Zoya Antagonist Girl.

Zoya Antagonist Girl.
Chapter 97


__ADS_3

...☠️☠️☠️...


Orang-orang yang awalnya menatap senang pada layar proyektor yang sedang memutar rekaman perjalanan perusahaan Alexander , seketika berganti menjadi tatapan terkejut .


Semua orang menatap tak percaya dengan rekaman yang sedang berputar di layar proyektor tersebut, tak berbeda jauh dengan para tamu kini Malven dan Dafi bahkan sudah mengepalkan kedua tangannya ketika melihat rekaman yang terpampang di depan mata mereka .


'Siapa yang memutar rekaman itu ?!.'batin Malven kebingungan.


Bahkan dia merasa belum bergerak ,karena dia tidak punya rekaman seperti itu makanya dia berniat menunjukan bukti yang di miliki tapi semuanya batal ketika rekaman tersebut menyala .


Dalam rekaman tersebut terlihat sosok mommy Zoya yang baru saja melakukan proses persalinan , di sana juga terlihat seorang dokter pribadi milik keluarga Alexander sedang memeriksa mommy Zoya.


Beberapa saat kemudian dokter itu pun pergi meninggalkan kediaman Alexander , tatapan mommy Zoya tertuju pada bayi mungil berjenis kelamin perempuan.


Di sana terlihat kondisi mommy Zoya masih baik-baik saja ,bahkan bisa di bilang kondisinya stabil.


Hingga rekaman beralih pada kedatangan Cakra dan seorang anak kecil yang tak lain adalah Dafa.


Mereka terlihat berbincang-bincang ringan , senyum tulus terlihat jelas di wajah mommy Zoya saat berbincang dengan suami dan putranya.


Namun senyum tulus tersebut seketika menghilang ketika dia menerima suntikan di lehernya dari Cakra , perlahan terlihat wajah mommy Zoya menegang dan dia menatap benci pada orang yang menjadi suaminya .


Terlihat Cakra tersenyum culas ,dia juga memberikan satu jarum suntik pada Dafa agar menyuntikan ke kaki mommy nya.


Tak berselang lama tubuh mommy Zoya kejang-kejang , dia terbatuk parah hingga mengeluarkan darah bersamaan dengan itu nafas mommy Zoya yang mulai tersendat-sendat hingga akhirnya dia menghembuskan nafas terakhirnya di tangan anak dan suami yang dia sayangi.


Suntikan yang dulu Zoya temukan merupakan barang bukti aling penting ,karena di sana masih ada sidik jari milik Cakra dan Dafa serta sisa racun yang mereka berikan pada mommy nya.


Raut terkejut terlihat jelas pada semua tamu undangan yang hadir di sana,para tamu undangan mulai mencemooh Cakra yang ternyata menjadi dalang di balik kematian istrinya sendiri .


Saya tidak menyangka dia menjadi pembunuh.


Apa dia sudah tidak waras?.


Laki-laki biadab.


Saya menyesal menjalin kerja sama dengannya .


Kasihan putri kecilnya yang menjadi korban.


Tidak tau diri.


Pembunuh.


Berbagai ucapan serta sindiran terus berlanjut membuat Cakra semakin panik , dia berjalan kembali ke podium .


''Maaf sebelumnya dengan kejadian yang tidak mengenakan seperti ini , namun perlu saya konfirmasi jika rekaman tersebut telah di edit .''


''Saya tidak mungkin melakukan kejahatan seperti itu pada istri saya sendiri .'' ujar Cakra berusaha setenang mungkin .


''PEMBOHONG .'' bentakan dari Dafi membuat semua orang kembali terkejut .


Dafi berjalan menghampiri daddy nya ,dia menatap daddy nya serta Dafa dengan tatapan tajam .


Dia menarik kerah baju daddy nya dan menyeretnya turun dari podium ,Dafa yang melihat perlakuan Dafi segera menepis tangan Dafi yang berada di kerah baju daddy nya .


''Daf apa yang lo lakuin hah ?.'' sentak Dafa dengan marah .


''Lo budeg hm ?! Lo nggak dengar tadi gue bilang apa ?.'' sahut Dafi tersenyum sinis .


Kedua alis Dafa menukik tajam . ''Jangan bilang lo percaya dengan rekaman editan itu ?.''


''Apa ada alasan gue nggak boleh percaya sama bukti yang ada ?.'' ujar Dafi menantang.

__ADS_1


Mendengar jawaban Dafi membuat Dafa memijit pelipisnya pelan .''Daf itu fitnah , gue sama daddy nggak mungkin bunuh mommy , lo juga tau kita semua kehilangan mommy setelah Zoya lahir.''


