Zoya Antagonist Girl.

Zoya Antagonist Girl.
Chapter 64


__ADS_3

...☠️☠️☠️...


Suasana menegang ,aura permusuhan terasa sangat jelas di sana .


Langkah Zoya terhenti dia mendengar semua ucapan Dafi yang mengatakan hal di luar dugaan .


"Zoy gue udah tau fakta yang selama ini lo sembunyikan , gue tau gue salah dan bodoh ! Gue juga nggak pantas meminta maaf sama lo tapi setidaknya tolong lo kasih tau gue juga cerita detailnya ,gue cuma tau dari potongan diary yang gue temuin .!"


DEGH.!


Zoya tertegun , dia berbalik menatap wajah Dafi yang kini sedang menatapnya dengan raut wajah memelas dan juga menyesal .


Dafi yang melihat keterdiaman Zoya dan raut keterkejutan yang terlihat jelas dari wajahnya menjadi sadar jika Zoya sudah mengetahui lebih banyak dari yang dia kira.


"Kenapa baru sekarang lo sadar hm ?! Selama ini lo kemana ? ." sahut Zoya tertawa remeh ,dia menyilangkan kedua tangan nya di depan dada.


''G-gue..''


''Gue sibuk membenci orang yang bernama Zoya Raveena , orang yang membuat gue kehilangan mommy . Itu yang mau lo katakan sama gue hm ?.''Zoya memotong ucapan Dafi .


Dafi menggelengkan kepalanya dengan cepat . '' Nggak Zoy , gue tau kesalahan gue sudah di luar batas ! Gue minta maaf selama ini udah nyakitin lo .''


Zoya terkekeh kecil dia mendekati Dafi dan langsung menarik kerah baju milik Dafi . ''Lo kira maaf bisa menghapus rasa sakit gue hah ? Lo kira maaf bisa mengubah semuanya hm ? JAWAB DAF APA KALAU LO YANG JADI GUE LO BAKAL MAAFIN ORANG YANG NYAKITIN LO SEUMUR HIDUP LO HAH .''


''Z-zoy gue-''


BUUGHH.


Tiba-tiba Zoya melayangkan tinju pada wajah Dafi hingga dia terjatuh ke lantai , semua orang melotot saat Zoya kembali menarik kerah baju Dafi .


"Kayanya Dafi bakalan jadi target kebrutalan Zoya deh.!" bisik Bima pada Naufan.


"Mungkin.!" sahut Naufan tanpa mengalihkan pandangan dari Zoya dan Dafi.


Zoya berpindah dari menarik kerah baju menjadi mencengkeram leher Dafi hingga dia kesulitan bernafas , Dafi tak memberontak dia hanya diam memandangi wajah Zoya yang terlihat merah padam akibat amarah yang menggebu-gebu.


''Lo nggak tau hancurnya mental gue ,rapuhnya jiwa gue ! LO NGGAK TAU DAF ! LO NGGAK PERNAH NGERASAIN DI JADIIN SAMSAK SAMA KELUARGA LO SENDIRI ! DAN SEKARANG LO BARU MENYESAL ? HAHA SIALAN .'' ucap Zoya dengan lantang.


Dia menyibakkan rambutnya ke belakang sambil tertawa miris mengingat rentetan kejadian yang menimpa dirinya selama ini , perlahan bulir kristal menetes di kedua pipinya luka yang sudah mati-matian dia kubur kini terbuka kembali .


Dafi yang melihat Zoya menangis ,perlahan mengulurkan tangan nya untuk menghapus air mata yang ada di pipi Zoya .


'' Jangan menangis Zoy , semua salah gue! Gue minta maaf udah jadi luka buat adik gue sendiri ..g-gue minta maaf Zoy.'' Dafi ikut meneteskan air matanya ,dadanya sesak melihat Zoya menangis dalam diam .


''Lo boleh hukum gue semau lo Zoy , gue cuma minta satu hal sama lo !Jangan pernah lo keluarin air mata lagi kecuali itu air mata kebahagian buat lo .''


Zoya menatap wajah Dafi yang kini menatapnya dengan tatapan lembut .''Kenapa baru sekarang Daf , KENAPA SIALAN .''


BUUAAGHH .


BUGH.

__ADS_1


BUGH.


Zoya menghajar Dafi dengan emosi yang tak terkendali , Dafi hanya terdiam menerima semua pukulan Zoya bahkan darah sudah keluar dari hidung dan bibirnya .


Alvaz yang melihat Zoya tak terkendali segera menghampirinya dan menarik tubuh Zoya hinga berdiri dan langsung memeluk tubuh Zoya dari belakang .


'' Sayang stop ! .''Alvaz berusaha menenangkan Zoya yang sedang memberontak.


Zoya sama sekali tidak mendengarkan ucapan Alvaz , dia berusaha melepaskan tangan yang melingkar di perutnya .


''Sayang dengerin aku-''


'' LEPASIN GUE AL , SEBELUM GUE BERTINDAK BURUK SAMA LO .''bentakan Zoya tak membuat Alvaz melepaskan pelukan nya.


Dia semakin mengeratkan pelukan nya pada tubuh Zoya , Dafa yang melihat Dafi masih terduduk di lantai berusaha membantunya namun tangan nya langsung di tepis oleh Dafi .


'' Minggir sialan .'' Dafi berdiri dengan perlahan , dia mendekati Zoya tiba-tiba dia berlutut di hadapan Zoya hingga membuat semua orang terkejut termasuk Alvaz.


Gara yang melihat Dafi berlutut benar-benar tidak percaya dengan penglihatan nya saat ini , baru pertama kali dia melihat Dafi frustasi sampai seperti itu .


