Zoya Antagonist Girl.

Zoya Antagonist Girl.
Chapter 63


__ADS_3

...✨✨✨...


Universitas Enola merupakan universitas paling bergengsi di negara indonesia , tidak semua orang bisa masuk ke sana bahkan jika mereka memiliki banyak uang belum tentu mereka bisa di terima di sana.


Universitas Enola adalah tempat bagi mahasiswa yang memiliki IQ di atas rata-rata, di sana uang tidak terlalu berpengaruh karena pemilik universitas tersebut adalah orang yang menempati posisi ke empat orang terkaya di dunia .


Sayang nya identitas orang tersebut di sembunyikan ,tidak ada yang tau seperti apa wajah pemilik universitas tersebut.


Sedangkan di sisi lain Alvaz dkk serta Natasha sedang berkumpul di parkiran kampus ,di sana berderet mobil mewah serta motor yang harganya selangit.


Alvaz dkk sedang menunggu kedatangan Zoya yang sejak tadi tidak muncul-muncul membuat mereka semua cemas .


" Ck Zoya mana sih ?! Lama banget nggak nongol-nongol !" Natasha berdecak sebal ,dia sudah menunggu dari satu jam yang lalu saat Zoya bilang sedang otw ke kampus.


"Sabar ,mungkin aja Zoya kena macet di jalan makanya jadi lama !" ucap Bima dengan pandangan yang mengarah pada Natasha.


"Sabar mulu ,dari tadi gue udah nunggu di sini satu jam Bim , lo kira nggak cape berdiri kaya gini !" gerutu Nata sambil menghentakkan satu kakinya karena kesal.


Bima terkekeh kecil melihat tingkah Natasha yang seperti anak kecil. "Sini duduk di pangkuan gue kalau lo cape !"


Nata menoleh ,dia menatap wajah Bima dengan tatapan sinis. " Nggak ! Makasih deh gue nggak doyan cowo modus kek lo.!"


"Cih sekarang lo bisa bilang kaya gitu , awas aja nanti kalau lo tergila-gila sama gue !"


"Paling lo yang bakalan kaya gitu.!" Sahut Nata dengan acuh.


Tak berselang lama ,mereka mendengar suara deru mobil semakin mendekat ke arah mereka hingga tatapan terkejut mereka berubah menjadi senyum senang setelah melihat siapa yang datang.


BRUM.! BRUM. BRUM.


Mobil sport dengan warna hitam mulai memasuki parkiran kampus Enola , banyak mahasiswa yang tadinya masih berlalu lalang kini menghentikan langkahnya demi melihat siapa pemilik mobil tersebut.


Mobil Zoya.👇



Zoya memarkirkan mobilnya di samping mobil Alvaz , Di dalam mobil Zoya mengambil kacamata hitam dan memakainya .


Dia mengambil ransel miliknya ,Zoya membuka pintu mobilnya dan keluar dengan gaya slowmo , pekikan dari beberapa mahasiswa menyambut kedatangan Zoya , Setelah menutup mobilnya Zoya berjalan menghampiri Alvaz dkk serta Natasha .


Gila bidadari njir.


Calon bini gue tuh.


Istri gue come back bangsat.


Ngaku-ngaku lo.


Udah punya pawang belum yah.


Sayang anak-anak kita gimana .


Weh halunya ketinggian .


Seperti itulah kehebohan yang Zoya buat , Alvaz yang mendengar ucapan dari para mahasiswa tadi diam-diam menatap mereka semua dengan tatapan tajam , hal ini yang selalu membuat Alvaz ingin mengurung Zoya di kamar , dia takut jika Zoya akan menjadi incaran banyak laki-laki.


Sesampainya Zoya di depan Natasha , dia langsung di peluk dengan erat oleh Nata ,Zoya bahkan tidak memperdulikan tatapan Alvaz yang cemberut karena dia merasa di nomor duakan oleh Zoya .


" Lo lama banget sih ,gue sampai lumutan nungguin lo disini .!" gerutu Nata yang masih memeluk Zoya .

__ADS_1


"Sory tadi gue ada urusan Nat .!" Zoya membalas pelukan Nata .


