
...✨✨✨...
BRUM. BRUM. BRUM.
Deru suara sepeda motor mulai memasuki kawasan kampus Enola , para mahasiswa dan mahasiswi yang berada di sekitaran gerbang kampus mulai memperhatikan siapa pemilik motor sport yang memasuki kawasan kampus.
Motor berwarna hitam itu berhenti di area parkir , dua orang yang duduk di atas motor tersebut mulai turun dari motornya .
Mereka adalah dua pasangan sejoli kita yaitu Alvaz dan Zoya , mereka berdua melepas helm masing-masing , Alvaz yang melihat rambut Zoya berantakan dengan sigap merapikan beberapa helai anak rambut yang berterbangan di wajah Zoya.
Para mahasiswa dan mahasiswi yang melihat adegan itu seketika berteriak heboh.
Anjir mata gue nggak suci lagi.
Aakhh gue mau pingsan sialan.
Nafas gue sesek anjir.
Dih lo asma yah ?.
Mata lo asma.
Kaga kuat liat yang manis-manis bangsat.
Kurang lebih seperti itu teriakan heboh dari mereka yang melihat kebucinan Alvaz dan Zoya , sedangkan di sisi lain Gara yang juga melihat hal itu hanya bisa mengepalkan kedua tangan nya erat .
Dia merasa kalah semenjak Alvaz bersama Zoya , bukan hanya kehilangan Zoya kini dia juga harus kehilangan ayahnya dan laboratorium milik ayahnya yang sudah rata dengan tanah .
Dia belum mengetahui siapa dalang pembunuhan serta orang yang meledakan laboratorium milik ayahnya , karena saat itu jejak Alvaz langsung mereka bersihkan .
Dafa yang berdiri di samping Gara menjadi iba , beberapa hari yang lalu merupakan pemakaman untuk ayahnya serta Keyla secara bersamaan.
"Gar ." panggil Dafa pelan.
Gara menoleh dia menaikan satu alisnya seolah berkata 'Apa' pada Dafa.
"Lo masih berharap bisa kembali sama Zoya ?!." lanjut Dafa .
Tanpa ragu Gara mengangguk ."Gue nggak akan biarin bedebah itu memiliki Zoya , dia sudah menghancurkan semua yang gue miliki Daf ,dan gue nggak terima kalau bajingan itu akhirnya bahagia di saat gue menderita."
"Kalau lo mau , gue bisa bantu buat dapatin Zoya lagi gimana ?!." ujar Dafa memberi tawaran.
Gara mengernyit bingung. "Maksud lo apa ?!."
__ADS_1
"Lo tau kan kelemahan Alvaz ada pada Zoya , kalau misalnya kita menjauhkan Zoya dari dia maka jawaban nya sudah pasti ,kita akan lebih mudah menyingkirkan nya ."
Gara terdiam , dia memikirkan usulan Dafa jika di simpulkan maka Gara harus bertindak secara brutal untuk mendapatkan Zoya .
"Boleh juga ide lo , lalu apa yang harus kita lakukan untuk menjauhkan mereka berdua ?!." sahut Gara dengan rasa penasaran yang sangat tinggi.
Dafa terdiam sesaat , dia mendekat ke arah Gara dan berbisik hingga beberapa menit kemudian senyum smirk terbit di bibir mereka berdua , kini mereka tau apa yang harus mereka lakukan untuk membuat hubungan Zoya merenggang.
"Btw bukan nya Aruna suka sama Alvaz yah ?!." cetus Dafa tiba-tiba.
"Nggak tau ,emang lo dapat kabar dari mana ?!." ujar Gara.
" Ada nanti lo juga tau , tapi ngomong-ngomong gimana sama laboratorium milik bokap lo Gar ?!."
Gata menghela nafas berat. "Semuanya hangus , nggak ada satu pun yang tersisa di sana."
Dafa mengangguk singkat ,mereka kembali memperhatikan Zoya yang sudah berjalan menuju kelas , tak berselang lama Gara dan juga Dafa pun ikut menyusul mereka.
..._______________________...
Sedangkan di sisi lain Malven baru saja kembali dari rumah sakit , kini dia sedang duduk di ruang keluarga dengan laptop di tangan nya , dia tadi di antar oleh Javas atas permintaan Zoya .
Tubuhnya telah pulih secara sempurna berkat obat yang di berikan oleh Zoya x dan kini dia bisa beraktifitas seperti biasa.
Tak hanya tentang Fairy Devil ,di berita juga tersiar kabar jika Pramudya pemilik laboratorium ternama telah menghembuskan nafas terakhirnya setelah di habisi oleh penyusup .
Melihat berita tersebut Malven hanya bisa tersenyum simpul ,ternyata anak-anak didiknya sudah besar dan kini mereka bisa berdiri tanpa bantuan darinya .
