Zoya Antagonist Girl.

Zoya Antagonist Girl.
Chapter 85


__ADS_3

...✨✨✨...


Pertarungan yang menguras tenaga akhirnya berhasil di menangkan oleh Alaska dan Dafi ,mereka menghela nafas lelah keringat membasahi tubuh mereka semua.


"Anjir cape banget sialan." gerutu Bima.


"Lo si Al ,ngabarin mendadak banget bikin kita terburu-buru tau." ujar Naufan.


"Sory tadi gue juga buru-buru kesini ." ucap Alvaz tak enak.


Bima dan Naufan melihat Dafi yang sedang berdiri dengan jarak cukup jauh dari mereka.


"Ngapain lo disini ?!." heran Bima.


"Lo nggak liat gue abis bantuin teman kalian ." sahut Dafi apa adanya.


Tatapan curiga Bima berikan pada Dafi. "Apa tujuan lo ngelakuin itu ?! Lo nggak bermaksud buat ngebunuh Alvaz di sini kan ?!."


Dafi memutar bola matanya malas. "Kalau gue mau bunuh dia ,ngapain gue harus susah-susah bantuin dia segala ."


"Iya juga sih , terus apa tujuan lo sebenarnya ?!."


"Nggak ada , gue cuma nggak mau Zoya sedih kalau tau pacarnya mati sia-sia di sini." sahut Dafi .


Naufan berdecih sinis. "Cih tumben lo perduli sama Zoya ?! Biasanya juga lo acuh tak acuh sama dia ."


Dafi mengangkat kedua bahunya acuh."Terserah gue dong , lagian nggak merugikan kalian juga."


"Lo-"


"Udah Naf , nggak usah di perpanjang mending sekarang kita cari keberadaan si kembar , mereka kayanya ada di ruangan bawah tanah." ujar Alvaz menyela ucapan Naufan.


Bima serta Naufan mengangguk , Alvaz melihat ke arah Dafi. "Lo mau ikut ?!."


Dafi menggeleng. "Gue mau ketempat Zoya , kayanya dia udah beres."


Alis Alvaz menukik tajam . "Maksud lo apa ?!."


"Dia lagi melakukan pembasmian , nanti kalian juga tau btw kalian nggak perlu berterima kasih sama gue , karena gue ngelakuin ini bukan buat lo."


"Dih siapa juga yang mau berterima kasih sama lo , jangan kepedean deh jadi orang." sahut Bima.


Dafi hanya menatap malas ke arah Bima sebagai respon , dia mengelap tangan nya yang penuh darah . "Gue cabut bye."


Alvaz mengangguk ,dia melihat Dafi yang mulai berjalan menuju pintu keluar ,samar-samar Alvaz melihat Dafi yang berjalan seperti di paksakan ,dia yakin jika Dafi mendapat luka di kakinya entah itu dalam atau tidak Alvaz pun tidak tau .

__ADS_1


Akhirnya mereka bertiga bergegas menuju ruang bawah tanah dimana si kembar berada , Alvaz tidak memperdulikan luka yang ada di pundaknya .


..._____________________...


Di sisi lain Dafi sudah berada di atas kendaraan nya , luka yang dia dapat ternyata bukan cuma di bagian lengan nya saja melainkan di kakinya juga ada .


Dia memaksakan dirinya untuk kembali menuju apartemen terlebih dulu untuk mengganti pakaian nya sebelum menemui Zoya .


Beberapa menit kemudian Dafi telah sampai di apartemen nya , dia memarkirkan motornya dan bergegas menuju lift yang akan membawanya menuju lantai tujuh dimana apartemen nya berada.


Di dalam lift Dafi melepas jaketnya ,dia melihat luka tusukan di lengan nya ternyata cukup dalam ,darah yang tadi mengalir deras kini sudah sedikit berkurang .


TING.


Lift telah berhenti di lantai tujuh , dia keluar dari lift dengan tergesa-gesa namun saat dia tiba di depan pintu ,seketika tatapan terkejut saat dia melihat seseorang berada di depan pintu apartemen nya.


"Daddy ?." ujar Dafi dengan wajah terkejutnya yang terlihat jelas.


"Dari mana kamu Daf ?." tanya daddy Cakra tajam.


"Aku abis ketemu teman dad ."


Daddy Cakra melihat penampilan Dafi yang sudah acak-acakan . "Kamu habis berkelahi hm ?."


Dafi menggeleng cepat. "Nggak dad ,aku abis jatuh dari motor makanya berantakan kaya gini."


"Nggak dad ,aku mana berani bohong sama daddy." sahut Dafi dengan yakin.


Cakra menatap putra keduanya dengan tatapan curiga , namun pada akhirnya dia tetap mengangguk menyetujui ucapan putranya.


