
...☠️☠️☠️...
Malam semakin larut dan jam sudah menunjukan pukul 23.30 WIB ,artinya Zoya serta Alvaz dkk akan bergerak sebentar lagi .
Setelah kejadian tadi yang membuat tubuh Zoya drop ,kini dia sedang berbaring di atas ranjangnya di temani oleh Alvaz.
"Kamu nggak usah ikut yah ,biar kita aja yang jalanin rencana itu ! Kamu istirahat di rumah bang Malven juga udah ngabarin kalo dia udah ada di rumah sakit untuk menjalani pengobatan ." ujar Alvaz sambil mengusap rambut Zoya.
Tatapan Zoya sudah normal kembali hanya saja tenaganya terkuras habis gara-gara emosinya tadi.
"Maaf .!" ujar Zoya pelan tanpa menatap wajah Alvaz.
Alvaz menaikan satu alisnya . "Untuk?!"
"Tadi aku udah mukul kamu dan bentak kamu !"
"Nggak apa-apa ,aku tau kamu lagi emosi ! Aku nggak mempermasalahkan hal itu juga.!" sahut Alvaz di selingi senyum di bibirnya.
Zoya mengangguk , mereka sama-sama terdiam sampai Alvaz berpamitan untuk pergi.
"Aku berangkat sekarang yah udah mau jam 12 malam !"
Zoya mengangguk. "Hati-hati .!"
Alvaz tersenyum simpul ,dia memberikan kecupan singkat di dahi Zoya sebelum beranjak dari sana.
Di ruang tamu sudah berkumpul para anggota Alaska , Alvaz mengambil ponselnya untuk menghubungi Yoga namun hasilnya sama nomor Yoga belum aktif.
"Kita berangkat duluan aja , biar nanti Yoga nyusul !toh dia udah tau jalan nya Gue juga udah kirim pesan sama dia .!" ajak Alvaz yang di angguki mereka berempat .
Kali ini dua singa juga ikut membantu , mereka semua bergegas meninggalkan kediaman Jazzairo , Zoya yang melihat Alvaz sudah pergi dari balkon kamarnya ,kini bergegas menghubungi salah satu orang kepercayaan nya.
Klik.
Telfon tersambung , terdengar suara yang tidak asing di telinga Zoya yaitu asisten nya yang merangkap menjadi tangan kanan untuk Dark Wolf.
"Bawa anak-anak dan blokir jalan yang kemarin saya kasih tau ! Pastikan kalian semua membawa senjata , malam ini akan menjadi malam yang cukup melelahkan.!" perintah Zoya .
" Baik nona.!"
Setelah sambungan telfon terputus ,Zoya kembali menatap jalanan yang tadi di lewati Alvaz dan para sahabatnya.
"Gue nggak berharap lebih sama lo ,tapi gue harap kali ini lo sadar kalau nggak semua orang baik seperti sampulnya.!" gumam Zoya sebelum kembali masuk ke dalam kamarnya untuk mengganti baju.
Zoya sudah mengamati cukup lama gerak-gerik salah satu sahabat Alvaz , hingga dia melihat sendiri orang yang hampir dia percayai kembali mengkhianatinya dan orang tersebut yang menyebarkan semua pergerakan Zoya selama ini hingga Lingga dan juga Pramudya selalu tau siasat mereka ,itulah yang membuat Zoya memilih bekerja sendiri dengan Dark Wolf agar semua cepat selesai sebelum dia lulus kuliahnya.
..._________________...
Di sisi lain Aruna sedang berada di dalam kamar rawat mamahnya , dua hari yang lalu Aruna sudah menyiapkan segalanya untuk membawa kabur sang mamah dari tangan Keyla meski dia sendiri tau akibatnya akan fatal namun dia sudah lelah berada di bawah kendali Keyla terus menerus.
__ADS_1
Ceklek.
Aruna membuka pintu kamar tersebut secara perlahan untuk memastikan jika tidak ada orang yang berlalu lalang .
Aruna mulai mendorong kursi roda mamahnya keluar dari ruangan tersebut ,setelah memastikan semua aman dia bergegas meninggalkan ruangan tersebut .
Drapp . Draapp , Draap .
Aruna berlari sambil menengok kanan kiri ,hingga dia tiba di sebuah lorong yang menghubungkan langsung dengan aula tempat yang biasa Keyla gunakan untuk mengumpulkan para bodyguardnya .
Pintu keluar sudah terlihat di depan mata, tinggal sedikit lagi dia akan sampai namun tiba-tiba suara lantang menggema di aula tersebut .
''TANGKAP DIA ! JANGAN BIARKAN DIA LOLOS .''
Aruna menoleh ternyata Keyla yang berteriak , saat itu juga puluhan bodyguard datang mengepung Aruna dengan menodongkan senjata hingga akhirnya dia tertangkap kembali .
''Arrggh lepasin aku Key !! '' Aruna berusaha untuk memberontak .
Tap. Tap. Tap.
