Zoya Antagonist Girl.

Zoya Antagonist Girl.
Chapter 55


__ADS_3

...☠️☠️☠️...


Hari ini merupakan hari kelulusan untuk Alvaz dkk dan juga Dirga dkk , Yah tidak terasa empat bulan sudah Zoya meninggalkan indonesia .


" Wow gue lulus bangsat !" teriak Bima dengan hebohnya setelah melihat namanya terpampang di papan pengumuman.


Pletak .!


Naufan menjitak kepala Bima . "Nggak usah teriak-teriak Bim ! Ini bukan hutan.!"


" Nggak bisa Naf! Gue terlalu bangga dapat peringkat ke empat haha mak ANAKMU LULUS HAHA !"


Alvaz menggelengkan kepalanya pelan ,sedangkan Naufan terkekeh kecil melihat tingkah Bima.


Mereka bertiga merasa lega setelah empat bulan menanti akhirnya mereka semua lulus dengan nilai terbaik.


" Kapan lo mau ke LA ?!" tanya Naufan.


"Besok !" jawab Alvaz.


"Besok ?! Lo nggak mau healing bareng kita Al ?!" ujar Bima heran ,niatnya dia akan jalan-jalan dengan para sahabatnya.


Alvaz menggeleng. "Gue mau ketemu Zoya !"


"Iya deh yang udah kangen setengah modar .!" sindir Bima.


Alvaz memutar bola matanya malas ,setiap hari dia selalu menjadi bahan ejekan oleh Bima.


Drrrttt.! Drrrttt.!Drrrtt.!


Ponsel Alvaz bergetar ,menandakan ada panggilan masuk .


Ketika dia mengecek siapa yang menghubunginya ternyata itu Yoga .


"Halo Yog !" sapa Alvaz ketika sambungan telfon terhubung.


^^^"Al jemput gue di minimarket dekat sekolah dandelion cepat.!"^^^


Mendengar suara panik dari Yoga ,Dia yakin pasti ada sesuatu yang terjadi padanya.


"Gue kesana sekarang.!"


Alvaz mematikan telfon nya , dia menatap kedua sahabatnya.


"Kita jemput Yoga !" ajaknya dan berlalu meninggalkan Naufan serta Bima.


"Yoga kenapa ?!" ujar Bima kebingungan.


Naufan menggeleng tidak tau , akhirnya mereka berdua bergegas menyusul Alvaz menuju parkiran.


...___________________...


Di sisi lain Yoga sedang di kejar-kejar anggota Beeatles yang ingin menghabisi nya.


Padahal selama empat bulan ini Yoga merasa damai ,dia mengira jika Gara sudah muak padanya akan tetapi penilaian nya salah ,Gara hanya menunggu waktu untuk menghabisinya.


Draapp.! Draap.! Draap.!


Mereka mengejar Yoga dengan berlari ,kendaraan mereka di tinggal di sekolah.


Di sana ada Dafa dan Dafi yang membawa balok kayu serta Gara yang membawa tongkat bisbol.


"YOGA !! BERHENTI LO !" teriak Dafi dari kejauhan.


Yoga menoleh sebentar dan kembali fokus berlari menjauhi mereka .


"Semoga Alvaz udah sampai !" gumam Yoga.


Dia tidak bisa melawan mereka sendirian , Gara dan Dafi merupakan anggota Beeatles yang bela dirinya tidak boleh di ragukan hal itu yang membuat Yoga tidak bisa melawan nya sendiri.


Jarak menuju minimarket yang Yoga maksud tinggal sedikit lagi , akan tetapi sebuah benda keras berhasil mengenai punggungnya yang membuat dia terhuyung dan jatuh.


BUUKK .!


BRUK.!


Yoga terjatuh ke aspal , akhirnya Gara dan kedua teman nya berhasil mengejar Yoga .


'' Mau lari kemana hm ?.'' tanya Dafi dengan sinis begitu sampai di samping Yoga.


''Lo kira bisa lepas dari kita ?.'' sambung Dafa.


Yoga menatap mereka dengan tatapan jengah . '' Gue udah keluar dari anggota kalian , kenapa kalian masih ngejar-ngejar gue ?.''


"Karena lo puncak masalah dari anggota gue !" hardik Gara.


"Pfftt gue ?!" Yoga menunjuk dirinya sendiri .


"Nggak salah Gar ?! Harusnya lo ngaca lo tanya sama pantulan diri lo ,kira-kira lo atau gue yang salah !" sahut Yoga.


"Banyak alesan lo !! Tinggal ngaku lo salah aja apa susahnya !"sinis Dafi .


"Why ?! Gue cuma mau mengungkapkan kebenaran kenapa harus gue yang di salahkan ?!" ujar Yoga.

