
" Kasihan banget kamu Sin. kenapa tidak menggunakan sepeda motor saja tadi? ". Tanya Bela kasihan melihat wajah Sindy yang tampak lelah.
" Tidak masalah, jangan khawatir Bela. Aku sangat senang bisa melihat pemandangan di sana". Ucap Sindy, meskipun lelah tetapi terbayarkan oleh indahnya pemandangan di sekitar nya.
" Kalau kamu mau melihat yang lebih indah lagi, coba ajak Zain untuk pergi di ujung jalan ini ada danau yang masih alami banget. orang belum mengetahui tempat Itu, jadi kalau kamu kesana pikiran benar-benar tenang". Jawab Bela mengatakan tentang indahnya danau.
" Sudah tidak ada waktu lagi Bela, Besok aku harus pulang". Ucap Sindy
" Kenapa buru-buru Sin, mumpung di sini puas kan dulu Jalan-jalan nya". Jawab Bela
" Aku tidak tahu kondisi kota di sini, jadi kalau mau jalan Sendiri aku tidak bisa Bel". Ucap Sindy
" Zain kan ada". Jawab Bela sambil tersenyum melihat sindy.
" Zain Sibuk Kali Bel". ucap Sindy
" Tahu dari mana? coba deh di Tanya dulu! ". Tanya Bela
" Ya kan biasa nya Zain memang banyak kesibukan". jawab Sindy membatah
" Tanya dulu kenapa sih Sin. Seperti nya kamu sudah tahu kebiasaan Zain ya". Ucap Bela tertawa.
" Iya Iya nanti aku Tanya ". Jawab Sindy pasrah.
__ADS_1
Sindy bertanya kepada Zain, apakah hari ini Zain Sibuk atau tidak. sebenarnya ia tidak ingin pergi kemana-mana, karena Bela nenyarankannya untuk pergi. Ya pergi saja mumpung masih ada waktu, itupun kalau Zain tidak Sibuk.
" Zain apa hari ini kamu Sibuk?". Tanya Sindy sebelum mengajak nya pergi ke danau.
" Tidak Sin, ada apa? ". Tanya Zain kembali
" Kalau kamu ada waktu, apa kamu bisa menemaniku ke suatu danau. Aku ingin melihat pemandangan di sana". Jawab Sindy mengajak Zain pergi
" Oh bisa Sin, mau pergi Jam berapa? ". Tanya Zain .
" Aku tergantung kamu saja Zain, sempatnya jam berapa? ". Sindy menyerahkan keputusan kepada Zain.
" memang nya sekarang kamu sudah pulang ya dari rumah bibi ". Tanya Zain
" Baiklah Sin, nanti aku akan menjemputmu untuk pergi ke danau". Ucap Zain Semangat karena bisa pergi dengan Sindy lagi hari ini.
" Oke Zain". Jawab Sindy singkat.
Sindy mengatakan kepada Bela bahwa Zain akan pergi dengan nya nanti ke danau.
Sindy menghampiri Ibu Bela dan memberi tahu kan bahwa nanti ia akan pergi dengan Zain ke danau, Ibu Bela yang mengetahui hal itu tersenyum senang. karena merasa 1 langkah untuk menjodohkan Zain dan Sindy semakin dekat.
" Jam berapa Zain akan menjemputmu mu Sin? ". Tanya Ibu Bela yang kebetulan Bela juga ada di samping nya.
__ADS_1
" Belum tau Bu, mungkin sebentar lagi". Jawab Sindy yang lagi memandangi hp nya.
" Sebelum pergi sebaiknya kamu makan dulu sin! ". Perintah Ibu Bela.
" Baik Bu, nanti Sindy makan". Jawab Sindy sambil berjalan menuju Kamar
Tiba-tiba Zain datang tidak memberi tahu Sindy kalau dia akan menjemputnya sekarang.
" Sin, Zain sudah databg". Ucap Bela melihat ke teras rumahnya.
" Haaaa..... kamu bohong ya Bel, cepat sekali. Padahal ia belum memberitahu ku untuk ke sini". Jawab Sindy sambil keluarga Kamar dan melihat, ternyata Benar Zain Sudah tiba di rumah Bela.
" Kalian mau berangkat sekarang ya Zain". Tanya Bela ketika Zain masuk ke dalam rumah nya.
" Tidak, masih panas ini ". Jawab Zain sambil duduk di kursi tamu.
" Lalu kenapa kamu datang away sekali, padahal sudah tahu cuaca masih panas". Tanya Bela Lagi
" Ya kan bisa Santai dulu bela, tidak perlu terburu-buru". Jawab Zain tersenyum manis.
" Hm... ini taktik untuk bertemu dengan Sindy ya kan? ". Ucap Bela mulai menggoda Zain.
" Tidak ". Jawab Zain tersenyum menunjukkan ke bahagiaannya .
__ADS_1
Sindy hanya tersipu malu mendengar obrolan mereka berdua.