
" Apa yang ingin kamu katakan Zain? ". Tanya Sindy dan teringat dengan kata Bela tadi, apakah benar Zain akan menyatakan perasaannya kepada nya.
" Aku Sudah lama menunggu saat yang tepat untuk bicara Sin, aku rasa sekarang adalah waktu yang tepat". Ucap Zain semakin membuat Sindy penasaran dengan apa yang akan di katakan Zain.
" Ya sudah, bicara saja Zain". Jawab nya semakin ingin tahu.
" Sebenarnya.... aaa...aku". Zain tiba-tiba gugup takut Sindy akan menolak Cinta nya.
" Sebenarnya apa Zain? ". Sindy semakin penasaran dan tidak sabar ingin mengetahui nya.
" Sebenarnya aku Sudah lama menyukaimu Sin, aku ingin kamu menjadi Milik ku selamanya, apa kamu mau menjadi kekasihku Sin'. Zain dengan Spontan mengatakannya, tiba-tiba rasa gugup nya hilang detik itu.
" Apa kamu yakin Zain dengan apa yang kamu katakan sekarang? ". Tanya Sindy berdebar-debar yang sedang berada di belakang Zain.
" Aku yakin Sin, yakin seyakin yakinnya". Zain berkata dengan sangat percaya Diri.
" Aku boleh jujur tidak Zain? ". Tanya Sindy seakan mematahkan sayap Zain.
" Iya jujur lebih baik Sin". Jawab Zain dengan Nada lembut berpikir Sindy akan mengatakan penolakan lagi Kali ini.
__ADS_1
" Sebenarnya aku tidak ingin berpacaran lagi Zain, kalau pun ada lelaki yang akan mempersuntingku, aku siap detik ini juga, tapi tidak dengan pacaran lagi". Ucap Sindy membuat Zain bingung akan berkata apa untuk meyakinkannya.
" Jadi kamu menolak perasaan ku Sin? ". Tanya Zain sedikit kecewa dengan jawaban Sindy.
" Aku harus jawab apa ya Zain, sebenarnya aku mulai menyukaimu, disisi lain aku berprinsip untuk tidak berpacaran lagi". Jawab Sindy membingungkan
" Ya Sudah sin, jika kamu mau kita akan jalani semua layaknya seperti orang berpacaran meskipun tidak harus punya status pacaran yang sesungguhnya". Zain nekat menjalani hubungan tanpa status karena rasa yang dimiliki nya.
" Aku takut akan menyakiti salah satu di antara kita Zain". Jawab Sindy saat masih dalam perjalanan futsalnya Zain
" Tidak masalah Sin?". Ucap Zain dengan sangat yakin.
" Alhamdulillah, terimakasih Sin. Seperti nya kurang Enak kalau kita memanggil nama masing-masing". Ucap Zain memunculkan ide baru untuk panggilan kesayangan mereka.
" Lalu mau panggil apa? kan Sudah benar panggil dengan nama". Jawab Sindy dengan polosnya.
" Tidak Sin, Sebut dan panggil aku sayang, oke ". Ucap Zain tersenyum sangat bersemangat.
" Hm... panggilan sayang, ini seperti pacaran yang sesungguh nya ya". Jawab Sindy merasa malu.
__ADS_1
" Loh kenapa? bukan kah itu panggilan yang cocok untuk kita Yang". Zain Spontan mengatakan panggilan itu.
" Apa??? Aku rasa aku tidak bisa Zain". Sindy menolak Dan merasa malu untuk mengatakan panggilan itu.
" Pelan-pelan saja, nanti juga terbiasa kok ". Ucap Zain yang masih ingin memanggil nya Sayang.
" Terserah kamu saja Zain, aku merasa malu mengatakannya". Jawab Sindy masih tidak mau mengatakannya.
" sekarang kita Sudah sampai Sayang ". Zain tersenyum memanggil nya Sindy dengan sebutan itu.
" Iiiih aku kok geli ya ". Ucap Sindy
" Jangan Gitu dong, harus bisa mengatakannya ya ". minta Zain kepada Sindy
" Terserah kamu". Tetap saja Sindy tidak membalas perkataan Zain.
Zain tertawa dengan kelakuan Sindy yang malu memanggil nya Sayang. Sindy ilfil dengan panggilan itu.
Sindy langsung duduk ketika sampai di tempat tujuannya , Dan membayangkan dirinya untuk memanggil Zain dengan sebutan itu.
__ADS_1