
...✨✨✨...
Waktu berlalu begitu cepat tanpa terasa dua hari sudah berlalu semenjak penyerangan di markas Dark Wolf.
Di sisi lain Dafi sedang berada di apartemen nya , dia sedang berkutat dengan laptop yang dia bawa dari rumah ! Dafi penasaran kenapa sikap daddy nya tiba-tiba berubah padanya , dia sedang meretas cctv kediaman Alexander.
Jam sudah menunjukan pukul 22.00 malam ,saat dia akan menutup laptopnya dia mendapatkan rekaman yang hampir membuat jantungnya copot.
"A-apa ini ?!" wajah Dafi sangat shock ,dia memutar kembali rekaman cctv rumahnya dan yah dia tidak salah lihat.
"Bajingan! Jadi itu ulah mereka ! Haha sialan gue bodoh banget sampai-sampai gue nggak menyadari kalau hal seperti ini bisa terjadi !" gumam Dafi.
Saat dia sedang menyalin rekaman tersebut untuk di berikan kepada Zoya ,tiba-tiba dia mendengar ponselnya berbunyi.
Drrrrttt . Drrrrrttt . Drrrrrrt.
Dafi mengernyit kan kedua alisnya ketika melihat nama Gara tertera di layar ponselnya .
Klik.
Dafi mengangkat telfon dari Gara ."Halo Gar !"
"Daf lo dimana ?!" tanya Gara dari balik telfon.
"Gue lagi di luar , kenapa ?!"
"Gue butuh bantuan lo buat bebasin Keyla , dia ada di markas Dark Wolf dan kayanya bakal sulit buat masuk kesana kalo cuma gue sama Dafa doang !" ujar Gara dari sambungan telfon.
'Dark Wolf ?! Buat apa mereka menyandera Keyla ?!' batin Dafi keheranan.
"Daf lo dengar suara gue kan ?!" lanjut Gara karena tak kunjung mendapat jawaban dari Dafi.
"Oke ! lo bisa jelasin detail rencana nya gimana ?!" tanya Dafi.
Gara mulai menjelaskan dengan rinci rencananya dan tugas apa yang harus Dafi pegang , setengah jam berlalu akhirnya obrolan mereka selesai Dafi menutup telfon nya dengan Gara.
Dia memutar-mutar ponsel yang dia pegang di tangan nya,pikiran nya berkelana dengan pertanyaan yang sama yaitu 'Apa alasan organisasi sebesar itu menyandera Keyla !' .
Dafi meletakan ponselnya dan kembali sibuk dengan laptop di hadapan nya , kali ini dia ingin mencari tau informasi tentang organisasi Dark Wolf.
Sayang nya informasi yang dia dapat sangat minim , yang membuat Dafi penasaran adalah leader organisasi itu !
"Siapa leadernya ?! Apa mungkin leader mereka punya masalah sama Keyla ?!" heran Dafi.
Karena tak menemukan apa-apa Dafi memilih menutup laptopnya ,dia menyandarkan kepala di kursi hingga tiba-tiba dia teringat akan adik mommy nya .
__ADS_1
"Apa gue temui om Malven aja?! Mungkin dia tau siapa leader Dark Wolf.!"gumamnya .
Setelah menimang beberapa kali akhirnya Dafi bertekad menemui Malven tak lupa dia membawa flashdisk untuk di berikan pada Zoya karena dia berniat menemui adiknya malam ini juga, bahkan bila perlu dia akan memohon pada Malven agar dia bisa mendapat informasi dan menemui Zoya, bahkan Dafi tidak perduli jika akan di usir berulang kali oleh om nya itu.
Dafi bergegas mengambil kunci motornya yang tergeletak di atas ransel hitam miliknya .
Tap. Tap . Tap .
Ceklek .
Dafi membuka pintu apartemen miliknya ,setelah menutup pintu apartemen nya dia bergegas menuju lift yang akan membawanya ke lantai satu dimana motornya berada.
Tak butuh waktu lama Dafi telah tiba di samping motornya , dia bergegas menaikinya menuju rumah sakit dimana om Malven berada.
Motor Dafi melaju dengan kecepatan tinggi membelah jalan raya yang lumayan sepi karena waktu yang sudah semakin larut.
Tiga puluh menit kemudian Dafi telah sampai di rumah sakit Malven ,yah Malven berada di rumah sakit yang dia kelola sendiri .
Dafi memarkirkan motornya dan bergegas menuju resepsionis untuk menanyakan kamar Malven.
Tap. Tap. Tap .
"Permisi sus ! saya mau bertemu dengan om Malven Jazzairo.!" ujar Dafi pada resepsionis tersebut.
