
Hidup itu berotasi kadang di bawah kadang juga di atas , lo cuma perlu bersyukur dengan apa yang lo miliki sekarang.
...Naufan....
.......
.......
...✨✨✨...
Alvaz serta semua inti Alaska sedang berkumpul di basecamp mereka, Nanti malam dia akan mengunjungi tempat Zoya namun sebelum itu dia akan mengadakan rapat terlebih dulu .
Tap. Tap. Tap.
Bruk.!
Naufan mendudukan dirinya di sofa dekat Alvaz , di susul Bima yang juga baru saja tiba setelah mengambil air dari dapur.
" Belum pada kumpul semua ?! "tanya Bima ketika melihat di sana cuma ada mereka berempat yaitu Leon ,Alvaz ,Naufan dan dirinya sendiri.
Naufan menggeleng. " Lagi otw kali."
" Bilang nya otw taunya baru melek."sindir Bima.
"Siapa tuh ?!" tanya Leon ikut nimbrung.
"Noh yang baru masuk .!" ucap Bima sembari menatap Lion yang baru datang .
Lion melangkah menghampiri mereka. "Enak aja ,gue nggak tidur bang cuma merem doang .!"
"Sama aja sat."Sinis Bima.
Lion mencebikan bibirnya kesal. "Lo PMS bang ?! Dari tadi nyolot mulu."
" PMS mata lo , gue cape tau nungguin kalian kaga nongol-nongol belum lagi si Yoga nggak tau kemana !" jawab Bima jengkel.
"Udah lah jangan ngereog mulu Bim , lo juga tadi telat kan , jadi lo sama aja kaya mereka." ujar Naufan jengah.
Lion mengangguk . " Benar tuh kata bang Naufan ,sama-sama telat nggak boleh saling kritik."
Bima melotot pada Lion ,seketika itu juga Lion membuang wajah ke samping untuk menghindari tatapan dari Bima yang seperti akan memangsanya.
" Lo abis diceramahi sama mak lo Bim ?!" ujar Naufan karena biasanya jika Bima meledak-ledak maka dia telah diceramahi oleh kanjeng ratu.
Bima mengangguk pelan. "Masa mak gue bilang kalau gue di pungut di kolong comberan gara-gara gue pulang kemalaman katanya di suruh balik ke sana lagi ,kan kaga elit banget ."
" Pantesan~"
"Pantesan apa bang ?!" tanya Leon pada Naufan.
" Bima mirip tikus got hahaha." tawa Naufan pecah di susul Leon dan Lion .
Bima menampilkan wajah sedih dan teraniaya pada sahabatnya.
"Wah kalian berani menari di atas lukaku ini .!" ucap Bima bernada.
"Di saat aku membutuhkan cintamu ."lanjut Leon .
" Begitu mudah kau campakkan diriku~!" lanjut Bima dengan wajah sendu yang di buat-buat.
"Seakan diriku bagai sampah yang berbau~" sambung Lion.
Ho...oH...Ho~~~oH.
Seketika Basecamp Alaska berubah menjadi tempat konser bagi Bima ,Leon, serta Lion .
Naufan dan Alvaz terkekeh geli melihat mereka bertiga menyanyi sembari meliuk-liuk kan tubuhnya.
Saat sedang asik-asiknya berjoget tiba-tiba pintu basecamp di buka secara kasar membuat mereka terlonjak kaget.
__ADS_1
BRAK.!
"Astagfirullah, Yoga goblok !" latah Bima sambil memegangi dadanya .
" Lo kristen btw." ujar Naufan pada Bima.
Bima menepuk jidatnya pelan. "Gue lupa anjir.!"
Naufan menggeleng pelan , Mereka semua menoleh ke arah pintu dimana ada Yoga yang sedang berdiri di sana.
" Lo kenapa Yog ?!" tanya Alvaz keheranan .
Yoga berjalan memasuki basecamp ,dia melempar tubuhnya ke arah sofa .
" Gara !" jawab Yoga singkat.
Alvaz mengernyit mendengar nama Gara di sebut. " Ada apa ?!"
" Dia mau bunuh gue !"
" SERIUS !" teriak Bima heboh.
Yoga mengangguk. " Tadi gue hampir aja ketangkap sama orang suruhan dia ."
" Wah nggak bisa di biarin nih ,Kayanya dia emang gila deh !" sahut Bima .
Alvaz memicingkan kedua matanya. "Apa ini karena lo keluar dari Beeatles ?."
Yoga mengangguk. " Kayanya dia takut gue nyebarin rahasia dia deh.!"
"Rahasia apa ?! Kok gue nggak tau ?!" tanya Bima kebingungan .
Pletak.!
Yoga menjitak dahi Bima dengan gemas ." Makanya kalau lagi rapat dengerin ,jangan tidur mulu !"
" Ck gue ketiduran dodol bukan sengaja tidur !" elak Bima.
"Ada contohnya gue.!"
"Semerdeka lo aja bang ,Males gue debat sama lo." sahut Leon jengkel.
Bima tersenyum kemenangan ,Alvaz serta Naufan menatap Yoga penasaran mereka kembali bicara.
" Mending lo keluar dari dandelion Yog ,Nyawa lo terancam di sana gue yakin Gara bakal ngelakuin apa pun buat membungkam lo.!" ucap Naufan.
"Mau gue sih gitu Naf ,tapi gue udah mau lulus kalau gue pindah sekolah yang ada gue tinggal kelas ." jawab Yoga.
Alvaz serta Naufan mengangguki ucapan Yoga yang ada benarnya juga ,Mereka semua tinggal menunggu ujian nasional sebelum lulus dan itu tinggal empat bulan lagi.