Dafi tertawa hambar .''Haha yah lo benar seandainya lo nggak membunuh mommy pasti Zoya nggak bakal jadi sasaran kemarahan gue , bukan cuma lo tapi daddy juga KALIAN BERDUA BAJINGAN ! KALIAN SENGAJA MELAKUKAN HAL ITU SUPAYA SEMUA ASET MILIK MOMMY JATUH KE TANGAN KALIAN KAN.''


Pernyataan Dafi mampu membuat semua tamu undangan semakin rusuh ,fakta yang baru mereka dapat mampu membuat posisi Cakra terguncang .


Cakra yang tidak terima dengan hal itu ,tiba-tiba melayangkan pukulan pada wajah Dafi .


BUUGGGHH.


''JAGA BICARAMU DAFI , APA KAMU PUNYA BUKTI JIKA UCAPAN KAMU BENAR ADANYA HAH ?.'' hardik Cakra dengan amarah yang meninggi.


Saat itu juga Malven berjalan menghampiri Cakra .'' Saya bisa membuktikannya pada anda tuan Cakra yang terhormat .''


''Jangan ikut campur Malven ! saya tidak segan-segan membunuhmu jika kamu berani ikut campur .'' ancam Cakra yang kini menatap Malven dengan tajam .


''Silakan saja saya tidak takut dengan ancaman anda , lagi pula waktu anda di sini tinggal sebe-''


Ucapan Malven terpotong ketika dia mendengar suara tepuk tangan dari sisi panggung tempatnya berdiri .


PROK. PROK . PROK.


Semua mata tertuju pada seorang gadis yang baru saja memasuki ballroom ,pakaiannya sangat berantakan dan tubuhnya penuh luka tak hanya itu ,dia juga berjalan dengan tertatih-tatih .


Seketika Malven dan Dafi berteriak memanggil nama gadis tersebut .


''ZOYA." mereka berdua berlari ke arah Zoya ,wajah mereka berdua terlihat sangat panik .


"Apa yang terjadi sama kamu Zoy ?! Kenapa wajah kamu seperti ini ?!."cecar Malven .


"Nanti aja aku jelasinnya om ,kita perlu mengurus mereka lebih dulu."sahut Zoya.


Dafi yang melihat Zoya kesusahan melangkah ,akhirnya memberanikan diri membopong tubuh Zoya.


"Sebelumnya gue minta maaf kalo lo nggak suka lo boleh pukul gue nanti."Izinnya lalu dia mengangkat tubuh Zoya dan menggendongnya ala bridal style.


Mereka bertiga berjalan ke tempat dimana Cakra dan Dafa berdiri , tatapan semua tamu tertuju pada mereka berlima .


"Jadi ini ulah kamu ?!." sentak Cakra yang menatap Zoya dengan nyalang.


Dafi menurunkan Zoya secara perlahan ,kini ayah dan anak saling berhadapan membuat suasana semakin tegang ,jika itu komik maka bisa di pastikan ada laser yang keluar dari tatapan mereka berdua.


"Yah ini ulah saya , anda harus mempertanggung jawabkan perbuatan anda pada mommy saya." sahut Zoya .


Cakra mengepalkan kedua tangannya ."Saya tidak melakukan pembunuhan itu ! Semua fitnah yang kamu tunjukan pada saya."


"Apa perlu saya buktikan semuanya ?! Jika itu mau anda dengan senang hati saya akan melakukannya." jawab Zoya santai.


Rekaman di proyektor yang tadi terjeda kembali berputar setelah Zoya memencet remote yang dia pegang, kini di sana terlihat rekaman dimana Cakra menemui Pramudya dan melakukan transaksi untuk mendapatkan racun yang di berikan pada istrinya .


Di sana juga tertera surat kontrak yang mereka tanda tangani secara sadar , Surat tersebut Zoya temukan ketika dia membombardir laboratorium milik Pramudya dulu dan bukti yang Zoya berikan mampu membuat semua orang yang tadinya membenci Zoya berbalik menyerang Cakra dan juga Dafa.


Di antara para tamu ada Gara yang juga tak percaya dengan bukti yang dia lihat.


'Jadi semua sudah di setting oleh mereka berdua ,dan mengkambing hitamkan Zoya sebagai dalang di balik pembunuhan yang mereka lakukan !.' batin Gara.


