Zoya Antagonist Girl.

Zoya Antagonist Girl.
Chapter 73


__ADS_3

...✨✨✨...


Di tengah hiruk pikuk nya kota jakarta ,terlihat satu pemuda sedang duduk di sebuah bar dengan satu gelas cocktail di hadapan nya .


Dentuman musik bergema di ruangan tersebut , di sana terlihat banyak wanita malam yang sedang menjajakan tubuhnya pada pria hidung belang , pakaian minim yang memperlihatkan aset mereka untuk menarik para buaya tidak berhasil membuat pemuda tersebut kepincut sama sekali.


Dia memijit pelipisnya yang terasa pening , pemuda tersebut tak lain adalah Sagara Ganendra orang yang dulu menjadi tunangan Zoya.


Gara mengeluarkan satu bungkus rokok dari saku jaketnya , dia mengambil satu batang dan menyalakan nya ! Kepulan asap keluar dari bibirnya ketika dia mulai menyesap rokok tersebut.


"Kenapa semua jadi begini !"gumam Gara pelan.


Helaan nafas berat kembali terdengar dari bibirnya , tatapan nya menerawang jauh ke masa lalu dimana dia bisa menghabiskan waktu bersama Zoya !


Lamunan nya pudar ketika pundaknya di tepuk oleh seseorang , Gara menoleh dia melihat sosok Dafa berdiri di hadapan nya.


"Lo ngapain di sini sendirian Gar ?!" ujar Dafa sambil menarik bangku di sebelah Gara dan mendudukan bokongnya di sana.


Gara tak menjawab dia hanya mengangkat kedua bahunya dengan acuh ,Mereka berdua saling diam sampai suara perempuan yang memanggil mereka berdua terdengar .


"Gara , Dafa .!"


Mereka berdua menoleh dan melihat wajah Nabila yang terlihat panik.


"Lo kenapa Bil ?!" tanya Dafa begitu Nabila sampai di hadapan mereka.


"Hosh...hosh.. K-keyla udah ketemu.!" ucap Nabila dengan nafas yang masih tersengal-sengal .


Kedua pemuda tersebut sama-sama tidak percaya dengan ucapan Nabila barusan.


"Dimana ?!" ucap Dafa terburu-buru.


"Markas Dark Wolf, tadi papah ngabarin aku katanya om Pramudya mau kita kumpul di rumahnya untuk mencari cara masuk ke dalam markas mereka.!"


'Papah mau nyerang Dark Wolf ?! Apa papah sudah gila?!' batin Gara merasa resah.


Dia tau betul siapa itu Dark Wolf , mereka bahkan memiliki julukan iblis terkejam yang artinya mereka akan membantai siapa pun yang mengusiknya tidak perduli dia tua ,muda atau anak-anak .


"Mending kita kesana sekarang deh ,om Pramudya udah nungguin kita !" ajak Nabila yang di setujui oleh mereka berdua.


Setelahnya mereka bertiga bergegas pergi meninggalkan Bar tersebut dan menuju ke mansion Ganendra.


...___________________...


Di sisi lain Renold sedang berjalan menyusuri lorong rumah sakit untuk menemui Malven , dia akan meminta bantuan padanya tentang kasus Yoga.


Ceklek.


Renold membuka pintu ruang rawat Malven ,dia melihat Malven sedang sibuk membaca buku tebal di tangan nya.


Tap. Tap. Tap .


"Ven !" panggil Renold .


Malven menoleh , dia sudah tau jika Renold akan datang setelah dia mendapat kabar dari Zoya tiga hari yang lalu jika putra dari keluarga Wagindra telah di musnahkan oleh Alvaz dan para sahabatnya.

__ADS_1


"Kenapa Ren ?!" tanya Malven pura-pura tidak tau apa-apa ,dia menutup buku tebal yang tadi dia baca dan meletakan nya di nakas.


