Zoya Antagonist Girl.

Zoya Antagonist Girl.
Chapter 56


__ADS_3

...✨✨✨...


Dirga saat ini sedang menemani adiknya ,setelah sekolah bubar dia bergegas menuju tempat adiknya .


Semenjak kejadian yang menimpa adiknya beberapa bulan yang lalu ,mental Dirga hampir saja tak terkendali namun ucapan adiknya membuat dia kembali sadar.


Ceklek.


Dirga membuka pintu dimana adiknya berada , kondisi adiknya tak kunjung membaik meski lukanya sudah di jahit namun kata dokter yang di sewa oleh Gara , Nayra terlalu banyak kehilangan darah .


'' Nay , kakak datang lagi .''sapa Dirga .


Nayra menoleh , dia tersenyum menyambut kedatangan kakaknya .


'' Kakak .''


Dirga mengangguk . '' Kamu tau Nay ? Kakak dapat nilai sempurna dan kakak lulus dengan nilai terbaik seperti yang kamu minta .''


''Selamat atas kelulusan nya kak .'' ucap Nayra dengan tulus.


Namun ada yang aneh dari raut wajah Nayra . ''Kamu kenapa Nay?.''


Nayra menatap Dirga sendu ,tatapan putus asa kini terlihat jelas di wajah Nayra. ''Kak....maaf.''


'' Maaf untuk apa Nay ? Kamu nggak salah apa-apa sama kakak .''


Nayra tersenyum simpul , kedua matanya berkaca-kaca menahan air mata agar tidak jatuh membasahi pipi tirusnya.


Dirga panik , dia berusaha menanyakan kenapa Nayra berkaca-kaca namun Nayra memilih bungkam .


'' Nay kamu kenapa ?! Jawab kakak Nay.''ujar Dirga dengan panik.


Nayra terkekeh kecil . ''Aku nggak papa Kak aku cuma ....cape , aku nggak sanggup hidup seperti ini terus .''


''Apa aku boleh nyerah sekarang kak ?aku nggak berguna dan aku selalu nyusahin kakak .''


Dirga menggeleng brutal . '' Stop Nay, jangan bicara yang nggak-nggak ! Kakak nggak suka ! dan kamu harus tau kamu sama sekali nggak pernah nyusahin kakak .''


Namun Nayra tak mendengarkan ucapan Dirga , pandangan Nayra terlihat kosong dan itu membuat Dirga semakin panik ,dia takut dengan pemikiran nya sendiri yang sudah mendapat jawaban atas tatapan Nayra kali ini.


Nayra menatap wajah Dirga dengan berderai air mata , dia berucap pada Dirga dengan perasaan campur aduk dimana dia merasa berat untuk meninggalkan kakaknya namun dia sadar jika dia tidak menyerah maka selamanya kakaknya akan terus seperti itu dan tidak akan pernah bebas.


'' Aku lelah kak , aku mau istirahat dengan tenang di sana ! aku mau ketemu mama sama papah .'' ucap Nayra menampilkan senyum tipis di bibir mungilnya .


''Kak......makasih udah jadi kakak terbaik buat aku .'' senyum lembut Nayra berikan pada kakaknya .


'' Nayra kamu nggak perlu berterima kasih sama kakak , udah tugas kakak buat jagain kamu .''


Tenggorokan Dirga terasa sesak dan sakit ,dia berusaha tersenyum di hadapan Nayra .


'' Kak.''


Dirga mengangguk meski kedua netranya di penuhi air mata . '' Kenapa hm ?.''


'' Jaga diri.....baik-baik..a-aku sa-sayang kakak.''


setelah mengucapkan kata itu ,tubuh Nayra kejang-kejang tak berselang lama mulutnya mengeluarkan busa , Dirga yang melihat hal tersebut berteriak memanggil nama adiknya .


''NAYRA !! NAYRA BANGUN NAY .'' teriak Dirga membuat penjaga di depan bergegas menghampiri Dirga .


Drap. Drap. Drap.


'' Ada apa ini ?.'' tanya penjaga yang baru saja sampai .


'' Adik saya .. Tolong buka pintu nya saya mohon .'' ucap Dirga memelas .