Kembali pada Zoya dan Dafi , Kini Zoya sudah tidak memberontak namun ALvaz belum melepaskan pelukan nya .


'' Pukul gue Zoy , lampiasin semua amarah lo sama gue , kalo perlu lo bunuh gue sekalian Zoy gue bakal lakuin semuanya demi lo .'' Dafi menundukan kepalanya ,air matanya jatuh seperti aliran sungai yang deras , dia menyesal dan perasaan itu sangat menyiksanya .


''Bunuh ?! Yah gue harus bunuh lo brengsek .'' sahut Zoya dengan tatapan kosong .


Alvaz yang mendengar jawaban Zoya menjadi panik . '' Sayang sadar , kamu nggak boleh lakuin itu di sini .''


'' Sayang , hey lihat aku .'' Alvaz menangkup kedua pipi Zoya .


''Alvaz .'' ucap Zoya lirih .


Alvaz mengangguk dengan senyum lembut di bibirnya . ''Iya ini aku sayang , kamu harus kendalikan dirimu oke .''


Zoya tak menjawab hingga dia secara mendadak melayangkan pukulan pada perut Alvaz yang berhasil membuatnya terhuyung .


BUAAAKK .


''ALVAZ .''


''ZOYA .''


Teriakan tersebut keluar dari Natasha dan juga keda teman Alvaz, belum sempat mereka bertiga mendekat Zoya sudah berbalik dan menyerang Dafi dengan brutal .


DUAKK.


Zoya menendang tubuh Dafi hingga dia terjatuh dan terlentang di lantai , saat itu juga Zoya melompat dan menginjak perut Dafi hingga dia memuntahkan darah dari mulutnya .


DRAP . DRAP.


BUUUKK.

__ADS_1


''Uhuk..uhuk.'' Dafi memejamkan kedua matanya menahan rasa nyeri di seluruh tubuhnya .


Tatapan mata Zoya masih kosong , di mengeluarkan belati dari saku celananya yang selalu dia bawa kemana pun dia pergi.


Semua yang ada di sana melotot ,bahkan Nata sudah ketar ketir melihat hal itu ,dia memang mendukung Zoya balas dendam namun dia tidak mau Zoya melakukan pembunuhan di depan umum bisa- bisa Zoya masuk jeruji besi.


"Zoya sadar Zoy , lo harus kendalikan emosi lo .!" ucap Natasha perlahan mendekat .


"Jangan mendekat Nat , Zoya lagi nggak terkendali itu bisa bahaya buat lo.!" ujar Naufan memperingatkan.


Para mahasiswa yang tadinya akan pulang ,kini malah berkerumun di sana yang akhirnya membuat Bima dan Naufan mengusir mereka semua hingga kini menyisakan Gara dkk dan Alvaz Dkk di sana.


Dafa diam-diam tersenyum smirk ketika melihay Zoya mendekati Dafi dengan membawa belati di tangan nya .


'Bagus ,jika Zoya yang membunuh Dafi maka gue bisa nyingkirin mereka berdua sekaligus.' Batin Dafa.


Sedangkan Dafi yang melihat Zoya mendekat malah tersenyum simpul ,dia sudah rela jika harus mati di tangan adiknya sendiri .


Zoya telah sampai di hadapan Dafi yang sedang tersenyum lembut padanya menunggu belati itu menancap padanya.


Zoya mulai mengangkat belatinya ,Dafi memejamkan kedua matanya untuk menyambut belati tersebut namun hingga beberapa detik berlalu Dafi tidak merasakan apa pun ,dia kembali membuka matanya ternyata Zoya masih dengan posisi yang sama tapi berbeda dengan tadi yang berdiri dengan tatapan kosong ,kini Zoya sedang menangis tanpa suara .


"Z-zoy.." panggil Dafi lirih.


Zoya menurunkan belatinya , dia mendongakkan kepalanya ke atas tangisan nya mulai terdengar .


"Kenapa tuhan nggak adil sama gue , kenapa gue yang harus menanggung semua kebencian kalian hah ! KENAPA !"


" SALAH GUE DIMANA BRENGSEK !! KENAPA HIDUP GUE SEPERTI INI ! "


"KENAPA.!"


GREPP.!


Alvaz langsung memeluk tubuh Zoya dengan erat , dia membenamkan kepala Zoya di dadanya ! Tubuh Zoya bergetar hebat di selingi isak tangis yang terdengar sangat pilu.


Tak berbeda jauh dengan Zoya , kini Dafi juga sedang menunduk menahan sesak di dadanya , ternyata luka yang dia torehkan sangat dalam hingga membuat Zoya seperti itu.


Bahkan Nata ikut meneteskan air matanya melihat kondisi Zoya , dia yang mengira jika Zoya sudah membaik ternyata salah .


Alvaz mengelus rambut Zoya dengan lembut, dia yang belum pernah melihat Zoya seperti itu menjadi cemas dan juga takut jika mental Zoya benar-benar sudah hancur ! ternyata selama ini senyum yang Zoya tunjukan hanya untuk menutupi luka yang dia pendam .


"Kita bawa Zoya pergi Al , di sini nggak baik buat kesehatan Zoya .!" usul Naufan.


Alvaz mengangguk ,dia menggendong Zoya ala bridal style ! Tas Zoya di ambil oleh Nata mereka semua akhirnya pergi meninggalkan Gara dkk.


Dafa mendekati Dafi yang masih menunduk dengan punggung yang bergetar . "Lo kenapa lakuin ini Daf ?! Ini bukan sifat lo yang biasanya .!"


Dafi tak menjawab , dia bangun dan mengelap air matanya dengan kasar sebelum pergi meninggalkan Dafa dan Gara yang kebingungan.


...See you next time.......

__ADS_1


__ADS_2