Akhir Cinta Sindy

Akhir Cinta Sindy
Episode 48


__ADS_3

Dari dulu Jika Sindy berpacaran, ia tidak pernah memanggil pacarnya dengan sebutan sayang.


Sindy berpikir " Karma apa ini? kenapa jadi panggilan yang membuat ku geli yang ia minta? ". Batin Sindy.


Zain yang saat itu sedang mengganti pakaian nya dengan seragam futsalnya, tiba-tiba datang menghampiri Sindy yang sedang duduk dikursi penonton.


" Yang ". Panggil Zain kepada Sindy, telinga Sindy terasa panas mendengarnya.


" Zain Bisa Tidak jangan sebut itu di hadapan ku". Pinta Sindy karena merasa ilfil mendengarnya.


" Loh kenapa? ". Tanya Zain Bingung Dan membuat nya kepikiran.


" Aku benar-benar tidak ingin di panggil dengan kata itu". Jelas Sindy masih ngotot tidak mau di sebut dengan panggilan sayang.


Sindy tidak ingin panggilan itu terdengar di telinga nya karena pernah berpacaran di panggil seperti itu dan tidak bertahan lama hanya dengan hitungan hari saja.


" Alasannya apa Sin? ". Tanya Zain semakin penasaran karena sangat aneh baginya jika Sudah memiliki hubungan tanpa ada panggilan sayang nya.


" Aku tidak ingin masa lalu ku terulang dan selalu membayangi ku, aku mohon mengerti lah Zain". Ucap Sindy Meminta Zain untuk tidak memanggil nya sayang lagi.

__ADS_1


" Baiklah Sin, sekarang aku harus ke lapangan. Kamu tunggu di sini ya ". Perintah Zain agar Sindy tetap duduk di kursi penonton.


" Iya, aku tidak akan kemana-mana". Sindy menyaksikan permainan Tim Zain.


Pada malam permainan futsalnya, Sindy yang ikut menonton permainan Zain menyaksikan kekalahan Tim Zain, Sindy merasa tidak enak, apakah salah satu penyebab kekalahannya juga karena Sindy.


Zain yang saat itu menjadi seorang kiper, mungkin saja pikirannya terbagi sehingga tidak fokus dengan permainan itu.


Ketika selesai memainkan pertandingan, Zain menghampiri Sindy dan segera Sindy suguhkan sebotol air minum.


" Ini di minum dulu Zain! ". Ucap Sindy sambil menyerahkan sebotol air minum.


" Kenapa kamu tersenyum, kan kamu kalah ". Ucap Sindy terdengar menjengkelkan.


" Kalah dalam pertandingan bola tidak penting bagiku, tetapi kalah untuk memiliki mu itu jauh lebih menyedihkan bagiku". Ucap Zain merayu Sindy


" Ah kamu, bukannya prihatin dengan kekalahan tim, masih sempat merayu ku". Jawab Sindy


" Masalah kalah menang itu biasa Sin, jangan terlalu dipikirinlah. Santai saja". Ucap Zain sangat tenang dengan kekalahannya.

__ADS_1


" Ya Sudah kalau begitu, sekarang kita Sudah boleh Pulang kan? pasti Bela Sudah menunggu kita di rumah". Ucap Sindy mulai mengajak nya Pulang karena Sudah larut malam.


" Sudah boleh kok, sebentar aku habiskan minum dulu ya ". Zain mengulur waktu untuk tetap bersama Sindy sebelum akhir nya mereka Pulang.


" Oke, Kalau bisa cepat ya Zain aku tidak enak dengan Ibu bela. Soalnya aku hari ini baru sampai malam nya Sudah keluyuran". Ucap Sindy khawatir dengan keluarga Bela akan berpikir macam-macam tent and dirinya.


" Santai Sindy, mereka pasti mengerti kok. kamu tenang saja Oke". Pinta Zain untuk tetap tenang karena ia tahu keluarga Bela pasti mengerti.


" Ngomong Sih enak Zain, aku yang menginap di sana yang tidak enak". Jawab Sindy Meminta Zain untuk tetap mengerti.


" Baiklah Sindy, Ayo kita Pulang sekarang ! ". Ajak Zain untuk Pulang karena Sudah selesai Menghabiskan air minum nya.


" Ayo ". Jawab Sindy semangat sambil tersenyum.


" Haaa. begitu dong dari tadi, senyum. jangan asyik ngomel". Ucap Zain yang melihat Sindy tersenyum mendengar kata Pulang.


" Aku tidak mengomel kok". Jawab Sindy yang Sudah duduk di atas Selena motor nya Zain.


" Lalu apa? ". Tanya Zain

__ADS_1


__ADS_2