
"Iya pesan lah, bapak yang bayar, kamu mau makan apa Sin." ucap Big Bos setelah bercanda.
"Terserah saja pak, Sindy ikut saja." jawab Sindy.
"Aa mari kita pesan." ucap leader.
Mereka memesan cemilan untuk di bagi-bagi kepada karyawan lain nya.
Setelah pesanan mereka sampai, Big Bos yang membayar semua tagihan nya. Setiap Big Bos ke kantor, pasti si leader meminta di traktir Bos.
"Kalian sudah pesan ya?." tanya Big Bos.
"Sudah pak, masih dalam perjalanan." ucap Leader yang memesan cemilannya.
"Pesan apa kalian?." Tanya Bos kembali.
"Pesan Rujak Bos, bentar lagi sampai ni Bos." jawab leader menunggu pesanan itu.
"Oh iya, ini uangnya ya." ucap Big Bos sambil menyerahkan uang untuk membayar pesanan mereka.
"Iya pak, terimakasih ya pak, semoga rezeki nya dilancarkan pak." ucap Leader yang tiba-tiba menunjukan sifat baiknya dihadapan Sindy.
Keesokan harinya setelah meminta Big Bos mentraktir mereka, Sindy merasa tidak enak, karena telah ikut memakan cemilan yang mereka minta kepada Bos untuk membelikannya.
Tetapi Big Bos nya memang sangat baik, tidak pelit untuk mengeluarkan uang untuk karyawannya.
__ADS_1
Si leader menghampiri Sindy setiap hari, selesai Sindy pel lantai kantor, ia selalu menghampiri Sindy.
"Sin, kamu beneran ya pacaran sama panji?." tanya Leader di kantor Desi.
"Tidak. Dapat gosip dari mana kok bisa nanya begitu." jawab Sindy sedikit kesal.
"Loh mereka bilang begitu kok. cie.. Sindy ternyata pacaran sama Panji." Si leader mengejek Sindy dengan Panji.
"Ngak pacaran Kok. Jangan sembarangan kalau bicara mas." ucap Sindy sedikit kesal.
"Hahahaaha." Si Leader hanya tertawa melihat ekspresi Sindy yang begitu marah ketika di sanding kan dengan panji.
"Malah ketawa." ucap Sindy kesal.
"Hei, kenapa? Pagi-pagi sudah cemberut. Tidak baik tahu." ucap Desi melihat Sindy cemberut ketika ia sampai kantor.
"Tidak ada apa-apa kak. Cuma kesal saja, setiap pagi si leader itu mengejek ku dengan panji." jawab Sindy berbicara sambil cemberut.
"Haha.. kenapa kamu marah kalau kamu tidak pacaran sama panji?." tanya Desi sambil tertawa melihat ekspresi Sindy.
"Aku kesal kak, ngak tahu kenapa setiap di ejek dengan panji begitu rasa nya kok pengen marah ya." jawab Sindy.
"Itu sih biasanya cinta beneran." jawab Desi sambil tertawa girang.
"Ah kakak. Jangan suka becanda begitu kak, mana Panji punya tato gitu. Mikir 2 Kali deh mau pacaran dengan panji kak." jawab Sindy masih dengan kekesalannya.
__ADS_1
"Iya Iya kakak tahu itu. Kakak tahu kamu pasti tidak mau pacaran dengan panji." ucap Desi.
Sindy melanjutkan pekerjaan nya kemarin dan Panji tiba-tiba masuk ke ruangan.
"Hai." Panji menghampiri Sindy yang baru akan mulai mengerjakan pekerjaannya.
"Hai Juga." jawab Sindy dengan senyum tipis nya.
"Pelit nya senyum nya." ucap Panji yang sengaja menghampiri Sindy ingin melihat Sindy senyum dari dekat.
"Ngak pelit kok, cuma lagi ngak mood aja sekarang." jawab Sindy takut semakin di ejek oleh yang lain.
"Kenapa ngak mood? lagi sakit ya?." tanya Panji penasaran.
"Ngak sakit. ngak tahu deh kenapa jadi ngak mood begini." jawab Sindy semakin kesal .
"Ya sudah kalau begitu, panji lanjut kerja dulu ya." ucap Panji akhirnya memilih pergi.
"Iya, silahkan, lanjut saja. maaf ya." jawab Sindy tidak enak dengan panji yang tidak salah apa-apa.
Ternyata Si Leader melihat dari kejauhan, melihat Panji menghampiri nya dan berbicara kepada Sindy di ruang kerja Sindy.
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nyaš jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nyaš„°
Terimakasih semuanya salam kenal dari authorš„°
__ADS_1