"Saya keponakan nya sus !" sahut Dafi.
Suster tersebut mengangguk dan mengajak Dafi menuju kamar Malven . Begitu mereka tiba suster tadi bergegas pergi meninggalkan Dafi di depan pintu ruangan Malven ! Dia menghela nafas sebelum mengetuk pintu .
Tok. Tok. Tok.
"Masuk.!" sahut Malven dari dalam ruangan nya.
Ceklek.
Dafi membuka pintu kamar Malven secara perlahan ,saat pintu sudah terbuka lebar Dafi dapat melihat tatapan tidak bersahabat dari om nya .
"Om." panggil Dafi sambil berjalan mendekati Malven.
"Untuk apa kamu kesini !." tanya Malven dengan nada dingin.
Dafi terdiam sebentar dia merasakan aura menusuk dari om nya . "A-aku mau tanya tentang organisasi Dark Wolf om ! Apa om tau siapa leader organisasi itu ?!"
Dafi dapat melihat raut keterkejutan di wajah Malven, hal itu membuat Dafi yakin jika Malven tau siapa pemilik organisasi raksasa tersebut.
__ADS_1
"Om kenal sama leader Dark Wolf kan ?!"lanjut Dafi.
"Tidak, saya tidak kenal siapa pemiliknya !" sahut Malven tanpa menatap wajah Dafi.
"Om aku tau om benci sama aku ,tapi aku butuh informasi dari om ! Alasan apa yang membuat mereka menyandera Keyla ?! Apa mungkin organisasi itu ada hubungan nya sama Zoya ?!" ujar Dafi.
DEGH.!
Malven terkejut mendengar ucapan Dafi , dia baru tau jika Zoya telah menangkap Keyla dan menyanderanya.
"Siapa orang yang kamu maksud Daf ?!" tanya Malven serius.
"Aku bakal kasih tau om secara rinci kalau om mau kasih tau siapa leader Dark Wolf ! Ini penting om kalau emang ini ada hubungan nya sama Zoya aku harus membantunya menghadapi mereka !."
Malven bimbang satu sisi dia masih curiga pada Dafi tapi sisi lain nya meminta dia untuk memberi tau Dafi karena dia sendiri belum bisa membantu secara langsung.
Malven menghela nafas berat sebelum berbicara, dia menatap wajah Dafi mungkin ini juga menjadi ujian untuk melihat apakah Dafi ada di pihak Zoya atau ada di pihak musuh.
"Baiklah , pemilik organisasi Dark Wolf adalah adik kamu Zoya.!" ujar Malven.
DEGH.!
Tubuh Dafi terhuyung kebelakang tangan nya berpegangan pada nakas ."Nggak mungkin om !! Zoya nggak mungkin memimpin organisasi sebesar itu !."
Malven mengangkat kedua bahunya acuh. "Terserah kamu mau percaya atau tidak , sekarang beri tau saya siapa orang yang kamu maksud tadi !"
"Orang itu Pramudya om ,mereka sedang merencanakan pembebasan untuk Keyla !" ujar Dafi.
'Pramudya ?! Bukan kah dia ilmuan gila dan orang tua Alvaz ?!' batin Malven.
Setelah menstabilkan perasaan nya , Dafi mengambil tempat duduk di samping Malven. " Om aku harus memberi tahu Zoya rencana mereka ! om bisa izinin aku buat kerumah om kan ?! Please om aku mau bantuin adik aku !"
"Apa kamu yakin ada di pihak Zoya ?!" tanya Malven penuh kecurigaan.
Dafi mengangguk tegas . "Aku bakal bantuin Zoya membalas mereka ! om izinin aku ketemu Zoya yah ! "
Malven akhirnya mengangguk , dia juga ingin tau apa yang akan Dafi lakukan untuk meluluhkan perasan Zoya yang sudah seperti batu.
"Makasih om !" senyum tipis terbit di bibir Dafi .
Malven menyodorkan kunci cadangan rumahnya . "Saya tidak akan bertanggung jawab jika Zoya menghabisi mu di sana!."
"Om tenang aja ,aku nggak takut kalau harus mati buat adik aku satu-satunya .!" sahut Dafi tanpa pikir panjang.
Malven terdiam dia melihat wajah Dafi penuh dengan kebahagian padahal selama ini dia begitu membenci Zoya ,tapi sekarang dia melihat wajah Dafi yang sangat bahagia hanya karena dia akan bertemu adiknya.
__ADS_1
Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan ,Dafi beranjak meninggalkan kamar rawat Malven ! Dia kembali menuju motornya yang akan dia bawa menuju kediaman Jazzairo.
...See you next time.......