Setelah puas memeluk Zoya ,kini Nata melepaskan pelukan nya dia melihat penampilan Zoya yang semakin cantik.


"Ck ck sahabat gue makin cantik aja deh , bikin gue insinyur !" ujarnya sambil menatap kagum pada wajah Zoya.


Pletak. !


Zoya menjitak dahi Nata sambil terkekeh kecil. " Insecure kali Nat bukan insinyur ."


"Typo dikit nggak ngaruh.!" sahut Nata tertawa pelan.


Alvaz yang sejak tadi di abaikan ,kini mendekati Zoya ! Dia menarik pinggang Zoya agar mendekat padanya.


Zoya menoleh ,dia melihat raut wajah datar dari Alvaz . " Kenapa hm ?!" ujar Zoya penasaran.


Alvaz menggeleng pelan ,tiba-tiba sebuah kecupan singkat mendarat di pucuk kepala Zoya .


Cup.!


Tubuh Zoya membeku , dia terkejut dengan tingkah Alvaz meski itu sudah sering terjadi namun tetap saja bagi Zoya masih mengejutkan.


Nata dan kedua sahabat Alvaz pura-pura tidak melihat kelakuan sahabatnya ,namun dalam hati mereka merasa menggerutu karena mereka juga ingin seperti itu.


'Ck kapan yah tuhan ngirimin gue ayang biar bisa pamer sama mereka .' Batin Bima.


'Aelah kenapa gue jomblo mulu sih kan jadi iri .' Batin Nata.


'Untung gue udah pernah kaya gitu.' Batin Naufan terkekeh geli ketika mengingat kelakuan nya dulu yang sebelas dua belas seperti Alvaz ketika bersama Sera.


...____________________...


Di sana tidak hanya ada Gara tapi juga Nabila serta Keyla yang berdiri di samping Gara.


Tatapan mata Gara tertuju pada sosok gadis berambut panjang yang sedang di peluk oleh Alvaz , Gara mengepalkan kedua tangan nya ketika melihat Alvaz mencium pucuk kepala Zoya.


'Sial ! Harusnya gue yang disana bukan bajingan itu .!' ucap Gara di dalam hatinya.


Tak berbeda jauh dengan Gara , kini Dafa dan Dafi juga berfokus pada sosok Zoya yang semakin cantik bahkan lebih cantik dari sebelumnya.


'Kenapa harus bajingan itu yang kamu pilih Zoy .!' Batin Dafa dengan marah.


Dafi hanya terdiam dan terus memperhatikan Zoya , perasaan nya campur aduk dia ingin menghampirinya dan memeluk adiknya dengan erat , Namun Dafi sadar itu sangat mustahil.


Akhirnya mereka memilih masuk ke dalam kampus dan meninggalkan tempat parkir.


Alvaz dkk juga mulai memasuki kampus karena hari ini hari perdana mereka masuk ke sana.


...__________________...


Waktu berlalu begitu cepat tanpa terasa hari sudah sore ,setelah mengikuti beberapa kegiatan di kampus Enola akhirnya Zoya dan Nata bisa istirahat sebelum pulang.


Zoya dan Nata kini sedang duduk di lorong kelasnya sambil menunggu Alvaz dkk datang .


Saat mereka berdua sedang mengobrol ringan ,tiba-tiba datang lah Gara dan juga si kembar yang kini berdiri di hadapan mereka berdua .


"Zoya .!" Panggilan tersebut keluar dari bibir Gara .


Zoya memutar bola matanya dengan malas , dia berdiri dari duduknya di ikuti Natasha.

__ADS_1


"Cabut Nat.!" ajaknya pada Nata.


Saat mereka berdua hendak pergi , pergelangan tangan Zoya di cekal oleh Gara hingga membuat dia menghentikan langkahnya .


"Zoy sebegitu benci nya lo sama gue sampai lo nggak mau lihat wajah gue ?!" ujar Gara dengan raut wajah yang sulit di jabarkan.


Zoya melepas cekalan Gara dengan sangat mudah , dia menyilangkan kedua tangan nya di depan dada dan berbalik menatap Gara .


