
" Ya ya ya. Baiklah. Ini minum nya ". Ucap Zain menyerahkan sebotol minuman kepada Sindy
" Terimakasih Zain minumannya, berapa ni? ". Ucap Sindy sambil mengeluarkan dompetnya
" Tidak usah Sindy, itu gratis".Jawab Zain
" Dari tadi kamu terus yang bayar Zain". Ucap Sindy merasa tidak enak
" Tidak masalah Sindy, santai aja ". Jawab Zain
Beberapa menit akan adzan maghrib, Sindy menghabiskan rujak nya dan mengajak Zain untuk segera pulang.
" Zain 5 menit lagi kita pulang ya ". Ucap Sindy
" Buru-buru banget Sin? Kan bentar lagi maghrib. Apa ngak sebaiknya kita Shalat dulu baru pulang". Tanya Zain kepada Sindy
" Hm.. takut di marah ayah kalau pulang telat Zain". Jawab Sindy
" Jangan begitu mikirnya, coba deh positif thinking aja dulu". Ucap Zain
" Iya, ya udah deh Shalat dulu, habis itu aku langsung pulang ". Jawab Sindy
" Oke, tapi lain Kali kita jalan lagi ya ". Ucap Zain mengajak Sindy di lain waktu
" InsyaAllah aku ngak janji". Jawab Sindy
Dan Terjadi lagi, kalau Zain batal untuk mengungkapkan perasaannya ke Sindy, yang seharusnya Zain menyatakan perasaannya saat di cafe, ternyata mereka gagal ke cafe karena Sindy buru-buru ingin pulang.
" Ayo kita ke mesjid terdekat ". Ucap Sindy
" Ayo, sebentar lagi adzan". Jawab Zain
__ADS_1
Mereka bersiap untuk melaksanakan Shalat maghrib, Beberapa menit kemudian Sindy setelah melaksanakan Shalat langsung bergegas pulang.
" Zain aku duluan ya " Ucap Sindy
" Kamu mau aku antar ".Jawab Zain
" Tidak perlu zain, aku pulang sendiri saja ". Ucap Sindy yang tidak ingin ayah nya melihat Sindy pergi dengan seorang pria.
" Loh kenapa? Ini kan sudah malam, kamu wanita pulang sendiri, yakin ngak mau Di antar? ".Ucap Zain menawarkan diri untuk mengantar Sindy pulang
" Iya yakin, aku sendiri saja. Lagian sekarang kan masih awal jadi masih ramai orang Di jalan Zain". Jawab Sindy menolak Tawaran Zain
" Baiklah. Kamu hati-hati Di jalan. Kalau sudah sampai rumah kabari aku ya ". Ucap Zain
" Oke, Aku pulang dulu ya, sampai jumpa". Jawab Sindy dengan perasaan senang karena merasa ada yang perhatian dengan nya
" Sampai jumpa kembali". Ucap Zain
Sindy langsung menyalakan sepeda motor miliknya dan segera pulang ke rumah. sesampainya Di rumah Sindy bertanya kepada Ibunya.
" Ibu Di mana ayah? ". Tanya Sindy kepada Ibunya
" Ayah mu belom pulang, tapi tadi sore kamu Di Tanya ayah mu? ". Jawab Ibu
" Terus Ibu bilang apa? ". Tanya Sindy lagi
" Keluar sebentar mungkin ke rumah Bela ". Jawab Ibu
" Ayah marah tidak? ". Tanya Sindy
" Ayah mu hanya terdiam". Jawab Ibu
__ADS_1
" Hm.. Ibu aku lapar ". Ucap Sindy yang kelaparan karena tadi hanya makan rujak saja
" Makanlah sana! Ibu udah masak Kok ". Jawab Ibu
" Apa Ibu sudah makan? ". Tanya Sindy
" Belum, Ibu belum lapar". Jawab Ibu
" Aku makan duluan ya ibu ". Ucap Sindy
" Iya duluan saja makannya". Jawab Ibu
Sindy langsung makan karena sangat lapar, setelah selesai makan tiba-tiba ayah nya sampai.
" Sindy sudah pulang bu? ". Tanya ayah
" Sudah ayah ". Jawab Ibu
" Di mana dia ". Tanya ayah
" Di dapur sedang makan ". Jawab Ibu
Mendengar jawaban Ibunya, ayah langsung terdiam karena sudah tau kalau anak nya sudah berada Di rumah Di malam hari.
Sindy yang selesai makan langsung mandi dan langsung ke kamar menyiapkan surat lamaran kerja untuk besok.
Keesokan harinya Sindy bersiap pergi melamar pekerjaan Sendiri, tanpa ada yang menemaninya.
" Seandainya saja punya pacar, kan enak ke mana aja ada yang nganterin ". Ucap Sindy di depan Ibunya
" Carilah ! biar ada yang nganterin, tapi masa' cuma buat antar ke sana sini saja" Ucap Ibu
__ADS_1
" Ya untuk mengisi kekosongan hati lah Ibu, tapi Sindy kan sudah tidak ingin pacaran lagi Ibu" Ucap Sindy
" Loh kenapa? ". Tanya Ibu