
"AAA... Apa abang sadar? atau sedang ngigo bang?. " tanya Sindy kaget dengan pertanyaan Aiman.
"Tidak, abang sadar kok. Nikah yuk!." dengan sangat sadar Aiman mengajak Sindy menikah.
"Maaf bang, Sindy belum siap untuk menikah." jawab Sindy Spontan detik itu juga.
"Kenapa?." tanya Aiman ingin mengetahui alasannya.
"Ya karena belum siap." jawab Sindy Singkat dan tiba-tiba menjadi ilfil dengan kelakuannya yang tiba-tiba mengajak Sindy menikah.
"Oke lah kalau begitu Sin." jawab Aiman kecewa karena Sindy menolak nya.
"Abang marah ya? maaf bang Sindy tidak bermaksud untuk membuat abang kecewa, tapi Sindy benar-benar belum terpikirkan untuk menikah." jawab Sindy menjelaskan perasaannya.
"Iya tidak masalah Sin." jawab Aiman.
Jauh dari sebelum Aiman mengajak ia menikah, Sindy sudah melakukan shalat malam dan istikharah sampai ia menemukan jawaban tentang siapa yang akan menjadi jodohnya.
Siang hari nya Jack yang sudah mempunyai nomor hp Sindy juga bertanya tentang pasangan Sindy saat itu.
"Sin, kamu sudah punya pacar atau belum?." tanya Jack yang sudah mulai mencari tahu perasaan Sindy.
"Kenapa emang nya, kok tanya begitu?." jawab Sindy.
__ADS_1
"Tanya saja, kalau memang tidak ada kan abang bisa mengisi ruang yang kosong itu." ucap Jack sedikit memperjelas dari pertanyaannya.
"Sebenarnya Sindy masih menunggu seseorang bang." jawab Sindy.
"Berarti abang ngak bisa mengisi kekosongannya Sindy dong." tanya Jack kembali.
"Sementara ngak bisa dong." jawab Sindy.
"Baiklah, tapi selama janur kuning belum melengkung, boleh dong abang berteman dengan Sindy?." tanya Jack.
"Boleh saja bang, kalau untuk berteman." jawab Sindy sambil tersenyum sendiri. Padahal maksud Jack memang untuk mendekati Sindy dan berniat untuk menikahinya jika ditakdirkan menikah.
"Terimakasih." jawab Jack senang mendengar nya karena telah memberi peluang besar untuk memikat hati Sindy.
Setelah Sindy mengetahui maksud dan tujuan Jack mendekatinya, Sindy jadi mempertanyakan keseriusan karena sampai detik itu ia tidak memberi kepastian kepada Sindy.
"Iya benar serius lah, kenapa tidak." jawab Zain dengan sangat yakin.
"Kalau boleh aku tahu, kapan kamu datang melamarku?." Sindy bertanya kembali karena usia Sindy saat ini sudah berusia 25 tahun, sedangkan Zain masih 21 tahun.
"Nanti lah Sin, aku akan menikahi mu 5 tahun ke depan." jawab Zain sangat mencengang kan Sindy.
"AAA... Aku harus menunggu 5 tahun lagi dong." jawab Sindy sesaat lemas, karena target Sindy untuk menikah di usia 25 tahun.
__ADS_1
"Iya, kamu mau kan menikah dengan ku." tanya Zain.
"InsyaAllah Zain, jika Allah mengizinkan semua pasti terjadi." jawab Sindy yang saat itu masih berstatus pacar Zain.
"Sabar ya." Zain membalas dengan emoji tersenyum dengan penuh cinta karena Sindy mau menunggunya.
Tidak lama setelah chat dengan Zain Sindy update status WhatsApp nya dengan mengatakan.
"Wanita itu sebenarnya tidak butuh Pria tampan atau pun kaya, yang wanita butuhkan adalah kepastian." dalam status WhatsApp nya Sindy.
Zain, Jack, Aiman, bahkan Tiko juga melihat nya.
Tiko adalah Pria yang sudah lama Sindy sukai, hanya saja tiko tidak mengetahui nya. Sejak awal Sindy masuk perguruan tinggi dan sampai ia lulus bahkan sampai sudah bekerja juga masih punya perasaan yang sama.
Mereka lulus juga pada periode yang sama, dan sempat berfoto berdua menggunakan toga di acara Wisuda mereka.
Hanya saja mereka tidak sering bertemu, perasaan itu perlahan pudar tetapi muncul lagi setelah Tiko komen status Sindy.
"Seperti nya galau sekali Sin, sabar ya insyaAllah jika diizinkan aku akan datang." tanya Tiko yang tiba-tiba muncul setelah berapa lama nya tidak pernah Chat.
Sindy Syok, melihat comenan nya, dan merasa sangat gembira.
"Ia nanti abang akan datang untuk memastikan Sin." Jack juga ikutan komen di status Sindy.
__ADS_1
Sedangkan Zain hanya balas, " Hm." dengan emoji datar, karena ia tahu maksud Sindy, tetapi ia belum siap untuk mempersunting Sindy.
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