
Terpaksa Zain harus menunggu dengan sangat sabar untuk bisa meluluhkan hati Sindy yang masih belum bisa menerima Zain sebagai seorang pasangan.
" Dari tadi tidak ada yang lanjut membalas Chat dari ku, sebaiknya aku tidak saja lah".ucap Sindy sendirian karena sudah larut malam.
Sindy memutuskan untuk tidur lebih awal dari biasa nya, karena biasa nya sindy tidur lebih larut dari malam ini.
Ketika Sindy sudah nyenyak tertidur Ia bermimpi menikah dengan seorang pria bertubuh tinggi, berkulit sawo matang, Sindy tidak mengenal pria di dalam Mimpi nya itu, yang Sindy heran kenapa ayah nya yang super duper posesif menyukai pria yang ada dalam Mimpi nya bahkan terlihat sangat mengenal dengan baik.
Keesokan harinya Sindy bertanya kepada Ibunya" Bu, Tadi malam aku bermimpi menikah dengan orang yang tidak aku kenal, tetapi ayah yang selalu cemberut ketika teman laki-laki ku ke rumah, tetapi di dalam Mimpi itu ayah malah tersenyum lebar menyaksikan pernikahanku . Kira-kira apa arti dari Mimpi ku ya bu". Tanya Sindy mengenai Mimpi nya.
" Ibu juga tidak tahu artinya Sin, tapi yang ibu tahu Mimpi itu kan bunga tidur. Jadi tidak usah di ambil pusing lah Sin". Ucap Ibu
" Pasti ada artinya bu. Kenapa ya di dalam Mimpi ku tadi malam aku tidak bersanding dengan Kenzo". Jawab Sindy
" Kenzo? " Tanya Ibu
" Iya Kenzo". Jawab Sindy sambil membayangkan Kenzo menjadi pasangan di hari pernikahannya.
" Bukannya kamu sudah tidak lagi bersama dengan Kenzo ya? ". Tanya Ibu yang mengetahui hubungan Sindy Dan Kenzo Dulu.
__ADS_1
" Iya memang tidak lagi bu, tapi kan bisa jadi dia jodohku nantinya". Harapan Sindy karena masih mempunyai perasaan dengan Kenzo.
" Jangan terlalu berharap lebih nak, nanti akan membuatmu sakit. Ibu tidak mau kamu sakit karena percintaan yang tidak pasti itu". Ucap Ibu
" Iya Ibu, Aku akan mencari tahu dulu mengenai perasaan Kenzo kepada ku". Jawab Sindy masih dengan pendiriannya.
" Terserah kamu lah, Oh iya Sin, bukannya minggu depan jadwal mu untuk bayar cicilan Sepeda motor mu yang ke 4 ya? ". Tanya Ibu
" Oh Iya ya bu, jadi bagaimana ini bu, Sindy belum punya Uang, tidak mungkin minta dengan ayah, nanti yang ada ayah bisa marah besar kepada ku". Jawab Sindy
" Iya Sin, InsyaAllah akan Ibu usah akan". Ucap Ibu menenangkan sindy.
" Iya, akan Ibu usahakan.". Jawab Ibu meskipun belum ada kepastian tentang ada atau tidak nya uang Ibu.
"Baik lah Ibu". Jawab Sindy
Setelah berbicara dengan Ibunya, Sindy kembali ke Kamar nya Dan melihat chat Zain sudah terlihat di layar hp nya.
" Sindy, maaf ya tadi malam aku tidak ada chat kamu, soalnya aku masih di luar bersama rekan-rekanku". Ucap Zain via WhatsApp
__ADS_1
"Iya Zain tidak masalah, yang penting sekarang urusan mu sudah selesai". Jawab Sindy
" Alhamdulillah sekarang sudah selesai Sindy". Jawab Zain
" Syukur deh. Hm bagaimana kabar Bela sekarang ya Zain, jadi rindu dengan Bela". Tanya Sindy
" Bela sekarang sudah sibuk karena sudah punya baby ". Jawab Zain
" Benarkah Zain, kapan Bela melahirkan? Kok Bela ngak ada kasih tahu aku ya? ". Tanya Sindy yang kebetulan sudah lama tidak berkomunikasi dengan Bela sepupunya Zain.
" Sekitar seminggu yang lalu Sin, belum lama". Jawab Zain
" Oke Zain, terimakasih info nya, aku akan menjenguknya nanti Zain". Ucap Sindy
" Ide yang bagus itu Sin, jadi kan bisa sekalian kita jalan-jalan". Jawab Zain.
" Iya, tapi lihat kondisinya dulu, kalau memungkin kan aku akan segera pergi, semoga tidak ada halangan ". Ucap Sindy
" aamiin ". Jawab Zain.
__ADS_1
Sindy berencana untuk berkunjung ke rumah nya Bela, sebelum ia pergi Sindy harus meminta Izin kepada orang tuanya, terutama ayahnya.