__ADS_1


"Bacot !!"


BUUGH.!


Dafi memukul Yoga tanpa aba-aba , perkelahian tiga lawan satu membuat Yoga kewelahan dalam sesaat.


BUGH ! DUAKK .!


Dafa, serta Dafi menghajar Yoga tanpa ampun ,mereka melampiaskan amarahnya kepada Yoga .


BUAKK.!


"Mati lo sialan !! " hardik Dafi.


BUUK.


"Akh bangsat.!"


Dafi menggeram marah ketika balok kayu mengenai belakang kepala Dafi ,mereka bertiga menoleh ternyata di sana ada Alvaz dkk.


"Yoga !" panggil Bima.


Alvaz dan kedua sahabatnya bergegas menghampiri Yoga dan membantunya berdiri.


"Kenapa lo lakuin ini sama Yoga ?!" tanya Alvaz pada Gara.


"Nggak usah ikut campur !! Masalah gue sama dia bukan sama lo.!" ucap Gara.


"Masalah Yoga jadi urusan gue kalau itu menyangkut nyawa dia !" ujar Alvaz geram.


Tanpa Gara duga ,Alvaz memukul wajahnya hingga dia tersungkur di aspal.


BUUGHH.! BRUK .!


"Brengsek !! "Umpat Gara.


Dia berdiri dan menghajar Alvaz , ingatan akan kedekatan Zoya dan Alvaz berhasil membuat Gara hilang kendali ,dendam yang sempat terkubur kini kembali membara .


BUAAKK.!


Alvaz terhuyung setelah mendapat pukulan di perutnya ,Gara mengeluarkan cutter dari saku seragamnya .


"Gara-gara lo Zoya ninggalin gue !! apa belum cukup lo rebut papah dari gue hah. !" ujar Gara dengan marah.


"Bukan nya nyokap lo yang merebut kebahagian bunda gue ?! sekarang lo berlagak jadi orang yang paling menderita hm ?! Padahal lo tau itu kesalahan bokap lo bukan gue !" sentak Alvaz.


Dia melihat cutter di tangan Gara yang menunjuk padanya ,Dengan cekatan Alvaz menendang tangan Gara hingga cutter itu terlempar.


BUUAAK.!


Dia melihat tangan nya membiru setelah di tendang oleh Alvaz.


" Bajingan !" umpat Gara dan berlari menerjang Alvaz.


BUGH .! BUGH.! BRAAK.!


"Aaakkh.!" rintih Gara ketika tubuhnya terlempar dan menabrak pohon.


Melihat Gara terkulai lemas kini giliran Dafa dan Dafi yang maju.


" Brengsek !" ucap keduanya bersamaan.


DRAAPP . DRAAP .


BUUAAKK .!


Alvaz terpental ketika mendapat dua tendangan sekaligus di perutnya dari Dafa dan Dafi.


''Al.!'' panggil Bima dan yang lain nya .


Mereka bertiga berlari membantu Alvaz berdiri .


'' Lo nggak papa ?.'' tanya Naufan.


Alvaz mengangguk , Bima menatap benci pada dua D .


'' Banci lo hah ? Berani nya main keroyokan .'' ujar Bima sarkas.


'' Cih ketua lo aja yang lemah .'' sahut Dafi dengan wajah tengilnya .


Bima geram dengan jawaban Dafi . ''Sini lo gue cincang mulut sialan lo .''


Bima berlari menerjang tubuh Dafi hingga mereka berdua terjatuh ke aspal, Bima menduduki tubuh Dafi , dia meninju wajah Dafi berulang kali .


BUUGH . BUGH. DUAAK .


Dafi tergeletak lemas setelah Bima menghajarnya habis-habisan .


Dafa yang melihat hal itu ,berniat menyerang Bima dari belakang namun Naufan berhasil mencegahnya.


''Eits mau kemana hm ?.'' ujar Naufan menghadang jalan Dafa.


''Minggir bangsat !''

__ADS_1


Naufan menarik sudut bibirnya ke atas .''Duh gimana yah ? Kaki gue nggak mau pergi dari hadapan lo .''


Mendengar jawaban Naufan membuat amarah Dafa menguar , akhirnya mereka berdua berkelahi .


BUAGGH . DUAKK. BRUKK .


Dafa terjatuh setelah Naufan memberikan pukulan di dagunya .


''Kalian tau sikap kalian barusan benar-benar MENJIJIKAN ! Nggak ada satu pun sikap kalian yang mencerminkan nama Beeatles , generasi sebelum kalian masih menjujung tinggi keadilan dan sopan santun , tapi kalian ?.'' Naufan menggelengkan kepalanya .


''Sama sekali nggak ada satu pun yang mewarisi sikap senior kalian .'' lanjut Naufan.


