
...✨✨✨...
Bersamaan dengan keadaan Zoya yang baru siuman,Saat ini kediaman Alexander sedang tegang ,Dimana daddy Cakra mengamuk setelah mendapat amplop yang tergeletak di depan pintu rumahnya .
Daddy Cakra menggebrak meja hingga meja terbelah menjadi dua .
" Sialan !! Dimana anak itu !" gumam nya dengan marah.
Tak berselang lama datanglah kedua putranya yang baru saja kembali dari sekolah,Dia menghampiri kedua putranya.
'' Dimana Zoya ?! Kenapa dari kemarin dia tidak pulang .'' ujarnya pada Dafa .
''Kemarin Zoya-''
'' Lagi sibuk melayani om-om kali Dad ,biar dapat kepuasan .'' sahut Dafi menyela ucapan Dafa .
'' Apa maksud kamu ?.''
Dafi menyodorkan ponsel miliknya pada daddy Cakra . '' Daddy liat sendiri , semua itu ada di sekolah dan sekarang Zoya udah di keluarkan dari sekolah dad .''
Daddy cakra melihat satu persatu foto yang ada di ponsel Dafi ,foto yang sama seperti foto yang berada di amplop yang dia temukan .
'' Daddy harus tau kelakuan dia di luar sana kaya gimana , kayanya waktu dia bilang dari rumah Nata semua juga bohong Dad , buktinya dia masuk ke club .'' kompor Dafi .
'' DAF !! Cukup .'' bentak Dafa
'' Buat apa lo melindungi dia ?! Semua bukti udah ada dan lo masih aja belain dia .'' sinis Dafi.
" Ck tapi nggak seharusnya lo bilang kaya gitu sama Daddy Daf."
Dafi melengos ,dia tidak menggubris ucapan Dafa .
Daddy Cakra menggeram marah ,otot di lehernya menonjol. "Brengsek !! Jadi selama ini dia hanya pura-pura baik .!"
" Daddy tenang dulu bisa aja semua cuma rekayasa , kita bisa tanya Zoya baik-baik ." usul Dafa.
"Diam kamu !! Aib seperti dia tidak pantas untuk di ajak bicara baik-baik.!"
Daddy Cakra melempar ponsel Dafi ke arah Sofa ."Kita tunggu saja dia pulang !Apa dia masih punya muka untuk masuk ke rumah ini .!"
Dafi mengangguk senang. " Daddy benar ,Kita perlu mendidik dia .!"
Sedangkan Dafa hanya menghela nafas berat melihat adik dan ayahnya seperti itu.
...__________________________...
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat malam telah berganti pagi dan hari ini merupakan hari kepulangan Zoy dari rumah sakit.
BRAK.!
Nata membuka pintu dengan kasar , dia melangkah menghampiri Zoya yang masih duduk di ranjang.
" Pagi Zoya ,gimana kondisi lo ?! " ujarnya begitu sampai di hadapan Zoya.
" Gue udah baikan , btw tumben lo pagi-pagi udah di sini ?!" heran Zoya.
Nata menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. " Hehe gue mau nganter lo pulang biar nggak cuma Alvaz doang yang nganter.!"
Zoya terkekeh pelan. "Pfftt pantesan jam segini lo udah datang ,Biasanya lo kan kebo.!"
"Ck jangan buka aib gue dong , gue bela-belain bangun pagi demi lo tau.!" rajuk Nata.
" Iya deh sory ,makasih udah nyempetin waktu buat gue.!" ucap Zoya dengan tulus.
" Sama-sama , besok lo udah bisa sekolah kan ?! Biar gue jemput aja besok.!"
__ADS_1
Zoya terdiam hal itu membuat Nata bertanya-tanya.
"Zoy , kenapa lo diem ?!" ujar Nata .
" Gue keluar dari sekolah Nat.!"
"APA !! SERIUS LO !"teriak Nata tiba-tiba.
Zoya mengusap telinganya yang berdengung. " Ck suara lo bikin telinga gue sakit tau.!"
" Abisnya bercanda lo nggak lucu.!"
" Gue nggak bercanda ,Gue serius udah keluar dari sekolah Nat.!" jawab Zoya.
Nata melongo mendengar jawaban Zoya. " Kenapa lo keluar Zoy ?! Apa gara-gara kejadian kemarin ?!"
Zoya mengangguk . " Kurang lebih kaya gitu sih .!"
" Terus respon daddy lo gimana ?!"
Zoya terdiam ,dia juga belum tau seperti apa respon daddy nya ,dia hanya berharap daddy nya tidak percaya dengan semua fitnah itu.
" Zoy are you okey ?!" ucap Nata setelah melihat keterdiaman Zoya.
Zoya tersenyum getir. " Gue nggak tau Nat ,Selama gue di sini daddy nggak ada jengukin gue sama sekali.!"
" Nggak mungkin Zoy , pasti daddy lo kesini mungkin aja waktu itu lo belum sadar."
