Zoya Antagonist Girl.

Zoya Antagonist Girl.
Chapter 45


__ADS_3

Dari banyak nya ketidak adilan ,kenapa gue harus menjadi salah satunya .


...Zoya....


.......


.......


...☠️☠️☠️...


Suasana mansion Alexander masih tegang ,Malven mengangkat tubuh Zoya yang sudah terkulai lemas ,dia menatap luka-luka yang ada di tubuh keponakan nya.


Daddy Cakra yang baru saja di hajar kini sedang berusaha untuk berdiri ,Dia menatap bengis pada pemuda tersebut.


"Bajingan !! Untuk apa kamu kembali kesini hah ?! Di sini tidak ada tempat untukmu !" hardik daddy Cakra.


"Bukan kah anda tau alasan saya kemari ?! Saya tidak akan membiarkan anda menyakiti keponakan saya lebih jauh lagi .!"


" Tapi untungnya anda sudah mengeluarkan dia dari keluarga biadab ini ,jadi saya tidak perlu repot-repot mengurusnya.!"


Daddy Cakra menggeram marah . "Kurang ajar !! Dia anak saya sudah sepantasnya saya mendisiplinkan sikapnya yang tidak tau diri.!"


" Di sini anda yang tidak tau diri ?! Anda bersembunyi di balik kata mendisiplinkan untuk menyiksa anak anda , bahkan tidak ada sejarahnya mendisplinkan seorang anak menggunakan kekerasan ! Kata ayah terlalu bagus untuk manusia seperti anda .!"


"Dia anak saya !! Saya berhak melakukan apa pun padanya !" geram daddy Cakra.


"Dia memang anak anda tapi dia juga anak kakak saya , Anda lupa pengorbanan kakak saya selama ini ?! Apa anda lupa dengan kejadian beberapa tahun yang lalu sebelum gadis ini lahir ?! Kakak saya menerima anda dengan tulus ,dia tidak pernah mempermasalah kan perilaku anda !"


" Tapi apa yang kakak saya dapat ?! Bahkan anda yang seharusnya menjaga putrinya dengan baik malah berbalik menyiksa dia habis-habisan !" ucap Malven.


"JANGAN IKUT CAMPUR DENGAN KELUARGA SAYA !! KAMU HANYA ORANG ASING DI SINI !" bentak Daddy Cakra tidak terima .


Malven menarik sudut bibirnya ke atas ,Dia menatap remeh Daddy Cakra.


Malven berbicara pada asisten nya tanpa menatap wajahnya. "Hajar dia samakan lukanya seperti yang dia lakukan pada keponakan saya."


" Baik tuan .!"


Setelah mendapat jawaban dari asisten nya ,Malven pergi dari sana tanpa memperdulikan teriakan Daddy Cakra yang menyuarakan sumpah serapah padanya.


Asisten Malven menghajar Daddy Cakra dengan brutal ,Dia melakukan nya tanpa henti hingga daddy Cakra pingsan ,Setelah memastikan daddy Cakra benar-benar pingsan dan lukanya dua kali lipat dari yang dia berikan pada Zoya , asisten Malven bergegas pergi menuju mobil .


Dari lantai atas Dafa dan Dafi yang melihat hal itu terkejut , mereka berdua bergegas turun untuk membantu daddy nya yang pingsan .


Mereka mengira teriakan tadi berasal dari Zoya dan daddy nya tapi ternyata ada orang lain di sana.


Tatapan kakak beradik itu tertuju pada sosok om mereka ,Yah Malven Jazzairo adalah adik kandung mendiang mommy Zoya , pemuda yang dulunya menentang pernikahan kakaknya dengan Daddy Cakra.


'Om Malven kembali .' batin mereka berdua.


..._________________...


Mansion Jazzairo.


Sekembalinya Malven dan Zoya ke mansion Jazzairo , mereka di sambut para maid yang berbaris rapi di depan pintu.


Malven membawa Zoya menuju kamar yang sudah dia persiapkan lebih dulu.


Tap . Tap . Tap.


Cklek.


Malven berjalan menuju ranjang , kondisi Zoya pingsan , Malven memanggil salah satu maid untuk mengganti baju Zoya.


'' Ganti pakaian nya dan bersihkan darah yang berada di tubuhnya sebelum dokter datang .'' perintah Malven pada maidnya .