Yoga menepuk pundak Alvaz pelan . "Lo tenang aja ,gue bakal jaga diri baik-baik kok ,empat bulan itu nggak lama gue pasti bisa bertahan dari mereka.!"
" Bekingan Gara bukan orang sembarangan Yog ,Bisa aja mereka lebih kejam dari yang lo pikirin !" ucap Naufan.
" Gue tau ,makanya gue nggak bisa menghindar terus dari mereka , gue kenal Gara dari dekat gue paham sifat dia Naf , Kalau gue kabur yang ada kelurga gue yang jadi targetnya dan gue nggak mau itu terjadi.!" ujar Yoga.
"Apa rencana lo ke depan nya ?!" tanya Alvaz.
Yoga menarik sudut bibirnya ke atas ."Membongkar sifat asli Sagara di depan semua murid Dandelion .!"
Mereka semua terkejut ,Bahkan Bima yang sedang memakan camilan sampai tersedak.
" Uhuk...uhuk...A-air woi.!" pinta Bima yang sedang memegangi tenggorokan nya.
Lion menyodorkan air putih pada Bima yang langsung di tenggak habis .
TAK.!
Bima meletakan gelasnya dengan kasar ke atas meja ,Dia memberi tatapan tajam pada Yoga.
__ADS_1
" Lo gila ?! Kalau lo mau nunjukin sifat asli dia lo nggak boleh lakuin sendirian Yog ! Lo tau kan Gara orangnya rada sengklek kalau terjadi apa-apa sama lo gimana ?!"
" Gue setuju sama Bima ,kali ini lo bisa lolos belum tentu besok mending lo fokus cari kelemahan mereka !" usul Alvaz.
" Target mereka bukan cuma ngancurin lo atau pun gue ,tapi semua orang yang dekat dengan Zoya !"
Kedua netra Yoga membulat sempurna ,tatapan terkejut terlihat jelas di wajahnya ketika mendengar ucapan Alvaz.
"Kita fokus kumpulin bukti dan cari kelemahan mereka dulu sampai waktunya tiba kita harus mematangkan semuanya agar nanti kita bisa menyapu bersih mereka ."
"Hm oke kalo gitu gue bakal nyari kelemahan mereka pelan-pelan.!" sahut Yoga.
Mereka kembali berbincang dan menyusun strategi untuk bertahan dalam hal ini.
...____________________...
Di sisi lain Pramudya sedang berada di Laboratorium ,tempat dimana dia melakukan eksperimen nya.
Pramudya menyeret satu orang bodyguardnya untuk di jadikan bahan percobaan hari ini , kali ini Pramudya membuat racun untuk menghancurkan organ dalam dan luar sekaligus.
Pramudya menyuntikan racun tersebut pada bodyguardnya ,seketika itu juga tubuh bodyguard tersebut melepuh hingga seluruh badan nya mengembung.
"Aaarrghh.!" teriak Bodyguard tersebut sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.
Pramudya tersenyum senang ,Akhirnya racun kali ini berhasil dia kembangkan .
"Haha sebentar lagi semuanya akan menjadi miliku !! Mereka yang merendahkan ku akan ku buat menyesal Haha.!"
Tawa Pramudya terdengar mengerikan ,Saat dia sedang membayangkan hal yang menyenangkan tiba-tiba pintu laboratorium nya terbuka ,menampakan sosok Lingga berdiri di sana.
Tap. Tap. Tap.
Dia mendekati tempat Pramudya berdiri ,Senyum smirk terpatri di wajahnya.
" Bagaimana perkembangan nya ?!" tanya Lingga pada Pramudya.
" Sesuai perkiraan kita ,semua berjalan lancar."
Lingga menganggukan kepalanya. "Bagus ! Sepertinya kita bisa memulainya sekarang !"
" Benar , kita harus menggunakan kesempatan yang di buat anak-anak sebaik mungkin.!"
"Kita harus memasukan Keyla ke dalam rumah itu ,Jika hanya kakaknya yang di sana maka akan rawan ketahuan , terlebih dia bisa memperkuat posisi kita untuk merebut segalanya .!" jawab Lingga.
Pramudya mengangguk. "Untunglah gadis itu berhasil kita singkir kan ,dia yang paling sulit di hasut selama ini.!"
" Kau benar ,Gara-gara dia kita sampai menunda rencana ini dua tahun.!"
Pramudya kembali mengangguk. "Bagaimana dengan senjata yang kita pesan ?!"
" Sudah dalam perjalanan ,namun ada sedikit kendala di tengah pengiriman !"
Pramudya mengernyit bingung. "Kendala apa ?!"
" Ada organisasi lain yang menghalangi pengiriman itu ,dan mereka organisasi yang mendapat kepercayaan dari BIN.!"
Pramudya terkejut , dia sungguh tidak menyangka jika akan ada campur tangan dari BIN ,jika terus seperti ini maka pasokan senjata mereka akan habis dan organisasi mereka akan terancam.
Lingga yang melihat raut wajah Pramudya berubah karena marah , akhirnya dia menenangkan nya dengan menjamin bahwa pengiriman kali ini akan berhasil karena dia sendiri yang akan mengurusnya.
Setelah tenang Pramudya mulai bertanya kapan mereka akan bergerak memulai semuanya .
" Kita mulai dari Alexander Company ! Kita harus mendapat saham di sana !"
" Jika mereka menolak ?!"
" Kau tak perlu khawatir saya sudah memiliki seseorang yang akan melakukan rencana B di sana ! Hal itu akan membuat mereka mau tak mau menerima tawaran kita .!"
" Baiklah ,Kita akan mulai dua hari lagi!" jawab Pramudya.
__ADS_1
...See you next time......