''Baiklah apa sekarang giliranku untuk bermain .'' gumamnya pelan .
Saat dia sedang menikmati waktu membacanya , tiba-tiba ponsel Malven berbunyi
Malven mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja , saat dia membuka ponsel tersebut dan melihat pesan dari organisasi yang menaunginya selama ini yaitu Badan Intelejen Negara .
BIN.
Selamat siang tuan Malven Jazzairo , kami ingin meminta bantuan dari anda hal ini menyangkut organisasi yang pernah anda urus beberapa bulan yang lalu , bisakah anda menyerahkan ketua organisasi tersebut pada kami ?! Ada hal yang harus kami konfirmasi dari mereka dan kami berniat menutup organisasi yang menyalahgunakan wewenangnya dan meresahkan masyarakat .
Sekian terimakasih .
Setelah membaca pesan tersebut senyum smirk terlihat di wajah Malven ,dia membalas pesan tersebut lalu dia menghubungi asisten nya untuk mengadakan rapat dadakan , dia tidak akan menunda lagi karena sebentar lagi dia akan sibuk mengurus keluarga Alexander .
...------------------------------...
__ADS_1
Berbeda dengan Malven yang baru mendapat tugas , kini Zoya sudah berada di dalam kelas bersama Natasha yang duduk di sampingnya .
'' Zoy malam ini lo mau kemana ?.'' tanya Nata yang sedang merebahkan kepalanya di atas meja .
Zoya mengangkat bahunya acuh . ''Nggak tau gue nggak ada rencana keluar sih .''
''Gimana kalau kita hangout Zoy ?! udah lama tau kita nggak jalan-jalan bareng.''
Zoya terdiam sesaat sebelum mengangguk menyetujui ajakan Nata . ''Boleh deh sekalian ada yang mau gue cari .''
"Deal , nanti malam gue jemput lo jam tujuh oke." ujar Nata antusias.
Zoya mengangguk , mereka berdua kembali berbincang namun tanpa Nata sadari Zoya sedang memperhatikan gerak gerik seseorang yang beberapa hari lalu dia lihat saat akan ke perusahaan nya.
'Apa mungkin dia menjadi simpanan orang itu ?! Atau justru mereka sedang bekerja sama untuk menghancurkan gue ?!.' batin Zoya bertanya-tanya.
Hingga dia melihat orang tersebut keluar dari kelas , dengan terburu-buru Zoya mengambil ranselnya dan bergegas keluar mengikuti orang tersebut.
"Nat gue titip absen yah ,gue ada perlu bye." pesan Zoya sebelum berlalu dari sana.
"Zoy woi Zoya lo mau kemana njir ." panggilan Natasha tidak di hiraukan oleh Zoya yang sudah keluar dari pintu kelas.
Natasha berdecak sebal , Zoya selalu meninggalkan nya dengan alasan sibuk padahal dia juga sibuk maksudnya sibuk nonton drakor .
Zoya berlari menyusuri lorong yang tadi di lewati orang tersebut , dari kejauhan dia melihat orang tersebut masuk ke sebuah gudang yang sudah lama tidak terpakai.
Sayup-sayup terdengar suara beberapa orang yang ada di dalam gudang itu , Zoya perlahan mendekat ke arah pintu yang sedikit terbuka hingga dia bisa mendengar pembicaraan mereka.
Perlahan Zoya membuka pintu tersebut ,dia penasaran dengan siapa orang tadi berbicara.
"Mau sampai kapan lo terus mengulur waktu hah ?! Lo sengaja ngelakuin itu biar dia selamat ?!." gertakan keluar dari bibir seorang gadis yang kini memunggungi Zoya.
"Sabar , lo kira gampang nyusun rencana biar aman hah ?! mereka lebih cerdik dari pada lo njing ." hardik seorang pemuda.
"Alah bacot lo ! Bilang aja lo mau melindunginya kan jawab Daf ?! Lo masih suka sama Zoya kan ."
Pemuda yang tak lain adalah Dafa hanya diam tak berkutik ,dia tidak menyangkal tuduhan yang di lontarkan gadis di hadapan nya.
Sedangkan di luar gudang ,Zoya tertegun mendengar pembicaraan mereka berdua .
'Jadi mereka semua sudah saling terlibat ?! Berarti salah satu dari mereka adalah orang yang tau kalau gue jiwa asing .' batin Zoya ,dia sudah tau jika Dafa menyukainya jadi dia tidak terkejut mendengar hal itu.
Setelah mendengar percakapan tersebut ,Zoya bergegas pergi dari sana sebelum ketahuan dan mulai hari ini dia harus mencari tau siapa orang tersebut , dia yakin jika orang yang mengacaukan rencananya adalah orang yang tau alur asli novel yang dia masuki.
__ADS_1
...See you next time......