'' Baik tuan .''


Malven keluar dari kamar Zoya , dia mengambil ponsel dan menghubungi sahabatnya .


Drrrrttt . Drrrrttt. Drrrrrtt .


Klik .


'' Halo .'' jawab seseorang di balik ponsel Malven .


'' Mansion gue sekarang Ren .''


'' Gue nggak bisa ke luar negeri sekarang Ven , gue sibuk .'' jawab orang tersebut.


'' Mansion Jazzairo yang di jakarta , gue tunggu ! Dua puluh menit lo harus sampai kesini .''


'' Tapi Ven- ''

__ADS_1


Klik.


Malven mematikan telfon nya , dia tidak perduli dengan alasan sahabatnya .


Malven berjalan menuju kamarnya , di dalam kamarnya terpajang foto keluarganya saat masih lengkap .


Dia menghela nafas berat , setelah puas menatap foto keluarganya dia melepas pakaian dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri .


Lima belas menit kemudian dia telah selesai dengan acara mandinya ,dia berjalan mengambil baju ganti .


Malven kembali menghela nafas berat .


'' Kali ini gue nggak bakal membiarkan bajingan itu menang , dia harus membayar semua perbuatan nya .''


Tatapan Malven menajam hingga dia di kejutkan dengan ketukan pintu yang mengabarkan jika dokter untuk Zoya telah tiba.


Malven keluar dri kamarnya , dia sudah mengenakan pakaian santai nya.


Tap. Tap .Tap .


Malven menuruni tangga , saat dia sampai di lantai satu dia langsung di sambut oleh tatapan jengkel dari sahabatnya.


'' Lo sakit apa sih sampai gue di suruh buru-buru .'' ujar Renold kesal.


Renold merupakan sahabat Malven sejak mereka SMA ,Umur mereka baru menginjak usia 28 tahun .


'' Keponakan .''


Renold mengernyit kan dahinya bingung .'' Keponakan ? Lo punya keponakan , Siapa ?''


'' Hm.''


Malven kembali menaiki tangga di susul oleh Renold .


'' Ven keponakan lo cowok apa cewek ?.'' tanya Renold.


'' Cewek.''


Renold mengangguk , akhirnya mereka sampai di depan kamar Zoya .


Malven membuka pintu tersebut , dia berjalan menuju ranjang Zoya .


Renold membulatkan kedua bola matanya . '' Jadi dia keponakan lo ?.''


''Yah dia pasien gue yang baru pulang tadi pagi , tapi kenapa luka nya terbuka lagi ?.''


''Bajingan itu menyiksanya .'' jawab Malen dingin.


''Maksud lo keluarganya ?.''


Malven mengangguk . '' Cepat lo periksa dia .''


Renold bergegas memeriksa kondisi Zoya , beberapa menit kemudian Renold telah selesai dengan pemeriksaan nya .


'' Untung lah kondisi dia masih stabil , gue bakal jahit lagi robekan di dahinya .''


Malven mengangguk kembali ,dia memilih duduk di ujung ranjang Zoya untuk melihat kerja Renold.


Satu jam berlalu ,Renold telah selesai menjahit luka di dahi Zoya ,dia juga memberikan beberapa salep pada Malven untuk luka Zoya yang berada di punggung.


Malven menatap wajah Zoya yang terlelap ,Dia sangat mirip dengan mommy nya seperti pinang di belah dua.


" Kumpulin anggota inti Alaska , gue bakal ngadain rapat .!" perintahnya pada Renold.


" Lo mau aktif lagi ?!"


" Nggak ,tapi gue butuh bantuan mereka.!" jawabnya singkat.


Renold mengangguk. " Oke nanti gue suruh mereka kesini.!"


...________________...


Waktu berlalu begitu cepat ,Malam ini mansion Jazzairo sedang ramai dimana Anggota inti Alaska sudah berkumpul di sana.


" Tumben bang Malven ngumpulin kita yah ?! Apa ada hal penting ?!" ucap Bima.


Naufan menggeleng. "Gue juga penasaran."


Tak berselang lama orang yang mereka tunggu akhirnya muncul ,Malven duduk di sofa single.


"Gimana kabar kalian ?!"tanya Malven pada mereka berenam.


