Zoya Antagonist Girl.

Zoya Antagonist Girl.
Chapter 70


__ADS_3

...✨✨✨...


Semilir angin berhembus menerbangkan helaian demi helaian rambut milik Dirga, tatapan hampa terlihat jelas di wajahnya semenjak kepergian sang adik beberapa tahun yang lalu , Helaan nafas berat sudah berulang kali keluar dari bibirnya .


Tujuan hidupnya hanya satu yaitu membalas perbuatan Gara pada adiknya , dan saat ini dia sedang berada di tepi danau menunggu seseorang yang akan menjadi sekutunya mungkin jika mereka mau jika tidak maka Dirga harus bergerak sendiri.


Jam sudah menunjukan pukul 08.40 pagi , dia sudah berada di sana selama setengah jam lebih untuk menenangkan pikiran nya sambil menunggu kedatangan orang tersebut .


Lima menit kemudian orang yang Dirga tunggu akhirnya datang ,Dirga berbalik untuk menghampiri mereka .


Tap. Tap. Tap.


"Lo nunggu lama ?!" ujar orang tersebut begitu berhadapan dengan Dirga.


"Nggak ,gue juga baru sampai.!" bohong Dirga.


Tatapan nya terkunci pada sosok gadis cantik berambut panjang yang berdiri di samping pemuda berambut hitam pekat mereka tak lain adalah Zoya serta Alvaz ! Yah orang yang Dirga tunggu adalah Zoya serta Alvaz setelah kemarin dia menghubungi mereka dengan susah payah .


"Kalian sepertinya kelelahan , apa yang sudah terjadi ?!" heran Dirga ketika melihat lingkaran hitam di bawah mata mereka berdua.


"Nggak ada , kita cuma kurang istirahat aja !" sahut Alvaz datar ,dia menarik tubuh Zoya agar menempel padanya.


Alvaz tidak suka dengan tatapan Dirga yang tidak berkedip ketika menatap Zoya , Dirga yang menyadari jika Alvaz cemburu merasa kikuk dia juga tidak sadar dengan kelakuan nya.


"Sory Al gue nggak sadar .!" ucap Dirga.


"Hm.!" sahut Alvaz dingin.


Satu minggu sudah berlalu semenjak kejadian yang mereka lakukan , kini mereka bertiga berjalan menuju bangku yang terletak di tepi danau , Zoya menikmati setiap hembusan angin yang mengenai wajahnya , Alvaz yang melihat wajah damai kekasihnya ikut tersenyum simpul ! Semenjak pembalasan dendam di mulai mereka semakin kekurangan waktu untuk istirahat karena jika mereka lalai sebentar saja maka bahaya akan kembali mengintai mereka.


"Jadi apa yang mau lo bicarain sama kita berdua ?!" ujar Zoya dengan raut wajah dingin .


"Gue mau bergabung sama kalian !" sahut Dirga tanpa basa basi.


Alvaz serta Zoya sama-sama mengernyitkan dahi mereka ,kini mereka menatap Dirga dengan rasa penasaran yang sangat tinggi.


"Why ?!"


"Mungkin kalian nggak bakal percaya sama ucapan gue ,dan gue juga tau kalau kalian pasti curiga sama gue ! Tapi di sini gue benar-benar butuh bantuan kalian untuk menghancurkan Gara.!"


Alis Zoya menukik tajam ,dia tidak mengerti dengan kondisi yang Dirga alami. "Tunggu ! Bukan nya lo masih anggota Beeatles ?!"


"Beeatles udah bubar Zoy , Gara membubarkan Beeatles dengan alasan nggak jelas satu tahun yang lalu , dan sekarang gue cuma sebatang kara ! Gue nggak punya siapa-siapa lagi .!"


Mendengar jawaban tak terduga dari Dirga ,berhasil membuat Zoya serta Alvaz tercengang.


"Bukan nya semua baik-baik aja Dir ?! Waktu kalian WAR sama Alaska gue liat juga masih aman-aman aja .!" ujar Zoya yang belum percaya dengan ucapan Dirga.


Saat Dirga akan menjawab ,Alvaz lebih dulu menyelanya. "Semenjak kamu pergi Ke LA banyak yang berubah sayang , intinya semua udah nggak seperti dulu waktu kamu masih di sini .!"

__ADS_1


Zoya mengangguk-anggukan kepalanya pelan , dia memang kurang update dengan urusan di luar balas dendamnya apa lagi dia sibuk mengurus perusahaan serta organisasinya .


Dirga menghela nafas berat sebelum kembali berbicara pada mereka berdua .


"Eumh Al ,Zoy jadi gimana jawaban kalian tentang permintaan gue ?!"


"Gue serahin jawaban nya sama Zoya ,biar dia yang ngasih keputusan.!" sahut Alvaz.


Kini Dirga menunggu jawaban dari Zoya dengan penuh harap ,keputusan Zoya kali ini akan mempengaruhi dirinya untuk mengambil jalan mana yang akan dia tempuh.


"Oke ! kita bakal bantuin lo hitung-hitung pemanasan iya kan Al ?!"ujar Zoya menoleh pada Alvaz.


Alvaz mengangguk . "Jika itu mau kamu maka kita akan membantunya ."


Alvaz menatap Dirga. "Tapi lo harus ingat Dir meski kita bantuin lo , tapi sejujurnya kita masih nggak percaya sama lo jadi lo jangan berharap banyak sama kita .!"