Renold menarik kursi yang berada di samping ranjang Malven ,dia mendudukan tubuhnya di sana ! Renold menangkup kedua tangan nya dengan kepala menunduk .


"Ven apa lo bisa bantuin gue ?!" ucap Renold tanpa melihat Malven , tatapan nya mengarah pada lantai yang dia pijak.


"Bantuan apa ?!"


Kali ini Renold mendongak dan menatap wajah Malven , harapan nya sangat besar pada sahabatnya kali ini ! Satu-satunya orang yang bisa mengimbangi Fairy Devil.


"Tolong bantu gue buat menghabisi Fairy Devil Ven , mereka udah bikin keponakan gue meninggal.!" ujar Renold .


"Bukan nya gue nggak mau bantu Ren ,tapi kondisi gue kaya gini gue nggak bisa jalan apa lagi bertarung !" sahut Malven tanpa basa basi .


"Tapi lo bisa nyuruh anak buah lo buat bantuin gue Ven ,lo nggak perlu turun tangan .!"


Malven kembali menggeleng. "Lo tau kan anak buah gue nggak banyak dan mereka sedang menjaga keponakan kecil gue dan mengawasi perusahaan yang gue tinggal ! Sory Ren kali ini gue nggak bisa bantu lo.!"


Pupus sudah harapan Renold , kini dia bingung harus meminta bantuan pada siapa lagi !


Tanpa Renold sadari diam-diam Malven menarik sudut bibirnya ke atas . "Lo yakin mau nyerang mereka ?!" ujar Malven tiba-tiba.


Renold mengangguk lesu , dia memang ingin membalas kematian Yoga meski harus mengorbankan nyawanya sendiri.


"Mau gue kasih cara biar lo bisa lawan mereka ?!"


Renold menatap bingung pada Malven ."Maksud lo ?!"


"Target kalian Fairy Devil , jika kalian mau menyerang mereka maka kalian harus menyerang nya sekarang !"


Kedua bola mata Renold membulat sempurna , dia tidak percaya dengan pendengaran nya barusan.


"Bodoh ! Justru sekarang saat yang tepat karena mereka sedang sibuk mencari putri ketua F.D jika kalian menyerang otomatis kekuatan mereka sedang berantakan meski itu tidak menjamin kalian menang tapi kalian pasti bisa membalas perbuatan mereka !"


"Lo diskusikan dulu sama Abraham karena kesempatan kali ini jarang terjadi !" lanjut Malven memprovokasi Renold.


Renold terdiam ucapan Malven ada benarnya jika dia melakukan penyerangan sekarang meski hanya 1% mereka menang ,itu sudah cukup membuat mereka membalas dendam.


"Baik lah nanti gue bicarain dulu sama kakak gue , thanks saran nya Ven .!" ujar Renold.


Malven mengangguk dia sebenarnya tidak perduli dengan urusan Renold meski dia sahabatnya tapi jika itu untuk membantu anak Abraham maka dia tidak akan membantunya sama sekali bahkan jika Renold tewas dia tidak perduli.


Karena mereka yang mulai lebih dulu dan salah satu anggota keluarganya sudah berani menyakiti Zoya maka dia harus membalas mereka meski tidak secara langsung ! berani mengusik orang yang Malven sayangi maka mereka harus membayar sepuluh kali lipat dari perbuatan nya , setelah perbincangan mereka selesai Renold memilih pergi dari sana.


...___________________...


Setelah kepergian Renold , ponsel Malven berbunyi dia melihat nama asisten nya tertera di layar hp nya.


Asisten.


Tuan saya ingin melaporkan bahwa keluarga Danuarta menolak keras penandatangan dana yang sudah kita berikan pada mereka.


Melihat pesan tersebut Malven sudah menduga jika hal ini akan terjadi ,dia tau dengan jelas alasan mereka menolak menandatangi hal itu.


Anda.

__ADS_1


Lakukan rencana kedua ! Ratakan mereka semua dengan tanah jangan sampai ada yang tersisa!.