" Gue udah tanya sama dokter Renold dan jawaban nya sama nggak ada satu pun orang dari pihak keluarga gue yang datang kesini."
Melihat raut sendu di wajah Zoya ,Nata memilih duduk di samping nya .
"Mungkin aja daddy lo sibuk ,makanya dia nggak kesini !" ucap Nata mencoba menenangkan.
"Gue cape Nat ,Apa gue sanggup bertahan di sini.!"
"Ck lo jangan ngomong yang aneh-aneh deh gue nggak suka , mau gimana pun keadaan lo nantinya lo harus tetap kuat Zoy lo nggak boleh sia-siakan pengorbanan mommy lo yang udah susah payah membuat lo melihat dunia ini.!"
"Tapi gue kadang merasa nggak sanggup Nat ,mental gue nggak sekuat itu !" ucap Zoya dengan tatapan kosong.
Nata mengusap punggung Zoya pelan. "Kalo lo cape lo boleh istirahat kok ,tapi lo nggak boleh menyerah , lo harus inget masih banyak yang sayang dan perduli sama lo.!"
" Makasih Nat .!"
" Untuk ?!"
" Semuanya !" jawab Zoya tersenyum tulus.
Nata mengangguk ,Tak berselang lama datang lah Alvaz dan kedua teman nya.
" Helo Bima yang gantengnya ngalahin justin biber come back.!" ujar Bima heboh.
Naufan menggelengkan kepalanya pelan. " Maaf Zoy ,Bima emang rada miring orang nya.!"
Zoya terkekeh kecil. " Nggak papa kok santai aja.!"
" Marang miring lo kira gue gerobak.!" kesal Bima.
" Mirip .!" sahut mereka serempak.
Bima melotot. " Dih main nya keroyokan , bu bos liat tuh mereka nistain gue mulu.!"
"Fakta kali Bim." ledek Zoya .
" Ck nggak bu bos ,pak bos semuanya suka banget nistain gue.!"
__ADS_1
"Abisnya wajah lo emang pantas di nistain haha." sahut Nata.
Bima berdecak sebal. " Ganteng gini lo bilang pantas di nistain ?! Gue sumpahin lo bakal suka sama gue .!"
Nata bergidik ngeri. " Amit-amit !! Jangan sampai gue suka sama lo ,Najis !"
"Mulut lo nggak bisa di ajak ngomong baik-baik yah. "
" Lo duluan yang mulai njir !"
" Lo .!"
" Lo .!" sahut Nata jengkel.
Zoya memijit pelipisnya pelan. "Udah woi ,Kalau mau berantem sana di luar !"
" Lo sih .!" ucap Bima pada Nata.
" Sialan ! Lo juga bangsat.!" sahut Nata.
Zoya berdiri. " Gue balik sendiri aja ."
" Eh jangan dong Zoy , gue anterin yah." ucap Nata.
" Nggak Zoya bareng gue !" ucap Alvaz.
"Enak aja ,Zoya bareng gue ! Lo udah dari kemarin bareng Zoya terus ,sekarang giliran gue dong."
" Nggak bisa ,Zoya pulang bareng gue !" kekeh Alvaz menarik tangan Zoya.
Tak terima dengan ulah Alvaz ,Nata juga menarik tangan Zoya.
" Nggak boleh ,Zoya bareng gue.!"
Mereka berdua saling menarik tangan Zoya ,hingga membuat Zoya lelah.
"NATASHA !! ALVAZ .!" panggil Zoya dengan tajam.
'Glek ' Nata dan Alvaz sama-sama menelan ludahnya dengan kasar.
"LEPAS.!" ujar Zoya lagi.
Nata dan Alvaz melepaskan tangan Zoya , Mereka menatap Zoya takut-takut.
" Maaf Zoy ." cicit Nata.
Alvaz memegang ujung baju Zoya . "Sayang maaf." cicit Alvaz.
Bima dan Naufan tergelak ,Mereka berusaha mati-matian menahan tawa ketika melihat Alvaz seperti anak kecil.
"Pffftt Alvaz gede kemana tuh .!" bisik Bima pada Naufan.
" Hm bener juga yah ,Baru kali ini dia nggak nakutin ." jawab Naufan terkekeh kecil.
Zoya menghela nafas lelah ,dia menatap Natasha. " Nggak papa Nat mending kita pulang aja ,Lo juga udah periksa luka lo kan ?!"
Nata mengangguk pelan ,Zoya melepas cekalan Alvaz di bajunya .
"Kamu katanya mau nganter aku jadi nggak ?!"Tanya Zoya.
Alvaz mengangguk ,Dia menggandeng tangan Zoya. " Yuk. "
Akhirnya mereka semua pergi meninggalkan rumah sakit wagindra , Zoya belum bertanya pada Yoga tentang alasan dia membantunya ,niatnya dia akan bertanya besok sekalian berterima kasih .
...See you next time.......
__ADS_1