Akhir Cinta Sindy

Akhir Cinta Sindy
Episode 19


__ADS_3

" Kira-kira kenapa ya Sindy ini, aku masih penasaran Ibu". Ucap Kakak


" Ibu juga, ". Ucap Ibu


Tok... tok... tok..


" Sin, Kamu lagi apa Di dalam ". Tanya Kakak sambil mengetuk pintu kamar Sindy tetapi Sindy tidak menjawab karena tertidur


" Tidur Kali kak, Sindy ngak jawab". Ucap Ibu


" Mungkin lah Ibu, ya sudah nanti saja kita Tanya Ibu". Ucap Kakak


" Iya kak, sekarang Ibu mau tidur siang dulu ya, Ibu mengantuk". Jawab Ibu sambil menguap karena ngantuk


" Iya bu, aku juga mau tidur siang". Jawab Kakak Sindy


Setelah Satu jam mereka tidur tiba-tiba Sindy terbangun dan merasa lapar. Sindy pergi ke dapur untuk makan siang yang sudah kesorean.


Sreeeekkk....... Sindy membuka pintu kamarnya dan langsung mengarah ke arah dapur, Di dapatinya Kakak dan Ibu nya tidur Di luar dan tidak sadar saat Sindy lewat.


" Perutku lapar banget, makan dulu lah sebelum ayah dating". Ucap Sindy


Beberapa menit kemudian Sindy sudah menyelesaikan makan siang nya dan langsung ke kamar kembali. Tiba-tiba setelah Sindy masuk kamar ayah nya sudah pulang dari kerja.

__ADS_1


" Di mana semua orang, kenapa sepi ". Ucap ayah sendirian dan ayah nya Sindy memanggil Ibu nya


" Ibu.... Bu... Di mana kalian? ". Ucap ayah


" Hm.. Ayah sudah pulang? ". Jawab Ibu yang tersadar dari Tidur nya


" Di mana yang lain Ibu? ". Tanya ayah


" Ada ayah mereka sedang tidur siang". Jawab Ibu


" Sindy juga Di rumah ya hari ini? ". Ayah menanyakan Sindy kepada Ibu sehingga Ibu berpikir bahwa ayah lah penyebab Sindy seharian tidak keluar kamar


" Iya ayah hari ini Sindy tidak pergi kemana-mana. Memang nya kenapa ayah ". Jawab Ibu dan kembali bertanya kepada ayah nya Sindy


" Belum ayah. Mungkin menunggu Ada nya lowongan kerja dulu ayah, sambil menunggu panggilan kerja yang lain.". Jawab Ibu yang sedang membela Sindy


" Harusnya Sindy mencari Di lain lagi, coba deh Ibu bilang sama Sindy jangan Di manjakan seperti itu Ibu, nanti siapa yang akan bayar kreditannya. Berani kredit berani juga bayar nya". Ucap ayah yang masih membahas tentang kredit


" Sindy sedang berusaha mencari ayah. sabarlah ayah kita doakan saja yang terbaik buat Sindy ". Jawab Ibu menenangkan emosi ayah


" Ibu selalu membela Sindy, lihat jadi manja kan, Di tegur sedikit sudah menangis, cengeng.". Ucap Ayah


" Sudah lah Ayah, Apa ayah sudah makan? ". Tanya Ibu

__ADS_1


" Belum Ibu ". Jawab Ayah


" Baiklah ayah, tunggu sebentar Akan Ibu ambilkan untuk ayah". Ucap Ibu


" Iya Ibu ". Jawab Ayah


" Ini ayah silahkan makan dulu Dan ini air minumnya ya ayah ". Ibu sudah membawakan nasi Dan segelas air minum


" Bu, apa kamu tahu Sindy sekarang sudah mempunyai pacar atau belum? ". Tanya ayah yang sedang makan


" Sepertinya belum ayah, memangnya kenapa? Kan Sindy sekarang sudah besar kalau memang punya pacar kan tidak masalah ayah". Ucap Ibu menjawab pertanyaan ayah


" Bu, Ayah tidak ingin masa depan anak kita hancur hanya Karena laki-laki yang tidak benar. Banyak Remaja, bahkan anak dewasa hancur masa depan nya Karena pacaran dan ayah tidak ingin itu terjadi kepada anak kita". Ucap Ayah


" Sindy sudah besar ayah. Dia tahu mana yang benar Dan mana yang salah". Jawab Ibu


" Ibu selalu membelanya, Ayah begini Karena Ayah sayang". Ucap Ayah


" Tetapi cara ayah itu terkadang tidak benar, kita sebagai orang tua harus bisa memahami karakter anak-anak". Ucap Ibu


" Salah nya di mana Ibu". Tanya Ayah


" Cara bicara ayah terlalu kasar kepada Sindy ". Ucap Ibu

__ADS_1


" Kasar gimana? Ayah hanya ingin Sindy menjadi orang sukses. Sekarang gimana, kerja baru berapa bulan tapi sudah berhenti dan beraninya Ambil kredit sepeda motor, padahal dia sendiri tahu bahwa kerja nya dia kontrak selama berapa bulan saja". Ucap ayah


__ADS_2