^^^Asisten.^^^


^^^Baik tuan.^^^


Setelah membalas pesan tersebut ,Malven kembali meletakan ponselnya di nakas dia hanya perlu menunggu laporan selanjutnya.


Di sisi lain lebih tepatnya kediaman Danuarta ! Saat ini asisten Malven dan kepala keluarga Danuarta sedang bersitegang .


Setelah mendapat perintah pemusnahan dari bosnya , Asisten Malven segera melaksanakan nya.


"Saya tegaskan sekali lagi pak Danuarta ! Jika anda ingin hidup harap anda menandatangi berkas ini dan mengembalikan semua uang yang sudah perusahan kami berikan pada anda !" ujar asisten Malven dengan tajam.


"Tidak bisa !! Saya tidak akan menandatangi berkas sialan itu ! Katakan pada pak Malven jika dia berani suruh dia datang sendiri ! Pengecut sepertinya hanya bisa mengancam !" sentak Danuarta.


Mendengar ucapan mencela dari Danuarta ,amarah asisten Malven memuncak . " Baik lah jika itu pilihan anda maka saya akan menggunakan cara lain ! Oh satu lagi tuan saya tidak perlu turun tangan untuk mengurusi tikus seperti anda !"


Wajah Danuarta merah padam mendengar ejekan dari asisten Malven ,hingga dia terkejut ketika melihat asisten Malven mengeluarkan pistol dari saku jasnya dia mengarahkan pistol tersebut tepat pad kepala Danuarta ! Seketika tubuh Danuarta menegang reflek dia mengangkat kedua tangan nya ke atas.


"P-pak apa yang anda lakukan ?!" ucap gagap Danuarta karena ketakutan.


"Bukan kah anda sudah tau jawaban nya ?!" sahut asisten Malven dengan singkat.


'Glek' Danuarta menelan ludahnya dengan kasar ,kini dia sadar jika orang-orang yang berada di bawah pimpinan MJ tidak kenal belas kasih.


Saat asisten Malven akan menarik pelatuk pistolnya tiba-tiba Danuarta memohon padanya.


"T-tunggu dulu , berikan saya kesempatan sekali lagi ! Saya akan menandatangani berkas itu pak !"


"Tidak bisa karena kesempatan anda telah habis !" sahut asisten Malven.


"T-tapi pak saya--"


DOR. DOR. DOR.!


BRUKK.


Tiga peluru menancap sempurna di dahi Danuarta ,istrinya yang sejak tadi menyaksikan hal itu kini menatap tak percaya pada kondisi suaminya yang sudah berlumuran darah.


Saat dia akan kabur , Asisten Malven segera menembak punggung serta belakang kepala istri Danuarta hingga dia tewas , setelahnya semua maid yang menyaksikan kejadian tersebut juga ikut di bantai hingga tidak meninggalkan jejak sama sekali.


Asisten Malven meminta bodyguard yang dia bawa untuk menyiramkan bensin yang sudah di siapkan ,yah pembantaian kali ini memang di sengaja oleh Malven dia muak mendengar nama Danuarta terus menerus.


Setelah bensin sudah tersebar ,asisten Malven mengeluarkan korek dari sakunya dia menyalakan korek tersebut dan melemparnya pada bensin yang ada di lantai.


Seketika api menyala dan mulai membakar kediaman tersebut , asisten Malven dan para bodyguardnya bergegas keluar dari mansion itu .


Setelah kepergian mereka tak lama mansion itu meledak setelah salah satu bodyguard milik Malven melempar granat ke dalam kobaran api .


DUUUAARR.!


Akhirnya keluarga Danuarta lenyap bersama mansion nya , tak hanya mansion yang di ledakan tapi juga perusahaan milik Danuarta juga ikut di ledakan oleh asisten Malven setelah mengevakuasi seluruh staf yang bekerja di sana.


__ADS_1


Mansion Danuarta.


...See you next time........


__ADS_2