Akhir Cinta Sindy

Akhir Cinta Sindy
Episode 77


__ADS_3

"Ah ibu mu juga ikut makan coklat?." ucap ayah melihat ibu nya lagi memakan coklat.


"Iya lah, ikut juga. Cobalah beli kan untuk ku untuk mengenang masa muda kita." ucap Ibu bercanda.


"Hahaha. Ayah, Ibu sudah meminta coklat kepada ayah. Hayo." ucap kakak Sindy dan Sindy juga ikut tertawa melihat ibu dan ayah nya.


Sambil asyik bercanda ayah juga meminta sedikit coklat nya, dan meninggalkan mereka.


Tidak terasa coklat yang di anggap ada guna-guna nya habis dalam sekejap oleh Sindy, kakak nya, dan Ibu nya.


"Habis." Ucap Sindy menghabiskan coklat nya yang tersisa sedikit.


"Iya habis kan lah. Hati-hati yang terakhir kena." ucap kakak masih mengejek dan tertawa.


"Biarin, kalau nanti aku berubah, tugas kakak untuk membuat ku sadar. Hahaha." jawab Sindy.


"Biarin saja lah, tidak usah di sadarkan." ucap kakak nya kembali.

__ADS_1


"Ya sudah aku mau istirahat dulu kak, besok aku harus bekerja." Sindy berpamitan untuk ke kamar nya.


"Iya" jawab Ibu dan Kakak nya bersamaan.


Keesokan hari nya ketika bangun tidur, Hari juga hujan Deras, sehingga Sindy kesulitan untuk pergi bekerja.


Tetapi ia tetap pergi untuk mengisi absen kantor, hujan-hujan Sindy nekat pergi, dan ketika sampai di gerbang kantor Sindy meninggalkan sepeda motor nya untuk berteduh karena gerbang nya belum di buka.


Sindy bingung ingin meminta bantuan kepada Siapa, terpaksa ia menghubungi Desi saat hujan Deras itu.


"Kak, sekarang sangat hujan Deras, sepeda motor mu masih di depan gerbang, bisa ngak kakak tolong telpon panji atau Siapa saja untuk meminjamkan aku payung/jas hujan?." tanya Sindy ketika menelpon Desi, karena ia pergi bekerja terkena hujan ketika dalam perjalanan pergi, dan terpaksa meninggalkan sepeda motornya di depan gerbang.


"Aku lupa bawa hp 1 nya kak, di hp yang tidak aku bawa itu yang ada nomor hp panji, yang ini tidak." jawab Sindy meminta bantuan Desi.


"Ya sudah, kakak telpon Jack saja ya." ucap Desi untuk menelpon Jack karena Jack juga menginap di belakang kantor tempat ia bekerja.


"Ya sudah kak, ngak papa lah. Tolong ya kak." sebenarnya Sindy tidak ingin merepotkan Jack, karena Sindy sangat membenci Jack yang sering mengejek nya.

__ADS_1


"Oke. Tunggu sebentar ya." jawab Desi dan segera menelpon Jack.


Tidak lama setelah itu, Jack keluar dari kamar nya dan membawa payung serta kunci kantor.


"Kehujanan ya?." tanya Jack kepada Sindy.


"Iya bang, ada payung ngak bang, kalau ada mau pinjam sebentar." tanya Sindy kepada Jack agar dipinjamkan payung.


"Buat apa?." tanya Jack kurang jelas kenapa Sindy meminjam payung, karena Desi hanya memberi tahu bahwa Sindy perlu bantuannya.


"Motor Sindy masih di depan, ini mau ambil ke depan tapi pinjam payung atau jas hujan kalau ada." ucap Sindy menjelaskan maksud dan tujuannya meminjam payung.


Jack dengan cepat pergi mengambil payung dan berkata, "Sini kunci motornya, biar abang yang bawa ke parkiran." ucap Jack menawarkan bantuannya kepada Sindy.


"Tidak usah bang, Sindy saja. Nanti abang Basah." ucap Sindy merasa tidak enak, karena awalnya Sindy hanya ingin meminjam sesuatu yang bisa melindungi nya dari hujan.


Tetapi Jack malah dengan ikhlas menolongnya disaat hujan Deras.

__ADS_1


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰


__ADS_2