparan lebih dari ini jadi jangan berharap gue akan memohon sama lo .''ucap Zoya di selingi senyum simpul .
''Gue akan bunuh lo Zoy , tunggu aja gue pasti akan membinasakan lo dari dunia ini .'' geram Nabila .
Zoya mengangguk singkat .''Oke gue tunggu kalo bisa jangan lama-lama yah gue muak liat wajah lo yang mirip bekantan .''
''Anj*** sialan , bangsat .'' Nabila mengepalkan kedua tangan nya erat ,dia benar-benar kesal namun dia tidak mungkin membunuh Zoya sekarang karena dia perlu persetujuan Cakra terlebih dahulu .
__ADS_1
Sedangkan Aruna yang melihat pertikaian tersebut kini ikut menghampiri Zoya .
Aruna menatap Zoya dengan sinis .''Kenapa manusia kaya lo harus hadir di tengah kehidupan gue sih , nyusahin aja .''
Kedua alis Zoya tertarik ke atas mendengar ucapan Aruna . ''Lo masih tanya kenapa gue ada di sini ?! Bukan nya udah jelas gue adalah bom yang akan meledakan keserakahan lo .''
''Jaga mulut lo Zoy , gue yang akan menghancurkan lo dan merebut Alvaz dari lo .'' sentak Aruna.
DEGH .
'Jadi si setan suka sama Alvaz , wah daebak bisa-bisanya gue punya saingan dedemit kaya dia .' batin Zoya merasa lucu.
Dia sama sekali tidak perduli dengan rasa suka yang Aruna miliki ,dia punya prinsip sendiri dalam menjalin hubungan yaitu , jika Alvaz mau dengan orang lain maka dia akan melepaskannya bagi Zoya perasaan tidak akan bisa di paksa meski dia mencintai Alvaz dengan tulus tapi jika dia bahagia dengan orang lain maka Zoya harus melepaskan nya .
Kini Zoya sadar jika dia memang memiliki rasa pada Alvaz ,orang yang selalu berusaha melindunginya dan Zoya yakin jika sekarang Alvaz sedang kalang kabut mencarinya kesana kemari.
Akan tetapi Zoya selalu yakin jika mereka berpisah sekali pun ,Alvaz tidak mungkin mau dengan demit modelan Aruna .
''Ambil kalo emang dia mau sama lo, gue nggak masalah Run karena gue yakin Alvaz nggak mungkin mau dengan orang yang sudah membunuh sahabatnya .'' sahut Zoya santai.
Aruna langsung ciut ,dia memilih berbalik dan pergi meninggalkan Zoya dan Nabila .
Tatapan Zoya kini mengarah pada Nabila .''Lo punya makanan nggak ?! Gue laper belum makan dari kemarin Bil.''
Nabila tercengang ,dia sungguh heran dengan sikap Zoya . '' Ck lo nyusahin aja deh .''
''Udah tau gue nyusahin kenapa lo culik juga .'' sahut Zoya asal .
Malas berdebat dengan Zoya akhirnya Nabila keluar untuk mengambil makanan dari pada nanti Zoya mati dan Cakra menuduhnya itu lebih bahaya.
Selepas kepergian Nabila , Zoya mulai berusaha melepas ikatan di tangan nya dia harus mengeluarkan peluru yang berada di lengan nya sebelum lengannya terinfeksi .
Sejak tadi Zoya mati-matian menahan rasa sakit yang dia terima ,semua dia lakukan agar mereka cepat pergi dari sana .
__ADS_1
''Arrgh sialan susah amat njir .'' geram Zoya .
Baru saja dia melonggarkan ikatan di tangan nya ,tiba-tiba Nabila datang lagi dengan makanan di tangan nya .
'' Nih .'' ujarnya menyodorkan makanan tersebut pada Zoya.
''Ck lo nggak liat tangan gue di ikat , cepat suapin gue .'' perintah Zoya .
''Ck udah nyusahin beban lagi .''gerutu Nabila .
Zoya mengangkat bahunya acuh ,dia membuka mulutnya dan Nabila menyuapinya hingga makanan di piring tersebut habis , tak lupa dia juga memberi minum pada Zoya .
''Thanks Bil , gue udah kenyang .'' ucap Zoya tersenyum cerah .
''Sialan lo .'' umpat Nabila sebelum pergi meninggal kan Zoya .
Setelah perutnya terasa kenyang , kini dia kembali fokus melepas ikatan di tangan nya , beberapa menit kemudian ikatan tersebut berhasil dia lepaskan .
Zoya juga melepas ikatan di kakinya , setelahnya dia berdiri dan mencari benda tajam untuk mengeluarkan peluru di lengan nya .
Kini tatapannya tertuju pada serpihan kaca yang tergeletak di dekat jendela ,Zoya mengambil kaca tersebut dan membawa ke kursi , dia membuka jaketnya dengan kasar hingga terlihat luka yang menganga di lengan nya.
Dengan raut wajah datar , Zoya mulai menyayat lengan nya menggunakan pecahan kaca tersebut ,rasa perih mulai terasa namun Zoya tak terlalu memperdulikan nya , dia menyayat cukup dalam lengannya hingga terlhat satu peluru yang tertancap di dagingnya .
Tanpa aba-aba dia menarik peluru tersebut dan membuangnya dengan asal, Zoya kembali melihat lukanya yang terbuka lebar dan mengeluarkan darah .
Tak punya pilihan lain Zoya pun merobek bajunya untuk mengikat luka tersebut , setelah selesai dia kembali memakai jaketnya dia mulai mengamati ruangan tersebut tak lupa dia juga melihat ke arah jendela untuk memikirkan cara keluar dari sana .
'' Jadi Cakra berniat menyandera gue supaya gue nggak hadir di acara ulang tahun perusahaan nya ?!.'' gumamnya .
Dia kembali berjalan menuju bangku dan mendudukan tubuhnya di sana, kepalanya dia sandarkan pada sandaran kursi , dia mendongak menatap atap ruangan tersebut yang sudah lapuk . ''Hah kapan semua ini berakhir tuhan , gue cape hidup kaya gini terus .''
Lelah ?! Tentu saja Zoya merasa sangat lelah bahkan dia hampir saja menyerah dan kabur meninggalkan mereka semua , namun dia teringat janji yang dia buat dengan Zoya asli dan mommy nya bahwa dia akan mengusut tuntas kematian mommy nya .
__ADS_1
''Gue harap semua ini cepat berakhir dan gue bisa hidup dengan tenang di sini .'' gumam Zoya pelan .
...see you next time.......