Dafi menghela nafas lega , jika sampai daddy nya tau dia berkelahi dengan anak buah Pramudya maka bisa saja daddy nya mencari tau lebih dalam dan mungkin hal itu akan menjerumus ke arah Zoya dan membahayakan nya.


''Btw tumben daddy kesini , ada perlu apa dad ?.'' tanya Dafi untuk mengalihkan pembicaraan .


''Kamu harus pulang ke mansion Daf , adik kamu sudah meninggal kita harus mengurus pemakaman nya .''


DEGH.


''A-adik aku meninggal ?! Daddy bercanda ?.''ujar Dafi tergagap .


Pikiran nya tertuju pada Zoya ,dia mengira jika hal buruk telah menimpa Zoya yang sedang memberantas laboratorium .


Cakra mengangguk singkat . '' Yah daddy serius , potongan tubuhnya sudah ada di rumah kita .''


Tubuh Dafi terhuyung , dia menggeleng cepat dengan tatapan kosong .'' Nggak itu nggak mungkin terjadi ! adik aku nggak mungkin meninggal dad .''

__ADS_1


Cakra merasa heran dengan respon putranya ,dia tidak menyangka jika Dafi sangat menyayangi Keyla . ''Tenangkan dirimu Daf , biarkan Keyla tenang di alam sana .''


Seketika kedua alis Dafi mengernyit ,perasaan nya menjadi bingung . ''Maksud daddy yang meninggal Keyla ?.''


''Yah bukankah kamu sudah tau dari awal jika Keyla yang meninggal ?.''


''Pppfffttt hahaha .'' Dafi tertawa sambil memegangi kepalanya .


''Ck bisa-bisanya pikiran itu melintas di otak gue .'' gerutunya .


Cakra tak paham dengan situasi yang terjadi pada putranya , dia merasa aneh melihat respon Dafi yang berubah menjadi tawa .


''Kamu kenapa Daf ? Apa ada yang lucu ?.'' ujar Cakra .


Dafi menggeleng pelan , dia memilih mengajak daddy nya masuk ke dalam apartemen untuk menunggunya ganti baju ,sudah dapat di pastikan dia gagal untuk menemui Zoya malam ini karena kedatangan daddy nya.


Begitu Cakra memasuki ruangan tersebut , dia langsung tercengang melihat foto putrinya yang sudah lama tidak pernah ia lihat , sebab dia telah membuang semua kenangan yang ada di kediaman nya termasuk semua foto Zoya.


Tap. Tap . Tap .


Dafi keluar dari dapur dengan membawa dua gelas minuman di tangan nya ,dari kejauhan dia melhat daddy nya sedang mengamati foto Zoya yang dia pajang di dinding ruang tamu .


''Dad .'' panggil Dafi sambil meletakan gelas ke atas meja .


Cakra menoleh dia berjalan menghampiri putranya . ''Sejak kapan kamu memajang foto pembunuh itu ?.''


''Sudah lama lagian belum tentu dia yang membunuh mommy kan .'' sahut Dafi acuh.


Kedua alis Cakra menukik tajam , dia merasa ada yang aneh dengan putra keduanya , dia seperti tidak mengenal putranya yang sekarang .


''Apa yang membuat pikiranmu berubah Daf ? Bukan nya dulu kamu yang paling benci dengan anak itu .''


Dafi mengangguk . '' Itu dulu sebelum aku tau yang sebenarnya .''


'' Apa maksudmu ?.'' tanya Cakra .


Dafi mengangkat kedua bahunya acuh . ''Entah lah mungkin nanti daddy juga akan tau , btw bukan nya daddy lagi sibuk nyiapin acara ulang tahun perusahaan ?.'' ujar Dafi .


Cakra baru ingat jika dia sedang mengurus hal itu . ''Kamu benar , satu bulan lagi daddy akan memperkenalkan Dafa sebagai penerus Alexander company , daddy harap kamu tidak keberatan dengan keputusan ini Dafi.''


'' Aku sama sekali nggak keberatan kok dad, semua keputusan ada sama daddy lagi pula aku juga belum niat buat terjun ke dunia bisnis .'' sahut Dafi ,berbeda dengan hatinya yang sedang memberikan berbagai sumpah serapah pada Daddy nya.


Cakra mengangguk paham ,mereka berdua berhenti berbicara setelah Cakra mengajak Dafi kembali ke mansion untuk membantu mengurus kematian Keyla .


Dalam hati Dafi sudah menunggu hari perayaan perusahaan daddy nya , karena hari itu akan menjadi hari yang sangat bersejarah dalam keluarga Alexander dan mungkin hari itu juga akan menjadi kuburan terakhir untuk marga Alexander.

__ADS_1


...See you next time.......


__ADS_2