Alvaz menghampiri Naufan , dia mengajak para sahabatnya untuk pergi dari sana agar Yoga bisa cepat di obati.


Selepas kepergian Alvaz dkk , Gara menggeram marah harga diri mereka tercoreng setelah mendapat ucapan sarkas dari Naufan yang memang sebuah kenyataan .


...--------------------------------...


Di sisi lain Zoya sedang berkutat dengan berkas-berkas yang berserakan di meja kerja Malven .


Yah dia sedang mempelajari tentang bisnis dari Malven , Zoya akan merebut kembali apa yang seharusnya menjadi hak nya dari tangan Cakra.


Tap. Tap. Tap .


Malven datang dengan secangkir susu di tangan nya , dia menyodorkan susu tersebut pada Zoya .


''Minum dulu Zoy .'' ujar Malven .


Zoya mendongak , dan tersenyum dan mengambil gelas susu yang di sodorkan Malven .


''Makasih om .''


Malven mengangguk , dia mengambil kertas yang tadi Zoya kerjakan .


Seketika senyum puas terlihat di wajah Malven . '' Bagus , kamu sangat pandai dalam mengerjakan nya Zoy .''


Zoya menganggu puas . ''Siapa dulu gurunya Om Malven gitu loh.''


Malven mengusak rambut Zoya pela . ''Bisa aja kamu ,Akhir-akhir ini kamu terlalu bekerja keras Zoy ,kamu juga perlu menjaga kesehatan mu.''


Zoya mengangguk. "Aku harus lebih bekerja keras om kalau mau ngalahin mereka , cara buat melawan mereka bukan cuma pake otot tapi harus pakai otak juga biar efisien .!"


"Kamu benar ,tapi jangan terlalu memaksakan dirimu karena om akan selalu membantumu.!" ujar Malven.


Zoya terkekeh kecil dan mengangguk polos. '' Om aku mau ke markas nanti malam .''


'' Ada apa kesana ? Bukan nya semalam kamu dari sana ?.''


Zoya mengangguk . '' Aku mau ganti nama Dark Onions om , sekalian latihan sama anak-anak .''


Yah Zoya sudah menguji mereka satu minggu yang lalu dan ternyata mereka semua lolos ujian dari Zoya yang terbilang cukup kejam , dimana mereka harus menyayat bagian tubuh mereka sendiri dan menjahitnya kembali lalu merobek jahitan nya kembali dan hal itu berulang selama tiga kali dalam ujian yang Zoya berikan .


Malven memijit pelipisnya pelan , dia benar-benar tidak menyangka jika Zoya akan melakukan semua itu .


'' Sekolah kamu gimana Zoy ?! Jangan lupa kamu masih pelajar .'' ujar Malven


'' Om tenang aja , aku bakal lulus dengan nilai terbaik jadi om nggak perlu pusing mikirin sekolah aku , karena aku nggak akan lupa tentang sekolah .'' sahut Zoya .


Mau tak mau Malven akhirnya menyetujui keinginan Zoya , dia harus percaya semua perubahan keponakan nya kali ini untuk mengambil semua yang harusnya menjadi miliknya .


...-------------------------------...


Waktu berlalu begitu cepat , malam ini Zoya sudah siap dengan pakaian nya yang serba hitam .


Dia keluar dari kamarnya dengan wajah riang , dia tidak hanya pergi ke markas melain kan dia akan bermain dengan seseorang terlebih dulu .


Lima hari yang lalu dia mendapat pesan dari seseorang yang mengajaknya bertemu secara pribadi dan Zoya menyetujuinya.


Zoya menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi , dia memasuki hutan yang sangat rimbun.


Zoya menghentikan motornya tidak terlalu jauh dari sebuah rumah yang terlihat mewah .


 Dia berjalan dengan santai menuju pintu utama rumah tersebut .


BRAAKK.!


Seseorang yang berada di rumah itu menoleh , dia terkejut melihat kedatangan Zoya .


'' Zoya ?.'' gumam orang tersebut .


Zoya menarik sudut bibirnya ke atas . ''Hay , udah lama kita nggak ketemu yah.''


Tatapan orang tersebut menajam , dia mengambil senapan yang ada di samping nya .


Zoya terkekeh kecil . '' Kewaspadaan lo boleh juga ! Tapi lo masih tetap ceroboh .''


Saat itu juga Zoya berlari dan menendang dada orang tersebut hingga dia menabrak meja.


BRAAK .


Zoya berjalan menghampirinya , dia berjongkok dan menarik wajah orang tersebut.


'' Apa yang lo punya buat jaminan nyawa lo hm ?.'' tanya Zoya.

__ADS_1


Orang tersebut menatap Zoya dengan tatapan rumit . '' Gue~.''


...See you next time.........


__ADS_2