Keyla mendekati Aruna yang sudah berhasil di lumpuhkan . ''Lo nggak bakal bisa keluar dari sini sesuka hati lo Runa .!"
"Bawa dia keruang bawah tanah .!" perintah Keyla mutlak.
"Baik nona.!"
Keyla menatap Mamah Aruna yang duduk di kursi roda ." Bawa dia juga ke sana ! gue akan mengurus mereka nanti.!"
Para bodyguard mengangguk , bersamaan dengan para bodyguard yang akan pergi membawa mamah Aruna , tiba-tiba suara dobrakan pintu membuat mereka semua menoleh karena terkejut.
BRAK.!
"Hosh..Hosh.. Key lo harus pergi dari sini sekarang.!" ujar seorang pemuda yang baru saja masuk ke aula.
"Kenapa gue harus pergi ?!"
"Zoya udah bergerak dan mereka akan kesini buat nangkap lo !"
Keyla melotot. "Kenapa lo baru bilang sekarang sialan !"
"Gue nggak punya waktu buat ngabarin lo ! Sekarang lo harus keluar dari sini mereka udah dekat.!" perintah pemuda tersebut dengan raut wajah cemas .
Keyla mengangguk ,dia bergegas keluar melalui pintu belakang di susul beberapa bodyguard di belakangnya.
Setelah memastikan Keyla pergi ,pemuda tersebut hendak keluar namun sebuah pukul melayang di wajahnya hingga membuat dia tersungkur ke lantai.
BUUAAK.
BRUK.
__ADS_1
"Alvaz.!" gumam pemuda tersebut dengan tatapan terkejut.
"BAJINGAN.!" umpat Alvaz dingin.
Satu jam yang lalu sebelum Alvaz dan yang lain nya sampai ,mereka di kejutkan dengan motor seorang pemuda yang sangat mereka kenal .
Tanpa pikir panjang Alvaz mengejar motor tersebut hingga mereka melihat motor itu singgah di tempat yang Zoya tunjukan .
Mereka semua memperhatikan gerak gerik pemuda tersebut, hingga semua orang terkejut melihat orang tersebut mengusir Keyla dan membiarkan nya pergi padahal tujuan mereka adalah menangkap Keyla tapi ternyata mereka harus melihat fakta yang sangat mengejutkan.
Kembali pada saat ini , Alvaz menatap pemuda yang tak lain adalah orang yang dia percayai yaitu Yoga Wagindra .
"Maksud lo apa Yog ?! Kenapa lo ngusir Keyla hah ?! " sentak Bima.
"G-gue nggak bisa biarin Keyla jatuh ke tangan kalian , gue minta maaf.!"
BUAAGH.!
Naufan meninju wajah Yoga. "Lo gila hah ?! dimana otak lo brengsek ! KEYLA MUSUH KITA YOGA ! LO LUPA AKAN HAL ITU HAH !"
Yoga menatap wajah Naufan dengan tatapan sinis . "Gue tau Naf ,gue nggak lupa tapi lo juga tau Keyla orang yang gue cintai dan gue nggak bisa terima kalian menyakiti dia !"
Naufan tertawa remeh. "Haha bajingan ! jadi lo juga yang bocorin kepulangan Zoya dan semua pergerakan kita selama ini ?!"
DEGH.!
Yoga tertegun dia berusaha mengelak tuduhan Naufan. "N-nggak Naf ,g-gue juga nggak tau .!"
Naufan menarik kerah baju Yoga. "Penghianat kaya lo sampai mati sekali pun nggak akan pernah sadar.!"
Alvaz berjalan menghampiri mereka berdua dan menarik Naufan untuk mundur .
Kini Yoga berhadapan dengan Alvaz yang sedang menatapnya dengan tajam. "Gue kecewa sama lo Yog ! Keyla udah nyakitin lo dia selingkuh dari lo bahkan dia yang membuang lo , tapi sekarang lo milih melindungi dia dan mengkhianati sahabat lo sendiri ?!"
"Haha harusnya gue sadar kalau lo bisa menghianati Gara kenapa lo nggak bisa mengkhianati gue juga ! Sekarang lo harus tanggung jawab karena target kita hilang.!"
Setelah mengucapkan kekecewaan nya pada Yoga , dia meminta Naufan dan Bima untuk menyeret Yoga menuju markas Alaska ! Leon dan Lion yang sejak tadi diam kini bergegas mengambil tali yang mereka bawa.
"Ikat dia !" perintah Alvaz tak terbantahkan.
Yoga menggeleng cepat. " Al gue salah ,tolong kasih gue kesempatan sekali lagi Al gue janji gue nggak akan lakuin hal ini lagi.!"
Alvaz tak menjawab ,namun dia memberi kode pada Bima untuk melumpuhkan Yoga.
BUGHH.!
Bima memukul tengkuk Yoga sangat keras hingga Yoga pingsan ,mereka segera mengikat Yoga dan membawanya menuju basecamp Alaska untuk memberi Yoga pelajaran karena berani melanggar janji yang dia buat saat bergabung menjadi anggota Alaska.
...See you next time......
__ADS_1