''Maaf , tapi kunci ruangan ini ada pada tuan muda .''


SREEK .!


Dirga menarik baju penjaga tersebut .''APA KAMU TIDAK LIHAT ADIK SAYA DI DALAM SEDANG KRITIS HAH ? DIMANA KUNCI NYA CEPAT .''


''Sekali lagi maaf , tapi kunci ruangan ini tidak ada pada kami .''

__ADS_1


Bruuk.


 Dirga mendorong penjaga tersebut dengan kasar , tanpa pikir panjang dia berlari menuju kediaman Pramudya untuk meminta kunci ruangan adiknya .


Dirga membawa motornya seperti orang kesetanan ,hanya butuh waktu lima belas menit dia sudah sampai di kediaman Pramudya .


Dirga berlari menuju pintu mansion kediaman Pramudya.


BRAK ! BRAK ! BRAK.!


"GARA KELUAR LO !!"


BRAK.!


"GARA !! KELUAR ANJ*** !"


Teriakan Dirga membuat Pramudya yang sedang menikmati wine menjadi marah.


"Gara buka pintunya !" perintah Pramudya dengan jengkel ,karena waktu santainya terganggu .


Dengan malas dia berjalan menuju pintu utama ,Dia membuka pintu tersebut .


Baru saja pintu terbuka ,tiba-tiba satu tonjokan melayang di wajah Gara.


BUUUAAK.!


Gara terhuyung ,dia memegang pipinya yang terasa kebas .


"APA YANG LO LAKUIN SAMA ADIK GUE GAR !! JAWAB SIALAN !" bentak Dirga .


Dia menarik kerah baju Gara dengan kasar. "Gue selalu nurutin semua kemauan lo Gar !! kenapa lo masih nyakitin adik gue hah !"


Gara tertawa remeh . "Pfftt haha.. Lo masih tanya kenapa ?! Lo buta Dir ?! Apa lo nggak sadar kalau gue manfaatin lo hm ?!"


BUUGHH.! BUUAAKK.!


"Akh uhuk...uhuk..!" Gara terpental menabrak sudut meja setelah Dirga memukulnya.


Dirga menarik rambut Gara asal, Namun Gara hanya tersenyum remeh melihat perlakuan Dirga.


"Brengsek !! Lo gila !! Lo sinting !" hardik Dirga.


"Lo baru sadar ?! Haha padahal lo bisa bebasin adik lo kalau lo minta bantuan orang lain , sayang nya lo BODOH."


BUUAKK.!


Dirga melayangkan tinjunya kembali ,amarahnya tak terkendali .


"TANGKAP DIA .!" ucapan Pramudya membuat Dirga tersadar.


GREPP.!


Kedua tangan Dirga di tahan oleh dua bodyguard , Gara yang melihat hal itu memilih membalas pukulan Dirga.


BUGH.!


"Untuk kecerobohan lo.!"


BUUUGHH.!


DUAAK.!


"Aaaarrghh.!" Dirga menggeram marah ketika dadanya di tendang sangat kuat ,dia merasa tulang rusuknya patah.


Gara tersenyum simpul. "Mau sampai kapan pun ,lo nggak bakal bisa ngalahin gue ! Harusnya lo sadar siapa yang menjadi tuan dan siapa anj*** nya.!"


Gara melempar kunci pad wajah Dirga. "Nih kunci ruangan adik lo ,Ups maksudnya mayat adik lo .!"


Dirga menatap penuh permusuhan pada Gara. "Bajingan !! Gue akan membalas perbuatan lo sialan.!"


Gara mengangguk. "Boleh !! Gue juga muak harus pura-pura baik di hadapan semua orang !"


Dirga menepis kedua tangan bodyguard yang menahan nya ,dia mengambil kunci yang Gara lempar.

__ADS_1


"Biarkan dia pergi !" ujar Gara pada bodyguard yang hendak menahan Dirga kembali.


Pramudya yang melihat Dirga pergi bergegas menghampiri Gara.


Plakk.!


" Apa yang kamu lakukan hah !! Kenapa kamu membiarkan nya pergi ?!" hardik Pramudya setelah menampak Gara .


