
" Jika nanti kamu bekerja di tempat lain, tolong jangan mengulangi hal seperti ini lagi karena bukan merugikan perusahaan saja, melainkan diri kamu srndiri.". Ucap pak manager memberi saran kepada Sindy.
"Iya pak, maaf kan Saya kak, pak, Saya mohon pamit". Ucap Sindy sambil menangis dan Sindy langsung keluar ruangan merasa kecewa, sedih, malu yang bercampur aduk.
Ketika Sindy Membuka pintu dengan perasaan sangat sedih dan merasa malu saat keluar, karena banyak karyawan lainnya, Sindy langsung menuju kamar kecil tetapi ada beberapa karyawan lain di situ dan bertanya.
" Kamu kenapa? Habis kena marah pak Manager ya? ". Tanya Karyawan
" Tidak apa-apa". Jawab Sindy dengan mata merah dan meneteskan air mata
" Sudah jangan sedih Pak Manager memang begitu, tapi sebenarnya dia baik kok". Ucap karyawan yang tidak tau kalau Sindy sudah di pecat di hari itu.
" Iya kak, Saya pulang dulu ya kak". Sindy pamit pulang kepada karyawan itu
" Sudah jangan menangis lagi Sin". Ucap Tisa yang saat itu bersama nya
" Bagaimana aku tidak menangis. Aku di pecat Tisa! bagaimana aku bisa bayar Cicilan Sepeda motor ku? aku harus cari uang dari mana?". Ucap Sindy sambil menangis
" Iya aku tau itu, semoga nanti secepat nya kamu dapat kerja yang baru Sindy". Ucap Tisa yang mencoba menenangkan Sindy
" Tidak semudah itu Tisa untuk mendapatkan pekerjaan baru". Sindy tetap menangis di parkiran
" Iya, tapi kita tetap harus berusaha bukan! ". Tanya Tisa
" Iya ". Sindy menjawab Tisa dengan menangis tersedu-sedu
" Berhentilah menangis Sin". Ucap Tisa
__ADS_1
" Tisa bisakah kamu jangan memberitahu ayah ku tentang hal ini. Jika ayah ku bertanya kepadamu, bilang saja karena aku tidak mencapai target sehingga harus di putus kan kontrak kerjanya. Nanti aku juga akan mengatakan hal yang sama Tis". Ucap Sindy yang Meminta Tisa untuk berbohong kepada ayah nya
" Kenapa harus berbohong Sindy? ". Tanya Tisa
" Kamu kan tau sendiri ayah ku bagaimana orangnya, nanti kalau sampai ayah ku tau yang sebenarnya, aku bisa di marah habis-habisan Tisa". Ucap Sindy
" Baiklah Sindy, Ini semua demi kamu". Jawab Tisa
Di perjalanan pulang ada beberapa Chat dari Zain dan Grub WhatsApp mereka. Sesampainya Sindy di rumah ia mendahulukan melihat chat dari grub yang isi nya sangat menyakitkan baginya karena di anggap menghianati karyawan dan perusahaan.
" Sindy nanti kamu buat surat pengunduran diri dan serahkan kepada Yesi saja". Ucap Leader yang telah memecatnya lalu di suruh membuat surat pengunduran diri. Adil kah bagi Sindy.
" Baiklah" Ucap Sindy dengan pasrah
Sebelum Sindy dikeluarkan dari grub itu, Sindy sempat di sindir di grub tersebut tentang penghianatan sindy. Sindy langsung melihat chat dari Zain yang selalu ingin tau kabar nya.
"Sindy, apa kabar? ". Chat dari Zain Sepupu nya Bela
" Oh Syukurlah. Kamu sudah pulang kerja belum Sin". Tanya Zain
" Iya Sudah, sekarang aku mau istirahat Zain, mohon maaf sebelumnya". Ucap Sindy yang sedang tidak mood untuk membalas chat dari Zain
" Baiklah Sindy, Selamat Istirahat ". Jawab Zain yang memahami dan berpikir Sindy memang benar-benar Lelah.
" Iya terimakasih perhatiannya". Jawab Sindy yang masih teringat karena di pecat secara tiba-tiba.
Sindy benar-benar kecewa dengan diri nya sendiri, bagaimana ini bisa Terjadi dan sampai merugikan diri nya sendiri, sekarang Sindy harus mencari kerja lagi supaya tanggungan yang harus Ia bayar tetap harus terlunasi tanpa harus terlambat.
__ADS_1
Keesokan hari nya Ibu Sindy membangunkan Sindy yang sedang tertidur, karena jam kerja Sindy sudah tiba. Ibu yang belum diberitahu kalau Sindy sekarang sudah tidak bekerja lagi.
" Sindy, kenapa belum bangun? Nanti terlambat kerja lo". Ucap Ibu nya Sindy
" Hari ini tidak bekerja Ibu". Sambil meneteskan air mata
" Kamu Off ya Hari ini? Tisa Off juga? ". Ucap Ibu yang mengira Sindy sedang Off kerja
" Iya Ibu". Jawab Sindy yang terpaksa berbohong , tetapi nanti akan ia beritahu kepada Ibu nya
" Oh begitu, Ibu Kira kamu masuk kerja Hari ini, ya sudah lanjutkan lagi tidurnya. Ucap Ibu karena tahu kalau anaknya sedang capek.
Sindy berpikir akan memberitahu Ibu nya setelah ia bangun tidur nanti, tetapi tidak akan memberitahu ayah nya karena takut di marahi ayahnya.
Beberapa jam kemudian Sindy terbangun dan bergegas untuk mandi dan berpikir akan langsung memberitahu Ibu nya tentang di pecat nya dia. Tiba-tiba telpon nya berbunyi, Sindy mendapatkan pesan dari Zain lagi.
" Sin apa kamu bekerja Hari ini? ". Chat Zain kepada Sindy
" Tidak Zain, ada apa? ". Jawab Sindy
" Kalau begitu kebetulan, Ayo kita pergi Jalan sambil Santai-santai Sin, biar otak ngak sumpek". Zain mengajak Sindy keluar untuk bersantai
" kapan. Dimana ? jam berapa dan di mana? ". ucap Sindy
" Nanti sore bagaimana? ". Jawab Zain
" cepat banget Hari ini, besok tidak bisa Yaa? Tanya Sindy
__ADS_1
" Boleh-boleh saja sih". Ucap Zain melemah.
" iya besok saja ya, Hari ini aku tidak bisa, maaf ya". Ucap Sindy