Akhir Cinta Sindy

Akhir Cinta Sindy
Episode 88


__ADS_3

Tibalah saat mereka akan liburan ke pantai bersama rekan dan Bos nya.


Sindy hari itu memakai kemeja maroon celana hitam dan jilbab berwarna cream.


Aiman memandangi nya dari kejauhan, saat itu Sindy tidak memakai sendal yang di beri oleh aiman. Tetapi Sindy menggunakan Flatshoes berwarna Cream.


Sindy tidak mengetahui kalau Jack juga ikut dalam acara itu, yang sindy tahu hanya semua karyawan yang ia kenal saja yang ikut.


Sesampainya di pantai, mereka para pria menurunkan barang bawaan mereka. Setelah semua diturunkan, Sindy dan Desi mengambil pisau dan beberapa buah-buahan untuk di jadikan rujak.


"Kak biar Sindy yang kupas buahnya." ucap Sindy menawarkan diri untuk melakukan pekerjaan itu.


"Oke Sin, kita sama-sama saja kupas nya, biar cepat selesai." jawab Desi ikut mengupas semua buah.


"Oke deh." jawab Sindy


Saat mereka mengupas buah, Sindy melihat Aiman sendirian di tepian pantai dan memandang jauh ke lautan.


"Kak, kenapa abang itu, seperti nya melamun sangat jauh." tanya Sindy setelah melihat Aiman yang termenung sendirian di bibir pantai.

__ADS_1


"Mungkin sedang memikirkan mantan istrinya, karena kemarin mantan Istrinya ada ke kantor menyerahkan surat-surat begitu, tapi kakak tidak tahu pasti surat apa yang diserahkannya." ucap Desi yang menyaksikan keadaan Aiman dan mantan istrinya di kantor.


"Oh pantesan tampak sedih sekali." jawab Sindy.


"Ah Sudah lah jangan bahas kehidupan orang, sekarang fokus saja dengan buah yang kamu kupas Sin." ucap Desi mengingatkan Sindy.


"Iya kak, mending bahas hidup sendiri ya kan, yang sampai sekarang belum bertemu jodohnya." jawab Sindy bercanda dan tiba-tiba Aiman Sudah ada di depan mereka.


"Bikin apa kalian?." tanya Aiman sambil melihat Desi dan Sindy mengupas buah, karena buah bukan menu yang ada di daftar belanja mereka.


"Mau bikin rujak bang, ini tidak ada sih di daftar, tapi kami tambah saja untuk di santap ketika lagi santai." ucap Desi sambil tersenyum.


"Kenapa ngeliat ke aku bang?." tanya Sindy dengan cepat dan akhir nya Desi juga ikut memandang.


"Memangnya ngak boleh ngeliat." ucap Aiman dengan Nada Sinis.


"Boleh, asal ada batasnya." ucap Sindy sambil meracik bumbu rujak nya dan Desi mendengar mereka bicara.


"Eh sudahlah nanti ngak enak rujak nya kalau di sertai dengan pertengkaran." ucap Desi menganggap mereka bertengkar.

__ADS_1


"Siapa juga yang bertengkar Des." jawab Aiman sambil tertawa.


"Bakar saja tu ikannya sebelum Bos datang." ucap Sindy.


"Iya, mana bumbu oles nya, sini." pinta Aiman


"Ini Sudah siap dari tadi." ucap Desi sambil menyerahkan bumbu ikan bakar kepada Aiman dan rekan yang lain.


Pada saat mereka menyalakan api, mereka kesulitan karena pasir dekat pondopo mereka agak Basah.


"Susah ini, coba kalian cari sesuatu yang bisa di makan api dengan cepat." pinta Aiman kepada rekan yang lain.


Rekan lain mencari sesuatu yang bisa terbakar dengan cepat, akhir nya mereka bisa membakar ikannya sampai matang.


Saat semua nya sudah selesai, datanglah Jack dan temannya yang juga kerja dengan Bos mereka.


"Lama sekali sampai nya bang, semua sudah dikerjakan." ucap Desi kepada Jack, karena ikan bakar sudah matang, rujak sudah selesai, Jack dan temannya tinggal menyantap saja.


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰

__ADS_1


__ADS_2