Gara terdiam , Pramudya memijit pelipisnya yang teras berdenyut.


"Dasar bodoh !! Kalau saja Al yang ada di posisi kamu dia pasti akan menghabisinya langsung ,tidak sepertimu yang bodoh dan tidak berguna !"


"Pah berapa kali harus aku bilang !! Aku bukan Alvaz ! Jangan bandingin aku sama dia ! Aku lebih baik dari dia !"


"Mana hah ?!MANA ?! kamu bahkan tidak becus mengurus Laboratorium milik papah !" ujar Pramudya.


Gara mengepalkan kedua tangan nya ."Aku bakal buktiin sama papah kalau aku lebih baik dari dia.!"


"Yah buktikan ,jika kali ini kamu gagal maka papah akan menjadikanmu objek selanjutnya.!"


DEGH.!


Gara tertegun mendengar ucapan papahnya yang terdengar gila ,hal itu yang membuat Gara takut karena ucapan papahnya tidak pernah main-main.


Gara memilih pergi dari sana ,kini semuanya hancur ! Geng nya berada di ujung tanduk , persahabatan nya hancur dan semua karena ulahnya sendiri.


Gara terkekeh pelan di sela langkahnya menuju kamar ,dia teringat dulu sebelum semuanya kacau dan sebelum Zoya memutuskan pertunangan nya , hidupnya baik-baik saja tapi sekarang ?! Bernafas saja dia merasa sulit.


...__________________...


Di sisi lain Dirga sudah kembali ke tempat Naira ,dia berjalan menuju tombol pengatur listrik yang terkunci , Dirga membukanya dan setelah listrik itu mati dia bergegas membuka kunci ruangan adiknya.


Klek.!


Pintu terbuka ,Dirga menghampiri Naira yang sudah tergolek tak bernyawa.


"Nayra !! Bangun Nay ini kakak !" panggil Dirga.


Dia mengelap busa yang terus keluar dari mulut adiknya , tubuh Nayra mendingin bibirnya juga sudah membiru.


Dirga mengecek nadi di tangan Nayra, namun tidak ada tanda-tanda apa pun di sana.


Dirga menggeleng pelan . "NGGAK !! INI NGGAK MUNGKIN !"


" NAY BANGUN !! JANGAN TINGGALIN KAKAK NAY.!"


Tangis Dirga pecah ,dia memeluk tubuh Nayra dengan erat . "Bangun Nay Nayra bangun..!"


"AAAARRRGHHHH !"


"NAYRAAAA BANGUN NAY .!" teriak Dirga dengan lantang.


Dia melihat luka yanga ada di paha Nayra , ternyata lukanya sama sekali tidak di obati bahkan luka itu di biarkan begitu saja tanpa di jahit sekali pun.


"Gara sialan !! Kali ini lo benar-benar keterlaluan !" gumam Dirga .


Dadanya terasa sesak ,Nafasnya tidak teratur semuanya bagaikan mimpi untuknya, dalam sekejap dia kehilangan sebagian jiwanya ! Penyemangatnya ! Harapan nya ! Semua hancur dalam waktu beberapa menit dan semua karena Gara !.


"Maaf ...maaf Nay kakak bodoh !! ...kakak nggak becus jagain kamu.!" ucapan Dirga sangat pilu.


Dia melepas semua alat yang melekat pada tubuh adiknya , dia lalu mengangkat tubuh Nayra dan membawanya keluar .


"Kakak janji ! Kakak akan membalas dia lebih dari yang kamu rasakan Nayra !! Kakak janji !"


Dirga membawa Nayra untuk di makamkan dengan layak dalam rumah terakhirnya.


Nayra ,gadis polos yang berjuang menahan sakitnya demi melihat sang kakak lulus sekolah ,dan kini dia telah pergi dengan bangga karena berhasil mewujudkan mimpinya melihat sang kakak lulus dengan nilai terbaik.


Lantas apa yang akan dirga lakukan selanjutnya ?! Apa dia akan menghabisi gara ? Atau dia akan tetap munafik ?!


Tunggu chapter selanjutnya yah hehe 😁


...See you next time.......

__ADS_1


__ADS_2