
" Hm... Seperti nya kosong rumah nya Sin". Ucap Ibu ketika mendekati pintu rumah.
" Assalamualaikum.... ". Ucap Ibu memberi salam sambil mengetuk pintu Rumah.
Tok... tok... tok...
Sampai 3 Kali Ibu mengucapkan salam tetapi tidak ada Satu pun yang menyaut, lalu mereka melangsungkan perjalanan dan memutuskan untuk pulang saja. Karena kondisi rumah adik nya kosong tidak ada Satu pun orang di dalam nya.
" Kita pulang saja lah Sin, seperti nya memang tidak ada orang. mungkin mereka sedang ada urusan". Ucap Ibu yang memutuskan untuk kembali pulang.
" Baik bu". Jawab Sindy dan melangkahkan kaki berbalik arah.
" Maaf ya Sin kamu jadi lelah, bolak balik tanpa tujuan". Ucap Ibu merasa tidak enak karena perjalanan Sindy jadi me lelah kan.
" Tidak Bu, Sindy senang kok. Sindy jadi bisa menghirup udara segar dan menikmati indahnya pemandangan di sini". Jawab Sindy membuat Ibu tersenyum karena Sindy sama sekali tidak mengeluh karena lelahnya berjalan kaki.
Kebanyakan pemuda zaman sekarang kalau di suruh pergi dengan berjalan kaki mudah sekali mengeluh karena lelah nya perjalanan, berbeda dengan Sindy, itulah yang membuat nya salut kepada Sindy.
__ADS_1
Sehingga muncul di benaknya bahwa akan menjodohkan dengan anak dari adik nya yaitu Zain, yang kebetulan memang sudah menjadi kekasihnya.
" Ibu sangat kagum dengan sifat mu sin, kalau kamu mau Ibu ingin kamu menjadi bagian dari keluarga kami". Ucap Ibu Bela yang tiba-tiba mengatakan hal itu kepada Sindy.
" Maksud Ibu bagaimanabagaimana Bu? ". Tanya Sindy bingung
" Maksud Ibu, Ibu ingin kamu menjadi Istri dari anak adik Ibu". Ucap Ibu Bela Spontan
" Adik Ibu yang tadi ya? ". Sindy menanyakan adik yang di maksud Ibu Bela adalah yang barusan ia kunjungi tetapi tidak ada.
" Maksud nya Zain? ". Jawab Sindy Spontan
" Iya. Kamu mau kan Sin? ". Tanya Ibu Bela ". Ibu benar-benar kagum kepada mu, seperti nya kamu adalah wanita yang tepat untuk nya.
" Hm... Ibu ini berlebihan. kan itu pandangan Ibu, bukan pandangan dari Ibu nya Zain. Sindy sebenarnya menyukai Zain, tapi Sindy belum mengenal orang tuanya. Kalau Orang tuanya welcome dengan Sindy, Sindy akan menerima Zain untuk dijadikan Sebagai pasangan". Ucap Sindy Jujur kepada Ibu Bela .
" Ibu Zain pasti menerima mu Sin, kamu itu rajin, cantik, sopan, dan sangat menghormati orang tua". Jawab Ibu Bela
__ADS_1
" Terimakasih Ibu Pujiannya. Tetapi pandangan setiap orang itu berbeda-beda. Tidak mungkin sama dengan apa yang Ibu katakan". Ucap Sindy.
" Kamu tenang saja Sin, Ibu akan mendukung mu dan akan mengatakan kepada adik Ibu apa yang sudah Ibu lihat dari sifat dan kepribadianmu". Jawab Ibu Bela mendukung jika Sindy akan menikah dengan anak adik nya.
" Ibu Berlebihan. Tolong jangan katakan Ibu. Jika berjodoh biar saja Ibu Zain Sendiri yang menilai bagaimana Sindy Dimatanya". Ucap Sindy
" Iya, terserah kamu saja Sin". Ucap Ibu Bela.
Setelah asyik mengobrol di jalan menuju pulang, tidak terasa mereka sudah sampai di rumah Bela.
" Loh kok sudah sampai ? cepat sekali sudah pulang? ". Tanya Bela bingung melihat Ibu nya dan Bela sudah tiba di rumah lagi. Padahal baru saja pamit mau ke rumah Bibi nya Bela dan tiba-tiba sudah pulang.
" Iya, Bibi mu tidak ada di rumah jadi kami memutuskan untuk pulang lagi".Ucap Ibu kecewa
" Pantesan, kasian Sindy. Kamu pasti lelah, Istirahat dulu lah! ". Ucap Bela yang melihat wajah Sindy memerah kepanasan.
" Iya, Istirahat di sini saja". Sindy duduk tepat di depan televisi.
__ADS_1