Sorot mata Zoya sangat dingin ,tidak seperti dulu saat masih SMA.


"Lo udah tau kenapa masih nanya ?!"ujarnya dengan raut wajah datar.


"Apa nggak ada kesempatan buat gue Zoy ?! Sekali aja gue mohon kasih kesempatan buat gue untuk memperbaiki semuanya !" Gara berkata dengan sungguh-sungguh.


Zoya menarik sudut bibir kirinya ke atas . "Kesempatan ?! Gar apa lo nggak malu hm ! Lo yang menyia-nyiakan kesempatan yang gue kasih selama ini dan sekarang lo dengan tidak tau dirinya minta gue ngasih kesempatan lagi ?! Bahkan anj*** masih tau malu dari pada lo.!"


DEGH.!


Gara tertegun ,dia menatap wajah Zoya dengan tatapan shock. "Z-zoy gue tau gue salah , tapi kenapa lo nggak bisa maafin kesalahan gue ?! Bahkan tuhan yang maha kuasa selalu maafin umatnya yang bersalah , kenapa lo nggak bisa Zoy ?!"


Zoya terkekeh mendengar ucapan Gara yang mulai membawa-bawa nama tuhan sebagai tameng untuk membela kesalahan nya.


"Pffftt lo pura-pura nggak tau atau lo bodoh hm ?! Jawaban nya udah jelas kan , **Karena gue bukan tuhan ! Gue cuma manusia biasa yang akan membalas setiap rasa sakit yang gue rasakan Gar , dan gue kembali bukan untuk mendengar ucapan atau permohonan maaf dari lo ! Jadi jangan pernah lo ganggu hidup gue lagi** .!"


Gara terdiam dia tak bisa lagi mengelak ,kini dia tau jika gadis yang ada di hadapan nya bukan lagi Zoya yang dia kenal , tapi dia gadis yang sudah berbaur dengan segala luka yang dia terima sendirian.


Nata yang berdiri di samping Zoya tersenyum senang , ini yang dia suka dari Zoya ! Jika dia tidak suka maka dia akan menunjukkan nya dengan jelas.


"Makanya jadi orang jangan terlalu songong ,giliran di skakmat sekali langsung ciut kan !" ucap Nata menyindir Gara.


Gara mengepalkan kedua tangan nya amarahnya membuncah , di tengah situasi yang menegangkan tersebut ! Datanglah Alvaz dkk yang langsung berdiri di sisi Zoya seperti bodyguard.


"Wih kok bau busuk yah ?! Apa ada bangkai di sini ?!" Bima berkata seperti itu sambil menatap wajah Gara.


"Bener Bim ,kaya nya dari mereka deh bau-bau munafik soalnya !" sahut Naufan yang mendapat sambutan tawa dari Bima.


"Pfffttt lo benar Naf ,baunya terlalu menyengat haha .!" sambung Bima.


Dafa yang tidak terima di ejek terus menerus ,kini maju dan berdiri di hadapan Bima.


"Jaga mulut lo sialan ! Kita nggak ada urusan sama lo.!" hardik Dafa .


"Hoho woles bro kalau lo nggak merasa seperti itu ,lo nggak perlu emosi elah !" sahut Bima dengan santai .


Alvaz yang mulai malas melihat gerombolan bajingan seperti Gara ,memilih mengajak Zoya untuk pergi.


"Sayang pulang yuk.!" Ajakan Alvaz membuat mereka semua menoleh.


Mereka melihat Alvaz sedang menggenggam tangan Zoya dengan senyum cerah terlihat di bibir tipisnya.


Zoya mengangguk ,dia mengajak Nata serta kedua teman Alvaz untuk pergi .


Baru saja Zoya melangkah tiba-tiba terdengar suara Dafi yang membuat mereka semua mematung .


Kira² apa yah yg dafi ucapin ?! tunggu chapter selanjutnya wokee😁


...See you next time.........


jangan lupa tinggalkan jejak biar aku semangat up nya 😁 like komen dan vote yah terimakasih🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2