" Kabar kami baik bang , Btw kenapa abang ngumpulin kita di sini ?!" tanya Naufan.

__ADS_1


"Saya butuh bantuan kalian !"


"Bantuan apa bang ?!" ujar Alvaz.


"Kalian bisa kumpulkan bukti penganiayaan Zoya selama di sekolah dan siapa saja yang terlibat .!" ucap Malvin dengan wajah datarnya.


Mereka ber enam mengernyit kan dahi dengan tatapan kebingungan.


"Maksud om bu bos ?!" ujar Leon yang penasaran.


Malvin mengangkat satu alisnya heran. "Bu bos ?! Kenapa kalian memanggil keponakan saya bu bos ?!"


"Kan bu bos pacaran sama paketu kita !" jawab Leon yang di angguki mereka semua.


Malvin menatap Alvaz meminta penjelasan. "Jelaskan .!"


"Iya om Zoya pacaran sama gue !", jawab Alvaz dengan tegas.


"Sejak ?!"


" Sekitar dua bulan yang lalu .!"jawab Alvaz dengan jujur.


Malven terdiam beberapa saat ,raut wajahnya berubah - ubah membuat Alvaz dan yang lain nya heran.


"Om ." panggil Alvaz .


Malven menatap datar padanya. "Hm baiklah ,jadi kalian bisa membantu dalam penyelidikan kali ini ?!"


Mereka berenam mengangguk serempak .


" Tapi om cctv di sekolah Zoya rusak semua ,Mereka menghancurkan cctv itu dan semua datanya hilang !" ujar Naufan.


"Darimana kalian tau ?"


"Kita udah meretasnya kemarin dan ternyata semua datanya udah hilang .!" sahut lion.


Malven menghela nafas berat . "Pasti ada orang yang membantu mereka di belakang.!"


"Gue rasa ada organisasi di balik kasus Zoya ,Kalau cuma anak-anak SMA dan nggak ada bookingan yang bisa menjamin keselamatan mereka hal ini nggak mungkin terjadi.!" ucap Alvaz.


Malven mengangguk. " Kamu benar ,Ada seseorang di balik semua ini dan dia tau persis keadaan keluarga Alexander .!"


Mereka serempak mengangguk ,Alvaz yang penasaran dengan kondisi Zoya kembali bertanya .


" Kondisi Zoya gimana om ?!" ujarnya pada Malven .


"Dia nggak papa ,hanya saja lukanya kembali terbuka akibat penganiayaan keluarganya.!"


"APA !" teriak mereka berlima.


" Sekarang Zoya dimana om ?!" tanya Alvaz cemas.


Malven menunjuk lantai dua dimana kamar Zoya berada .


" Lapor polisi aja om ,biar ayahnya Zoya di penjara.!" usul Leon.


"Saya sudah pernah melaporkan nya beberapa bulan yang lalu ,Tapi pihak kepolisian tidak menahan nya .!"


" Kenapa ?!" heran Yoga.


" Dia berdalih jika dia hanya mendisiplinkan anaknya agar tidak terjerumus ke dunia malam ,para polisi percaya terlebih dia orang berpengaruh di dunia bisnis dan menduduki posisi ketiga orang terkaya di dunia.!"


Malven mengambil rokok dan menyalakan nya ,kepulan asap keluar dari mulut dan hidung nya.


" Jika kita kembali melaporkan nya maka akan percuma ,terlebih polisi mendapat dukungan besar darinya sudah pasti mereka akan membela penyokong nya .!" lanjut Malven.


"Lalu apa yang harus kita lakukan om ?!" tanya Naufan .


" Kita harus mencabut langsung dari akarnya supaya dia tidak bisa berdiri lagi .!"jawab Malven.


Naufan mengernyit bingung. "Caranya ?!"


" Nanti kalian akan tau kalau sudah waktunya ,Kalian fokus cari bukti dan awasi orang yang kalian curigai menjadi dalang kasus ini , saya akan membantu dari belakang .!"


Mereka semua mengangguk ,Alvaz menatap wajah Malven.


" Om gue boleh ketemu Zoya ?!"


" Hm.!" jawab Malven singkat.


Setelah mendapat izin ,Alvaz bergegas lari menuju kamar yang tadi di tunjuk oleh Malven.


...See you next time........

__ADS_1


__ADS_2