Setelah melihat rekaman tersebut Gara memilih pergi dari ballroom, di susul Dafa yang perlahan ikut mundur untuk kabur ,dia sadar jika tetap berada di sana maka nyawanya pasti akan musnah dia perlu strategi untuk melawan mereka dan dia tidak menyangka jika Dafi selama ini ada di pihak Zoya.


Mereka semua tidak menyadari kepergian Dafa dari sana ,mereka terlalu sibuk dengan pertikaian antara anak dan ayah yang ada di depan mata.


Zoya tersenyum smirk."Anda kira saya akan membiarkan anda begitu saja ?! Oh ada hal yang perlu anda tau jika mulai sekarang seluruh aset yang anda rampas dari mommy telah menjadi milik saya serta Dafi ."


DEGH.

__ADS_1


"APA MAKSUDMU ?!."teriak Cakra.


"JAVAS BAWA KEMARI BERKASNYA."teriak Zoya memanggil asistennya .


Yah sebelum dia datang ke acara Cakra ,dia menyempatkan diri menghubungi Javas untuk membawa berkas pengalihan harta atas nama Cakra menjadi namanya serta Dafi.


"Ini nona."Javas menyerahkan berkas yang Zoya minta .


Dia melihat wajah nonanya yang banyak lebam kebiruan serta beberapa luka robek di pelipis dan dahinya serta pergelangan tangan nya.


"Makasih Jav."ujar Zoya tersenyum tipis.


Zoya kembali menatap Cakra."Semua sudah jadi milik kami ,sekarang posisi anda sama seperti dulu sebelum mommy saya mengangkat derajat anda."


"KAMU." Cakra mengangkat tangannya hendak menampar Zoya , tapi sebuah tangan menahan pergerakan Cakra.


"Cukup dad , aku nggak bisa biarin daddy nyakitin Zoya terus menerus ."hardik Dafi.


"Anak durhaka ! Sekarang kamu berani melawan daddy." sentak Cakra.


"Tentu aku harus berani , di sini daddy bersalah dan aku kecewa sama daddy ."jawab Dafi dengan lantang.


Malven yang melihat wajah Zoya pucat pun memerintah anak buahnya untuk menyeret Cakra dari sana.


"BAWA DIA KE KANTOR POLISI ,SAYA AKAN MENGURUS GUGATANNYA SETELAH KELUAR DARI TEMPAT INI."titah Malven .


Tiga anak buah Malven yang sudah standby di sana langsung bergerak mengamankan Cakra .


"Dafa mana ?!." ujar Zoya ketika menyadari Dafa telah pergi.


"Sial dia kabur Zoy."hardik Dafi.


"Sebagian dari kalian berpencar dan cari Dafa sampai ketemu ."perintah Malven tak terbantahkan.


Tak hanya anak buah Malven yang bergerak ,tapi juga Javas serta beberapa anggota Dark Wolf ikut membantu mencari keberadaan Dafa .


Bersamaan dengan itu Alvaz dkk baru sampai di ballroom, dari kejauhan mereka dapat melihat Zoya di atas panggung .


"ZOYA." teriak Alvaz dkk dan berlari menuju ke arah Zoya .


Namun belum sempat mereka sampai tiba-tiba mereka melihat tubuh Zoya limbung dan jatuh di pelukan Dafi.


BRUUK.


Semua orang panik ,mereka baru menyadari jika banyak luka di wajah Zoya serta sudut bibirnya yang robek.


"Zoy bangun ,Zoya."Dafi memanggil nama Zoya namun tak ada respon sedikit pun ,hingga dia merasa ada cairan yang mengenai bajunya.


Dafi menyentuh belakang kepala Zoya yang ternyata mengeluarkan darah cukup banyak.


"Z-Zoya ... kepala Zoya berdarah."Panik Dafi .


Seketika Malven langsung merebut tubuh Zoya dan menggendongnya ala bridal style.


"ALVAZ BAWA MOBIL , SISANYA PULANGKAN PARA TAMU ."perintah Malven tak terbantahkan.


Bima dan Naufan membubarkan para tamu dan mengambil flashdisk milik Zoya serta berkas-berkas yang berserakan di lantai .


Malven ,Alvaz serta Dafi sudah berada di dalam mobil mereka semua menuju rumah sakit .


"Zoya lo harus kuat , semua sudah selesai Zoy."gumam Dafi , dia benar-benar takut jika Zoya pergi meninggalkan nya.


"Kamu kuat sayang , aku percaya sama kamu."ujar Alvaz cemas, perasaan nya sangat kalut.

__ADS_1


Malven hanya diam ,namun dia pun merasakan hal yang sama seperti kedua pemuda di sampingnya.


...See you next time......


__ADS_2