Dirga tersenyum cerah. "Makasih Al ,gue benar-benar senang dapat bantuan dari kalian berdua.!"


Alvaz dan Zoya mengangguk serempak ,saat mereka akan mendiskusikan rencana selanjutnya tiba-tiba ponsel Zoya berdering.


Dia mengambil ponselnya dan melihat nama yang tertera di ponsel tersebut.


 'Javas.' gumam Zoya sebelum mengangkat panggilan tersebut.


Klik.


"Halo Jav ." ucap Zoya saat sambungan telefon sudah terhubung.


Alis Zoya mengernyit. "Gawat kenapa ?!"


"Markas Dark Wolf di serang nona .!"


DEGH .


Zoya berdiri dari duduknya ,tangan nya mengepal erat. "Siapa yang melakukan nya ?!"


"Saya belum mencari tau nona ,tapi mereka semua sangat terampil bahkan banyak anggota Dark Wolf yang cedera , kami tidak tau sampai kapan akan bertahan dengan kondisi seperti ini nona ."


PRANGG.!


Zoya mendengar suara pecahan sangat keras dari telefon yang masih tersambung , dia yakin saat ini markasnya sedang porak poranda.


"Saya kesana sekarang.!" ujar Zoya dan mematikan telfon nya .


Alvaz yang melihat kekasihnya panik segera menghampirinya . "Kenapa hm ?!"


Zoya menoleh dia berbisik pada Alvaz. "Markas di serang Al ,aku harus pergi sekarang.!"


Alvaz terkejut. "Aku ikut ,kita berangkat sekarang.!"

__ADS_1


Zoya mengangguk , mereka berdua berjalan menghampiri Dirga. "Kita cabut dulu Dir ,ada hal penting yang harus kita selesain lebih dulu." ujar Alvaz.


"Oke , kita bisa bahas nanti tentang rencana kita.!" sahut Dirga.


Mereka berdua mengangguk , Alvaz dan Zoya bergegas menuju motor mereka masing-masing , kenapa Zoya tidak satu motor dengan Alvaz ?! Karena Zoya lebih nyaman membawa kendaraan sendiri ketika dia akan menjalankan tugasnya dan dia bisa menghemat waktu tentunya , dalam sekejap motor mereka melesat meninggalkan danau serta Dirga yang sedang menatap kepergian mereka .


"Lo beruntung dapatin gadis seperti dia Al , andai gue nggak bodoh mungkin gue bisa punya kesempatan seperti lo ! " gumamnya dengan pandangan yang tak lepas dari Alvaz dan Zoya yang sudah tidak terlihat lagi.


Dirga mengusak rambutnya dengan asal. "Ck sadar Dir ! Mereka udah bahagia lo nggak boleh jadi pengganggu.!" ujarnya pada diri sendiri.


...___________________...


Di tempat lain Natasha sedang mengotak atik laptopnya , dia sedang membuka file yang di kirim oleh Zoya semalam .


Tak.!


"Aarrgh sialan !! Susah banget bangsat.!"umpat Nata jengkel.


Dia sudah berkutat dengan laptopnya selama dua jam ,namun dia belum juga menemukan data yang di minta oleh Zoya ! file yang Zoya kirim merupakan potongan percakapan seseorang dan dia meminta Zoya mengirimnya agar dia bisa membantu mencari siapa orang tersebut.


Nata mengusak rambutnya dengan kasar ,kepalanya panas seperti akan keluar asap saking pusingnya memikirkan cara untuk menemukan siapa orang tersebut.


"Ck kalo gue jadi Zoya pasti udah gila setengah mati , bisa-bisanya dia masih normal di tengah gempuran musuh sana sini !" gerutu Nata , dia kagum dengan sikap Zoya tapi juga ngeri saat dia membayangkan kesadisan yang akan Zoya lakukan di masa depan.


Nata mengambil air putih di gelas ,dia menenggaknya dalam sekali teguk ! Setelah merasa dahaganya hilang dia kembali menyelesaikan pekerjaan nya.


Satu jam telah berlalu namun Nata belum juga menemukan apa yang dia cari.


TAK.


Nata menutup laptopnya dengan kasar ,dia menghela nafas lelah kali ini dia harus menyerah dan membiarkan Zoya menyelesaikan nya sendiri.


"Dah lah pusing gue ,biarin aja Zoya yang cari ! Kepala gue udah mau meledak.!" gumamnya.


Dia berjalan menuju ranjangnya dan mengambil ponsel miliknya di atas kasur .


Nata melihat pesan dari Zoya , dia bergegas membuka isi pesan tersebut.


Zoya✨.


Lo cari tau keberadaan Aruna sekarang ! Ternyata dia pembohong Nat .


Kedua bola mata Natasha membulat sempurna . "Brengsek !! gue kira dia udah tobat ternyata dia sama aja seperti para bajingan itu ."


Nata segera membalas pesan Zoya ,dia kembali mengambil laptopnya untuk melacak keberadaan Aruna ,untungnya dia berhasil menyelipkan Chip pelacak di tas Aruna berkat bantuan waiters dulu waktu dia bertemu dengan nya di cafe.


"Berani-beraninya si setan main-main sama sahabat gue !! Dia belum tau rasanya di jadiin pindang sama Zoya ternyata .!" dumel Nata.


Mereka semua sama-sama sibuk di tempat yang berbeda-beda , bermain dengan pikiran masing-masing yang hampir membuat mereka hilang kendali.

__ADS_1


...See you next time.......


__ADS_2